Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ETNO-AGRONOMI TANAMAN OBAT MASYARAKAT DESA KLANGON, KABUPATEN MADIUN DALAM KOMUNITAS AGROFORESTRI SEBAGAI PENUNJANG PERTANIAN BERKELANJUTAN Putri, Widya Kristiyanti; Malinda, Ardhana Rahma
Jurnal Sains Agro Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v8i2.1158

Abstract

Kearifan lokal masyarakat Indonesia salah satunya diwujudkan dalam sistem budidaya tanaman secara turun temurun. Etno-agronomi yang telah diterapkan masyarakat Desa Klangon pada tanaman obat menggunakan sistem pertanian tradisional di hutan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang etno-agronomi yang diterapkan oleh masyarakat desa Klangon dalam komunitas agroforestri untuk menunjang pertanian berkelanjutan. Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada 34 penduduk dengan usia minimal 40 tahun. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 38,24% masyarakat masih menggunakan obat herbal alami dimana sebanyak 41,18% membudidayakan sendiri dan mengambil liar di hutan. Tanaman yang digunakan sebagai jamu oral ditemukan sebanyak 81 spesies dan non-oral sebanyak 18 spesies. Etno-agronomi yang diterapkan tersebut mendukung aspek ekonomi karena prospek tanaman obat yang ditanam secara alami, aspek sosial sebagai jati diri masyarakat desa yang berpegang teguh pada tradisi, dan aspek ekologi sebagai penunjang keberlanjutan hutan produksi dengan sistem agroforestri.Kata kunci: etno-agronomi, tanaman obat, agroforestri, pertanian berkelanjutan, Desa Klangon
Edukasi Budidaya Organik Tanaman Obat di Pekarangan Rumah bagi Perempuan Kelurahan Kranjingan Putri, Widya Kristiyanti; Aji, Joni Murti Mulyo; Puspaningrum, Diah; Patricia, Susan Barbara; Novikarumsari, Nurul Dwi; Subekti, Sri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8110

Abstract

Ketahanan pangan dimulai dari tingkat organisasi terkecil yaitu rumah tangga yang secara umum dipelopori oleh kemampuan perempuan dalam rumah tangga untuk mengatur kebutuhan pangan dan kesehatan keluarga. Tanaman obat seringkali ditemukan dalam pekarangan rumah yang dimanfaatkan ibu rumah tangga sebagai obat alternatif. Budidaya tanaman obat di pekarangan rumah warga kelurahan Kranjingan masih dilakukan secara tradisional, sehingga hasil produksi tidak menentu. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan tanaman obat, warga masih membeli di pasar. Pengabdian yang dilakukan oleh Keris-Dimas EMAS Universitas Jember bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat perempuan kelurahan Kranjingan dalam berbudidaya tanaman obat secara organik. Pengabdian yang dilakukan melibatkan gabungan PKK dan MOSS (Mother School of Sumbersari). Pengabdian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: survei awal, sosialisasi, dan timbal balik. Hasil dari pengabdian ini yaitu sebanyak 96% warga memahami tentang budidaya organik tanaman obat dan 80% warga mampu melakukan budidaya tanaman obat organik di pekarangan rumah mereka.
Inovasi Kelembagaan untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Strategi Berkelanjutan Penurunan Stunting di Desa Suci Jember) Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia; Putri, Widya Kristiyanti; Dwi Novikarumsari, Nurul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110507

Abstract

Stunting pada masa tumbuh anak masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemandirian desa tidak otomatis menjamin ketahanan pangan rumah tangga maupun perbaikan status gizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan dengan prevalensi stunting sekaligus merumuskan model inovasi kelembagaan sosial-ekonomi dan pertanian yang terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini memadukan klasifikasi kemiskinan Sajogyo, analisis Location Quotient (LQ), dan uji Chi-square dengan thematic analysis dari diskusi kelompok terfokus, wawancara, serta observasi partisipatif pada desa agraris dengan prevalensi stunting yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pangan bergizi pada rumah tangga berpendapatan rendah merupakan faktor dominan, dengan bukti statistik yang mengonfirmasi hubungan signifikan antara kemiskinan dan status gizi anak. Studi ini berkontribusi melalui perumusan model kelembagaan yang mengoptimalkan pekarangan, integrasi tanaman–ternak, pemanfaatan lahan tidur, dan distribusi pangan melalui koperasi desa. Model ini memberikan konseptual dan kebijakan bagi pengurangan stunting berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan pedesaan di negara berkembang.
Ethnobotany of Amorphophallus muelleri var. Madiun I: Culture and Nutraceutical Study in Klangon Village of Madiun Regency, Indonesia Putri, Widya Kristiyanti; Restanto, Didik Pudji; Qonitah, Nisrina
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 6 (2025): November 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.6.%p

Abstract

Klangon Village, Saradan District in Madiun Regency is one of the largest porang-producing villages in Indonesia with export quality results, making it one of the Porang Center villages. Porang cultivation is believed to have been carried out from generation to generation in an agroforestry system. This study aims to reveal more about the role of porang for the people of Klangon Village, both in terms of culture and its relationship to the phytochemical content of porang. The study was conducted through observation, ethnobotanical data collection, phytochemical data collection as nutraceuticals, and data analysis. Phytochemical data was collected using spectrophotometry while spatial data was collected using the GPS Essentials application. Ethnobotanical analysis was carried out using the Cultural Significance Index (CSI). Nutraceutical analysis by testing the content of vitamins using the spectrophotometric method. It was concluded that Ethnobotanical studies of porang plants show the highest CSI values in porang plants and nutraceutical studies of porang show the content of antioxidants (vitamin E), vitamins B1, and B6.
Fruit Plants Species along Corridor in Kopendukuh Village as a Resource for Rural Tourism Development Putri, Widya Kristiyanti; Naim, Abu; Setiawan, Hendra
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2015.003.01.05

Abstract

This research aims to identify fruit plants species which is potential for tourism attraction, spatially describes fruit plants distribution and identify local people's response for fruit plants as tourims attraction in Kopendukuh village, Banyuwangi. Survey was done along the villages corridors. The fruit plant species along corridors was identified and mapped using GPS. Furthermore, semi-structural interview was used to gain informations of local people response about fruit plants as tourism attraction. There were about 18 species and 162 individuals were found along corridor of Kopendukuh village. Fruit plants always found in local home gardens along rural corridor. Local peoples argue that fruit planst s important for numerous purposes. Local people support tourism development in rural area which based on the fruit plants richness (i.e. agrotourism). Keywords: fruit plants, mapping, corridor, rural tourism.