Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Teknologi Tepat Guna Pengolahan Labu Kuning Menjadi Menu Makanan Kekinian Bagi Balita Nurmaningsih Nurmaningsih; Baiq Dewi Sukma Septiani; Lalu Dwi Satria Ardiansyah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v1i1.57

Abstract

Labu kuning tersusun atas karbohidrat, protein,lemak kalsium (Ca), fosfor, zat besi (Fe), vitamin A,vitamin B,vitamin C dan air. Variasi pengolahan labu kuning diperlukan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengkonsumsi labu kuning, salah satunya melalui pembuatan es krim labu kuning. Berbagai macam kandungan gizi yang terdapat pada labu kuning dapat memberikan asupan gizi yang cukup terutama pada balita. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dalam meningkatkan derajat kesehatan dan menambah pengetahuan tentang teknologi tepat guna pengolahan labu kuning sebagai makanan tambahan variatif dan bernilai gizi tinggi pada balita di Desa Beleke Kabupaten Lombok Barat. Program Pengabdian Masyarakat Program Studi Ilmu Gizi Universitas Nahdlatul Ulama NTB berupa penyuluhan dan praktek teknologi tepat guna terkait gizi dan kesehatan yang diadakan di Desa Beleke Kabupaten Lombok Barat sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Lokasi pengabdian akan dilakukan di Desa Beleke Kabupaten Lombok Barat. Hasil yang diharapkan adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan labu kuning sebagai makanan tambahan variatif dan bernilai gizi tinggi pada balita.
Pengaruh Edukasi PHBS Tentang Mencuci Tangan Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Mencuci Tangan Pada Anak Usia Sekolah di Perumahan Lingkar Permai Tanjung Karang Nurmaningsih Nurmaningsih; Zulhakim Zulhakim
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i1.267

Abstract

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tentang mencuci tangan pakai sabun terutama di masa pandemi seperti saat ini telah menjadi perhatian dunia, hal ini dapat karena masalah kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara maju. Mencuci tangan yang benar menurunkan angka kejadian diare sebesar 45%. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada anak usia sekolah dasar di Perumahan Lingkar Permai diketahui bahwa 38 orang anak belum pernah mendapat edukasi atau penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan PHBS tentang mencuci tangan terhadap pengetahuan dan sikap mencuci tangan pada anak usia sekolah dasar di Perumahan Lingkar Permai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Objek pada penelitian ini adalah seluruh anak usia sekolah dasar di Perumahan Lingkar Permai. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang. Hasil Penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan praktek mencuci tangan pada anak usia sekolah di Perumahan Lingkar Permai Tanjung Karang sebelum diberikan edukasi kesehatan dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan p value 0.000
Hubungan Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan dan Pola Konsumsi Ibu Hamil Terhadap Kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) di Wilayah Kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nurmaningsih Nurmaningsih; Zulhakim Zulhakim; Nurul Jannah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.716

Abstract

World Health Organization (WHO) mendefinisikan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi pengolahan makanan dan pola konsumsi ibu hamil terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 35 Ibu hamil dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut, data yang dikumpulkan kemudian dianalisis yang terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 ibu hamil lebih dominan pada kategori tidak memenuhi syarat sebanyak 16 responden (13,1%), kategori kurang memenuhi syarat sebanyak 6 responden (5,7%) dan kategori memenuhi syarat sebanyak 4 responden (6,2%), dan melahirkan bayi BBLR. Hasil uji statistik menggunakan uji somers’d didapatkan nilai p =0,005 yang berarti p-value < 0,05. Terdapat hubungan antara higiene sanitasi pengolahan makanan terhadap kejadian BBLR.
Penerapan Higiene Sanitasi Makanan dan Uji Total Bakteri Pada Makanan Olahan di Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Solatyah Lazwardi; Dian Neni Naelasari; Nurmaningsih Nurmaningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.720

Abstract

Makanan dan minuman harus aman dari kontaminasi mikroorganisme patogen sehingga kebersihan sanitasi dalam mengolah dan menyajikannya menjadi hal yang utama. Pengolahan dan penyajian makanan dalam jumlah besar seperti di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan seperti diare, hepatitis dan keracunan makanan dan minuman. Berdasarkan uji laboratorium, diketahui bahwa total kandungan bakteri yang terdapat pada makanan beras memiliki total bakteri sebesar 2x101 cfu/g, dan sayur labu siam dan timun jepang memiliki total bakteri sebesar 8x101 cfu/g. Pada sampel makanan, kangkung dan tauge yang ditumis memiliki total bakteri 22x103 cfu/g, dan ikan kering memiliki total bakteri 1x101 cfu/g. Terakhir, sampel pangan nabati kelor memiliki total bakteri sebesar 1x102 cfu/g, dan daging cabai goreng memiliki total bakteri sebesar 2x102 cfu/g. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Kota Mataram pada bulan September 2022. Sedangkan uji total bakteri pada penelitian ini dilakukan di laboratorium pengujian dan kalibrasi kesehatan NTB.