Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimizing Tourism Grant Funds in Improving the Tourism Industry in Indonesia Hendrajana, I Gusti Made Riko; Sinaga, Firman; Paramitha, Made Widya; Suadnyana, I Wayan; Parwati, Komang Shanty Muni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi optimalisasi dana hibah pariwisata berupa bantuan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP) kepada desa wisata di Indonesia pada tahun 2024 dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kajian yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengamatan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi optimalisasi dana hibah pariwisata dalam meningkatkan industri pariwisata di Indonesia terdiri dari (1) Pemberian dana hibah pariwisata kepada desa wisata yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia; (2) Terjadi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mengelola dana hibah pariwisata; dan (3) Penguatan desa wisata melalui pemanfaatan dana hibah pariwisata. Dana Hibah tersebut dapat dioptimalisasikan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yakni pengembangan sumber daya manusia, peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi, sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Rini, Ni Kadek Mia Yufita; Mahendra, I Wayan Eka; Suadnyana, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i12.911

Abstract

Hotel W Bali Seminyak merupakan salah satu hotel bintang lima di Bali yang berdiri pada tahun 2011. Pemasukan yang diperoleh hotel tersebut juga sangat besar, sehingga mampu menggaji karyawannya bahkan melebihi standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang diterapkan pemerintah kota Badung. Khususnya pada service di Hotel W Bali Seminyak, melebihi gaji yang diterima oleh karyawannya. Kenyataan yang terjadi adalah banyak karyawan yang mengundurkan diri atau resign maupun pindah hotel. Rata – rata alasan yang diberikan karyawan kepada pihak HRD yaitu karena beban kerja yang terlalu tinggi sehingga membuat karyawan untuk memilih pindah dari hotel W Bali Seminyak dan memilih untuk membuka bisnis sendiri ataupun pindah ke hotel lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada Hotel W Bali Seminyak. Untuk menemukan jawaban atas tujuan penelitian ini, maka digunakan pendekatan penelitian kuantitatif asosiatif korelatif dengan alat analisis SPSS versi 26. Hasil penelitian menemukan bahwa beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada Hotel W Bali Seminyak, lingkungan kerja memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan pada Hotel W Bali Seminyak. Demikian juga Beban kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada Hotel W Bali Seminyak. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, diharapkan Hotel W Bali Seminyak lebih memperhatikan peralatan yang digunakan pada karyawan agar beban kerja dan lingkungan kerja menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Hotel W Bali Seminyak is a five-star hotel in Bali which was founded in 2011. The income earned by the hotel is also very large, so that it is able to pay its employees even more than the District Minimum Wage (UMK) standard applied by the Badung city government. Especially the service at Hotel W Bali Seminyak, exceeds the salary received by its employees. The reality is that many employees have resigned or moved to hotels. The average reason given by employees to HRD was because the workload was too high, which made employees choose to move from the W Bali Seminyak hotel and choose to open their own business or move to another hotel. This study aims to determine the effect of workload and work environment on employee performance at Hotel W Bali Seminyak. To find answers to the objectives of this study, a correlative associative quantitative research approach was used with the SPSS version 26 analysis tool. The results found that workload had a positive effect on employee performance at Hotel W Bali Seminyak, the work environment had a positive influence on employee performance at Hotel W Bali Seminyak. Likewise workload and work environment together have a positive effect on employee performance at Hotel W Bali Seminyak. Based on the findings in this study, it is hoped that Hotel W Bali Seminyak will pay more attention to the equipment used by employees so that the workload and work environment become better so as to improve employee performance.
Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Instagram Pada Hotel Canggu Dream Village Amara, Ni Made Dwi; Wijaya, Nyoman Surya; Suadnyana, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i6.1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi pemasaran strategi alternatif yang harus dilakukan pada media sosial Instagram Hotel Canggu Dream Village. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2023 dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah dalam pengelolaan Instagram, hotel menggunakan strategi bauran pemasaran advertising, personal selling, sales promotion, public relation, dan direct marketing. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode SWOT. Adapun dari hasil analisis ini didapatkan hasil berupa posisi penggunaan Instragram sebagai media pemasaran Hotel Canggu Dream Village terletak pada kuadran I, yaitu agresif. Posisi ini memiliki arti bahwa strategi pemasaran hotel berada pada situasi yang menguntungkan karena dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang. Adapun strategi alternatif yang dapat dilakukan oleh hotel adalah mengadakan event melalui Instagram dengan lebih sering, rutin mengupdate dan mengupload fasilitas terbaru, melakukan perekrutan tenaga kerja yang handal dan sudah berpengalaman untuk memegang social media marketing. Untuk saat ini hotel juga harus dapat memanfaatkan fitur gratis yang ada pada Instagram dengan lebih maksimal dan mulai menyiapkan budget untuk fitur berbayar, serta membeli sarana prasarana pendukung seperti kamera, microphone, lighting.This study aims to determine the implementation of alternative marketing strategies that must be carried out on Instagram Hotel Canggu Dream Village social media. This research was conducted in March-June 2023 with a qualitative descriptive research type and used data collection methods in the form of questionnaires, interviews, observation, and documentation. The results of this study are that in managing Instagram, hotels use advertising, personal selling, sales promotion, public relations, and direct marketing marketing mix strategies. Furthermore, an analysis was carried out using the SWOT method. As for the results of this analysis, the results obtained are the position of using Instragram as a marketing medium for Hotel Canggu Dream Village which is located in quadrant I, which is aggressive. This position means that the hotel's marketing strategy is in a favorable situation because it can take advantage of strengths and opportunities. The alternative strategies that can be carried out by hotels are holding events via Instagram more frequently, regularly updating and uploading the latest facilities, recruiting reliable and experienced workforce to handle social media marketing. For now, hotels must also be able to take full advantage of the free features available on Instagram and start preparing a budget for paid features, as well as buying supporting infrastructure such as cameras, microphones, lighting.
SUSTAINABLE SOLUTIONS: GREENHOST LEADING THE INDUSTRIAL DAY 6.0 CHARGE Utik Kuntariati; Luh Eka Susanti; A. A. A. Arun Suwi Arianty; Putu Dian Yuliani Paramita; Ni Made Rinayanthi; I Wayan Suadnyana
Sewagati Vol. 3 No. 1 (2024): Sewagati
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59819/sewagati.v3i1.3767

Abstract

Sustainable Solutions: Greenhost Leading the Industrial Day 6.0 Charge" aims to promote sustainability in the accommodation sector, particularly through the implementation of green practices in hotels and other lodgings. This article presents the methodology and outcomes of a community engagement initiative conducted at the International Institute of Tourism and Business. Through collaborative efforts, including needs assessment, joint action planning, training sessions, environmental assessments, and program development, the project aimed to enhance awareness and adoption of eco-friendly practices. Key findings highlight the importance of collaboration, tailored training, and targeted environmental assessments in advancing sustainability goals in the accommodation industry.
Digital-Based Local Tourism Creativity Development Training to Increase Tourist Attraction: Pengabdian Febrianti; I Wayan Suadnyana; Komang Trigita Juliastari; Komang Shanty Muni Parwati; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4494

Abstract

Bali, a global tourism icon, faces significant challenges in distributing tourist visits to local destinations at the rural level due to the digital divide. This community service article aims to describe the implementation of digital-based tourism creativity development training for local destination managers in Bali to increase their attractiveness and competitiveness. The main problems identified among partners (Pokdarwis in Bali) were reliance on traditional marketing and the low quality of digital content capable of representing the uniqueness of local culture and nature. The community service method was carried out using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which included visual content creation workshops, cultural narrative-based copywriting training ( storytelling ), and social media algorithm optimization. The community service results showed a significant increase in participants' creative capacity in producing aesthetic and informative content, as well as increased interaction on partner destinations' social media channels. The conclusion of this activity emphasizes that the digitalization of local tourism in Bali must be rooted in the creative packaging of local wisdom, so as to attract quality tourist segments and support the sustainable recovery of the creative economy post-pandemic.
Kendala Bagi Pekerja Pariwisata Di Seminyak, Bali Dalam Penggunaan Bahasa Inggris Suadnyana, I Wayan; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 27 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v27i3.1633

Abstract

The language used internationally for communication is English. Therefore mastery of English is mandatory for all workers in the tourism sector. Tourism workers who communicate effectively in English provide an efficient service. Meanwhile, those who speak inadequate English tend to provide less efficient services due to communication barriers between foreign tourists and tourism workers. Based on these facts, the researcher will examine tourism workers' obstacles, especially in ​​Seminyak, Bali, in using tourism English. The method used in this study is a quantitative descriptive method. Data were obtained through questionnaires and interviews with respondents consisting of 54 tourism workers who work in tourism workplaces located in Seminyak, Bali province. The results showed that most of the tourism workers experienced speaking as their biggest obstacle (44.4%, followed by listening (29.6%), reading (14.8%), and writing (11.1%). This research can be suggested to focus on improving the skills of tourism workers in English, especially speaking skills, should be a priority, and formulate the best method to improve speaking skills for future tourism workers, especially in Bali. Keywords: Seminyak, Tourism Worker, English, Obstacles