Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Muhamad Ariq Fauzan; Yesi Nurmalasari; Anggunan Anggunan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.517

Abstract

Introduction; One of the factors that can affect children's learning achievement is nutritional status. The low nutritional status of children will have a negative impact on improving the quality of human resources. Aim; know the nutritional status of children, learning achievement, and the relationship between nutritional status and learning achievement. Method; Research design with an observational analytic approach with cross-sectional design. The sampling technique used the total sampling method. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. Result; that the frequency distribution of children's learning achievement, most of the respondents had good learning achievement, namely as many as 55 people with a percentage (71.4.0%), the frequency distribution of children's nutritional status, most of the respondents had normal nutritional status, namely 54 (70.1%) and there is a significant relationship between nutritional status and learning achievement in children. Conclusion: that there is a significant relationship between nutritional status and children's learning achievement
Hubungan Stunting dengan Kadar Hemoglobin dan Prestasi Belajar Pada Anak Sd Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yessi Nurmalasari; Anggunan Anggunan; Rofi Arivany
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3780

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi berkepanjangan, yang dinilai berdasarkan z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Stunting yang ada pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam masa tumbuh, konsekuensi yang diterima yaitu berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif anak. Jika asupan zat besi tidak tercukupi maka pembentukan transferrin juga akan terganggu yang mengakibatkan rendahnya kadar hemoglobin, sehingga menyebabkan anemia. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analatik observasional dengan desain cross sectionall. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat chi-square didapatkan masing-masing nilai p- value = 0,016 dan OR 3,1 (1,2-8,1) pada anak stunting dengan kadar Hemoglobin. Dan p-value = 0,026 dan OR 3,3 (1,1-9,8) pada anak stunting dengan prestasi belajar. Berarti kadar hemoglobin dan prestasi belajar pada anak stunting berhubungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stunting dengan kadar hemoglobin dan prestasi anak sd negeri 13 teluk pandan pesawaran tahun 2019. Kata Kunci : Stunting. Kadar Hemoglobin. Prestasi Belajar.
Hubungan Status Gizi dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yessi Nurmalasari; Anggunan Anggunan; Indah Aullia Wulandari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2630

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan banyak diderita oleh anak usia sekolah, termasuk masalah status gizi. Menurut data World Health Organization (WHO) (2014) , sebanyak 51 juta anak di seluruh dunia berada pada status gizi kurus, sebanyak 161 juta mengalami pendek dan 42 juta mengalami kasus kegemukan dan  Obesitas. (Simbolon, dkk, 2014) berpendapat jika status gizi anak baik maka kemampuan akademik anak akan baik juga, asupan zat gizi yang baik yang dikonsumsi anak akan membantu kerja otak lebih efektif dalam hal penyerapan pelajaran disekolah maupun diluar sekolah. Status gizi anak sekolah yang baik akan menghasilkan derajat kesehatan yang baik pula. Sebaliknya status gizi yang buruk menghasilkan derajat kesehatan yang buruk, mudah terserang penyakit, dan tingkat kecerdasan yang kurang sehingga prestasi anak di sekolah juga kurang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan nilai p-value =0,020 (p<0,05) dan nilai r sebesar 0,265*. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran.
Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yessi Nurmalasari; Anggunan Anggunan; Rofi Arivany
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2631

Abstract

Latar Belakang: Kecukupan gizi pada anak sekolah dasar masih menjadi masalah yang sangat serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa dan memberikan dampak yang buruk untuk kedepannya bagi kesehatan. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari pengetahuan siswa, aktivitas fisik siswa dan pola konsumsi makan dan jajan siswa. karena dengan hal tersebut jika berjalan dengan baik maka dapat mempengaruhi tindakan dalam hal melakukan perbaikan gizi sehingga dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada status kesehatannya dan terutama dalam hal status gizi (wicaksana&nuriska,2018). Gizi buruk di usia muda membawa dampak anak mudah menderita salah mental, sukar berkonsentrasi, rendah diri, dan prestasi belajar menjadi rendah . (Noor ,dkk, 2018).Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi  Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019.Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Analisis data menggunakan uji SpearmanHasil Penelitian: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan nilai p-value =0,000 (p<0,01) dan nilai r sebesar 0,794**. Hal ini berarti secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kecukupan gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecukupan gizi dengan konsentrasi belajar pada anak SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019.
HUBUNGAN HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULANTINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-59 BULAN DI DESA MATARAM ILIR KECAMATAN SEPUTIH SURABAYA TAHUN 2019 Yesi Nurmalasari; Anggunan Anggunan; Tya Wihelmia Febriany
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2409

Abstract

 ABSTRAK Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun). Di Indonesia, berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 terdapat 37,2% balita yang mengalami stunting, hal ini mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2010 yaitu sebesar 35,6%. Ada 100 kabupaten/kota di Indonesia yang angka kejadian stuntingnya paling besar dan menjadi prioritas penangannya oleh pemerintah. Dan 3 diantaranya terdapat di Provinsi Lampung yaitu Lampung Selatan 43.01%, Lampung 43,17% dan Lampung Tengah 52,68%.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya tahun 2019Metode : Penelitian ini berbentuk analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 237 anak usia 6-59 bulan yang didapatkan dari perhitungan purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil : Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan stunting dengan hasil yaitu nilai OR  3,313 (CI : 1,878 - 5,848) dan nilai p (P-value) berupa 0,000 atau p value < 0,05 dan terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan stunting dengan hasil yaitu nilai OR  5,132 (CI : 2,602 – 10,121) dan nilai p (P-value) berupa 0,000 atau p value < 0,05 dimana keluarga dengan pendapatan rendah berisiko lima kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan pendapatan tinggi, dan nilai OR 2,255 (CI : 1,127 – 4,512) dan nilai p (P-value) berupa 0,032 atau p value < 0,05 dimana keluarga dengan pendapatan menengah berisiko dua kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan pendapatan tinggi.Kesimpulan :Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya tahun 2019. Saran: Pada Instansi yang terkait, perlu meningkatkan penyuluhan mengenai gizi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan pelatihan tentang pengolahan makannan yang bergizi tanpa membutuhkan biaya yang banyak.Kata kunci : Tingkat Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Stunting
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN LOKASI FRAKTUR DENGAN LAMA PERAWATAN PADA PASIEN FRAKTUR TERBUKA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Ringgo Alfarisi; Siti Rifdah Rihadah; Anggunan Anggunan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.138 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.970

Abstract

Fraktur lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun. Selain itu, fraktur yang sering terjadi adalah fraktur dengan lokasi fraktur pada ekstemitas atas dan vertebra. Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dalam proses lama perawatan atau lama rawat pada pasien fraktur. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder atau Rekam Medik. Populasi pasien fraktur terbuka di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan persentase (%) dan analisis bivariat dengan Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ditemukan adanya hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka dengan p-valuenya 0,184 dan p-valuenya 0.170. Namun demikian, ditemukan hubungan lokasi fraktur dengan lama perawatan pasien fraktur terbuka dengan p-value 0.028. Terdapat hubungan antara lokasi fraktur dengan lama perawatan pada pasien fraktur terbuka, sedangkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan lama perawatan pada pasien fraktur.
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Muhammad Nur; Anggunan Anggunan; Pradita Defi Wulandari Defi Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.205 KB) | DOI: 10.33024/.v5i4.974

Abstract

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan prevalensi penyakit gagal ginjal kronis (GGK) berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,2%. Penurunan fungsi ginjal pada pasien GGK akan menghasilkan berbagai macam komplikasi salah satunya adalah hiperurisemia, Ginjal mengalami gangguan untuk memfiltrasi darah sehingga zat sisa metabolisme tubuh seperti urea, asam urat dan kreatinin tidak dapat diekskresikan.Tujuan Penelitian adalahUntuk mengetahui hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan “cross sectional.”. Populasi dalam penelitian ini adalah pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung berjumlah 55 orang. Sampel total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan uji Laboratorium. Analisa data yang digunakan adalah chi square.Hasil analisis didapatkan rata-rata Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah 2,85mg/dl, dengan SD 0,89 mg/dl. Rata-rata kadar asam urat pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa adalah 7,49mg/dl, dengan SD 1,34 mg/dl. Tidak ada hubungan Kadar Asam Urat dengan Kadar Kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2016.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) MUHAMMADIYAH 1 JAKARTA Arif Budiman Amayase; Sri Maria Puji Lestari; Anggunan Anggunan; Octa Reni Setiawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 6, No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v6i3.8399

Abstract

Learning style is key to expanding performance in the work, at school and private situation. The learning style isdivided into three, namely visual learning style through what is seen, auditory learning style through what is heard and kinesthetic learning style through the movent and touch. Learning achievement is an assessment of the ability ofstudent after receiving the experience in a certain period of time that states in the form of latter, symbol or sentencesthat reflect the result that have been achieved by student. Knowing the relationship between the acedemic style with academic achievment in student at vocation high school (SMK) Muhammadiyah 1 Jakarta. Types of quantitative research, with an analytical design with a cross sectional approach. The sample used are students of SMK as many as 149 student. Data pickup using questionnaire style of assesment learning style and average report card value.Found that 149 respondent with result which is most of the learning style of kinesthetic as much as 54 student with a percentage and learning achievement is most obtained in the good category (83-91) as many as 89 student with apercentage of 59,7%. There is a difference between learning style and learning achievement in various student learning styles.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN PRA LANSIA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOK PROVINSI LAMPUNG Deka Purnama; Anggunan Anggunan; T Mawar Nusri; Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9558

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Kadar Kolesterol Total Dengan DerajatHipertensi Pada Pasien Pra Lansia Di RSUD Dr. H. Abdul Moelok ProvinsiLampung. Hipertensi adalah sesuatu kelainan pada pembuluh darah yangmenimbulkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampaike jaringan tubuh. Peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh yang menjadi faktorrisiko penyakit jantung (Ruslianti, 2014). Kemenkes 2016, menyebutkan bahwa Usia45-59 masuk ke dalam usia pra lansia yang mana cenderung untuk mengalamipeningkatan tekanan darah. Mengetahui hubungan antara kadar kolesterol totaldengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan desainpenelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Distribusi frekuensi respondendengan hipertensi grade 1, yaitu sebanyak 37 responden (43,5%), hipertensi GradeII sebanyak 30 responden (35,3%) dan pra hipertensi sebanyak 18 responden(21.2%). Distribusi frekuensi responden dengan kadar kolesterol total tinggi, yaitusebanyak 47 responden (55,3%). Sehingga terdapat hubungan antara kadarkolesterol total dengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 p value 0,037 (p value < 0,05).Terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 p value 0,037 (p value < 0,05).
Hubungan Merokok Dan Riwayat Keturunan Dengan Kejadian Hipertensi Nanang Dismiantoni; Anggunan Anggunan; Nia Triswanti; Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.214

Abstract

Background: Smoking is an overt behavior in which smokers inhale tobacco rolls. In this case, it means that smoking is inhaling a roll of tobacco that wrapped in a paper. History of descent is if both parents have a history of the disease, then their descent will be at risk for getting the disease because of the genetics influence. Hypertension is a condition when the systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg on two blood pressure measurement examinations within 5 minutes and in a relaxed state. Methodology: The type of research that is used is patients that are suspected of having hypertension in the working area of Community Health Center (PUSKESMAS observational analytic method with cross-sectional approach by using a questionnaire. The population of this study was all) Simbarwaringin in Trimurjo district of Central Lampung in 2019. As well as sampling using purposive sampling method, with a total of 88 samples. The data were analyzed by Chi-Square test. Result: In this study, out of 42 respondents who have a smoking habit, most experienced hypertension as many as 36 people (85.7%). Similarly of the 59 respondents who have hereditary factors, most experienced hypertension as many as 48 people (81.4%). By using the Chi-Square test, shows that a p-value = 0.016 which is less than the value of significance of 5%. It shows a significant relationship between smoking habit with the incidence of hypertension and also a relationship of hereditary with the incidence of hypertension by using Chi-Square showed a p-value = 0.023 which is less than the value of significance of 5% (0.05). Conclusion: There is a relationship between smoking and the history of descent with hypertension events in the working area of Community Health Center (PUSKESMAS) Simbarwaringin in Trimurjo district of Central Lampung in 2019.