Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Efektivitas Antibakteri Sediaan Susu Pembersih(Milk cleanser) Ekstrak Ranting Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) terhadap Propionibacterium acne Qomah, Isti; Rejeki, Desi Sri; Listina, Osie
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.590

Abstract

Ranting tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Kandungan metabolit sekunder yang dimiliki ranting patah tulang meliputi flavonoid, steroid, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan milk cleanser dengan ekstrak etanol ranting tanaman patah tulang dan menguji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi 5,10, dan 15% terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne. Metode penelitian aktivitas bakteri terhadap Propionibacterium acne dilakukan dengan metode sumuran. Hasil penelitian ranting tanaman patah tulang mengandung senyawa saponin, tannin, alkaloid dan flavonoid. Ekstrak memenuhi kadar air 4,5% dan kadar abu total 0,15%. Hasil aktivitas antibakteri milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang mampu menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dengan konsentrasi F1(5%) daya hambat sedang, konsentrasi F2 (10%) daya hambat kuat dan konsentrasi F3 (15%) daya hambat sangat kuat. Berdasarkan uji One Way Anova pada ekstrak ranting tanaman patah tulang memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 216,706 > 4,07. Sedangkan pada uji sediaan milk cleanser memiliki nilai signifikansi 0,000 dimana nilai F hitung > F tabel atau 568,300 > 4,07. Sehingga hipotesis diterima yang berarti ada pengaruh perbedaan daya hambat milk cleanser ekstrak ranting tanaman patah tulang.
PEMANFAATAN LAHAN BEKAS PEMBUANGAN SAMPAH MENJADI KEBUN SEHAT DI KELURAHAN RABANGODU UTARA Hidayat, Andre; Ramadhan, M. Ajihir; Amalia, Rista Talitha; Mawar, Mawar; Qomah, Isti; Hamdani, Feri; Fajar, Nisrina Qatrunnada; Said, Abdul; Supraydi, Didy Ika
Jurnal Wicara Vol 2 No 6 (2024): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v2i6.5624

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a special program held by a University and used as a forum for students to serve a village or region through programs designed based on field surveys. Slum areas have become commonplace in Indonesia, especially areas that have received less attention from the government. This is due to the lack of public awareness of cleanliness, so they are indifferent to littering. A similar thing happened in one of the RTs in Rabangodu Utara Village where the people used empty land as a garbage dump. The solution offered to overcome this problem is to process the former garbage dump into a healthy garden, in the form of planting vegetables. This activity is carried out in stages starting with cutting grass, lifting garbage, loosening the soil, then planting seeds. From these activities, it is hoped that the healthy garden will be beneficial to the community.
Hubungan Lama Pemakaian dengan Efek Samping KB Implan Wilayah Kerja Puskesmas Wanaraya Qomah, Isti; siswianti, Anita; Tazkiah, Misna
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i1.4

Abstract

Salah satu kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah implan yang digunakan selama 5 tahun dan bersifat seversible. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implan, 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Bagaimanapun, implan memiliki efek samping seperti gangguan haid, jerawat, pusing, perubahan mood dan sakit kepala. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB implan dengan efek samping KB implan di wilayah kerja Puskesmas Wanaraya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan yang bersifat cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah 112 akseptor KB implan, data diambil pada bulan juni 2024 dengan tehnik pengambilan sempel secara random sampling sehingga diperoleh sempel berjumlah 52 responden. Hasil penelitian mayoritas responden yang menggunakan akseptor KB implan ˃12 bulan sebanyak 27 responden (51,9%), dan minoritas responden yang menggunakan KB implan ≤12 bulan yaitu sebanyak 25 responden (48,1%). Mayoritas responden yang memiliki efek samping siklus menstruasinya teratur yaitu sebanyak 28 responden (53,8%), dan minoritas responden dengan efek samping siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 24 responden (46,2%). Uji statistik chi square hubungan lama pemakaian dengan efek samping KB implan diperoleh nilai p = 0,000 dengan nilai p ˂ (a = 0,05), artinya ada hubungan lama pemakaian KB implan dengan efek samping KB implan di Puskesmas Wanaraya. Saran akseptor KB Implan lebih meningkatkan pengetahuan tentang efek samping KB Implan yaitu tentang siklus menstruasi dengan mengikuti penyuluhan dan bidan perlu meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat khususnya akseptor KB.
Analysis of Public Satisfaction with Electronic Outpatient Registration Services at Ratu Zalecha Martapura Regional Hospital  Qomah, Isti; Widya Wati, Ni Wayan Kurnia; Wardhina, Faizah
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/599dfj53

Abstract

A hospital is an integral part of the social and medical organization, functioning to provide health services to the community, both curative and rehabilitative. Every health service facility has an obligation to be accountable for the services provided. One form of accountability is the provision of health information through the implementation of technology in hospitals, specifically the use of electronic medical records (EMR) to manage patient medical documentation, with the aim of improving service quality and achieving user satisfaction. User satisfaction in utilizing EMR serves as one of the indicators of successful implementation of the information system. This study aims to analyze community satisfaction with electronic outpatient registration services at RSUD Ratu Zalecha Martapura in 2024. The research employed an analytical survey method. The population consisted of all patients who registered for outpatient services through the SIPO RAZA and Mobile JKN applications at RSUD Ratu Zalecha Martapura, with a total of 47 respondents selected using accidental sampling.The results of the study, analyzed using the Spearman rho test, yielded a p-value of 0.062 > α = 0.05, indicating that there is no significant relationship between community satisfaction and the electronic outpatient registration services at RSUD Ratu Zalecha Martapura.
DISFUNGSI MODERNISASI PENYAMPAIAN RELAAS PANGGILAN:AKSES KEADILAN DI PENGADILAN AGAMA INDONESIA qomah, isti; Wijayati, Mufliha
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/v8x4gx90

Abstract

Modernisasi penyampaian relaas panggilan di Pengadilan Agama menimbulkan tantangan terhadap prinsip akses keadilan karena dapat memperlebar kesenjangan, terutama bagi pihak yang rentan secara sosial dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut terkait disfungsi modernisasi penyampaian relaas panggilan terhadap akses keadilan di lingkungan pengadilan agama. Penelitian ini adalah penelitian lapangan berbasis teks dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi penyampaian relaas panggilan belum mampu memastikan keadilan di fase hulu bagi sebagian masyarakat yang rentan secara sosial dan administratifnya, disebut disfungsi keadilan substantif. Dalam hal ini keadilan prosedural pemanggilan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, secara keadilan substantif manfaat modernisasi belum dirasakan secara nyata oleh sebagian masyarakat pencari keadilan.  Kesenjangan infrastruktur digital, disparitas literasi hukum, serta hambatan teknis, yang membuat sebagian pihak kesulitan memahami relaas panggilan dan konsekuensi ketidakhadiran, mengakibatkan tingginya putusan verstek serta terbatasnya hak pembelaan.  Kata Kunci: Disfungsi; Modernisasi; Relaas Panggilan; Akses Keadilan 
DISFUNGSI MODERNISASI PENYAMPAIAN RELAAS PANGGILAN:AKSES KEADILAN DI PENGADILAN AGAMA INDONESIA qomah, isti; Wijayati, Mufliha
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 24 No 1 (2026): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/v8x4gx90

Abstract

Modernisasi penyampaian relaas panggilan di Pengadilan Agama menimbulkan tantangan terhadap prinsip akses keadilan karena dapat memperlebar kesenjangan, terutama bagi pihak yang rentan secara sosial dan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lebih lanjut terkait disfungsi modernisasi penyampaian relaas panggilan terhadap akses keadilan di lingkungan pengadilan agama. Penelitian ini adalah penelitian lapangan berbasis teks dengan pendekatan kualitatif. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi penyampaian relaas panggilan belum mampu memastikan keadilan di fase hulu bagi sebagian masyarakat yang rentan secara sosial dan administratifnya, disebut disfungsi keadilan substantif. Dalam hal ini keadilan prosedural pemanggilan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, secara keadilan substantif manfaat modernisasi belum dirasakan secara nyata oleh sebagian masyarakat pencari keadilan.  Kesenjangan infrastruktur digital, disparitas literasi hukum, serta hambatan teknis, yang membuat sebagian pihak kesulitan memahami relaas panggilan dan konsekuensi ketidakhadiran, mengakibatkan tingginya putusan verstek serta terbatasnya hak pembelaan.  Kata Kunci: Disfungsi; Modernisasi; Relaas Panggilan; Akses Keadilan