Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbedaan Intensitas Nyeri Ibu Pasca Sectio Caesarea yang Dilakukan Mobilisasi Dini dengan Metode Distraksi Musik Bali Ni Putu Melania Surya Mahendri; Ni Wayan Armini; Regina Tedjasulaksana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8160

Abstract

Nyeri pascaoperasi Sectio caesarea merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat proses pemulihan fisik maupun psikologis. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan minim efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri pada ibu pasca Sectio caesarea yang diberikan intervensi mobilisasi dini dibandingkan dengan distraksi musik tradisional Bali di RSU Semara Ratih tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group. Jumlah sampel sebanyak 42 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Intensitas nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS), kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,001. Kelompok yang memperoleh distraksi musik Bali mengalami penurunan intensitas nyeri lebih besar dibandingkan kelompok mobilisasi dini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik Bali lebih efektif dalam menurunkan nyeri pasca Sectio caesarea. Musik tradisional dapat dijadikan terapi pendukung dalam pelayanan keperawatan pascaoperasi untuk meningkatkan kenyamanan, relaksasi, serta kualitas pemulihan pasien secara optimal. Penerapan intervensi musik tradisional juga berpotensi membantu stabilitas emosional ibu, meningkatkan kualitas istirahat, serta mengurangi kecemasan selama masa perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan pelayanan maternitas yang holistik, humanis, dan berbasis budaya lokal sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara optimal.
PERBEDAAN INTENSITAS DISMENORE PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN INHALER STICK AROMATERAPI PEPPERMINT PADA REMAJA PUTRI Ni Kadek Dwi Suryaningsih; Ni Wayan Armini; Ni Wayan Ariyani; Regina Tedjasulaksana; Gusti Ayu Marhaeni
Jurnal Gema Keperawatan Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v19i1.4179

Abstract

Primary dysmenorrhea is a fairly common health problem during the menstrual cycle and often disrupts the activities of adolescent girls. Non-pharmacological management of menstrual pain is increasingly in demand, this is chosen because it is considered to have a higher level of safety and a low risk of side effects. One method used is peppermint aromatherapy through inhalation. The purpose of this study was to identify differences in the intensity of primary dysmenorrhea before and after administration of peppermint aromatherapy inhaler sticks to adolescent girls at STT Dharma Bhakti. This study used a pre-experimental research design with a one group pretest-posttest method. The sample was selected using a purposive sampling technique with 28 respondents. The instrument used in this study was the Numerical Rating Scale (NRS) to measure the level of pain before and after the intervention. Peppermint aromatherapy inhaler sticks with a dose of 0.5 ml were given and inhaled for 10 minutes, once a day on the first two days of menstruation. The results of the analysis showed a decrease in the median pain intensity from 5,00 to 2,00, and the average from 4,86 to 1,82. The Wilcoxon test produced a Z value = -4,737 with a p-value = 0,000 (p < 0,05), which indicated a significant difference between before and after administration of peppermint aromatherapy inhaler sticks. In conclusion, peppermint aromatherapy inhaler sticks are effective in reducing the intensity of primary dysmenorrhea, and can be used as a practical and non-invasive alternative therapy for menstrual pain in adolescent girls.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur terhadap Sikap Penggunaan Kontrasepsi Implan: The Relationship Between the Level of Knowledge of Women of Reproductive Age and Their Attitudes Towards the Use of Implant Contraceptives Ni Made Nitiasih Pulasari; Gusti Ayu Marhaeni; Regina Tedjasulaksana
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.161

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi implan adalah kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron dan memiliki efektifitas keberhasilan mencapai 99%. Terdapat sejumlah masalah krusial yang berkontribusi terhadap pilihan metode kontrasepsi implan oleh kelompok wanita usia subur, antara lain usia kronologis, riwayat obstetrik (paritas), dukungan dari pihak suami, sikap personal, dan literasi atau pengetahuan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Maret sampai 21 April 2025 di UPTD Puskesmas Petang 1 dengan Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 88 orang. Data dianalisis dengan uji fisher’s exact. Hasil: Penelitian menunjukkan nilai signifikan 0,001<0,05 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. Kesimpulan: Faktor tingkat pengetahun wanita usia subur terhadap pemahaman tentang kontrasepsi implan sangat mempengaruhi pilihan untuk menggunakannya
Gambaran Motivasi Wanita Usia Subur dalam Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Ni Wayan Tina Juliastini; Regina Tedjasulaksana; Ni Wayan Ariyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.679

Abstract

Kanker serviks menempati peringkat keempat kanker dengan prevalensi tertinggi di kalangan wanita. Sangat penting untuk mendorong wanita usia subur untuk terlibat dalam upaya deteksi dini, karena motivasi yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan partisipasi dalam program skrining. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat motivasi wanita usia subur mengenai inspeksi visual dengan asam asetat di Puskesmas Kerambitan 1 pada tahun 2024. Dilakukan dari Oktober hingga November 2024, penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari semua wanita usia subur di wilayah hukum Puskesmas Kerambitan 1. Teknik pengambilan sampel purposive sampling digunakan, sehingga menghasilkan sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur (validitas= (Nilai r hitung > r tabel) dan reliabilitas (Nilai 0,912 (lebih besar dari 0,70)) dan dianalisis melalui analisis univariat. Temuan menunjukkan bahwa motivasi internal, khususnya kebutuhan akan kesadaran kesehatan, kuat di antara 97% peserta, sementara motivasi eksternal, terutama dukungan dari suami, kuat untuk 68% responden. Para profesional kesehatan didorong untuk meningkatkan upaya penjangkauan mengenai pemeriksaan visual dengan asam asetat dengan mengembangkan materi pendidikan yang menarik dan mudah dipahami, seperti video, infografis, dan artikel, untuk lebih memotivasi wanita dalam demografi ini.
Bimbingan Prenatal Yoga Pada Ibu Hamil Untuk Mengurangi Nyeri Pinggang Selama Kehamilan Gusti Ayu Eka; Ni Made Dwi Mahayati; Regina Tedjasulaksana
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pinggang pada kehamilan merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami ibu hamil trimester II dan III serta berdampak pada aktivitas dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan bimbingan prenatal yoga kepada ibu hamil yang mengalami nyeri pinggang sekaligus mendampingi bidan dalam penerapan terapi komplementer. Metode yang digunakan adalah pendampingan dengan desain pretest–posttest pada 30 ibu hamil di Praktik Mandiri Bidan Sri Widi Antari, Kabupaten Gianyar. Intervensi berupa latihan prenatal yoga selama satu jam dengan gerakan yang aman dan terstruktur. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat nyeri pinggang, dari mayoritas nyeri sedang (70%) menjadi nyeri ringan (93,4%) dan tanpa nyeri (6,6%). Kegiatan ini membuktikan bahwa prenatal yoga efektif mengurangi nyeri pinggang serta meningkatkan kapasitas bidan dalam pelayanan komplementer berkelanjutan.
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening