Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Program Pencegahan Dosa Besar Pendidikan Terhadap Perilaku Perundungan di SMP Negeri 9 Gorontalo: Major Sin Prevention Program in Education Against Bullying Behavior at SMP Negeri 9 Gorontalo Sintia Rahmayanti Y. Butudoka; Zulaecha Ngiu; Yuli Adhani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pencegahan tiga dosa besar pendidikan, yang meliputi perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi, di SMP Negeri 9 Gorontalo. Fokus kajian meliputi bentuk pelaksanaan program, respon warga sekolah, hasil yang dicapai, serta hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMP Negeri 9 Gorontalo dilakukan melalui sosialisasi, kegiatan ekstrakurikuler, integrasi dalam pembelajaran, serta penguatan tata tertib sekolah. Respon warga sekolah umumnya positif, terlihat dari adanya kesadaran akan pentingnya pencegahan perilaku negatif tersebut. Namun, hambatan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman sebagian siswa, keterbatasan sarana pendukung, serta tantangan dalam pengawasan perilaku di luar sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan, dukungan semua pihak, dan adanya strategi pengawasan yang berkelanjutan.
Penerapan Metode Reciprocal Teaching Pada Mata Pembelajaran PPKn Di Kelas X2 Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Di SMA N 6 Kota Gorontalo: Implementation of the Reciprocal Teaching Method in the PPKN Subject in Class X2 as an Effort to Improve Student Learning Outcomes at SMA N 6, Gorontalo City Sri Rogaya Mamonto; Asmun W.Wantu; Yuli Adhani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 10: Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode Reciprocal Teaching pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas X2 SMA Negeri 6 Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan minimnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode Reciprocal Teaching diterapkan melalui empat strategi utama, yaitu: merangkum (summarizing), mengajukan pertanyaan (questioning), mengklarifikasi (clarifying), dan memprediksi (predicting). Keempat strategi ini diterapkan secara bergantian antara guru dan siswa, guna meningkatkan pemahaman konsep serta partisipasi aktif dalam pembelajaran. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, dokumentasi, serta tes hasil belajar siswa sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara bertahap dari siklus I hingga siklus III. Pada siklus I tingkat ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 46%, meningkat menjadi 65% pada siklus II, dan mencapai 85% pada siklus III. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan menyampaikan pendapat di kelas. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Reciprocal Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan partisipatif.
Peran Pemuda dalam Memperkuat Kebhinekaan di SMK Negeri 4 Gorontalo: Pengabdian Zulaecha Ngiu; Yuli Adhani; Abdul Nawan Igirisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3244

Abstract

The community service program conducted by lecturers and students of the Civic Education (PPKn) Undergraduate Program at Gorontalo State University at SMK Negeri 4 Gorontalo aimed to foster students’ awareness and appreciation of diversity values through educational, reflective, and participatory approaches. This program was designed as a strategic effort to strengthen students’ understanding, attitudes, and behaviors toward cultural, religious, and social diversity within the school environment. The implementation method employed a participatory research approach based on observation and the distribution of a diversity questionnaire covering cognitive, affective, and conative dimensions. The questionnaire was used to map students’ perceptions of tolerance, solidarity, and attitudes toward differences, which then served as the foundation for organizing interactive activities such as national dialogue sessions. The evaluation results indicated that students of SMK Negeri 4 Gorontalo demonstrated a positive understanding of diversity values, with the majority showing openness, tolerance, and readiness to actively contribute to maintaining unity. Nevertheless, it was found that affective and conative aspects still required reinforcement so that diversity values would not only be understood cognitively but also internalized and practiced in daily life. Overall, this community service activity successfully enhanced multicultural awareness and strengthened students’ national character as young generations committed to unity in diversity.