Claim Missing Document
Check
Articles

PROSPEK PENGOLAHAN MI BEBAS GLUTEN (GLUTEN FREE) DENGAN BAHAN DASAR TEPUNG KREKEL SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SEHAT DI DESA LOGANDU, KECAMATAN KARANGGAYAM, KABUPATEN KEBUMEN Ery Purwanti; Umi Laelatul Qomar; Umi Purwandari; H Herniyatun
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v13i1.192

Abstract

Desa Logandu merupakan salah satu desa di Kecamatan Karanggayam yang menghasilkan singkong cukup besar dan mempunyai produk unggulan berupa oyek yang merupakan produk intermediate pengolahan singkong yang dikenal dengan istilah krekel. Tepung krekel tidak memiliki kadar gluten (gluten free) sehingga baik untuk pengidap autis, maupun penderita seliak dan memiliki kadar glukosa yang rendah sehingga baik sekali untuk penderita Diabetes Melitus. Untuk meningkatkan daya jual olahan produk singkong terutama tepung krekel perlu dikembangkan inovasi produk. Mi merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik dari yang tingkat ekonomi rendah maupun tinggi. Pembuatan mi dengan bahan dasar selain terigu  sudah mulai dikembangkan, hal ini dibuktikan dengan adanya mi yang terbuat dari tepung gatot (tepung yang berasal dari singkong yang sudah mengalami proses fermentasi) (Purwandari, 2014).Tujuan penelitian ini (1) Mengetahui potensi tepung krekel di Desa Logandu Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen (2) Mengetahui tekhnologi pembuatan mi bebas gluten  (gluten free) dengan bahan dasar tepung krekel dengan penambahan pasta sayuran (3) Membuat business plan  untuk mi bebas gluten (gluten free) dengan bahan dasar tepung krekel di Desa Logandu Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.Metode penelitian menggunakan metode survey  dengan wawancara untuk mengetahui potensi tepung krekel serta pembuatan business plan dan eksperimental untuk pembuatan mi dari tepung krekel.Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) Desa logandu Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen mempunyai potensi tepung krekel yang cukup besar dan bahan baku untuk pembuatan mi bodin tidak mengurangi bahan baku pembuatan oyek. (2) Tepung krekel dapat dibuat mi kering atau pun mi instan, dengan waktu masak yang lebih lama daripada mi gandum. Tingkat penerimaan mi kerekel di masyarakat masih harus dikembangkan lagi (3) Business plan melibatkan BUMdes sebagai pengelola, masyarakat sebagai penyedia bahan baku dan pemerintah daerah sebagai pembina serta pendukung (supporting) (4) Industri mi bebas gluten (Gluten free) di Desa Logandu, Kecamatan Karanggayam sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai produk sehat lokal unggulan Kabupaten Kebumen
The effectiveness of family-centered maternity care education on attitudes and behaviours of pregnant women Adinda Putri Sari Dewi; Umi Laelatul Qomar; Sumarni
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 20 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.3707

Abstract

Stunting is a state of failure to grow experienced by children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). The impact caused by stunting can vary, including physical growth disorders, body metabolic disorders, brain growth and development disorders. In addition, stunting is also at a higher risk of suffering from chronic diseases in adulthood. This study aims to analyze the influence of Family Centered Maternity Care education on the attitude and behavior of pregnant women in stunting prevention. This quantitative research uses a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. Sampling for this study uses a purposive sampling technique. The sample of this study is 38 people who have met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used was in the form of a questionnaire for measuring attitudes and behaviors that were tested for validity and reliability. Data analysis using univariate analysis, bivariate analysis using Wilcoxon Test. The results of the study showed that there was an influence of Family Centered Maternity Care education on the attitude and behavior of pregnant women in stunting prevention in the Kebumen area. Family Centered Maternity Care education has been proven to increase the knowledge of pregnant women which ultimately changes the attitude and behavior of pregnant women in stunting prevention. The application of Family Centered Maternity Care education should be considered as a health education method in providing continuous midwifery care as an effort to reduce stunting rates.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pelatihan dan Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sebagai Solusi Ketahanan Pangan dalam Upaya Pencegahan Sunting di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.18613

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang serius dengan prevalensi cukup tinggi, hal ini umumnya disebabkan oleh anak yang kekurangan asupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pemenuhan asupan gizi merupakan masalah yang kompleks dan multi sectoral. Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyelesaian masalah terkait dengan stunting yang ada di masyarakat terutama pada skala rumah tangga. 21 responden diikutkan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yang semuanya adalah Tim Penggerak PKK. Kegiatan ini dimulai dari bulan September-November 2024. Tahapan kegiatan dibagi menjadi 3, tahap pertama adalah tahap persiapan, tahap kedua pelaksanaan dan tahapan ketiga adalah evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah semua peserta terlihat antusias dan bersemangat mengenai program ini. Implementasi Teknologi Integrated Farming Skala Rumah Tangga sudah terpasang di 6 titik Lokasi yang diperkirakan stuntingnya tinggi. Melalui, Integrated Farming Skala Rumah Tangga keluarga dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang    tersedia  untuk menanam sayuran berternak lele. Hal ini membantu memastikan ketersediaan bahan pangan segar yang bernutrisi  tinggi  di tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Stunting, Integrated Farming Skala Rumah Tangga, Ketahan Pangan  ABSTRACT Stunting is a serious public health problem with a fairly high prevalence, this is generally caused by children who lack nutritional intake in the first 1000 days of life. Lack of fulfillment of nutritional intake is a complex and multi-sectoral problem. The purpose of this Community Service was to increase knowledge and problem-solving skills related to stunting in the community, especially at the household level. 21 respondents were included in this Community Service, all of whom were PKK Team Leaders. This activity started from September-November 2024. The stages of the activity were divided into 3, the first stage was the preparation stage, the second stage was implementation and the third stage was evaluation. The results of this activity were that all participants looked enthusiastic and excited about this program. The implementation of Household-Scale Integrated Farming Technology has been installed at 6 locations where stunting is estimated to be high. Through Household-Scale Integrated Farming, families can utilize the available yard land to grow vegetables and raise catfish. This helps ensure the availability of fresh, highly nutritious food at the household level. Keyword: Stunting, Integrated Farming Household Scale, Food Security
Program Peningkatan Pengetahuan Kader dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Upaya Penanganan Stunting Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari; Qomar, Umi Laelatul; Handayani, Eka Wuri; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18547

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah utama pada bayi dan balita di Indonesia. Stunting merupakan salah satu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <- 2SD menurut tabelZ-score WHO. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang tepat. Sebanyak 21 kader mengikuti kegiatan ini. Sebelum di lakukan penyuluhan atau edukasi kader di berikan pretest dahulu kemudian di lanjutkan pemberian materi oleh tim pengabdian Masyarakat. Setelah pemberian materi dilanjutkan posttest dan pemeriksaan Kesehatan bagi balita yang terdiagnosa stunting. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dari sebelum di berikan edukasi sampai setelah pemberian edukasi. Terdapat 14 (66.7%) kader perpengetahuan tinggi, dan 7 (33.3%) kader berpengetahuan sedang. Hasil pengabdian pemberdayaan kader posyandu dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan serta praktik/ ketrampilan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting pada tatanan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, Kader, Penanganan, Stunting  ABSTRACT Stunting is still a major problem among babies and toddlers in Indonesia. Stunting ia a condition of failure to thrive in children where the child’s height is <- 2SD according to the WHO Z-score table. The aim of implementing Community Service (PKM) is to increase cadres' knowledge about stunting prevention through education and appropriate health checks. A total of 21 cadres took part in this activity. Before counseling or education is carried out, cadres are given a pretest first and then continue to provide material by the community service team. After providing the material, the posttest and health examination continued for toddlers diagnosed with stunting. There is an increase in cadres' knowledge from before the education is provided to after the education is provided. There are 14 (66.7%) cadres with high knowledge, and 7 (33.3%) cadres with moderate knowledge. The results of the service to empower posyandu cadres can increase the knowledge and practice/skills of cadres in handling and preventing stunting in family and community settings. Keywords: Knowledge, Cadre, Handling, Stunting
Promosi Kesehatan dengan Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial untuk Pencegahan Perilaku “Self Harm” pada Angkatan Muda Muhammadiyah melalui Pemberian Psikoterapi Agustin, Ike Mardiati; Sumarsih, Tri; Qomar, Umi Laelatul
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.610

Abstract

Introduction: The transition from adolescence to adulthood can lead to various emotional problems. Psychological issues in adolescents may include violent and spontaneous behavior, lack of focus, reduced interest in activities, symptoms of depression, and anxiety, often manifested in self-harming behavior. Adolescents, including those in the Muhammadiyah Youth Organization (Angkatan Muda Muhammadiyah), are also vulnerable to these problems despite the expectation to maintain good physical and psychological health. Therefore, preventive efforts are needed to address self-harm behavior using non-psychopharmacological approaches such as individual psychotherapy, namely Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) and affirmations. Objective: To help overcome mental health problems in adolescents and prevent self-harm behavior through a psychotherapy program Method: The program was carried out in three stages: preparation through a pretest to assess adolescents’ anxiety, depression, and self-esteem; implementation of 45-minute therapy sessions using deep breathing, five-finger hypnosis, and butterfly hug affirmation techniques; and evaluation through a posttest using standardized questionnaires (HADS for anxiety and depression, and RSES for self-esteem). Data were analyzed descriptively to assess changes before and after the intervention. A psychotherapy program was implemented for 25 adolescents. The intervention consisted of 4 sessions, each lasting 45–60 minutes, conducted over a period of 1 month. The techniques used were SEFT and affirmations. Result: The program showed an increase in adolescents’ knowledge and psychomotor skills related to implementing psychotherapy when comparing pre- and post-training outcomes. Conclusion: This program is recommended as a preventive effort to address mental health problems and reduce the risk of self-harm behavior in adolescents.
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Wanita Menopause Di Posbindu Karya Sakti Desa Jatijajar Alifah, Nadya Putri; Qomar, Umi Laelatul; Na’mah, Lutfia Uli; Indrayani, Eni
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v13i1.4077

Abstract

Prevalensi gangguan kecemasan pada menopause di Jawa Tengah sebanyak 14%. Kecemasan dapat menyebabkan menopause menjadi gelisah, sering mengalami perubahan suasana hati, menjadi terlalu emosional jika tidak ditangani, mengembangkan gangguan kecemasan atau depresi. Pengobatan non-farmakologis sangat dianjurkan untuk mengobati kecemasan tanpa meningkatkan risik efek samping secara signifikan. Aromaterapi lavender adalah salah satu metode tersebut. Linalool, komponen aktif utama, dianggap bertanggung jawab atas efek lavender yang menenangkan (antikecemasan). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada wanita menopause di Posbindu Karya Sakti Desa Jatijajar. Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain one-group pre-test post-test design. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam menganalisis data secara bivariat, pengujian data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample t-test dengan software SPSS. Hasil uji SPSS diperoleh nilai p-value sebesar 0,002. Hasil tersebut bernilai kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender sebesar 0,65. Kesimpulan penelitian ini yaitu aromaterapi lavender efektiv dalam menurunkan kecemasan pada wanita menopause.
Efektifitas Pijat Oketani terhadap Pencegahan Bendungan ASI pada Ibu Postpartum Kusumastuti, K; Qomar, Umi Laelatul; Pratiwi, P
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan proses menyusui sering kali disebabkan karena timbulnyabeberapa masalah pada ibu post partum salah satunya adalahbendungan ASI. Bendungan ASI merupakan peningkatan aliran venadari limfe pada payudara yang menyebabkan demam, payudara terasasakit, berwarna merah, bengkak dan mengeras. Pijat oketanimerupakan metode breast care yang dapat menstimulus kekuatan ototpectoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membuat payudaralebih lembut dan elastis sehingga dapat memperbaiki masalahlaktasi serta memudahkan bayi mengisap ASI. Tujuan dari penelitian iniadalah mengetahui Efektifitas Pijat Oketani Terhadap PencegahanBendungan ASI Pada Ibu Post Partum. Desain penelitian inimenggunakan quasi eksperimen post test only non-equivalent controlgroup design untuk melihat perbedaan efektifitas pencegahan terjadinyabendungan ASI pada kelompok intervensi yang dilakukan pijat oketanidan kelompok kontrol tanpa perlakuan pijat. Penelitian ini dilakukan diBidan Praktik Mandiri (BPM) wilayah Puskesmas Kebumen IIKabupaten Kebumen pada bulan Juni - Agustus 2017. Populasipenelitian ini adalah seluruh ibu post partum dengan subjek penelitiansejumlah 22 responden pada masing-masing kelompok dengan teknikpengambilan sampel menggunakan konsecutive sampling. Teknikpengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tehnik analisadata menggunakan paired t-test. Pada hasil penelitian, didapatkanseluruh ibu post partum yang dilakukan pijat oketani sebanyak 22 orang(100%) tidak mengalami bendungan ASI. Sedangkan pada ibu postpartum yang tidak dilakukan pijat oketani didapatkan 17 orang (77,3%)mengalami bendungan ASI. Hasil analisis paired t-test diperoleh pvalue= 0,021, hal ini menunjukkan bahwa pijat oketani pada ibu postpartum efektif dalam pencegahan terhadap bendungan ASI. Kesimpulandari penelitian ini menyatakan bahwa kejadian bendungan asi efektifdapat dicegah dengan pijat oketani.
Peningkatan Pemahaman Diri Pubertas melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Siswa Kelas IV-V SD Na'mah, Lutfia Uli; Qomar, Umi Laelatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Remaja menurut WHO adalah penduduk dalamrentang usia 10-19 tahun. Menurut Badan Kependudukan danKeluarga Berencana Nasional (BKKBN), rentang usia remaja adalah10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia 10-19 tahundi Indonesia menurut sensus penduduk tahun 2010 sebanyak 43,5juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk Indonesia. Banyaknyakasus remaja seperti seks bebas, aborsi, HIV/AIDS salah satufaktornya karena minimnya pengetahuan tentang kesehatanreproduksi remaja. Masa remaja sering disebut sebagai masapubertas. Pubertas adalah proses kematangan dan pertumbuhanyang terjadi ketika organ-organ reproduksi mulai berfungsi dankarakteristik seks sekunder mulai muncul. Beberapa penelitianmenyebutkan kurangya pengetahuan reproduksi tentang organreproduksi dan perubahannya, serta perubahan fisik dan sosialnya.Siswa harus lebih peka lagi dengan keadaan fisiknya, yang semulakurang mendapatkan perhatian khusus dalam perawatan, maka padasaat ini membutuhkan perhatian khusus dalam perawatannya Tujuan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatanpengetahuan dan pemahaman diri terhadappubertas remaja padasiswa kelas IV dan V SD Kreatif Muhammadiyah Gombong Metode.Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pre-test,ceramah, diskusi, post test. Materi yang diberikan meliputi kesehatanreproduksi remaja dan masa pubertas dari segi fisik dan caramerawat organ genital, Kesehatan reproduksi remaja dan masapubertas dari segi psikis dan sosisal dan cara menyikapinya.Jumlahpeserta sebanyak 72 siswa yang berumur 10-11 tahun di manamereka akan menghadapi dan beberapa sudah mengalami masapubertas. Media yang digunakan berupa leaflet, power point dan filmtentang motivasi remaja. Hasil. Siswa mengalami peningkatanpengetahuan dan pemahaman diri pubertas dari perubahan fisik,psikis, dan sosialnya. Siswa juga mampu menjelaskan kembali caramerawat organ reproduksi dan bersikap yang baik terhadaplingkungan sosialnya. Kesimpulan. Adanya peningkatan pengetahuandan pemahaman diri pubertas pada siswa kelas IV-V di SD KreatifMuhammadiyah Gombong.
PEMBERIAN SERBUK INSTAN MANIS DAUN PEPAYA UNTUK KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS Handayani, Eka Wuri; Qomar, Umi Laelatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen laktasi yang salah merupakan penyebab utama terhambatnya aliran ASI. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produksi ASI (sindrom kurang ASI). Sekitar 55% dari ibu melahirkan telah memberi makan bayi mereka pada 6 minggu pertama. Insufisiensi ASI tidak hanya disebabkan oleh gangguan fisik tetapi sebagian besar karena salah urus laktasi. Daun pepaya mengandung enzim papain yang belum banyak diketahui orang. Enzim semacam ini berfungsi untuk mempercepat aliran ASI pada masa nifas. Mengkonsumsi bubuk instan daun pepaya pada ibu postpartum dapat mempercepat ASI. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Para partisipan adalah ibu postpartum yang mengalami masalah dengan kelancaran ASI. Hasil setelah mengkonsumsi bubuk instan daun pepaya selama 3 hari, terjadi peningkatan kehangatan ASI ibu postpartum. Ini ditunjukkan oleh kondisi payudara, rembesan air susu ibu dari puting, frekuensi mengisap, buang air kecil dan air besar serta frekuensi tidur bayi. Hal ini menunjukkan bahwa serbuk instan daun pepaya dapat meningkatkan kelancaran ASI ibu post partum.
Penerapan Pemberian Olahan Daun Lembayung dalam Produksi ASI Firdausi, Aulia; Qomar, Umi Laelatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Children having no breast-milk was increasing, from 8% in 2012 to 12% in 2017 (Indonesian Health and Demography Survey, 2017). According to Central Java Health Office in 2016 the average coverage of exclusive breastfeeding in Central Java of 0-6 month old babies during the last four months was 54.2%. It was decreasing compared to the percentage of exclusive breastfeeding in 2015 (61.6%). The failure of mothers to give exclusive breastfeeding can be affected by maternal concerns, such as inadequate milk production, being influenced by the advertisement of formula milk which is considered more practical. Many people do not know about the content of lactagogum in vigna sinensis leaves which can increase milk production of postpartum mothers. Objective: To find out the application of the provision of vigna sinensis leaves in the production of breast-milk. Method: This study is a qualitative descriptive with a case study approach. Data was collected through interview, observation, literature study and documentation. Participants were 5 postpartum mothers. Result: After 7 days consuming vigna sinensis leaves, the milk production of all participants as increasing. This is indicated by the frequency of urination, the characteristics of infant urination, frequency of disposal bowl, and characteristics, the frequency of the baby sleeping and an increase in the baby's weight averaging around 300-400 grams. Conclusion: The application of processed vigna sinensis leaves can increase milk production.