Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN DAN ANTUSIAS MASYARAKAT TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH (PGD) DI DAERAH POSYANDU BOUGENVILL IV KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2021 Endah Rachmawati; Faramitha Sandra Irawan; Farida Aryani; Mochammad Aulia Febriansyah; Moch Rifly Hidayat; Eka Silvia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universsitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT According to the World Heath Organization (WHO) in 2020 about 422 million people worldwide suffer from diabetes melitus, most of them live in low to middle income countries, and 1.6 million deaths are associated with diabetes melitus each year. Where the prevalence of diabetes mellitus will continue to increase over the last decade. Indonesia is the sixth country in the world after China, India, the United States, Brazil and Mexico. Riskesdas said that the increase in the prevalence rate of diabetes mellitus was quite significant, namely from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018; and then the estimated number of sufferers in Indonesia reaches more than 16 million people. Meanwhile, based on the Lampung Riskesdas report in 2018, 31,462 people were diagnosed with diabetes mellitus. The purpose of this activity is to increase knowledge and know the enthusiasm of the community about the importance of maintaining health and preventing Diabetes Melitus. The method used in this activity was counseling and checking blood sugar levels to the people who were in the Posyandu in the Kemiling area, especially the Bougenvill IV posyandu. The implementation of the activity was assisted by students of FK Malahayati University in Bandar Lampung on April 5-6, 2021. The result of this activity was an increase in the knowledge and enthusiasm of the community towards blood sugar control (PGD) so that it can be concluded that this counseling is very effective. Keywords: Counseling, Diabetes Mellitus, Society ABSTRAK Menurut World Heath Organization (WHO) tahun 2020 sekitar 422 juta orang di dunia mengidap penyakit diabetes melitus, sebagiannya tinggal di negara yang berpenghasilan rendah sampai menengah, dan sebesar 1,6 juta kematian dikaitkan dengan diabetes melitus setiap tahunnya. Dimana pravelensi diabetes mellitus akan terus meningkat selama dekade terakhir. Indonesia merupakan negara keenam di dunia setelah negara Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko. Riskesdas mengatakan bahwa peningkatan angka prevalensi diabetes mellitus yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% tahun 2013 menjadi 8,5% tahun 2018; dan kemudian estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang. Sementara itu berdasarkan laporan Riskesdas Lampung pada tahun 2018 sebanyak 31.462 orang di diagnosis mengidap penyakit diabetes melitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui antusias masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya Diabetes Melitus. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pengecekan kadar gula darah kepada masyarakat yang berada di posyandu daerah kemiling khususnya posyandu Bougenvill IV. Pelaksanaan kegiatan di bantu oleh mahasiswa FK Universitas Malahayati Bandar Lampung pada 5-6 April 2021. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan antusias masyarakat terhadap pengendalian gula darah (PGD) sehingga dapat di simpulkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif.Kata Kunci: Penyuluhan, Diabetes Melitus, Masyarakat
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN ANGKAKEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK DI POLIKLINIK KULIT DANKELAMIN RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019 Eka Silvia; Dwi Robbiardy Eksa; Resati Nando Panongsih; Sumita Dewi
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.723 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.2547

Abstract

Dermatitis seboroik adalah inflamasi kroniksuperfisial yang sering di kaitkan dengan kelenjar sebum berlebih. Pada penderita obesitas, aktivitas kelenjar sebasea akan mengalami peningkatan sehingga terjadi produksi sebum yang berlebih. Sebum yang berlebih tersebut dapat dicerna oleh jamur Malassezia spp pada kulit sehingga menghasilkan asam lemak bebas yang dapat merusak lapisan kulit.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan angka kejadian dermatitis seboroik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD.DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2019.Penelitian ini menggunakan metodecross-sectional, kualitatif, analitik dengan pengumpulan data sekunder dermatitis seboroik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan data berupa Indeks Massa Tubuh (IMT) dermatitis seboroik yang diklasifikasikan berdasarkan IMT Asia-Pasifik serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil Penelitian didapatkan dari 144 orang sesuai sampel yang didapat. Pada penderita dermatitis seboroik frekuensi IMT terbanyak yaitu obesitas I sebanyak 41,7%. Hasil uji Sperman diperoleh p=0,001 (p<0,05) dengan nilai r= 0,282 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan dermatitis seboroik dengan kekuatan korelasi sedang.Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwasemakin tinggi Indeks Massa Tubuh (IMT), maka semakin tinggi angka kejadian dermatitis seboroik(p=0,001).
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DENGAN ANGKA KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019 Arief Effendi; Eka Silvia; Yesi Nurmalasari; Jeane Lawren
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.97 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2497

Abstract

Dari lima kota besar di Indonesia, didapatkan dari 10 besar penyakit kulit anak dan dari sepuluh rumah sakit besar yang tersebar di seluruh Indonesia, dermatitis atopik telah menempati peringkat pertama sebesar 23,7%. Dermatitis atopik lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan rasio 1,3:1. Untuk mengetahui apakah  terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan angka kejadian dermatitis atopik di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan total sampling sebanyak 96 pasien dermatitis atopik yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung  periode Januari 2018 – Desember 2019, data diperoleh dari catatan rekam medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Uji statistik dengan uji univariat dan bivariat. Pada penderita dermatitis atopik laki-laki sebanyak 41 orang (42.7%) dan pada perempuan sebanyak 55 orang (57.3%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh p=0,012 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan angka kejadian dermatitis atopik.
HUBUNGAN ANTARA LETAK LESI DERMATITIS SEBOROIK DENGAN ANGKA KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017-2019 Anggunan Anggunan; Eka Silvia; Arif Effendi; Farahiyah Karamina Kartono
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.878 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.2525

Abstract

Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit kronis papulo skuamosa yang sering terjadi pada kulit kepala, daerah folikel sebasea di wajah dan dada.Letak lesi pada dermatitis seboroik dikelompokkan menjadi tiga bagian besar yaitu seboroik wajah, seboroik badan dan sela-sela, serta seboroik kepala. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara letak lesi dermatitis seboroikdenganangka kejadian dermatitis seboroikdi Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. H. Abdul Moloek Bandar Lampung tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, kuantitatif, analitik dengan pengumpulan data sekunder dermatitis seboroik. Pengambilan sampel menggunaka nteknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan data berupa letak lesi dermatitis seboroik serta dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil Penelitian didapatkan dari 209 responden sesuai sampel. Pada penderita DS frekuensi letak lesi terbanyak adalah seboroik badan sebanyak 63%, seboroik wajah sebanyak 21%. seboroik kepalasebanyak 12% dan seboroik telinga sebanyak 4%.Hasil uji statistik korelasi Spearman diperoleh p=0,006 (p<0,05) yang berartiterdapathubungan yang signifikan antara letak lesi dermatitis seboroik dengan angka kejadian dermatitis seboroik. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara letak lesi dermatitis seboroik dengan angka kejadian dermatitis seboroik di poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung (p=0,006).
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019 Eka Silvia; Arti Febriyani; Resati Nando; Aulia Riza
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.046 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2464

Abstract

Acne vulgaris (AV) atau jerawat adalah peradangan kronik dari kelenjar pilose baseus. Salah satu tindakan pencegahan untuk mengatasi acne vulgaris adalah dengan memperbaiki kualitas tidur. Hal ini sudahterbukti pada penelitian-penelitian sebelumnya bahwa mempertahankan kualitas tidur yang baik dapat menekan hormon androgen yang berperan dalam timbulnya acne vulgaris. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran umum universitas malahayati angkatan 2019. Analitik observasional  dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 157 sampel keseluruhan di bagi menjadi112 sampel dengan acne vulgaris positif dan 45 sampel dengan acne vulgaris negatif. Pengambilan data dimulai pada bulan November  2019. Penelitian ini dilakukan di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Data statistik uji chi-square menggunakan SPSS. Didapatkan responden penelitian berjumlah 157 mahasiswa dengan kualitas tidur buruk berjumlah 119  responden (75,8%), kualitas tidur baik berjumlah  38 responden (24,2%). Mahasiswa dengan acne vulgaris positif  berjumlah 112 responden (71,3%), acne vulgaris  negatif berjumlah 45 responden (28,7%). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukan p-value sebesar 0,000 dengan Odds Ratio (OR)= 33,214.Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran umum universitas malahayati angkatan 2019.
Efektifitas Antibiotik Azelaic Acid Terhadap Propioni-Baktterium Acne Dengan Metode Difusi Pada Pasien Acne Vulgaris Eka Silvia; Ringgo Alfarisi; Arief Effendi; Muhammad Alva Rizqy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.819 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i3.6428

Abstract

ABSTRACT Acne vulgaris is a form of chronic inflammation of the hair follicles of the sebaceous glands in the form of multifactorial and clinical manifestations of acne, papules, pustules, lymph nodes, and cysts. Propionibacterium acnes is a bacterium involved in acne inflammation and Azelaic acid is one of the acne vulgaris treatments that have antimicrobial and anti-inflammatory effects. Know the degree of effectiveness of Azelaic Acid antibiotic against propionibacterium acne by in vitro diffusion method and compare it with several antibiotics (clindamycin, erythromycin, benzoyl peroxide, tetracycline) and Lactobacillus acidophilus. The study tested the effectiveness of Azelaic acid antibiotics against propionibacterium acne by in vitro diffusion method and analyzed the data using Shapiro-Wilk for data normality. After being declared to be normally distributed (p>0.05), an unpaired T-test was performed. If the data were not normally distributed, the Mann-Whitney test was performed to test the comparison of 1 and 2. Results: The average effectiveness of the antibiotics Azelaic acid is 33,589 mm and Vaseline 0 mm against Propionibacterium acnes in vitro. Based on the unpaired T-Test, Sig. (2-Tailed) = 0.000, which means that there is a significant difference in each variable. Conclusion: There is a difference in the effectiveness of Azelaic acid with Vaseline on the growth of Propionibacterium acnes by diffusion method in vitro and ranks third highest, including a very strong inhibition zone Keywords: Acne Vulgaris, Azelaic Acid, Propionibacterium Acnes ABSTRAK Acne vulgaris adalah suatu bentuk peradangan kronis pada folikel rambut kelenjar sebaceous berupa multifaktor dan manifestasi klinis berupa jerawat, papula, pustula, kelenjar getah bening dan kista. Propionibacterium acnes merupakan bakteri yang terlibat dalam peradangan jerawat dan Azelaic acid salah satu pengobatan akne vulgaris yang memiliki efek antimikroba dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui derajat keefektivitasan antibiotik Azelaic Acid terhadap propionibacterium acne dengan metode difusi secara in vitro dan membandingkan dengan beberapa antibiotik (klindamisin, eritromisin, benzoil peroksida, tetrasiklin) serta Lactobacillus achidopilus. Penelitian uji efektifitas antibiotik Azelaic acid terhadap propinibacterium acnes dengan metode difusi secara in vitro dan menganalisis data menggunakan Shapiro-wilk untuk normalitas data. Setelah dinyatakan berdistribusi normal (p>0,05) maka dilakukan uji T-Tidak berpasangan jika data tidak berdistribusi normal maka dilakukan uji MannWhitney untuk menguji perbandingan 1 dan 2. Didapatkan rata-rata efektifias antibiotik Azelaic acid 33,589 mm dan Vaseline 0 mm terhadap Propionibacterium acnes secara in vitro. Berdasarkan uji T-Test tidak berpasangan di peroleh Sig.(2-Tailed) = 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap variabel. Terdapat perbedaan efektivitas antibiotik Azelaic acid dengan vaseline terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan metode difusi secara in vitro dan menempati urutan ke ketiga tertinggi, termasuk zona hambat sangat kuat. Kata Kunci: Acne Vulgaris, Azelaic Acid, Propionibacterium Acnes
Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Kondiloma Akuminata Di Poliklinik Kulit Dan Kelamin RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Bandar Lampung Periode 2018-2020 Arif Efendi; Eka Silvia; Abdurrohman Izuddin; Wisnu Galih Prayoga
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.676 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i1.4070

Abstract

ABSTRACT Condyloma acuminate (CA) is a sexually transmitted disease caused by infection of Human Papilloma Virus (HPV) type 6 and type 11 with clinical manifestations in the form of papules or papillomatous nodules but can be asymptomatic. CA generally occurs in anogenital areas through micro-trauma to the skin or mucosa with risk factors such as high-risk sexual practices, multi-partner, and poor personal hygiene. The prevalence of HPV infection in the world is reported to continue to increase with a prevalence ranging from 160-289 per 100,000 people per year. In Indonesia, the prevalence of KA ranges from 5-19% among total sexually transmitted diseases. To determine the relationship between gender and the incidence rate of condyloma acuminate in the Dermatovenerology Polyclinic of Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2018 - 2020. This type of research used in this study is a quantitative analytic study with a cross-sectional design. The samples were 102  patients who meet the inclusion criteria. Data were collected from January 2020 to February 2021. The data used in this study were secondary data from medical records. The data were evaluated by using the Chi-Square test. Among 102 samples, 71 patients diagnosed with condyloma acuminate, gender frequency distribution was 41 (58%) women and 30 (42%) men. Statistical test results with the chi-square test obtained p = 0.008 (p <0.05), which means that there is a significant relationship between sex and the incidence of condyloma acuminate. There is a significant relationship between gender and the incidence of CA in the Dermatovenerology Polyclinic of RSUD DR. H. Abdul Moeloek, Lampung Province in 2018-2020 with p = 0.008 (p <0.05). Keywords: Condyloma Acuminate, Gender, Incidence ABSTRAK Kondiloma akuminata (KA) merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6 dan tipe 11 dengan manifestasi klinis berupa papul atau nodul papilomatus namun dapat asimtomatis. KA umumnya terjadi pada daerah anogenital melalui mikro-trauma pada kulit atau mukosa dengan faktor risiko seperti, praktik seksual berisiko tinggi, multipartner dan kebersihan personal yang buruk. Pravelensi infeksi HPV di dunia dilaporkan terus meningkat dengan prevalensi berkisar antara 160-289 per 100.000 orang per tahun. Di Indonesia pravelensi KA berkisar antara 5-19% dari total penyakit menular seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan angka kejadian kondiloma akuminata di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Tahun 2018 - 2020. Jenis Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan metode cross sectional menggunakan total sampling sebanyak 102 sampel pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dari bulan Januari 2020 hingga Februari 2021. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medik. Data dievaluasi dengan uji Chi-Square. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 102 pasien dengan 71 pasien terdiagnosis dengan Kondiloma Akuminata dengan distribusi frekuensi jenis kelamin yaitu sebanyak 41 orang (58%) perempuan dan 30 orang (42%) laki-laki. Pada hasil uji statistik dengan chi-square diperoleh p=0,008 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan angka kejadian kondiloma akuminata. Terdapat hubungan yang yang signifikan antara jenis kelamin dengan angka kejadian KA di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD.DR.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2018-2020 dengan hasil p=0,008 (p<0,05). Kata Kunci: Kondiloma Akuminata, Jenis kelamin, Angka Kejadian
Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Dermatitis Seboroik Eka Silvia; Anggunan Anggunan; Arif Effendi; Isma Nurfaridza
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.216

Abstract

Background : The incidence of seborrheic dermatitis is related to several risk factors, one of them is gender. Men have a two times greater incidence than women, associated with androgen hormone stimulation, resulting in sebaceous activity to produce more sebum. Increased sebum can induce Malassezia proliferation and trigger seborrheic dermatitis. Purpose : To determine the correlation between gender and incidence rate of seborrheic dermatitis in dermatovenerology polyclinic of regional general hospital dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung 2019. Method : Using an observational analytical design with a cross-sectional approach. The samples were collected by using total sampling technique. Data collection was done by recording in medical records and registration books and then analyzed them using the Chi-Square test. Results : There were 217 samples collected. There were 52 male patients (63%) and 31 female patients (37%) with dermatitis seborrheic, while in atopic dermatitis based on gender, 58 male patients (43%) and 76 female patients (57 %) were found. Chi-Square statistical test results obtained p = 0.008 (p <0.05) which meant a significant correlation between gender and incidence rate of seborrheic dermatitis. Conclusion : The final results show that the male sex, has a greater risk to trigger seborrheic dermatitis.
Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Konsentrasi Belajar Pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Di SD Negeri 13 Teluk Pandan Pesawaran Tahun 2019 Yesi Nurmalasari; Eka Silvia; Siti Anisya Agustina Husin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.2627

Abstract

Latar Belakang: Stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar akan mengakibatkan stunting yang berkelanjutan pada anak sekolah. Menurut UNICEF tahun 2012 penyakit infeksi dan kebutuhan makanan yang tidak seimbang menyebabkan masalah gizi pada anak. . Sarapan pagi dengan kecerdasan mental berkaitan erat, artinya memberi nilai positif untuk aktivitas otak yang dapat berfungsi secara optimal. Tanpa makan saat sarapan otak anak sulit untuk berkonsentrasi saat sekolah.Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting di SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019.Metodologi:Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anak kelas IV, V dan VI yaitu 77 orang di SD Negeri 13 Teluk Pandan, serta pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis dengan Uji Spearman. Hasil: Hasil uji statistik bivariat Spearman didapatkan masing-masing nilai p = 0,002  pada anak stunting dan p = 0,031 pada anak tidak stunting. Berarti stunting dan tidak stunting memiliki hubungan sarapan dengan konsentrasi belajar. Kesimpulan : Terdapat hubungan dari sarapan dengan konsentrasi belajar pada anak stunting dan tidak stunting SD Negeri 13 Teluk Pandan, Pesawaran Tahun 2019. Kata Kunci : Kebiasaan Sarapan, Konsentrasi Belajar, Stunting.
Penyuluhan Tentang Penanganan Dan Pencegahan Covid-19 Anggunan Anggunan; Muh Abu Hanifah Albar Maki; Aswan Jhonet; Neno Fitriyani Hasbie; Eka Silvia; Mardheni Wulandari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.3679

Abstract

ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit jenis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya dan saat ini telah menyerang manusia. Untuk angka kejadiannya sampai tanggal 2 September 2020, COVID-19 sudah ditemukan di 216 negara, dengan total kasus konfirmasi sebesar 25.602.665 kasus. Untuk mencegah penyebaran COVID-19: cuci tangan anda secara rutin, gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol, selalu jaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin, kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan, jangan sentuh mata, hidung, atau mulut anda. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahanan kepada masyarakat umum tentang bagaimana cara memutus rantai penularan COVID-19 serta memberi pengetahuan tentang cara memperkuat imunitas tubuh dengan upaya pola perilaku hidup sehat, serta menyediakan vitamin tambahan sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh dan juga selalu memakan makanan yang sehat dan bergizi. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pencegahan dan penanganan COVID-19, terakhir kita berikan sesi tanya jawab kepada masyarakat. Kata Kunci : Penyuluhan, COVID 19, Masyarakat  ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that has not been previously identified and is currently attacking humans. For the number of incidents until September 2, 2020, COVID-19 has been found in 216 countries, with a total of 25,602,665 confirmed cases. To prevent the spread of COVID-19: wash your hands regularly, use soap and water, or an alcohol-based hand sanitizer, always keep a safe distance from people who are coughing or sneezing, wear a mask if physical restrictions are not possible, do not touch eyes, nose, or your mouth. The purpose of this outreach activity is to provide education and understanding to the general public about how to break the chain of transmission of COVID-19 and provide knowledge about how to strengthen the body's immunity with healthy lifestyle habits, and provide additional vitamins as an effort to increase body immunity and always eat a healthy and nutritious diet. This activity began with an opening by the moderator, then continued with the presentation of material on the prevention and handling of COVID-19, finally we gave a question and answer session to the public. Keywords: Counseling, COVID 19, Community