Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KESELAMATAN BUS SWASTA SEBAGAI MODA TRANSPORTASI SEWA Komalasari, Dwi Ayu; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, November 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i3.24918

Abstract

ABSTRACT HIBA bus is one of the modes of transportation that is often used as a means of rental transportation for tourism, business travel, or certain events. However, safety in using HIBA buses is often a concern of the public considering the many cases of bus accidents that occur in Indonesia that are caused by various aspects. Therefore, this study will evaluate by reviewing safety aspects while on the bus and aspects of safety supporting tools in the bus from the passenger prescription as well as the security aspects Bus HIBA from the other drivers prescription on the road. In this study, the survey method will be used with the use of questionnaires as a research instrument that will be spread to the community that has ever been a passenger of the HIBA Bus rental and fellow drivers, or both. It is expected that this research will help HIBA Bus service providers to evaluate service and quality of service provision and also as a source of knowledge for the community. Therefore, the analysis was carried out by reviewing the public view of HIBA Bus safety as passengers or fellow drivers on the road based on gender, age, domicile and work. Data collection is carried out using an online questionnaire as a means of collection and a one sample t-test is performed to evaluate the research instrument and an independent sample t-test to assess the relationship between two unrelated populations. It can be concluded based on the results of the analysis, the majority of people feel safe when being a passenger bus HIBA or when being fellow drivers on the road. Keyword: HIBA Bus, rental transportation mode, safety, public opinion, passenger, driver ABSTRAK Bus HIBA merupakan salah satu moda transportasi yang cukup sering digunakan sebagai sarana transportasi sewa untuk keperluan wisata, perjalananan bisnis, maupun acara-acara tertentu. Namun, keselamatan dalam menggunakan bus HIBA sering menjadi perhatian masyarakat mengingat banyaknya kasus kecelakaan bus yang terjadi di Indonesia yang disebabkan dari berbagai macam aspek. Oleh karena itu, Studi ini akan mengevaluasi dengan meninjau aspek keselamatan saat berada di dalam bus dan aspek alat alat penunjang keselamatan di dalam bus dari presepsi penumpang juga aspek keselamatan Bus HIBA dari presepsi sesama pengendara di jalan. Pada penelitian ini, akan digunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian yang akan disebarkan kepada masyarakat yang pernah menjadi penumpang Bus HIBA sewa dan sesama pengendara, atau keduanya. Diharapkan penelitian ini akan membantu perusahaan penyedia jasa Bus HIBA untuk mengevaluasi pelayanan dan kualitas penyediaan jasa dan juga sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat. Maka dari itu dilakukan analisis dengan meninjau pandangan masyarakat tentang keselamatan Bus HIBA sebagai penumpang ataupun sesama pengendara di jalan berdasarkan jenis kelamin, usia, domisili, dan pekerjaan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner daring sebagai sarana pengumpulan dan dilakukan uji One Sample T-Test dilakukan untuk mengevaluasi instrument penelitian dan Independent Sample T-Test untuk mengevaluasi hubungan antara dua populasi yang saling tidak berhubungan. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil analisis, mayoritas masyarakat merasa selamat saat menjadi penumpang Bus HIBA ataupun saat menjadi sesama pengendara di jalan. Kata kunci: Bus HIBA, moda transportasi sewa, keselamatan, pandangan masyarakat, penumpang, pengendara.
TANGGAPAN MASYARAKAT MENGENAI PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS DAN GEOGRAFIS TERHADAP MODA TRANSPORTASI BISKITA TRANS PAKUAN Hendrawan, Filbert Manuel Prisya; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27877

Abstract

Transportation modes play an important role in urban mobility and people's quality of life. BisKita Trans Pakuan, as an alternative public transportation in Bogor City, has become the focus of public attention. This research aims to analyze the public's response to the BisKita Trans Pakuan transportation mode by considering demographic factors (such as the age, gender, occupation, and income) and geographic (such as the location of residence, distance from the bus stop, and availability of infrastructure) influencing perceptions of the BisKita Trans Pakuan transportation mode in Bogor City. This research uses data from 150 respondents through a questionnaire distributed to Bogor City residents online, to identify significant differences in community responses based on demographic and geographic factors. Moda transportasi berperan penting dalam mobilitas perkotaan dan kualitas hidup masyarakat. BisKita Trans Pakuan, sebagai satu diantara Solusi transportasi umum di Kota Bogor, telah menjadi fokus perhatian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan masyarakat terhadap moda transportasi BisKita Trans Pakuan dengan mempertimbangkan faktor demografis (seperti umur, genre, profesi dan penghasilan) dan geografis (seperti lokasi tempat tinggal, jarak dari halte, dan ketersediaan infrastruktur) mempengaruhi persepsi moda transportasi BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor. Kajian ini memakai data dari 150 responden melalui angket yang disebar kepada penduduk Kota Bogor secara daring, untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan mengenai tanggapan masyarakat berdasarkan faktor demografis dan geografis.
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENGGUNAAN SEPEDA DI DAERAH GROGOL Ricardo, Ricardo; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27886

Abstract

This research aims to explore the factors inhibiting the use of sustainable transportation, particularly bicycles, in the Grogol Region. In the context of sustainable urban development, transportation plays a crucial role, and bicycle use has been identified as a potential solution to reduce the negative impacts of conventional transportation. However, bicycle usage in many areas remains limited and faces complex barriers. This study will delve into factors such as bicycle infrastructure conditions, risk perceptions, travel distance, as well as the cultural and social norms that influence individual decisions to use bicycles. In the context of the Grogol Region, this case study will provide in-depth insights into the specific obstacles faced by bicycle users in this area. Additionally, this research will explore the social, economic, and environmental impacts of restricted bicycle usage. The results of this study are expected to contribute to the formulation of more effective policies to support bicycle use as an integral part of sustainable transportation systems. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi faktor-faktor yang menghambat penggunaan transportasi berkelanjutan, khususnya penggunaan sepeda, di Daerah Grogol. Dalam konteks pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, transportasi berperan penting, dan penggunaan sepeda telah diidentifikasi sebagai salah satu solusi yang berpotensi mengurangi dampak negatif transportasi konvensional. Namun, penggunaan sepeda di banyak daerah masih terbatas dan menghadapi hambatan yang kompleks. Penelitian ini akan menggali faktor-faktor seperti kondisi infrastruktur jalur sepeda, persepsi risiko, jarak perjalanan, serta pengaruh budaya dan norma sosial yang mempengaruhi keputusan individu untuk menggunakan sepeda. Dalam konteks Daerah Grogol, kajian kasus ini akan memberikan wawasan mendalam tentang hambatan yang khusus dialami pengguna sepeda di wilayah ini. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari penggunaan sepeda yang terhambat. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam mendukung penggunaan sepeda sebagai bagian integral dari sistem transportasi berkelanjutan.
ANALISIS PERMINTAAN DAN KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP PELAYANAN BUS TRANSJAKARTA KORIDOR 9 Chandra, Emillio; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27894

Abstract

Since the last few decades, Indonesia has experienced a real increase in population, for example in DKI Jakarta. TransJakarta is a bus rapid transit (BRT)-based public transportation system operating in Jakarta. Public transportation such as the Transjakarta Bus is an important component in sustainable urban mobility. A good understanding of the level of demand and level of user satisfaction with the services provided is very necessary to improve public transportation services. This research uses a survey method to collect data from Transjakarta Corridor 9 Bus users. The TransJakarta Corridor 9 Bus route connects Pinang Ranti in East Jakarta with Pluit in North Jakarta. The total length of the route is 28.8 km, and crosses 5 administrative cities of DKI Jakarta, namely East Jakarta, South Jakarta, West Jakarta and North Jakarta. For Transjakarta bus passengers, Corridor 9 is dominated by office workers, traders and individuals who have daily activities along the route because there are several business areas around this route. This research was prepared using literature studies and quantitative methods. The data obtained includes aspects such as frequency of use, frequently used routes, travel time, level of satisfaction, as well as factors that influence users' decisions in choosing a Transjakarta Bus. Sejak beberapa dekade terakhir, Indonesia mengalami pertambahan penduduk yang nyata contohnya di DKI Jakarta. TransJakarta adalah sistem transportasi umum berbasis bus rapid transit (BRT) yang beroperasi di Jakarta Transportasi umum seperti Bus Transjakarta adalah komponen penting dalam mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Pemahaman yang baik tentang tingkat permintaan dan tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan yang diberikan sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan transportasi publik. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data dari pengguna Bus Transjakarta Koridor 9. Untuk rute Bus TransJakarta Koridor 9 menghubungkan Pinang Ranti yang berada di Jakarta Timur dengan Pluit yang berada di Jakarta Utara. Total Panjang rutenya yaitu 28,8 Km, dan melintasi 5 kota administrasi DKI Jakarta yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Untuk penumpang bus Transjakarta Koridor 9 banyak didominasi oleh pekerja kantoran, pedagang, dan individu yang memiliki aktivitas harian di sepanjang rute karena terdapat beberapa kawasan bisnis disekitar rute ini. Penyusunan penelitian ini menggunakan studi literatur dan metode kuantitatif. Data yang diperoleh mencakup aspek-aspek seperti frekuensi penggunaan, rute yang sering digunakan, waktu perjalanan, tingkat kepuasan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengguna dalam memilih Bus Transjakarta.
ANALISIS MUTU PELAYANAN TRANSPORTASI TRANSJAKARTA DI HALTE JELAMBAR Indah Lestari, Dian; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27902

Abstract

Urban transportation is a key aspect of community mobility in the city of Jakarta. Transjakarta, as one of the largest public transportation systems in Jakarta, plays an important role in meeting the public transportation needs of city residents. Halta Jelambar is one of the most strategic stopping points in the Transjakarta network, connecting various routes and reaching various levels of society. This research aims to analyze the quality of Transjakarta transportation services at the Jelambar bus stop by considering a number of user experiences, prioritizing factors such as waiting time, cleanliness, comfort and safety analyzed in the context of user experience. So it is hoped that this research can provide the best quality service for the local community. Transportasi perkotaan adalah aspek kunci dalam mobilitas masyarakat di kota Jakarta. Transjakarta, sebagai salah satu sistem transportasi umum terbesar di Jakarta, berperan penting dalam memenuhi kebutuhan transportasi publik penduduk kota. Halte Jelambar adalah salah satu titik pemberhentian yang sangat strategis dalam jaringan Transjakarta, menghubungkan berbagai rute dan menjangkau berbagai lapisan masayrakat. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pelayanan transportasi Transjakarta di halte jelambar dengan mempertimbangkan sejumla pengalaman pengguna, dengan mendepankan fakor-faktor seperti waktu tunggu, kebersihan, kenyamanan dan keamanan dianalisis dalam konteks pengalaman pengguna. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat memeberikan mutu pelayanan yang terbaik bagi masyarakat setempat.
AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BAGI PENGGUNA KURSI RODA DI TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DUKUH ATAS Handojo Putra, Raynaldi; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28074

Abstract

Development in Indonesia continues to increase rapidly, especially in the capital city of Jakarta, there are many activities carried out by people in the capital city. The development of activities in the capital city of Jakarta itself needs to be carried out using public transportation. Public transportation itself is an investment to transport large numbers of passengers. Passengers in public transportation themselves have two categories of priority and non-priority passengers. The priority passengers are people with disabilities who use public transportation services themselves. This paper aims to describe the real situation of transportation accessibility needs for wheelchair users in the transit-oriented development of Dukuh Atas Sudirman Jakarta using several methods such as validity tests, reliability tests, homogeneity tests, one sample T-Test & Independent sample T-Test. The research results show that there is a lack of supporting facilities such as lifts and ramps that help people with disabilities to carry out mobility in the Dukuh Atas transit-oriented development area.
EVALUASI REKAYASA PENERAPAN ELECTRONIC ROAD PRICING PADA JALAN LAYANG PESING Widjaja, Rafael Dean; Putranto, Leksmono Suryo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34129

Abstract

Congestion is a collateral of the human desire for safe and comfortable travel. Congestion pricing is the accumulation of the theoretical and practical loss suffered by the additional time drivers or passengers spend on the road. To subvert those losses, public transportation is the ideal solution. However, the general populace prefers using private transportation for reasons such as safety and comfortability. To increase the interest in using public transportation over private transportation, many programs have been devised. In Jakarta, one of those programs is Electronic Road Pricing (ERP), which has been brought up multiple times in the past to no avail. Pesing Flyover is chosen for ERP application based on its strategic location, where it allows faster travel to business centers in Central Jakarta. The research done is both qualitative and quantitative regarding the impact of ERP planning on Pesing Flyover by survey with the locals and socio-economic analysis of Jakarta. The result of the questionnaire shows that ERP is supported by most of the respondents, at 53,4%. If ERP is to be realized, 68,9% of the respondents will still use Pesing Flyover. Abstrak Kemacetan adalah efek samping yang muncul akibat keinginan manusia untuk mendapatkan sarana transportasi yang aman dan nyaman. Biaya kemacetan adalah akumulasi dari semua kerugian baik secara praktis atau teoritis yang sebagian besar disebabkan oleh kehilangan waktu selama pengemudi ataupun penumpang berada dalam kemacetan. Untuk menghilangkan biaya tersebut, transportasi umum adalah solusi terbaik. Tetapi, kalangan umum lebih memilih transportasi pribadi untuk berbagai macam alasan, baik dari segi keamanan ataupun kecepatan. Untuk menambah keinginan memilih transportasi umum dibandingkan transportasi pribadi, banyak sekali program yang telah direncanakan. Di Jakarta, salah satu program tersebut adalah Electronic Road Pricing (ERP), yang sudah sering disuarakan di masa-masa lampau, namun tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk realisasinya. Pemilihan Jalan Layang Pesing sebagai jalan yang akan diterapkan ERP didasarkan lokasinya yang strategis, dimana jalanan tersebut digunakan oleh kalangan umum untuk mempercepat perjalanan mereka menuju pusat bisnis di Jakarta Pusat. Studi yang dilakukan memaparkan secara kualitatif dan kuantitatif mengenai dampak perencanaan ERP di Jalan Layang Pesing dengan melakukan survei dengan warga setempat dan analisis kondisi sosial ekonomi Jakarta. Berdasarkan hasil kuesioner Google Forms, didapatkan bahwa penerapan ERP didukung oleh mayoritas responden dengan persentase sebesar 53,4%. Apabila diterapkan ERP, maka responden yang akan tetap menggunakan Jalan Layang Pesing sebesar 68,9%.
System Dynamics of Toll Road Social Impacts: Causal Archetypes and Social Interaction in the Bakauheni – Terbanggi Besar Section Marina, Bernaditha Catur; Putranto, Leksmono Suryo; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v26i1.101249

Abstract

Toll road development in Indonesia is a key driver of regional connectivity and economic growth, yet its social impacts are often complex and insufficiently captured by conventional evaluation methods. This study analyzes the dynamic social impacts of the Bakauheni–Terbanggi Besar Toll Road in Lampung Province using a system dynamics approach. Unlike prior impact assessments that rely on static indicators, this research explicitly models feedback interactions among social and economic variables through a Causal Loop Diagram (CLD). Data were obtained from literature review, policy documents, and regional socioeconomic indicators. The model groups variables into three interrelated clusters: mobility and accessibility, local economic activity, and social interaction. The results identify two reinforcing feedback loops linking improved accessibility to economic growth and investment to infrastructure expansion, and one balancing loop associated with agricultural land conversion and increased livelihood vulnerability. The analysis reveals that short-term economic gains may induce long-term social risks, including livelihood transformation and social inequality, if mitigation measures are not systematically integrated. These findings demonstrate the value of system dynamics for anticipating unintended social consequences of large-scale transport infrastructure projects.
TINJAUAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LAYANAN KA BANDARA SOEKARNO-HATTA Putranto, Leksmono Suryo; Pranata, Ariyo Harry
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.34126

Abstract

Transportation is a very important basic need, especially in areas with high levels of activity such as education, entertainment, housing, and others. Since its inauguration on January 2, 2018, the Soekarno-Hatta Airport Train has been present as one of the alternative public transportation options to the airport. This train has six stopping stations, namely Soekarno-Hatta Airport, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, and Manggarai, which connect Tangerang City and South Jakarta through various strategic points. This study aims to evaluate the level of passenger satisfaction with the Airport Train service using the Importance Performance Analysis (IPA) method through a survey of 9 service statements, including punctuality, station/train officer service, comfort, ticket booking process, ticket price, information system, station/train security, facilities, and services for the disabled. The results of the analysis show that no statements fall into Quadrant A (low performance, high expectations), while 4 statements (44.4%) fall into Quadrant B (high performance, high expectations), namely satisfaction with officers, cleanliness, schedule information, and station/train security. The other 4 statements (44.4%) are in Quadrant C (low performance, low expectations), including punctuality, ticket booking process, ticket price, and disability services. 1 statement (11.1%) is in Quadrant D (high performance, low expectations), namely the comfort of facilities such as AC, seats, and Wi-Fi. These findings indicate that improvements need to be focused on aspects in Quadrant C in order to encourage overall passenger satisfaction with Soekarno-Hatta Airport Train services. Abstrak Transportasi adalah kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama di daerah dengan tingkat aktivitas tinggi seperti pendidikan, hiburan, perumahan, dan lainnya. Sejak diresmikan pada 2 Januari 2018, KA Bandara Soekarno-Hatta hadir sebagai salah satu pilihan transportasi publik alternatif menuju bandara. Kereta ini memiliki enam stasiun pemberhentian, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Rawa Buaya, Duri, BNI City, dan Manggarai, yang menghubungkan Kota Tangerang dan Jakarta Selatan melalui berbagai titik strategis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan penumpang terhadap layanan KA Bandara dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) melalui survei terhadap 9 pernyataan layanan, meliputi ketepatan waktu, pelayanan petugas stasiun/kereta, kenyamanan, proses pemesanan tiket, harga tiket, sistem informasi, Keamanan stasiun/kereta, fasilitas, dan pelayanan terhadap disabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada pernyataan yang masuk Kuadran A (kinerja rendah, harapan tinggi), sedangkan 4 pernyataan (44,4%) masuk Kuadran B (kinerja tinggi, harapan tinggi), yaitu kepuasan terhadap petugas, kebersihan, informasi jadwal, dan Keamanan stasiun/kereta. 4 pernyataan lainnya (44,4%) berada pada Kuadran C (kinerja rendah, harapan rendah), meliputi ketepatan waktu, proses pemesanan tiket, harga tiket, dan pelayanan disabilitas. 1 pernyataan (11,1%) masuk Kuadran D (kinerja tinggi, harapan rendah), yaitu kenyamanan fasilitas seperti AC, kursi, dan Wi-Fi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perlu difokuskan pada aspek-aspek yang berada di Kuadran C guna mendorong kepuasan penumpang secara keseluruhan terhadap layanan KA Bandara Soekarno-Hatta.
ANALISIS KESIAPAN EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK JAKARTA DENGAN PENDEKATAN IPA Dien, James Benedict Yesaya; Putranto, Leksmono Suryo; Sianturi, Lidwina Sri Ayu DR
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36756

Abstract

This research evaluates Jakarta's readiness for Battery Electric Vehicle (BEV) adoption as a strategy to reduce emissions. Utilizing a survey of 100 car users in DKI Jakarta, the study employs Descriptive Statistics and Importance Performance Analysis (IPA) to map gaps between respondent expectations and perceptions regarding infrastructure and regulations.Findings reveal primary challenges such as limited SPKLU (charging station) availability and regulatory inconsistencies. Based on the IPA matrix, ease of access to SPKLU locations is identified as the most pressing priority (Quadrant A), rated high in importance but low in performance. Conversely, the ecosystem’s strengths (Quadrants B and D) include effective non-fiscal policies like odd-even rule exemptions, successful mitigation of range anxiety, and attractive incentives.The strategic recommendation for the DKI Jakarta Provincial Government is to prioritize the development of real-time applications to improve SPKLU information accessibility. Furthermore, maintaining successful policies is essential for promotional efforts to build public trust in the BEV ecosystem. Abstrak Penelitian ini mengevaluasi kesiapan DKI Jakarta dalam adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB/BEV) untuk mereduksi emisi gas karbon. Melalui kuesioner terhadap minimal 100 pengguna mobil, data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif dan Importance Performance Analysis (IPA) guna memetakan kesenjangan antara ekspektasi dan persepsi responden terhadap infrastruktur serta regulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi tantangan utama berupa keterbatasan jumlah dan distribusi SPKLU yang tidak merata, serta ketidakkonsistenan regulasi. Analisis IPA menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi lokasi SPKLU berada di Kuadran A (Prioritas Utama), yang berarti sangat penting namun kinerjanya masih rendah. Sebaliknya, kekuatan ekosistem (Kuadran B dan D) terletak pada efektivitas kebijakan non-fiskal seperti pembebasan ganjil-genap, keberhasilan mitigasi range anxiety, dan daya tarik insentif yang ada sekarang ini. Rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah memprioritaskan pengembangan aplikasi real-time untuk akses informasi SPKLU. Selain itu, kebijakan yang sudah efektif harus dipertahankan sebagai materi promosi utama guna memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem BEV.