Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Edu Learning : Journal of Education and Learning

Manajemen Ekstrakurikuler Sains Club dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SD Ibnu Husain Homsatun Jenah; Ainur Rifqi
Edu Learning : Journal of Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut: (1) Perencanaan ekstrakurikuler sains club dalam meningkatkan prestasi belajar siswa; (2) Pengorganisasian ekstrakurikuler sains club dalam meningkatkan prestasi belajar siswa; (3) Pelaksanaan ekstrakurikuler sains club dalam meningkatkan prestasi belajar siswa: (4) Evaluasi ekstrakurikuler sains club dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini teknik yang dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saldana yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan menarik simpulan. Sedangkan keabsahan data yang digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dengan menentukan pihak yang terlibat pada perencanaan dan penetapan prosedur yang meliputi penentuan tujuan agar bisa bersaing di ajang lomba, menetapkan jenis kegiatan berdasarkan kebutuhan siswa yang masih lemah di bidang ipa dan matematika; (2) Pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler meliputi penyusunan struktur organisasi dan pembagian tugas tiap personil; (3) Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sains club dilaksanakan seminggu sekali setelah kegiatan istighosah setiap hari sabtu jam 10.00-12.00 dengan bergantian kelas 4, 5 dan 6; (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler sains club dilakukan tiap pertemuan selesai kegiatan inti atau selesai mengerjakan soal latihan oleh kepala sekolah dan pembina dengan bentuk evaluasi berupa tes tulis dan lisan. Kata kunci: Manajemen ekstrakurikuler, Sains Club, Prestasi Belajar Siswa.  
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN Sidotopo I/48 Surabaya Ailatul Maula; Ainur Rifqi
Edu Learning : Journal of Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut: (1) Peran kepemimpinan kepala Sekolah sebagai penggerak; (2) Peran kepemimpinan kepala Sekolah sebagai penentu arah kebijakan dan tujuan; (3) Pelaksanaan P5. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini teknik yang dikembangkan oleh Miles, Huberman dan Saldana yakni pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan menarik simpulan. Sedangkan keabsahan data yang digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Peran kepemimpinan kepala Sekolah sebagai penggerak dalam dalam menggerakkan pendidik yaitu dengan memberikan nasihat dan arahan agar pendidik memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang baik dan sesuai dengan modul P5, kemudian dalam menggerakkan peserta didik kepala sekolah memberikan perhatian dan dukungan kepada peserta didik dengan cara melakukan kunjungan ke kelas-kelas untuk memberikan motivasi berupa wejangan kepada peserta didik, dan untuk menggerakkan tim fasilitator P5 kepala sekolah membangun komunikasi yang terbuka seperti berdiskusi dalam rapat dan berbagi informasi; (2) Peran kepemimpinan kepala Sekolah sebagai penentu arah kebijakan dan tujuan, dalam menentukan kebijakan P5 kepala sekolah berperan untuk membuat tim fasilitator P5, menjadi pengawas, pembangun komunikasi, dan memberikan pelatihan P5 kepada pendidik, kemudian kepala sekolah dalam menyusun tujuan P5 melakukan koordinasi dengan tim fasilitator P5 dalam menentukan tujuannya; (3) Pelaksanaan P5 alokasi waktunya menggunakan system blok dan tema gaya hidup berkelanjutan dengan topik daur ulang sampah.
PENGARUH KEPEMIMPINAN MELAYANI DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KOMITMEN GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI BERBASIS INKLUSIF SE KOTA SURABAYA Ellena Ihza Katerina; Ainur Rifqi
Edu Learning : Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas terkait gambaran kepemimpinan melayani, iklim sekolah dan komitmen guru di SD Negeri berbasis inklusif di Kota Surabaya serta pengaruh variable kepemimpinan melayani dan iklim sekolah terhadap komitmen guru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu 123 guru SD Negeri berbasis inklusif di Kota Surabaya. Lokasi penelitian ini dilakukan pada 8 SD Negeri berbasis inklusif di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan untuk tingkat kepemimpinan melayani memiliki rata-rata 90,3, tingkat iklim sekolah memiliki rata-rata 98,8 dan tingkat komitmen guru memiliki rata-rata 48,9. Untuk uji T, variable kepemimpinan melayani (X1) memperoleh nilai T hitung > T tabel yaitu 2,239 >1,97993 yang artinya terdapat pengaruh. Kemudian untuk variable iklim sekolah (X2) memperoleh T hitung > T table yaitu 8,824 > 1.97993 yang artinya terdapat pengaruh terhadap komitmen guru (Y) sedangkan untuk uji F memperoleh nilai F hitung > F table yaitu 165.544 > 2.68 yang artinya secara simulta kepemimpinan melayani (X1) dan iklim sekolah (X2) memiliki pengaruh terhadap komitmen guru (Y) di SD Negeri berbasis inklusif di Kota Surabaya.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Membangun Gerakan Literasi Sekolah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Di SD Negeri Rungkut Menanggal I/582 Surabaya Fika; Ainur Rifqi
Edu Learning : Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2022): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menelaah serta mendeskripsikan yakni, perumusan strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, implementasi strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, evaluasi strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, hasil pelaksanaan gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kasus. Hasil yang diperoleh ialah: (1) Perumusan strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dilaksanakan pada awal tahun masehi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, pustakawan/tim literasi, komite sekolah, dan perwakilan wali murid dengan cara menelaah mengenai peluang eksternal, internal, dan ancaman untuk memperoleh pencapaian program gerakan literasi sekolah sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah, (2) Implementasi strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan melibatkan guru, pustakawan/tim literasi, dan siswa dengan terdapat beberapa strategi yang diterapkan disertai tujuan tahunan yang ingin dicapai, kebijakan yang dicapai serta pemberian motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah pada guru, pustakawan/tim literasi, dan siswa maupun adanya pengalokasian sumberdaya, (3) Evaluasi strategi kepala sekolah dalam membangun gerakan literasi sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dilaksanakan setiap satu semester 2 kali pada saat setelah penilaian tengah semester (PTS) dan penilaian akahir semester (PAS), dengan melibatkan kepala sekolah, guru, pustakawan/tim literasi, dan komite sekolah dengan cara melakukan rapat dan monitoring ke kelas atau perpustakaan, (4) Hasil pelaksanaan gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, dengan dibuktikannya siswa mampu memenuhi pencapaian indikator pada kemampuan berpikir kritis pada lingkungan sekolah maupun pada lingkungan rumah atau sekitar secara sederhana.   Â