Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal AUDI

MENCIPTAKAN TENAGA PENDIDIK PAUD YANG BERKOMPETEN SEJALAN DENGAN TEORI KI HAJAR DEWANTARA Fauziyyah, Nida Salma; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.516 KB) | DOI: 10.33061/jai.v5i1.3716

Abstract

The study was conducted to determine and analyze more deeply by finding the relevance of the theories by Ki Hajar Dewantara to produce competent PAUD educators, especially in Indonesia. This study used a qualitative method or a descriptive approach. The theories or basic discussion was obtained from the results of literature studies from various sources, such as journals, books, and articles. Then, the results were obtained that the theories of Ki Hajar Dewantara’s thoughts, including the among system and its 3 mottoes are still very relevant to be applied in the education circumstances today. It is considering that these theories actually make the learning process as an effort to humanize humans. The teacher’s competence as intended by the theory is considered ideal to be applied by PAUD teachers at this time. By understanding the theory, it is expected to improve the competence of PAUD teachers, given the success of the education world in the past. Therefore, PAUD teachers nowadays have many demands to be able to always be professional with awareness to further improve their pedagogical competencies, in order to produce competent students as well. Thus, it is necessary to have competence and experience that is qualified and able to realize the theories of Ki Hajar Dewantara when teaching.                                          ABSTRAKPenelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam dengan mencari relevansi akan teori-teori dari Ki Hajar Dewantara demi menciptakan tenaga pendidik PAUD yang berkompeten khususnya di negara Indonesia sendiri. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau pendekatan secara deskriptif.  Yang mana teori ataupun dasar pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dari berbagai sumber  seperti jurnal, buku dan artikel. Kemudian diperoleh hasil bahwa  teori   dari  hasil pemikira Ki Hajar Dewantara yaitu sistem among dan 3 semboyannya masih sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini. Mengingat teori - teori tersebut benar - benar menjadikan proses belajar sebagai upaya memanusiakan manusia. Kompetensi guru yang dimaksudkan oleh teori tersebut dirasa ideal untuk diaplikasikan oleh guru PAUD masa kini. Dengan memahami teori tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dari guru PAUD, mengingat akan keberhasilan dunia pendidikan terdahulu. Oleh karena itu, guru PAUD masa kini memiliki banyak tuntutan untuk dapat senantiasa profesional dengan kesadaran untuk semakin meningkatkan kompetensi pedagogiknya, demi menciptakan peserta didik yang berkompeten pula. Maka perlu memiliki kompetensi serta pengalaman yang mumpuni dan mampu merealisasikan teori dari Ki Hajar Dewantara ketika mengajar.
HUMANISASI PENDIDIKAN SEBAGAI AKTUALISASI KONSEP KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PAUD Sya'baniah, Anisa Hafsah; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.632 KB) | DOI: 10.33061/jai.v5i1.3712

Abstract

Humanization of education is to humanize humanity by means of education, in this concept education seeks to develop all abilities and potentials that each student has by accepting the differences that each student has. Early Childhood Education commonly called PAUD is education that facilitates children aged 0 - 6 years. At this time children are very easy to remember things. According to Ki Hajar Dewantara, early childhood is a very active child and has a lot of potential that must be developed. By implementing early humanization education based on Ki Hajar Dewantara's theory, it is expected to improve the quality of education in Indonesia. Using the soul, based on creativity, taste and intention. In addition, humanization of education can improve morale, religion and manners not only learning. This discussion was raised so that the humanization of education in Indonesia that was sparked by the Father of Indonesian Education could run as it should and produce superior individuals with their own potential. The research method used is a qualitative method. The approach taken is descriptive analysis and literary studies from various sources ABSTRAKHumanisasi pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan cara pendidikan, pada konsep ini pendidikan berusaha untuk mengembangkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dengan menerima perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik.  Pendidikan Anak Usia Dini biasa disebut PAUD adalah pendidikan yang memfasilitasi anak berusia 0 - 6 tahun. Pada masa ini anak sangat mudah dalam mengingat sesuatu. Menurut Ki Hajar Dewantara anak usia dini adalah anak yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan menerapkan pendidikan humanisasi sejak dini berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Memakai jiwa, berdasarkan cipta, rasa dan karsa. Selain itu, humanisasi pendidikan dapat meningkatkan moral, agama dan sopan santun tidak hanya pembelajaran saja. Pembahasan ini diangkat agar humanisasi pendidikan di Indonesia yang dicetuskan  oleh Bapak Pendidikan Indonesia dapat berjalan sebagai mana mestinya dan menghasilkan individu – individu yang unggul dengan potensi yang dimiliki masing- masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif analisis dan studi literarur dari berbagai sumber
PARADIGMA JOHN LOCKE TERJADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI ERA MILENIAL Triandini, Septi; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.738 KB) | DOI: 10.33061/jai.v5i1.3726

Abstract

The development of education for early childhood is an attempt to make changes to the thinking of society towards education, many people say that education is important but not all people know that the cost of education is not too expensive. An educational development for young children is an initial development gate for the progress of the nation through the nation's next generation. With this in order to achieve an educational goal in early childhood develops six aspects of development aspects such as aspects of norms and religion, physical aspects of motoric, cognitive aspects, social emotional aspects and aspects of language and dance. Efforts are being made to further develop education for early childhood, namely by the harmony of teachers or teachers with the position of parents at home, by giving responsibilities to parents to participate in teaching children at home, there will be a change in future education. . The subject of this study is emphasized more towards early childhood learning efforts in the home environment so that children do not only learn in the school environment.ABSTRAKPerkembangan pendidikan bagi usia dini merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan terhadap pemikiran masyarakat terhadap pendidikan, banyak masyarakat mengakatan jika pendidikan itu penting namun tidak semua masyarakat tahu bahwa biaya pendidikan itu tidak terlalu mahal. Suatu perkembangan pendidikan bagi anak usia dini meruapakan sebuah awal gerbang perkembangan bagi kemjuan bangsa melalu generasi penerus bangsa. Dengan hal ini untuk mecapai suatu tujuan pendidikan pada anak usia dini ini mengembangakan enam aspek aspek pekembangan seperti, aspek norma dan agama, aspek fisik motorik, aspek kognitif, aspek sosial emosional dan aspek Bahasa dan tari. Upaya yang di lakukan untu lebih mengembangkan pendidikan bagi anak usia dini ini yaitu dengan adanya keselarasan terhadap pengajar atau guru dengan kedudukan orang tua di rumah, dengan memberikan tanggung jawab terhadap orang tua untuk ikut serta mengajarkan anak di rumah maka akan terjadilah suatu perubahan bagi pendidikan kedepannya. Subjeke penelitian ini lebih di tekankan terhadap upaya pembelajaran anak usia dini di lingkungan rumah sehingga anak tidak hanya belajar di lingkungan sekolah.  
RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER KI HAJAR DEWANTARA DENGAN PAUD DI INDONESIA Rizkina, Van Biaila; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5, No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v5i2.3719

Abstract

This research aims to determine the relationship between the character education theory of Ki Hajar Dewantara on early childhood education in Indonesia. This research uses qualitative research methods by comparing several sources related to the title of this article. The approach uses analytical descriptive based literary studies. Ki Hajar Dewantara is one of the Indonesian education figures who make character education as a concept in education. Early childhood education was the earliest stage of the birth and growing characteristics of a child. Ki Hajar Dewantara implements character education in early childhood education by carrying the concept of "Tri Education Center" in three wards, namely family, school, and community. In addition, Ki Hajar Dewantara Applied "System Among" and "Tutwuri Handayani" in character education that must be performed by educators in schools. In the concept, Ki Hajar Dewantara intends that character education in early childhood education should be able to liberate the learners according they own age but not as well as from the watch care of teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teori pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan membandingkan beberapa sumber yang berkaitan dengan judul artikel ini. Pendekatan menggunakan deskriptif analitis berdasarkan studi literatur. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang menjadikan pendidikan karakter sebagai konsep dalam pendidikan. Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal dari lahir dan berkembangnya karakteristik seorang anak. Ki Hajar Dewantara mengimplementasikan pendidikan karakter pada pendidikan anak usia dini dengan mengusung konsep “Tri Pusat Pendidikan” dalam tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu, Ki Hajar Dewantara menerapkan “Sistem Among” dan “Tutwuri Handayani” dalam pendidikan karakter yang harus dilakukan oleh para pendidik di sekolah. Dalam konsepnya tersebut, Ki Hajar Dewantara bermaksud bahwa pendidikan karakter dalam pendidikan anak usia dini pelaksanaannya harus dapat membebaskan peserta didik sesuai kemauannya tetapi tidak terlelepas juga dari pantauan guru sebagai pendidik.