Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Coil Merk X dengan Coil Standar pada Mobil Calya 1200 Cc terhadap Efesiensi Gas Buang dan Konsumsi Bahan Bakar dengan Metode Gas Emission Analysis Hakim, Moh Azizi; Sukmara, Sony; Heriana, Erik; Ekoprianto, Ari; Putra, Adi Ganda
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i2.12651

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini adalah emisi gas buang berbahaya yang dihasikan oleh kendaraan. Pada penelitian ini penulis akan melakukan penelitian kwalitas coil standar dengan coil merk X dengan metode gas emission analysis yaitu konsumsi bahan bakar, kadar gas buang CO dan kadar gas buang HC dengan tiga variable  Rpm yaitu 1000, 4000, dan 7000, supaya masyarakat tahu bahwa penggunaan coil untuk kendaraan tidak melihat dari sisi harga, namun harus mempertimbangkan dampak polusi yang dihasilkan oleh kendaraan.  Penggunaan kendaraan roda empat banyak peminat dari masyarakat, karena mobilitas kegiatan dapat terbantu oleh kendaraan. Namun hal tersebut mengakibatkan polusi udara semakin terganggu karena banyaknya kendaraan yang mengeluarkan gas yang berpotensi merusak keasrian udara. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi bahan bakar, serta menurunkan kadar CO dan HC pada gas buang kendaraan. Efektifitas dan kinerja pengapian sangat berpengaruh pada performa mesin, selain bahan bakar dengan kwalitas yang baik, penggunaan coil standar dan coil merk X ini ternyata jauh berbeda kwalitasnya, terutama pada konsumsi bahan bakar dengan selisih 19,6% pada putaran tinggi yaitu 7000 Rpm. Selain itu emisi gas buang sudah diatur oleh pemerintah supaya kadarnya harus diminimalisir, karena berbahaya bagi kesehatan juga lingkungan, kadar gas CO. Pada penelitian ini persentase antara coil standar dan coil merk X di angka 60% pada saat 1000 Rpm. Penelitan selanjutnya mengenai gas buang HC juga sangat berbahaya, dimana persentase antara coil standar dan coil merk X juga sangat segnifikan yaitu 26% sengan selisih 138 ppm.
Perancangan Alat Pendeteksi Logam pada Tepung Berbasis Arduino UNO dengan Metode Magnetik Puller Hakim, Moh Azizi; Sukmara, Sony; Heriana, Erik; Ekoprianto, Ari; Putra, Adi Ganda
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13938

Abstract

Di Universitas Mathla ul Anwar ada Program Studi Teknologi Pangan, terdapat beberapa mata kuliah praktek, diantaranya pembuatan makanan yang menggunakan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi logam pada tepung agar tidak terkonaminasi oleh logam yang berbahaya seperti Besi, Stainless, alumunium dan tembaga. Kontaminasi logam pada tepung merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kualitas dan keamanan makanan. Alat yang dirancang dalam penelitian ini memanfaatkan sensor logam untuk mendeteksi adanya partikel logam di dalam tepung. Sensor tersebut terhubung dengan Arduino Uno yang bertindak sebagai unit pemerosesan utama. Data dari sensor diproses dan dianalisis oleh Arduino Uno untuk mendeteksi adanya logam dan memberi indikasi melalui tampila LED.Metode penelitian menggunakan magnetik puller berbasis Arduino Uno, ini meliputi perancangan sirkuit elektronik, dan pengujian alat untuk memastikan efektifitas pendeteksian logam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa logam yang melewati sensor pendeksi logam berfungsi dengan baik, pada saat logam terdeteksi pada LED menunjukan jumlah partikel yang terdekti terbaca dan memberika informasi pada LED. Setelah terbaca partikel logam akan menempel pada magnet dengan kekuatan tarik sebesar 10.000 Gauss. Daya yang harus dipancarkan oleh kompatan sensor sebesar 2,5 watt, dengan demikian diperlukan 8 lilitan kawat pada kumparan dengan diameter 10 cm untuk mencapai nial induktansi 10,1 µH.
Optimisasi Sifat Mekanik Paduan Mg AZ91: Pengaruh Proses Thixoforming dan Homogenisasi terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik, dan Mikrostruktur Putra, Adi Ganda; Universitas Mathla ul Anwar; Ganda Putra, Adi; Afrianto, Afrianto; Mohamad , Vicky; Sukmara, Sony; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol24no1.680

Abstract

Paduan Mg AZ91 merupakan material yang banyak digunakan dalam industri otomotif dan penerbangan karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Untuk aplikasi yang lebih luas, perlu dilakukan optimisasi sifat mekanik melalui berbagai proses perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses thixoforming dan homogenisasi terhadap kekerasan, kekuatan tarik, dan mikrostruktur paduan Mg AZ91. Pengujian dilakukan pada empat kondisi perlakuan, yaitu as-cast, as-cast dan homogenizing, thixoforming, dan thixoforming dan homogenizing. Hasil menunjukkan kondisi thixoforming diikuti oleh homogenisasi menghasilkan peningkatan kekerasan tertinggi (108,8 HB) dibandingkan dengan kondisi as-cast (65,1 HB). Kekuatan tarik mengalami peningkatan signifikan, dari 148,3 MPa pada kondisi as-cast menjadi 299,4 MPa pada kondisi thixoforming dan homogenizing. Selain itu, kekuatan luluh meningkat dari 82,6 MPa menjadi 277,2 MPa, sementara regangan meningkat dari 12,1% menjadi 14,475% pada kondisi yang sama. Mikrostruktur material menunjukkan perubahan dari struktur dendritik kasar pada kondisi as-cast menjadi struktur ekuiaksial dengan distribusi fasa alpha dan beta yang lebih seragam setelah thixoforming dan homogenisasi. Porositas dan pengotor tetap terdeteksi pada kedua kondisi perlakuan, tetapi lebih terkendali setelah homogenisasi. Secara keseluruhan, thixoforming diikuti oleh homogenisasi memberikan optimisasi yang signifikan pada sifat mekanik dan mikrostruktur paduan Mg AZ91, menjadikannya lebih unggul untuk aplikasi teknik yang membutuhkan kekuatan tinggi dan keuletan.
Optimisasi Sifat Mekanik Paduan Mg AZ91: Pengaruh Proses Thixoforming dan Homogenisasi terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik, dan Mikrostruktur Putra, Adi Ganda; Universitas Mathla ul Anwar; Ganda Putra, Adi; Afrianto, Afrianto; Mohamad , Vicky; Sukmara, Sony; Pawawoi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol24no1.680

Abstract

Paduan Mg AZ91 merupakan material yang banyak digunakan dalam industri otomotif dan penerbangan karena rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Untuk aplikasi yang lebih luas, perlu dilakukan optimisasi sifat mekanik melalui berbagai proses perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses thixoforming dan homogenisasi terhadap kekerasan, kekuatan tarik, dan mikrostruktur paduan Mg AZ91. Pengujian dilakukan pada empat kondisi perlakuan, yaitu as-cast, as-cast dan homogenizing, thixoforming, dan thixoforming dan homogenizing. Hasil menunjukkan kondisi thixoforming diikuti oleh homogenisasi menghasilkan peningkatan kekerasan tertinggi (108,8 HB) dibandingkan dengan kondisi as-cast (65,1 HB). Kekuatan tarik mengalami peningkatan signifikan, dari 148,3 MPa pada kondisi as-cast menjadi 299,4 MPa pada kondisi thixoforming dan homogenizing. Selain itu, kekuatan luluh meningkat dari 82,6 MPa menjadi 277,2 MPa, sementara regangan meningkat dari 12,1% menjadi 14,475% pada kondisi yang sama. Mikrostruktur material menunjukkan perubahan dari struktur dendritik kasar pada kondisi as-cast menjadi struktur ekuiaksial dengan distribusi fasa alpha dan beta yang lebih seragam setelah thixoforming dan homogenisasi. Porositas dan pengotor tetap terdeteksi pada kedua kondisi perlakuan, tetapi lebih terkendali setelah homogenisasi. Secara keseluruhan, thixoforming diikuti oleh homogenisasi memberikan optimisasi yang signifikan pada sifat mekanik dan mikrostruktur paduan Mg AZ91, menjadikannya lebih unggul untuk aplikasi teknik yang membutuhkan kekuatan tinggi dan keuletan.
Influence of Fixed Carbon Carburizer on The Hardness and Microstructure of Cast Iron FC 25 Putra, Adi Ganda; Ghose, Aurobindo; Pawawoi; Sukmara, Sony
Journal of Technology and Engineering Vol 1 No 2 (2023): Journal of Technology and Engineering
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v1i2.226

Abstract

Cast iron smelting is carried out with the main materials, namely steel scrap (C) 0.08% and recycled material FC 25 (C) 3.37% so that the mixture of the two raw materials results in the carbon content being less than the FC 25 target which has a content range (C) between 3.10% – 3.40% (JIS G 5501). In order for element (C) to meet the material standardization criteria, a carburizer is used as an addition to element (C) in the smelting process. This research uses an induction furnace with a capacity of 1500 kg for the melting process. Metallographic testing aims to see the comparison of the microstructure that occurs. Brinell hardness testing is carried out by providing 5 point indent traces on the surface. (α) and 2 points in the phase (α+Fe3C). The research results show that the addition of element (C) using a carburizer with a fixed carbon content of 91.57% and 96.7% in casting FC 25 material affects the value of material hardness, phase hardness and microstructure in FC 25 material. The use of carburizers with different contents This does not affect the graphite shape, graphite type and graphite size. The use of a 96.7% carburizer produces a Brinell hardness value of 205 HB, Vickers 259 HV and a pearlite phase percentage of 59% which is higher than a 91.67% carburizer which produces a Brinell hardness value of 184 HB, Vickers 238 HV and a pearlite phase percentage of 56%.
Service Life Assessment and Safety Inspection of Pressure Vessels: A Comprehensive Analysis of Structural Integrity and Performance Putra, Adi Ganda; Putra, Muhammad Prima Andika; Matijanti; Pawawoi
Journal of Technology and Engineering Vol 1 No 2 (2023): Journal of Technology and Engineering
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v1i2.232

Abstract

Pressure vessel is a container used to store fluids and is very necessary for various industrial activities. Fluids stored in pressure vessels are fluids that have special characteristics and treatment, such as fluids at low or high temperatures, pressurized fluids and so on. In general, a pressure vessel is a container made of metal. Materials that contain metal will definitely experience corrosion. Corrosion can occur, one of the reasons is because there is a chemical reaction on the metal surface caused by the low pH of the water and humid air, so that the metal becomes thinner over time. This will affect the strength of the metal to withstand pressure. The thinner the metal, the less pressure it can withstand. With corrosion, the pressure vessel's ability to withstand pressure will decrease. If the pressure held is higher than the capacity of the pressure vessel, it can cause work accidents. This research will analyze the service life of pressure vessels using inspection procedures based on Minister of Manpower Regulation Number 37 of 2016 concerning Occupational Safety and Health of Pressure Vessels and Storage Tanks. To calculate the effect of thickness on the pressure of the pressure vessel, it will be based on the formula obtained from ASME sec VIII, div.1 regarding boilers and pressure vessels. The pressure vessel that will be tested is of the Jiangsu Ashun brand at PT. Setia Gas Jaya. From the results of analysis and testing, it shows that the pressure vessels at PT. Setia Gas Jaya has the point that experiences the most corrosion, namely at the bottom-head, which was originally 6.8 mm to 6.62 mm after 2 years and 3 months of operation. The results of the analysis also show that with a working pressure of 3.3 MPa, the pressure vessel can be operational for 13 years 3 months 13 days, or its remaining useful life is 11 years 13 days starting from June 2023.
Sosialisasi Pelatihan Dasar-Dasar Pengolahan Makanan Bersih & Bantuan Bak Sampah Kepada Pedagang Kaki Lima Untuk Meningkatkan Kesadaran Terhadap Kebersihan Lingkungan Latifah, Sri Mulyati; Putra, Adi Ganda; Yusriski, Rinto; Piseno, Wirawan; Norina, Rida; Tabah, Gagan Ganjar; Nasution, Andri Rachmat Kumalasian
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v4i1.297

Abstract

Pengolahan makanan bersih merupakan hal penting dalam menentukan kualitas makanan, dimana pedagang makanan kaki lima sebagai salah satu pelaku harus memperhatikan aspek kebersihan penjamah makanan agar tidak menyebabkan timbulnya masalah kesehatan akibat kualitas makanan yang kurang baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penjamahan makanan pada pedagang kaki lima di lingkungan kampusUNJANI Bandung, Kelurahan Kebon Kangkung dan Sukapura, Kota Bandung, tahun 2022. Partisipan dalam kegiatan berjumlah 50 responden. Data awal menunjukkan bahwa responden memiliki praktik hygiene kategori tidak memahami dengan kriteria jawaban di bawah 6 (enam) betul dari sepuluh pertanyaan sebanyak 37 responden, tingkat pengetahuan baik dengan kriteria minimal 6 (enam) jawaban yang betul dari 10 (sepuluh) yaitu 13 responden. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan agar responden mempunyai pengetahuan dan kesadaran mengolah makanan yang hygiene penjamah makanan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman responden dengan kriteria jawaban minimal 6 (enam) dari sepuluh pertanyaan sejumlah 43 atau sebesar 86% dari total responden yang mengikuti pelatihan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode perbandingan Paired-T. Hasil dari pengujian menggunakan metode Paired-T menunjukkan tingkat signifikansi kurang dari 0.000 yang berarti pelatihan memberikan perubahan pemahaman responden menjadi lebih baik mengenai pengolahan makanan dengan cara yang higienis.
Analysis of Product Quality and Brand Image in Driving Repurchase Intention for Luta Dehumidifier Products at PT. Dwi Mitra Teknindo Maulana, Ade; Patra, Oviyan; Nugraha, Evan; Suryana, Hendy; Putra, Adi Ganda
Journal of Social Research Vol. 4 No. 10 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i9.2778

Abstract

This study aims to analyze the influence of product quality and brand image on repurchase intention of LUTA dehumidifier products distributed by PT. Dwi Mitra Teknindo. The research background is based on the increasing demand for dehumidifiers in Indonesia after the Covid-19 pandemic, along with the challenges faced by the LUTA brand in building a positive image amid consumer perceptions of Chinese-made products. This study employed a quantitative approach with a descriptive-causal research design. Data were collected through surveys of LUTA consumers in several major cities in Indonesia and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to examine both direct and indirect relationships among the variables. The findings indicate that product quality has a positive and significant effect on repurchase intention, both directly and through brand image as a mediating variable. Brand image also plays a crucial role in strengthening consumer loyalty towards LUTA products. These results highlight the importance of improving product quality and enhancing brand image as strategic efforts to retain existing customers and support sustainable business growth.
Hydrometallurgical extraction of TiO2 from iron sand for industrial raw material Sukmara, Sony; Manaf, Azwar; Adi, Wisnu Ari; Putra, Adi Ganda
Jurnal Polimesin Vol 23, No 5 (2025): October
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i5.7751

Abstract

Titanium dioxide (TiO2) is an essential raw material widely used in Indonesia’s medical, cosmetic, paint, cement, aerospace, and defense industries. Despite its industrial importance, domestic TiO2 production remains limited, resulting in continued dependence on imports. Meanwhile, Indonesia possesses abundant iron sand resources that have not been fully utilized as potential raw materials for TiO2 extraction. This study aims to extract titanium dioxide from iron sand obtained from the southern coast of Lebak Regency, Banten Province. The extraction process began with the preparation of iron sand through washing, drying, and magnetic separation to isolate titanium-rich minerals, mainly ilmenite (FeTiO3) and titanomagnetite (Fe2TiO4). The ilmenite concentrate was leached using sulfuric acid (H2SO4, 96%) at 150–200 °C, forming titanium oxysulfate (TiOSO4) and ferrous sulfate (FeSO4). The solution was filtered, and titanium was precipitated as hydrated titanium dioxide (TiO2•H2O) through neutralization. The precipitate was washed, dried, and calcined at 500 °C to obtain anatase-phase TiO2. X-ray diffraction (XRD) analysis revealed dominant mineral phases of ilmenite (98.63%) and titanomagnetite (90.56%), while X-ray fluorescence (XRF) showed titanium contents of 22.72% in FeTiO3 and 20.45% in Fe2TiO4. The resulting TiO2 exhibited an anatase phase with 98.7% purity. The findings confirm that Lebak’s southern coastal iron sand is rich in titanium-bearing minerals, demonstrating its potential as a sustainable raw material for domestic TiO2 production. This study provides a preliminary foundation for optimizing the extraction process to enhance yield and support local industrial development.
Enhancing Corrosion Resistance of AISI 1045 Carbon Steel Using Rosmarinus officinalis Extract: An Environmentally Friendly Approach Pawawoi, Pawawoi; Putra, Adi Ganda; Lesmana, Dera; Prajitno, Djoko Hadi; Septianissa, Selly
Jurnal Kartika Kimia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kartika Kimia (In Progress)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v8i2.976

Abstract

Corrosion is the greatest challenge faced by various industries, especially those in maritime regions. This study evaluates the effectiveness of Rosmarinus officinalis extract as a corrosion inhibitor for carbon steel AISI 1045 in artificial seawater. Steel samples with varying inhibitor concentrations (0, 30, 60, 90, and 120 ppm) were immersed for 25 days. The results indicate that the weight gain due to corrosion for the sample without an inhibitor reached 79.5 mg, while the use of rosemary significantly reduced the weight gain, with the lowest corrosion rates recorded at 90 ppm (0.003 mpy) and 120 ppm (0.005 mpy). The optimal inhibitor efficiency was achieved at 60 ppm (75.57%). Microstructural analysis showed a decrease in pitting corrosion thickness and the formation of a new phase, Fe₃O₄, which is more stable and protective. These findings emphasize the potential of rosemary extract as an environmentally friendly solution for controlling corrosion in carbon steel, particularly in corrosive environments like seawater.