Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Anak Usia Sekolah Mas’ud, Moh. Ali; Slamet, Slamet; Darajat, Muhaiminah
MUNAQASYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2024): MUNAQOSYAH: NOVEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) STIB Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/munaqosyah.v6i2.186

Abstract

This study aims to identify factors that influence self-esteem in school-age children and how each factor shapes children's self-esteem. Self-esteem in school-age children is an important aspect of their psychological development, considering that this is when children begin to socialize more widely outside the family. The research method used is a qualitative approach with in-depth interview techniques with some children, parents, and teachers, as well as participatory observation in the school environment. The study results indicate that family factors, peers, school environment, academic achievement, individual character, and media influence play a significant role in shaping children's self-esteem. Emotional support and recognition from parents, positive relationships with peers, and appreciation from teachers are elements that support the formation of healthy self-esteem. Conversely, pressure from the environment, academic failure, and exposure to unrealistic social standards through the media have the potential to lower children's self-esteem. In conclusion, synergy is needed between family, school, and the surrounding environment to create conditions that support children's self-esteem to grow optimally, which will help them become confident and resilient individuals in facing challenges.
PENDIDIDIKAN ANAK LERENG GUNUNG : ASA PENDIDIKAN NASIONAL DI LERENG TENGGER ARGOSARI LUMAJANG Darajat, Muhaiminah
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 6 No 1 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v6i1.3952

Abstract

kajian yang diangkat adalah pendididikan anak lereng gunung : asa pendidikan nasional di lereng tengger argosari lumajang dalam penelitian ini ada tiga pertanyaan penting, pertama, bagaimana demografi sosiohistoris di desa argosari tengger luamajang jawa timur ? kedua, bagaimana respos masyarakat tengger terhadap pendidikan wajib 12 tahun ? ketiga, revitalisasi efektifitas pendidikan wajib belajar 12 tahun bagi anak-anak tengger lereng semeru ? dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal, karena tujuan peneliti dalam penelitian kali ini berfokus pada satu isu tertentu yang ada dalam lingkup masyarakat tengger argosari, yaitu “minimnya masyarakat tengger argosari dalam melakukan penuntasan kebijakan wajib belajar 12 tahun”. Dalam penelitian ini, terkait dengan respon masyarakat terhadap kebijakan yang telah di sahkan oleh pemerintah, yaitu wajib belajar 12 tahun, peneliti mendapatkan satu kesimpulan yang penting untuk diketahui oleh peneliti sendiri dan juga oleh para pembaca. kesimpulan dapat diambil dari kasus ini adalah, bahwasanya untuk melakukan pendidikan tidak harus dengan sekolah formal. pendidikan dalam menjaga adat/tradisi dalam sebuah daerah juga penting untuk kesejahteraan dan berlangsungnya kehidupan dalam suatu daerah tersebut.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN TEKNIK PENGELASAN DI DUSUN SUMBERMULYO DESA SENDURO KABUPATEN LUMAJANG Muhaiminah Darajat; Muhammad Zamroni; Hafizh Idri Purbajati; Hafid Hafid
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/epxr4j33

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan vokasional masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan keterampilan teknis yang relevan dengan dunia kerja, mengingat sebagian besar penduduk setempat bekerja pada sektor informal dengan tingkat pendapatan yang fluktuatif. Metode pelaksanaan PKM meliputi empat tahap utama, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan program, penyampaian materi teori, praktik langsung pengelasan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Pelatihan diberikan melalui pendekatan pembelajaran partisipatif dan metode praktik (learning by doing), sehingga peserta dapat menguasai keterampilan teknis pengelasan secara efektif. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta dalam mengoperasikan mesin las, melaksanakan teknik penyambungan logam, dan menerapkan prosedur keselamatan kerja (K3). Selain peningkatan kompetensi teknis, program ini juga mampu menumbuhkan motivasi peserta untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai peluang usaha mandiri, ditandai dengan munculnya rencana pembukaan usaha bengkel las rumahan dan penerimaan pekerjaan las sederhana di lingkungan sekitar. Pelaksanaan pelatihan ini memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Pelatihan teknik pengelasan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan yang layak untuk dikembangkan lebih lanjut dan direplikasi pada bidang vokasional lainnya sebagai langkah memperkuat pembangunan desa mandiri dan berdaya saing.
PERKAWINAN BEDA AGAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA WONOREJO KABUPATEN SITUBONDO: Interfaith Marriage And Its Impact On Children's Education In Wonorejo Village, Situbondo Regency Muhaiminah Darajat
Fenomena Vol 20 No 2 (2021): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v20i2.65

Abstract

Manusia adalah makluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Karena itu, ia hidup bermasyarakat dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban untuku kepentingan bersama. Maka pernikahan merupakan jalan dalam bersosialisasi dengan manusia lainnya. Akan tetapi jika pernikahan dihadapkan pada masalah perbedaan terutama perbedaan agama maka hal ini menjadi rumit untuk menjalankan roda kehidupan kedepan. Sebab, jika sudah memiliki anak maka hal ini dapat menimbulkan kegoncangan pada diri anak. Ia akan ragu untuk memilih antara agama ayah atau ibunya. Islam sangat jelas sekali dalam mengatur hal ini. Penelitian kualitatif deskriptif ini, bermaksud untuk mengungkap hasil dari pada pernikahan beda agama tersebut, yaitu dampak Pernikahan antar agama bagi kelangsungan pendidikan anak desa Wonorejo Kabupaten Situbondo. Dari studi penelitian yang ada terungkap bahwa Pernikahan antar agama bagaimanapun tetap merugikan, terlebih bila dipandang dari sudut pedagogis, sebab secara tidak langsung berarti sudah mempersiapkan lingkungan yang kurang baik bagi kedua belah pihak (pasangan dan keluarganya masing-masing) serta bagi kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Social creatures are humans who cannot possibly live without the help of others. Therefore, he lives in society and develops culture and civilization for the common good. So marriage is a way of socializing with other humans. However, if marriage is faced with the problem of differences, especially religious differences, it becomes complicated to run the wheel of life in the future. Because if you already have children, this can cause shock in the child. He will hesitate to choose between the religion of his father or mother. Islam is prominent in regulating this. This descriptive qualitative research intends to reveal the results of interfaith marriage, namely the impact of interreligious marriage on the continuity of education for the children of Wonorejo village, Situbondo City. From existing research studies, it is revealed that interfaith marriages are still detrimental, especially when viewed from a pedagogical point of view, because it indirectly means that they have prepared an unfavorable environment for both parties (spouse and their respective families) as well as for the continuity of children's education—his son.
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATIONAL VALUES IN FORMING STUDENTS' DISCIPLINED CHARACTER Fathul Amin; Muhaiminah Darajat
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4484

Abstract

This study aims to describe the implementation of Islamic educational values in  shaping students’ disciplinary character at Madrasah Tsanawiyah. The research  focuses on the internalization process of aqidah, akhlaq, and ibadah values in  developing students’ disciplined behavior, as well as the disciplinary guidance  strategies applied by teachers and the institution. This study employs a qualitative  approach using a descriptive method. Data were collected through observation,  interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display,  and conclusion drawing techniques. The findings reveal that Islamic educational  values play an important role in shaping students’ disciplinary character through  Islamic Religious Education learning, habituation of religious activities, and  teacher role modeling. Disciplinary guidance strategies are carried out through  persuasive and humanistic approaches, such as providing rewards, positive  reinforcement, rule reminders, personal counseling, and implementation of  educational consequences. This approach aligns with Bandura’s social learning  theory on behavioral modeling and Skinner’s reinforcement theory emphasizing the  importance of positive reinforcement. The implementation of Islamic educational  values is proven effective in developing students’ discipline in terms of punctuality,  adherence to school regulations, academic responsibility, and consistency in  performing worship.