Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

AKTIVITAS ANTI FUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L) TERHADAP Candida albicans Adityas Elvian Abriyanto; Sabikis Sabikis; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.730

Abstract

ABSTRAK Sembukan (Paederia foetida L) mengandung flavonoid dan terpenoid yang mempunyai khasiat sebagai antifungi dari ekstrak etanol daun sembukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas antifungi terhadap Candida albicans dan profil kromatografi lapis tipisnya. Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol diencerkan dengan pelarut Dimetilsulfoksida (DMSO) 10% hingga konsentrasi 1%, 10%, 100%. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi dan untuk identifikasi senyawa flavonoid, dan senyawa terpenoid menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil uji aktivitas antifungi didapat bahwa ekstrak etanol daun sembukan tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans. Hasil KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembukan mengandung senyawa flavonoid dan senyawa terpenoid. Kata kunci: ekstrak etanol daun sembukan (Paederia foetida L), antifungi, Candida albicans, flavonoid, terpenoid. ABSTRACT Sembukan (Paederia foetida L) contain flavonoid and terpenoid which property as antifungal. The aim of this research was to prove the activity of antifungal against Candida albicans and its Thin Layer Cromatography profile. In this research the extraction was done by maseration method with 96% ethanol solvent.The ethanol extract was diluted using 10% Dimethylsulfoxide (DMSO) solvent until 1%, 10% and 100% concentrations. Antifungal activity test was done by diffusion method and Thin Layer Cromatography (TLC) method was done to identify the flavonoid,and terpenoid compounds. The result of antifungal activity test exhibited that the ethanol extract of sembukan leaves have no antifungal activity toward Candida albicans. The result of TLC showed that the ethanol extract of sembukan leafs contain of flavonoid and terpenoid compounds. Key words: the ethanol extract of sembukan leafs (Paederia foetida L), antifungal, Candida albicans, flavonoid, terpenoid.
UJI PENDAHULUAN EFEK HAIR TONIC MINYAK BIJI WIJEN ( Sesamum indicum L ) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN Ratno Subekhi; Sudarso Sudarso; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.428

Abstract

Telah dilakukan uji pendahuluan efek hair tonic minyak wijen (oleum sesame) terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah minyak dari biji tanaman wijen ( Sesamum indicum L ) mempunyai efek mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Minyak wijen dibuat dengan memeras serbuk biji wijen yang telah dicampur air panas. Punggung kelinci dicukur persegi dengan sisi 2,5 cm. Kotak 1 diolesi minyak cem-ceman sebagai kontrol positif, kotak 2 diolesi aquades sebagai kontrol negatif, kotak 3 diolesi minyak wijen sabagai sampel. Pengukuran pertumbuhan rambut dilakukan setiap 3 hari sekali selama 18 hari. Data pertumbuhan rambut rata-rata perhari yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis variansi yang dilanjutkan dengan uji tukey dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak wijen dapat mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Kata kunci : Biji wijen, memeras, pertumbuhan rambut, kelinci jantan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis. Renny Amelia; Sudarso Sudarso; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.579

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap P. aeruginosa dan B. subtilis. Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Sifat fisik yang diuji adalah organoleptis, pH, dan viskositas. Senyawa minyak atsiri eugenol dan flavonoid diidentifikasi menggunakan KLT. Data viskositas dianalisis dengan uji anava dua arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Diameter zona hambat antibakteri dianalisis dengan uji anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Gel ekstrak lengkuas mempunyai sifat organoleptis dan pH yang stabil selama 28 hari, tapi viskositas gel menurun seiring bertambahnya hari. Gel ekstrak lengkuas memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, tapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis. Kata kunci: ekstrak lengkuas, aktivitas antibakteri, minyak atsiri eugenol dan flavonoid. ABSTRACT A research on antibacterial activity of ginger extract gel was done to know antibacterial activity of gel of ginger extract against Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. In this research extraction was done by maseration method with 70% ethanol as solvent. Antibacterial activity test used diffusion method. Gel was tested pHysical properties for organoleptic, pH, and viscosity. Volatile oil and flavonoid compound were identified by TLC method. The viscosity data was analyzed by two way anava test with 95% significance level continued by LSD. The diameter of clear zone was analyzed by one anava with 95% significance level continued by LSD. Ginger extract is stable organolepticcally and pH for 28 days storage, but viscosity of gels decreases by time. The result showes that ginger extract gel has antibacterial activity against P. aeruginosa, but does not have antibacterial activity against B. subtilis. Key words: ginger extract (Alpinia galanga), antibacterial activity, volatile oil eugenol and flavonoid.
POLA TERAPI PADA PASIEN KANKER NASOFARING DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO Laeli Mustajabah; Didik Setiawan; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.707

Abstract

ABSTRAK Penanggulangan kanker nasofaring sampai saat ini menjadi suatu masalah, gejala yang tidak spesifik dan letak nasofaring yang tersembunyi mengakibatkan keterlambatan dalam diagnosa yang akan mempengaruhi keberhasilan terapi dan prognosis yang buruk. Keberhasilan terapi yang tinggi dan kelangsungan hidup jangka panjang hanya terjadi pada kanker stadium awal dibandingkan stadium akhir. Memberikan gambaran pola terapi pada pasien kanker nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS). Mendapatkan gambaran jenis obat kanker yang digunakan pada pasien kanker nasofaring di RSMS. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian adalah cross sectional deskriptif dan metode pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medik pasien. Sampel penelitian 199 pasien dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 2,6:1, rata-rata umur pasien kanker nasofaring adalah 49,06±1,49 tahun (kisaran : 5-82th). Pasien datang ke RSMS kebanyakan sudah stadium lanjut (III dan IV) (30,1%). Sebanyak 143(71,6%) pasien mendapat terapi kanker dan 56(28,1%) pasien tidak mendapatkan terapi kanker. Terapi yang digunakan pada setiap stadium berbeda. Terdapat 3 jenis terapi yang digunakan di RSMS yaitu radioterapi 89(62,2%), kemoterapi 33(23,1%) dan kemoradiasi 21(14,7%). Golongan obat kanker yang digunakan adalah golongan alkilator, taxan, antibiotik dan alkaloid vinka. Diketahui banyak pasien yang memiliki kelengkapan jumlah siklus dan penyinaran yang rendah. Penyakit penyerta yang paling banyak adalah anemia 11(22,5%) dan golongan obat lain yang paling banyak digunakan adalah golongan analgetik 107(74,6%). Berdasarkan stadium kanker radioterapi adalah terapi yang paling banyak digunakan. Obat yang paling banyak digunakan pada kemoradiasi dan kemoterapi adalah cisplatin. Kata kunci: kanker nasofaring, pola terapi. ABSTRACK Nasopharyngeal cancer prevention until now become a problem, because early symptoms are not spesific and hidden location of nasopharyngeal cause a delay to diagnosis that will affect therapeutic efficacy and poor prognisis. High therapeutic efficacy and long term survival only achieved for patient who have early stage than advanced stage. This research purpose to provide overview a treatment pattern of nasopharyngeal cancer patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital (RSMS) and provide overview of cancer drugs types used in patient with nasopharyngeal cancer in RSMS. The research is observational research with descriptive cross sectional research design and retrospective methods of data collection through the medical records of patients. The total study population was 199 patients with a ratio of male and female was 2,6:1, the average age of nasopharyngeal cancer patients was 49.06 ± 1,49 years old (range: 5-82th). Patients come to RSMS have advanced stage (III and IV) (30,1%). 143(71,6) patients received cancer therapy and 56(28,1%) patients without cancer therapy. Therapy used in each stage is different. Three types of therapy used in RSMS. There are radiotherapy 89(62,2%), chemotherapy 33(23,1%) and chemoradiation 21(14,7%). Class of cancer drugs used are alkilator, taxan, antibiotics and alkaloids vinca. The most of patient have low in completed chemotherapy cycle and number of radiotherapy. Patients with comorbidities most anemic 11(22,5%) patients and the drug classes most widely used analgesic 107(74,6%). Based on cancer stage, radiotherapy is more widely used. The most widely used drugs in chemotherapy and chemoradiation is cisplatin. Keywords: nasopharyngeal cancer, the pattern of treatment.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL SOXHLETASI DAN MASERASI DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP Candida albicans Astri Puspitasari; Sudarso Sudarso; Binar Asrining Dhiani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i2.410

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antijamur ekstrak etanol daun mimba (Azadirachta indica) terhadap Candida albicans dengan metode dilusi. Ekstrak tersebut dihasilkan dengan cara soxhletasi dan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penentuan kandungan senyawa dalam ekstrak dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak soxhletasi dan maserasi daun mimba (Azadirachta indica) mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Ekstrak soxhletasi lebih efektifdalam menghambat dan membunuh jamur Candida albicans dibandingkan dengan ekstrak maserasi. Hal ini dapat dilihat dari perolehan Kosentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). KHM dan KBM untuk ekstrak hasil soxhletasi sebesar 0,20% dan 0,62%, untuk maserasi sebesar 0,62% dan 1,85%. Hasil identifikasi Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak soxhletasi dan ekstrak maserasi daun mimba (Azadirachta indica) mengandung golongan senyawa flavonoid, tannin, dan saponin. Kata kunci: antijamur, ekstrak daun mimba (Azadirachta indica), Candida albicans, Kromatografi Lapis Tipis ABSTRACT Research on antifungal activity of ethanolic extract of nimba leaves (Azadirachta indica) against Candida albicans were done using dilution method. Extracts were produced from two different extraction method i.e. soxhlet and maceration using ethanol 70% as solvent. Determination of compounds contained in extracts used Thin Layer Chromatography. The research resulted that soxhlet and maceration extract of nimba leaves showed antifungal activity against Candida albicans. Soxhlet extracts exhibited higher activity than maceration extract to inhibit Candida albicans. Thin Layer Chromatography revealed that maceration and soxhlet extracts contained flavonoid, tannin and saponin. Keywords: antifungal, nimbi leaves extract, Candida albicans, Thin Layer Chromatography.
DAYA REPELAN DAN UJI IRITASI FORMULA LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle Linn) DENGAN VARIASI BASIS LANOLIN TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Apri Yudis Fitriana; Retno Wahyuningrum; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.699

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia. Sediaan repelan biasa digunakan untuk menghindari gangguan atau gigitan nyamuk Aedes aegypti. Namun sediaan repelan mengandung Diethyl toluamide (DEET) yang dalam penggunaannya dapat menyebabkan eritema (kemerahan pada kulit) dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas daya repelan lotion ekstrak daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis terhadap nyamuk Aedes aegypti, selain itu untuk menentukan apakah lotion ekstrak etanol daun sirih dengan variasi lanolin sebagai basis ini mengiritasi hewan uji atau tidak, dan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi lanolin terhadap sifat fisik lotion ekstrak etanol daun sirih. Daun sirih diekstraksi dengan etanol 96%, dengan menggunakan metode refluks. Ekstrak etanol daun sirih yang digunakan dalam formula lotion adalah 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang dibuat pada penelitian ini sebanyak 3 formula dengan perbedaan konsentrasi lanolin, yaitu 3%, 4% dan 5%. Lotion ekstrak etanol daun sirih yang telah dibuat kemudian dievaluasi secara fisik, diuji daya repelan dan uji iritas. Perbedaan konsentrasi lanolin pada tiap formula lotion, sangat mempengaruhi viskositas, daya sebar, daya lekat dan daya repelan masing-masing formula. Daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 88% selama 11 menit. Indeks iritasi primer lotion ekstrak etanol daun sirih sebesar 0,3. Konsentrasi lanolin berbanding lurus dengan daya repelan lotion ekstrak etanol daun sirih. Lotion ekstrak etanol daun sirih memiliki indeks iritasi primer sebesar 0,33, dimana nilai tersebut < 2 maka golongan senyawa yang diuji termasuk hanya sedikit merangsang. Konsentrasi lanolin berbanding terbalik dengan nilai daya sebar, tetapi berbanding lurus dengan nilai daya lekat dan viskositas lotion ekstrak etanol daun sirih. Kata kunci : daya repelan, uji iritasi, lotion, ekstrak etanol daun sirih (Piper betle Linn). ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever (DHF) which is transmitted through the bite of mosquito Aedes aegypti and Aedes albopictus females still becomes a health problem, especially in Indonesia. Repellant is used to avoid interference or bite of the Aedes aegypti mosquito. The purposes of this research are to determine the repellency of the ethanolic extract of betel leaf lotion with lanolin variation as a basis toward Aedes aegypti, to determine whether the ethanolic extract of piper betel leaves lotion with lanolin variation as a basis irritate the test animals or not, and to compare the influence of lanolin concentration toward physical characteristic of lotion. Piper betel leaves extracted with 96% ethanol, using reflux. The ethanolic extract of piper betel leaves used in the formula lotion is 5%. This lotion was made into 3 formula with lanolin concentration difference 3%, 4% and 5%. Lotion ethanolic extract of piper betel leaves had been made then evaluated physically, repellency and irritation. Dispersive and viscosity of the lotion will determine the convenience of the use by human. Differences of lanolin concentration in each formula lotion, greatly affect the viscosity, dispersive, adhesion and repellency each formula. Repellency lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 88% in 11 minutes. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33. Concentration of lanolin is proportional to the lotion repellant the ethanolic extract of piper betel leaves. The primary irritation index lotion ethanolic extract of piper betel leaves is 0,33 or few stimulating. Concentration of lanolin inversely to the value of dispersive, but it is directly proportional to the value of adhesion and viscosity lotion. Keywords : repellency, irritation, lotion, ethanolic extract of piper betel leaves (Piper betle Linn)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEJADIAN DROP OUT KONTRASEPSI SUNTIKAN DI KABUPATEN CILACAP Windu Rujianto; Sudarso Sudarso; Didik Setiawan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.878

Abstract

ABSTRAK Keluarga Berencana adalah suatu kebutuhan dalam menyelenggarakan kehidupan yang sejahtera. Tetapi hal ini tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup tentang kontrasepsi, khususnya kontrasepsi suntikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kejadian Drop Out kontrasepsi suntikan di Kabupaten Cilacap tanggal 14 maret-30 april 2009. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel yang berupa responden sebanyak 380 responden. Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif analitik, data juga dianalisis dengan teknik Korelasi Product moment untuk mengetahui tingkat hubungan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hubungan yang negatif antara tingkat pengetahuan terhadap kejadian Drop Out kontrasepsi suntikan. Kata Kunci: Pengetahuan, Kontrasepsi suntikan, Drop Out. ABSTRACT Family planning is a requirement in carrying out secure and prosperous life. But this matter not make balance with enough knowledge concerning contraception, specially parenteral contraception. Object of this research is to know relationship level knowledge and Drop Out parenteral contraception in Sub-Province of Cilacap date 14 march-30 april 2009. This research is sample which in the form of respondent 380 respondents. Then analyzed descriptiv, data is also analyzed with Correlation technique of Product moment to know relation level. Pursuant research result can conclude the existence of negative relationship which is between level knowledge of parenteral contraception with occurrence of Drop Out parenteral contraception. Keyword: Knowledge, Parenteral Contraception, Drop Out.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP PASIEN ANAK PENDERITA DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2009 Muhammad Abbas Rifa`i; Sudarso Sudarso; Anjar Mahardian Kusuma
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.593

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia demam tifoid terdapat dalam keadaan endemik penyakit ini termasuk penyakit menular. Di daerah endemik demam tifoid insidensi tertinggi didapatkan pada anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pada pasien anak penderita demam tifoid yang meliputi umur dan jenis kelamin pasien di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto dan mengetahui gambaran penggunaan antibiotik dan kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita demam tifoid yang meliputi jenis antibiotik, ketepatan dosis antibiotik, cara pemberian antibiotik, dan lama pemberian antibiotik di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto tahun 2009 yang dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medik dari Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto tahun 2009 dengan Standar Pelayanan Medik Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Penelitian ini bersifat deskriptif non analitik, dan pengumpulan data di lakukan secara retrospektif dengan menggunakan alat kartu rekam medik pasien dan diperoleh 97 kasus untuk pasien anak demam tifoid. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jumlah pasien kebanyakan anak-anak sebanyak 70 (72,16%) pasien, jenis kelamin kebanyakan laki-laki 53 (55%). Gambaran antibiotik yang digunakan di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto Tahun 2009 penggunaan jenis antibiotik terbanyak yang digunakan adalah sefotaxime sebanyak 61 pasien (62,89%). Gambaran pemberian dosis amoksisilin rata-rata rentang antara 150-250mg, ampisilin 200-350mg, kloramfenikol 250mg, tiamfenikol 30mg, cefotaxime 150-750mg, gentamisin 16-40mg. Cara pemberian antibiotik kebanyakan parenteral 70 pasien (72,17%). Dan lama pemberian banyak diresepkan 3-8 hari. jenis antibiotik (87,63%) berdasarkan Standar pelayanan Medik Rumah Sakit Wijayakusuma telah sesuai dan 90,72% berdasarkan Standar Pelayanan Medik Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga sesuai, untuk ketepatan dosis 92,77% berdasarkan Standar pelayanan Medik Rumah Sakit Wijayakusuma dan 74,22% berdasarkan Standar Pelayanan Medik Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah sesuai serta untuk cara pemberian dan lama pemberian tidak dapat dianalisis kesesuaiannya. Kata kunci: Antibiotika, Demam tifoid, Pasien anak Rawat Inap, RS Wijayakusuma ABSTRACT Typhoid fever is endemic diseases in Indonesia, including infectious diseases. In endemic areas showed the highest incidence of typhoid fever children. Knowing the purpose of this study is characteristic in children with typhoid fever patients, including age and sex of patients in hospitals and Knowing image Wijayakusuma Purwokerto antibiotic and suitability of the use of antibiotics in children with typhoid fever, including type of antibiotic, the accuracy of the dose of antibiotics, mode of administration antibiotics, and duration of using in Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto Year 2009 are comparable to the Standard of Medical Service of Rumah Sakitl Wijayakusuma Purwokerto Year 2009 by Medical Standard Perhimpunan Ahli Penyakik Dalam Indonesia (PAPDI). This research is non-analytic, and data collection is done retrospectively by using patients medical records and there where 97 cases of typhoid fever in pediatric patients. The results of this study showed that the number of patients are mosly of the kids as much as 70 (72.16%) patients, sex, mostly boy, 53 (55%). Preview antibiotic that is in use at the Rumah Sakit Wijayakusuma Year 2009 the use of most types of antibiotics used was cefotaxime of 61 patients (62.89%). Image amoxicillin dosage ranges on average between 150-250mg, 200-350mg ampicillin, cloramphenicol 250mg, tiamfenikol 30mg, cefotaxime 150-750mg, gentamisin 16-40mg. The way most parenteral antibiotics 70 patients (72.17%). And many in the prescribed duration of 3-8 days. 87,63% for the type of antibiotics based on the Standar Pelayanan Medik (SPM) Rumah Sakit Wijayakusuma is appropriate and 87.63% based on the Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) is appropriate, for the accurate dosage of 92.77% based on the Standar Pelayanan Medik (SPM) Rumah Sakit Wijayakusuma and 74.22% based on the Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) conformed well to the old mode of administration and delivery can not be analyzed. Keywords: Antibiotics, typhoid fever, Pediatric, Patients In patient RS Wijayakusuma
Pemberdayaan UMKM Pembuat Roti dengan Meningkatkan Kapasitas Produksi Melalui Pelatihan Membuat Mesin Mixer Adonan Roti di Desa Banjarkemantren Buduran Sidoarjo Ikhwanuddin Ikhwanuddin; Bambang Triono; Moh. Shaleh; Sudarso Sudarso; Fadllah Farah Diba; Yayu Sriwahyuni Hamzah; Mirza Elmy Safira; M. Catur Rizky; Atmari Atmari; Mohamad Farid
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v2i1.159

Abstract

Along with the development of MSMEs in Banjarkemantren Village, it is necessary to make a breakthrough by increasing productivity. With increased productivity, it can directly increase profits. One of these breakthroughs is by changing the process of manually kneading bread dough into a bread dough kneading process machine in the form of a mixer machine that has a large capacity and is fast and is able to increase the viscosity / viscosity of the dough. With a simple concept of dynamo motor to gear box. From the gear box is connected to a 10 cm pulley and forwarded with a v belt to a 30 cm pulley, so that the dynamo speed can be lowered. The mixer can be modified from the old mixer by opening the other 2 sides for wider reach. From here a simple kneading machine was created that can improve the manual method with the machine so that the production of bread dough can increase.
Peningkatan Kebersihan Prasarana Ibadah Masyarakat Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo Sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya Imam Hambali; Habib Muhammad Bahaus Surur; Ikhwanuddin Ikhwanuddin; Mohammad Rasikhul Islam; Andrian Firdaus Yusuf; Sudarso Sudarso; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 1 No. 6 (2023): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v1i6.82

Abstract

Environmental cleanliness is a major concern in the community of Sambungrejo Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. To overcome the problem of cleanliness in mosques located in residential areas, cleaning activities were carried out through community service involving participants of the Real Work Lecture (KKN) from Sunan Giri University Surabaya. The main purpose of this activity is to educate the people of Sambungrejo Sukodono Village about the importance of keeping the mosque clean, train students to have concern for the sanctity and comfort of places of worship, and carry out the principles of the Tri Dharma of Higher Education. This activity is part of the Community Service program carried out by KKN Group 11 students of Sunan Giri University Surabaya, held in Sambungrejo Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency on August 4, 2023. During the mosque cleaning activity, KKN students involved the community service method to clean and tidy up the facilities in the mosque. The cleaning process begins with cleaning the mosque yard, followed by cleaning the men's and women's bathrooms, as well as cleaning the Al-Qur'an and mukenah shelves. All bathroom and ablution room cleaning activities are carried out with the standard of purity regulated in Islamic teachings.