Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Qawaid Fiqhiyyah Dalam Mengembangkan Produk Perbankan Syariah Tya Novianti; Khairani Sakdiah; Rani Febriyanni
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi sistem keuangan di Indonesia mendorong munculnya perbankan syariah yang berbasis nilai dan etika. Namun, masih terdapat kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap struktur dan legalitas produk bank syariah dibandingkan bank konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Qawaid fiqhiyyah dalam pengembangan produk perbankan syariah di Indonesia, mengidentifikasi kaidah-kaidah fikih yang dominan digunakan, serta mengkaji tantangan dan kontribusinya dalam menjamin kepatuhan terhadap prinsip maqashid syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif kritis dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis konten (content analysis). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Stabat dengan melibatkan 5 informan yang terdiri dari pihak manajemen, staf operasional, dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Qawaid fiqhiyyah di BSI KCP Stabat telah melampaui teks normatif dan menjadi instrumen praktis yang dinamis. Kaidah-kaidah dominan yang diterapkan meliputi: 1) Al-Ashlu fil Mu’amalat al-Ibahah (hukum asal muamalah adalah boleh) sebagai pintu gerbang inovasi digital; 2) Al-Kharaj bi al-Dhaman (hasil sebanding risiko) dan Al-Dhararu Yuzal (bahaya harus dihilangkan) dalam mitigasi risiko pembiayaan; serta 3) Al-Umur bi Maqashidiha (setiap perkara tergantung niatnya) dan Al-Ghunmu bi al-Ghurmi (potensi untung sebanding risiko) dalam edukasi produk simpanan. Tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi syariah masyarakat, namun inovasi layanan digital seperti aplikasi BYOND terbukti mampu memberikan kemaslahatan (maslahah) nyata bagi nasabah sesuai koridor syariat.
Implementasi Penggunaan Teknologi Blockchain Dalam Keamanan Transaksi Digital Perbankan Syariah Di BSI KCP Pangkalan Brandan Dwi Utari; Khairani Sakdiah; Kamaliah R
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi blockchain hadir sebagai solusi strategis melalui sistem pencatatan terdesentralisasi yang menjamin transparansi, imutabilitas (data tidak dapat diubah), dan keamanan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi blockchain terhadap keamanan transaksi, mengidentifikasi indikator keamanan yang ditingkatkan, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip syariah di BSI KCP Pangkalan Brandan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pangkalan Brandan. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan pihak internal bank (seperti Branch Manager dan Customer Service) serta nasabah, didukung oleh data sekunder terkait operasional digital bank. Teknik analisis data dilakukan untuk mendapatkan gambaran empiris mengenai efektivitas dan tantangan implementasi blockchain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi blockchain (melalui mekanisme smart contract dan sistem terdesentralisasi) secara signifikan memperkuat keamanan transaksi dengan menghilangkan risiko manipulasi data dan meminimalisir human error. Secara teologis, teknologi ini selaras dengan prinsip syariah seperti Amanah, Siddiq, dan Al-Kitabah (perintah pencatatan transaksi secara adil dan jelas). Blockchain terbukti berfungsi sebagai trust enabler technology yang meningkatkan kepercayaan nasabah karena adanya jejak digital (digital footprint) yang transparan dan tidak dapat dimodifikasi secara sepihak. Namun, tantangan utama yang ditemukan adalah masih rendahnya literasi digital masyarakat terhadap teknologi yang dianggap kompleks ini.
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap ROA Pada Bank Syari'ah Indonesia Periode (2021 - 2024) Sahniyar; Azhar; Khairani Sakdiah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah Indonesia (BSI) serta melihat pengaruhnya terhadap kinerja keuangan bank yang diukur melalui Return on Assets (ROA) selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dengan metode deskriptif dan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan BSI yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deret waktu (time series) untuk melihat perkembangan penerapan GCG dan ROA dari tahun ke tahun, serta dilanjutkan dengan pengujian hubungan antara variabel GCG yang meliputi komisaris independen, komite audit, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional terhadap ROA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural BSI telah menerapkan prinsip GCG sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, terlihat dari proporsi komisaris independen, keberadaan komite audit, serta struktur kepemilikan yang memenuhi standar. Namun, secara parsial sebagian besar variabel GCG tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA, kecuali kepemilikan institusional yang berpengaruh signifikan namun bersifat negatif. Secara simultan, variabel GCG tetap memiliki peran dalam menjelaskan perubahan kinerja keuangan, meskipun pengaruhnya belum sepenuhnya kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan GCG di BSI masih cenderung bersifat pemenuhan aturan dan belum sepenuhnya berdampak langsung pada peningkatan kinerja keuangan, sehingga diperlukan penguatan peran setiap unsur tata kelola agar mampu mendorong kinerja bank secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Pengaruh Pendapatan Bagi Hasil, Pendapatan Margin Murabahah, Dan Simpanan Wadiah Terhadap Return On Assets Pada Bank Syariah Indonesia Periode 2019 –2024 Siska Rahayu; Anjur Perkasa Alam; Khairani Sakdiah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Bagi Hasil, Pendapatan Margin Murabahah, dan Dana Wadiah terhadap Return On Assets (ROA) Bank Syariah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan Bank Syariah Indonesia selama periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS, yang didahului oleh uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Pendapatan Bagi Hasil, Pendapatan Margin Murabahah, dan Dana Wadiah tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA Bank Syariah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih besar dari 0,05. Secara simultan, hasil uji F juga menunjukkan bahwa Pendapatan Bagi Hasil, Pendapatan Margin Murabahah, dan Dana Wadiah tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini hanya mampu menjelaskan variasi ROA sebesar 5,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja Bank Syariah Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh Pendapatan Bagi Hasil, Pendapatan Margin Murabahah, dan Dana Wadiah, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti efisiensi operasional, kualitas pembiayaan, dan kondisi makroekonomi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik di bidang perbankan syariah serta menjadi bahan pertimbangan bagi pihak manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangan bank.
Pengaruh Kualitas Layanan Super Apps Byond Terhadap Minat Nasabah Pada Bank Syariah Indonesia Maulida, Rania; Zaifaturridha; Khairani Sakdiah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan Super Apps BYOND terhadap minat nasabah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Stabat. Kualitas layanan dalam penelitian ini diukur menggunakan lima dimensi, yaitu Tampilan dan Usability (X1), Keandalan (X2), Daya Tanggap (X3), Kepastian (X4), dan Empati & Nilai Syariah (X5). Sedangkan Minat Nasabah (Y) mencerminkan keinginan dan kecenderungan nasabah dalam menggunakan layanan digital perbankan syariah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BSI KCP Stabat, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nasabah terhadap kualitas layanan aplikasi BYOND secara keseluruhan berada dalam kategori sangat baik, dengan nilai rata-rata 4,49, sedangkan tingkat minat nasabah tergolong baik, dengan nilai rata-rata 3,89. Uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel Tampilan & Usability (X1), Keandalan (X2), Daya Tanggap (X3), dan Empati & Syariah (X5) berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah, sedangkan Kepastian (X4) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kelima variabel kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,784, yang berarti 78,4% variasi minat nasabah dapat dijelaskan oleh kualitas layanan BYOND. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas layanan digital yang diberikan oleh aplikasi BYOND khususnya dalam hal tampilan, kemudahan penggunaan, keandalan, daya tanggap, dan penerapan nilai-nilai syariah maka semakin tinggi pula minat nasabah untuk menggunakan layanan tersebut secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi BSI agar terus meningkatkan kualitas layanan digital berbasis syariah dan memperkuat literasi teknologi masyarakat dalam rangka mewujudkan visi sebagai Top 5 Global Islamic Bank.
Pengaruh Leverage Terhadap Roa Pada Bank Syariah Indonesia Periode 2020–2024 Edwin Ardiansyah; Muhammad Saleh; Khairani Sakdiah
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage terhadap profitabilitas pada Bank Syariah Indonesia (BSI) selama periode 2020–2024. Leverage dalam penelitian ini diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan rasio pendukung lainnya seperti QDAR, DOL, DFL, dan DCL, sedangkan profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier. Data penelitian merupakan data sekunder berupa laporan keuangan triwulanan Bank Syariah Indonesia dari tahun 2020 hingga 2024. Sebelum pengujian hipotesis, data telah melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi dengan hasil bahwa seluruh persyaratan model regresi telah terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA Bank Syariah Indonesia. Secara spesifik, leverage keuangan (DER dan QDAR) menunjukkan pengaruh negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat utang atau liabilitas terhadap modal, maka profitabilitas (ROA) cenderung menurun. Sebaliknya, pengelolaan leverage operasional dan biaya yang optimal berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja keuangan. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,764 menunjukkan bahwa 76,4% variasi ROA dapat dijelaskan oleh variabel-variabel leverage yang diteliti. Temuan ini menyarankan agar manajemen BSI terus memperkuat struktur permodalan dan mengelola liabilitas secara hati-hati sesuai prinsip syariah guna menjaga stabilitas profitabilitas.
THE EFFECTIVENESS OF MURABAHAH FINANCING IN IMPROVING THE WELFARE OF MSMES IN BABALAN DISTRICT Yopi Suhanda; Khairani Sakdiah
INTERNATIONAL, Journal of Sharia Business Management Vol 5 No 1 (2026): March
Publisher : CV. Barokah Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of murabahah financing in improving the welfare of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Babalan District. MSMEs often face financial constraints such as funding mismatches, complicated credit procedures, and high transaction costs. As a solution, the Islamic banking system through murabahah contracts offers a riba-free financing scheme that is considered fairer and safer for small business actors. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing data analysis of MSME income levels. The results indicate that murabahah financing is effective in increasing the income and welfare of MSME actors in Babalan District. Empirical data shows that business owners who utilize murabahah financing—particularly in the culinary, service, and trade sectors—experience more significant income growth compared to those relying solely on personal capital. This increase is driven by additional working capital used for raw materials and business equipment procurement. The study concludes that access to fair Sharia financing is a key factor in encouraging business expansion and the household economic stability of MSME actors at the local level.