Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Syntax Idea

Interaksi Ibu-Anak Dan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Di RS. Sumber Kasih Kota Cirebon Purbasari, Dwiyanti; Puspita, Siska
Syntax Idea Vol 1 No 8 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v1i8.109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 22 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer, teknik pengumpulan data menggunakan master tabel. Hasil penelitian diperoleh p-value ≤ α maka H0 ditolak artinya ada hubungan signifikan antara interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon (p-value = 0,018 ; α = 0,05). Sedangkan r < 1 dan bernilai negative (-) maka terdapat hubungan yang sedang antara interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan anak di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih. Semakin baik interaksi ibu anak maka semakin ringan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih (r = -0,498). Diharapkan pada perawat di rumah sakit perlu melibatkan orangtua dalam proses asuhan keperawatan berdasarkan prinsip Family Centered Care.
Hubungan Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon Purbasari, Dwiyanti
Syntax Idea Vol 1 No 7 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Puskesmas Kalitanjung jumlah sasaran anak balita dan prasekolah sebanyak 1.909 dan jumlah anak yang mendapatkan pelayanan DDTK 2x/tahun hanya diperoleh 6,3%. Anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik kasar di Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon diperoleh 1,25%. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan kategori bermain dengan perkembangan motorik kasar pada usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survey analitik menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 95 anak usia pra sekolah. Hasil penelitian sebagian besar responden usia 5 tahun (85.2%) melakukan kegiatan bermain yang bervariasi dan sebagian besar responden usia 5 tahun dan 6 tahun (100.0%) perkembangan motorik kasar sesuai dengan usia prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. Nilai P value = 0.000 ; É‘ = 0.05 ; r = 1000 maka H0 = di tolak artinya terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara hubungan Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. usia 4 tahun maka H0 = di terima artinya tidak ada hubungan antara Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon (P value = 0.104 ; É‘ = 0.05 ; r = 1.000). Perlu dilakukan pemantauan dengan memberikan edukasi terhadap keluarga tentang pentingnya bermain dalam perkembangan motorik kasar anak dan membuat media promosi di tempat umum.
Dukungan Pola Asuh Keluarga Dan Kemampuan Pemenuhan Personal Hygiene Anak Retardasi Mental Berdasarkan Karakteristik Di Cirebon Purbasari, Dwiyanti
Syntax Idea Vol 2 No 2 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v2i2.143

Abstract

Anak tunagrahita membutuhkan orang terdekat untuk membantu anak dalam hal-hal yang tidak mampu dilakukannya sendiri. Data Susenas (2012) jugamenerangkan bahwa prosentase penyandang disabilitas yang diantaranya adalah disabilitas mental yaitu tunagrahita secara keseluruhan adalah 2,22 % di Jawa Barat. Hasil Riskesdas (2013) menyebutkan penyandang disabilitas mental yaitu tunagrahita usia > 15 tahun adalah 12,7% di Jawa Barat (Riskesdas, 2013). Berdasarkan data tersebut terdapat peningkatan jumlah penyandang disabilitas mental di Jawa Barat. Jumlah peserta didik tunagrahita di SLBN Budi Utoma Kota Cirebon pada tingkat sekolah dasar sebanyak 70 orang terdiri dari tingkat Ringan/C sebanyak 54 orang, tingkat Sedang/ C1 sebanyak 7 orang, dan tingkat Berat/B sebanyak 9 orang. Sejumlah 22% peserta didik tunagrahita tingkat Ringan masih didampingi membersihkan alat kelamin setelah BAB dan BAK oleh guru atau orang tuanya, terdapat 7% peserta didik tunagrahita tingkat Ringan masih harus dibantu orang tua saat mandi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan pola asuh keluarga dan kemampuan pemenuhan personal hygiene anak tunagrahita di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orangtua dan anak tunagrahita di SLBN Budi Utomo Kota Cirebon sebanyak 70 orang. Sampel penelitian yaitu orangtua dan anak tunagrahita yang bersekolah di SLBN Budi Utomo sebanyak 63 orang dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji pearson correlation dengan nilai α = 0,05. Penelitian dilakukan pada tanggal 5-30 Juli 2017. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang keeratannya rendah dan positif antara dukungan pola asuh keluarga dengan kemampuan pemenuhan personal hygiene pada anak tunagrahita di SLBN Budi Utomo Kota Cirebon. Semakin menyeluruh pemberian dukungan pola asuh keluarga maka kemampuan pemenuhan personal hygine pada anak tunagrahita akan semakin mandiri {pvalue = 0.02; α = 0.05; r = 0.293}. Perawat anak dan komunitas diharapkan dapat melakukan trias UKS secara komperhensif serta melakukan home visit dan konseling secara teratur. Perawat terlibat secara langsung dalam kegiatan-kegiatan sekolah berupa kegiatan stimulasi tumbuh kembang anak tunagrahita.
Interaksi Ibu-Anak Dan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Di RS. Sumber Kasih Kota Cirebon Dwiyanti Purbasari; Siska Puspita
Syntax Idea Vol 1 No 8 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v1i8.109

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 22 responden. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer, teknik pengumpulan data menggunakan master tabel. Hasil penelitian diperoleh p-value ≤ α maka H0 ditolak artinya ada hubungan signifikan antara interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih Cirebon (p-value = 0,018 ; α = 0,05). Sedangkan r < 1 dan bernilai negative (-) maka terdapat hubungan yang sedang antara interaksi ibu anak dengan tingkat kecemasan anak di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih. Semakin baik interaksi ibu anak maka semakin ringan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) selama hospitalisasi di Ruang Kintamani Rumah Sakit Sumber Kasih (r = -0,498). Diharapkan pada perawat di rumah sakit perlu melibatkan orangtua dalam proses asuhan keperawatan berdasarkan prinsip Family Centered Care.
Hubungan Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon Dwiyanti Purbasari
Syntax Idea Vol 1 No 7 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v1i7.89

Abstract

Pada Puskesmas Kalitanjung jumlah sasaran anak balita dan prasekolah sebanyak 1.909 dan jumlah anak yang mendapatkan pelayanan DDTK 2x/tahun hanya diperoleh 6,3%. Anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik kasar di Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon diperoleh 1,25%. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan kategori bermain dengan perkembangan motorik kasar pada usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. Rancangan penelitian yang digunakan adalah survey analitik menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 95 anak usia pra sekolah. Hasil penelitian sebagian besar responden usia 5 tahun (85.2%) melakukan kegiatan bermain yang bervariasi dan sebagian besar responden usia 5 tahun dan 6 tahun (100.0%) perkembangan motorik kasar sesuai dengan usia prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. Nilai P value = 0.000 ; É‘ = 0.05 ; r = 1000 maka H0 = di tolak artinya terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara hubungan Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon. usia 4 tahun maka H0 = di terima artinya tidak ada hubungan antara Kategori Bermain Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Usia Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalitanjung Kota Cirebon (P value = 0.104 ; É‘ = 0.05 ; r = 1.000). Perlu dilakukan pemantauan dengan memberikan edukasi terhadap keluarga tentang pentingnya bermain dalam perkembangan motorik kasar anak dan membuat media promosi di tempat umum.
Dukungan Pola Asuh Keluarga Dan Kemampuan Pemenuhan Personal Hygiene Anak Retardasi Mental Berdasarkan Karakteristik Di Cirebon Dwiyanti Purbasari
Syntax Idea Vol 2 No 2 (2020): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v2i2.143

Abstract

Anak tunagrahita membutuhkan orang terdekat untuk membantu anak dalam hal-hal yang tidak mampu dilakukannya sendiri. Data Susenas (2012) jugamenerangkan bahwa prosentase penyandang disabilitas yang diantaranya adalah disabilitas mental yaitu tunagrahita secara keseluruhan adalah 2,22 % di Jawa Barat. Hasil Riskesdas (2013) menyebutkan penyandang disabilitas mental yaitu tunagrahita usia > 15 tahun adalah 12,7% di Jawa Barat (Riskesdas, 2013). Berdasarkan data tersebut terdapat peningkatan jumlah penyandang disabilitas mental di Jawa Barat. Jumlah peserta didik tunagrahita di SLBN Budi Utoma Kota Cirebon pada tingkat sekolah dasar sebanyak 70 orang terdiri dari tingkat Ringan/C sebanyak 54 orang, tingkat Sedang/ C1 sebanyak 7 orang, dan tingkat Berat/B sebanyak 9 orang. Sejumlah 22% peserta didik tunagrahita tingkat Ringan masih didampingi membersihkan alat kelamin setelah BAB dan BAK oleh guru atau orang tuanya, terdapat 7% peserta didik tunagrahita tingkat Ringan masih harus dibantu orang tua saat mandi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan dukungan pola asuh keluarga dan kemampuan pemenuhan personal hygiene anak tunagrahita di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah orangtua dan anak tunagrahita di SLBN Budi Utomo Kota Cirebon sebanyak 70 orang. Sampel penelitian yaitu orangtua dan anak tunagrahita yang bersekolah di SLBN Budi Utomo sebanyak 63 orang dengan teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji pearson correlation dengan nilai α = 0,05. Penelitian dilakukan pada tanggal 5-30 Juli 2017. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang keeratannya rendah dan positif antara dukungan pola asuh keluarga dengan kemampuan pemenuhan personal hygiene pada anak tunagrahita di SLBN Budi Utomo Kota Cirebon. Semakin menyeluruh pemberian dukungan pola asuh keluarga maka kemampuan pemenuhan personal hygine pada anak tunagrahita akan semakin mandiri {pvalue = 0.02; α = 0.05; r = 0.293}. Perawat anak dan komunitas diharapkan dapat melakukan trias UKS secara komperhensif serta melakukan home visit dan konseling secara teratur. Perawat terlibat secara langsung dalam kegiatan-kegiatan sekolah berupa kegiatan stimulasi tumbuh kembang anak tunagrahita.