Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

INTERAKSI ANTAGONIS SIPROFLOKSASIN DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Escherichia coli Fatma Kartika Aryanti Mursid; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.934 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Escherichia coli adalah salah satu flora normal yang dapat berubah menjadi patogen yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Dilaporkan bahwa E. coli mengalami resistensi terhadap siprofloksasin dengan kasus tertinggi di Italia sebesar 40,5%. Penggunaan kombinasi antibiotik dan tanaman herbal dapat digunakan sebagai metode penanganan resistensi. Namun, belum tersedia data yang cukup tentang interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air umbi Allium sativum L. terhadap E. coli.Metode: Penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan kombinasi siprofloksasin dengan fraksi-fraksi dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. terhadap E. coli. Pengujian dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan hasil interaksinya dianalisa berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskall WallisHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air tunggal maupun ganda tidak mampu menghambat E. coli. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana 24,92±1,88 mm dan tidak didapatkan perbedaan signifikan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi etil asetat dan fraksi air masing-masing 25,40±0,52 mm dan 24,33±1,15 mm. Zona hambat tersebut lebih kecil dibandingkan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda serta didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: Interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana bersifat not distinguishable, sedangkan dengan fraksi etil asetat dan air bersifat antagonis.Kata kunci: Siprofloksasin, Escherichia coli, Kombinasi antibiotik dan fraksi Allium sativum L., Daya hambat
Studi In Silico: Potensi Antiadhesi Senyawa Flavonoid Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Berikatan dengan Protein Adhesin GbpA Vibrio cholerae Ariel Brilliant Islami; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.882 KB)

Abstract

Pendahuluan: Kelopak bunga Rosella memiliki berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Pada penelitian terbaru ditemukan bahwa kelopak bunga Rosella memiliki potensi antiadhesi sebagai terapi suportif antibakteri. Namun secara spesifik belum diketahui senyawa aktif mana yang dapat digunakan sebagai agen antiadhesi. Oleh sebab itu, perlu penelitian in silico mengenai senyawa aktif kelopak bunga Rosella sebagai agen antiadhesi.Metode: Penambatan senyawa aktif flavonoid kelopak bunga Rosella terhadap protein target GbpA Vibrio cholerae dievaluasi dari nilai energi ikatan bebas, konstanta inhibisi, interkasi permukaan, dan residu asam amino secara in silico menggunakan docking server dengan fluoroquinolone ciprofloxacine sebagai kontrol.Hasil: Senyawa aktif Quercetin-3-rutinoside memiliki nilai afinitas yang terbaik dibanding senyawa lainnya dalam berikatan dengan protein target GbpA. Quercetin-3-rutinoside memiliki nilai energi ikatan bebas dan konstanta inhibisi yang terkecil melebihi kontrol dan senyawa lain. Nilai interaksi permukaan terbesar juga dimiliki oleh senyawa aktif Quercetin-3-rutinoside. Jumlah residu asam amino terbanyak diketahui milik senyawa 5-Caffeoylquinic acid dengan jumlah 10 residu asam amino dan 6 diantaranya merupakan residu yang sama dengan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) diprediksi memiliki potensi antiadhesi lebih baik dari kontrol dengan cara berikatan pada protein target GbpA Vibrio cholerae .Kata Kunci : Antiadhesi, Hibiscus sabdariffa, In silico
Efek Ekstrak Etanol Bawang Lanang (Aliium sativum L.) terhadap Paralisis dan Kematian Cacing Dewasa Ascaris suum, Goeze M. Zainul Fikri; Reza Hakim; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.554 KB)

Abstract

Introduction: Single Garlic (Allium satuvum L.) can be an alternative cure for the Ascariasis disease because it has compound anti-helmintik like saponin, allicin, and flavonoid that can kill a worm contained in the human body.Method: This research uses the in vitro experimental laboratory. In the sample collection Ascaris suum , goeze used method of random purposive sampling. Ascaris suum , goeze roundworm used in this study amounted to 28 tail included in 7 groups tube which each canister contains 4 worms. 7 groups tube consist of the negative control group (NaCl 0.9 %), 5 group consist single garlic ethanol extract (0.5 % , 1 % , 2 % , 4 % , 8 % ) , and positive control group (pirantel pamoat 5 mg / ml).Result: The results obtained in the linear regression show significant impact (P>0,05) with the required PC50 0,81% to make the paralysis 50% of the total number of worms and it takes concentration Single Garlic extract LC50 2,09% to make the death of 50% of the total number of worms.Conclusion: Extract ethanol of Single Garlic is having an effect on anti-helmintik Ascaris suum, Goeze roundworms.Key Word: Single Garlic Extract, PC50 Paralysis, LC50 Death, Ascaris suum Goeze Adult Worm
POTENSI SENYAWA AKTIF BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) SEBAGAI ANTI-ADHESI DALAM MENGHAMBAT PROTEIN TARGET FimH DAN PapG BAKTERI Escherichia coli Eko Hari Prasetyo; Rio Risandiansyah; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.282 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penghambatan infeksi Escherichia coli dapat dilakukan dengan memhambat penempelan dari bakteri pada sel inang. Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang memiliki potensi sebagai anti-adhesi pada bakteri E. coli, namun masih belum diketahui senyawa aktif dan mekanisme yang bekerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa aktif bunga rosella sebagai anti-adhesi dengan mekanisme penghambatan protein Adhesin FimH dan PapG secara in silico.Metode: Penelitian dilakukan secara penambatan molekul. Afinitas senyawa aktif bunga rosella terhadap protein FimH dan PapG diukur menggunakan website docking server dengan parameter energi ikatan bebas, luas permukaan, konstanta inhibisi dan residu asam amino. Kontrol terhadap FimH adalah Methyl alpha-D-mannopyranoside dan kontrol terhadap PapG adalah D-Galactose.Hasil: Pada hasil kontrol Methyl alpha-D-mannopyranoside didapatkan nilai energi ikatan bebas (∆G) -5,20 kkal/mol, luas permukaan 435.852 Å, konstanta inhibisi 182,10 µM serta 11 residu asam amino. Hasil kontrol D-Galactose didapatkan ∆G -7,08 kkal/mol luas permukaan 343,949 Å, konstanta inhibisi 6,43 µM serta 4 residu asam amino. Senyawa aktif memiliki afinitas yang terbaik terhadap FimH antara lain Quercetin-3-rutinoside dengan ∆G -9,61 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,12 kkal/mol, Kaempferol-3-glucoside ∆G -8,17 kkal/mol. Senyawa aktif memiliki afinitas yang tinggi terhadap PapG antara lain Quercetin-3-rutinoside ∆G -9,24 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,09 kkal/mol, Kaempferol-3-O-rutinoside (Nicotiflorin) ∆G -8,66 kkal/mol. Ketiga senyawa terbaik memiliki luas permukaan lebih tinggi dari kontol, memiliki konstanta inhibisi lebih kecil dibandingkan kontrol serta memiliki kesamaan residu asam amino  sama dibandingkan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) derivat quercetin dan kampferol diprediksi dapat menghambat adhesi E. coli dengan berikatan pada sisi aktif protein FimH dan PapG.Kata Kunci : Anti-adhesi; Hibiscus sabdariffa; in silico.                                         
PENGARUH JENIS PENGALAMAN BELAJAR TERHADAP PERFORMA AKADEMIK PRAKTIKUM ANATOMI DAN RETENSI MAHASISWA KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN DARING Salsa Bella Firdausy Intania; Reza Hakim; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.076 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama masa pandemi COVID 19 mahasiswa kedokteran melakukan praktikum anatomi secara daring sehingga mereka menghadapi kesulitan untuk memahami ilmu anatomi manusia. Salah satu ilmu dasar kedokteran yang penting bagi mahasiswa kedokteran adalah anatomi sistem reproduksi perempuan. Pemanfaatan media belajar anatomi seperti modul praktikum, naskah power point, pengantar kuliah, aplikasi anatomi tiga dimensi, atlas anatomi, rekaman kuliah atau penelusuran sumber di internet dapat dijadikan sebagai pilihan media belajar anatomi. Berbagai media tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda-beda antara lain: verbal, visual, terlibat dan berbuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pengalaman belajar yang tepat agar performa akademik mahasiswa dan kemampuan retensi mahasiswa tetap baik.Metode: Desain penelitian adalah deskriptif anatilik dengan pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa prodi pendidikan dokter FK UNISMA tingkat dua sejumlah 85 responden. Instrumen untuk mengukur retensi berupa soal-soal tentang anatomi sistem reproduksi. Data sekunder yakni performa akademik mahasiswa berupa nilai responsi praktikum. Kuesioner daftar media pembelajaran yang digunakan untuk persiapan tes dan dikategorikan sesuai jenis pengalaman belajar. Analisa statistika digunakan untuk menghubungkan jenis pengalaman belajar dengan nilai retensi belajar mahasiswa dan skor responsi praktikum anatomi menggunakan regresi multivariat dengan SPSS versi 16.0 dan nilai p kurang dari 0,05 dianggap signifikan.Hasil: Mahasiswa dengan jenis pengalaman belajar secara visual (melihat dan membaca) paling banyak terdapat dalam penelitian ini dibandingkan verbal, terlibat dan berbuat. Jenis pengalaman belajar berpengaruh signifikan baik pada performa akademik (p  0,015) maupun retensi belajar mahasiswa (p  0,003).Kesimpulan: Jenis pengalaman belajar kategori melakukan berpengaruh baik terhadap performa akademik dan meningkatkan retensi belajar mahasiswa sarjana kedokteran selama pembelajaran daring.Kata Kunci: pengalaman belajar, praktikum anatomi, pembelajaran daring.
INTERAKSI ANTAGONIS SIPROFLOKSASIN DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Escherichia coli Fatma Kartika Aryanti Mursid; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Escherichia coli adalah salah satu flora normal yang dapat berubah menjadi patogen yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Dilaporkan bahwa E. coli mengalami resistensi terhadap siprofloksasin dengan kasus tertinggi di Italia sebesar 40,5%. Penggunaan kombinasi antibiotik dan tanaman herbal dapat digunakan sebagai metode penanganan resistensi. Namun, belum tersedia data yang cukup tentang interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air umbi Allium sativum L. terhadap E. coli.Metode: Penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan kombinasi siprofloksasin dengan fraksi-fraksi dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. terhadap E. coli. Pengujian dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan hasil interaksinya dianalisa berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskall WallisHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air tunggal maupun ganda tidak mampu menghambat E. coli. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana 24,92±1,88 mm dan tidak didapatkan perbedaan signifikan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi etil asetat dan fraksi air masing-masing 25,40±0,52 mm dan 24,33±1,15 mm. Zona hambat tersebut lebih kecil dibandingkan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda serta didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: Interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana bersifat not distinguishable, sedangkan dengan fraksi etil asetat dan air bersifat antagonis.Kata kunci: Siprofloksasin, Escherichia coli, Kombinasi antibiotik dan fraksi Allium sativum L., Daya hambat
POTENSI SENYAWA AKTIF BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) SEBAGAI ANTI-ADHESI DALAM MENGHAMBAT PROTEIN TARGET FimH DAN PapG BAKTERI Escherichia coli Eko Hari Prasetyo; Rio Risandiansyah; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penghambatan infeksi Escherichia coli dapat dilakukan dengan memhambat penempelan dari bakteri pada sel inang. Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang memiliki potensi sebagai anti-adhesi pada bakteri E. coli, namun masih belum diketahui senyawa aktif dan mekanisme yang bekerja. Pada penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa aktif bunga rosella sebagai anti-adhesi dengan mekanisme penghambatan protein Adhesin FimH dan PapG secara in silico.Metode: Penelitian dilakukan secara penambatan molekul. Afinitas senyawa aktif bunga rosella terhadap protein FimH dan PapG diukur menggunakan website docking server dengan parameter energi ikatan bebas, luas permukaan, konstanta inhibisi dan residu asam amino. Kontrol terhadap FimH adalah Methyl alpha-D-mannopyranoside dan kontrol terhadap PapG adalah D-Galactose.Hasil: Pada hasil kontrol Methyl alpha-D-mannopyranoside didapatkan nilai energi ikatan bebas (∆G) -5,20 kkal/mol, luas permukaan 435.852 Å, konstanta inhibisi 182,10 µM serta 11 residu asam amino. Hasil kontrol D-Galactose didapatkan ∆G -7,08 kkal/mol luas permukaan 343,949 Å, konstanta inhibisi 6,43 µM serta 4 residu asam amino. Senyawa aktif memiliki afinitas yang terbaik terhadap FimH antara lain Quercetin-3-rutinoside dengan ∆G -9,61 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,12 kkal/mol, Kaempferol-3-glucoside ∆G -8,17 kkal/mol. Senyawa aktif memiliki afinitas yang tinggi terhadap PapG antara lain Quercetin-3-rutinoside ∆G -9,24 kkal/mol, Leucoside(kaempferol-3-O-sambubioside) ∆G -9,09 kkal/mol, Kaempferol-3-O-rutinoside (Nicotiflorin) ∆G -8,66 kkal/mol. Ketiga senyawa terbaik memiliki luas permukaan lebih tinggi dari kontol, memiliki konstanta inhibisi lebih kecil dibandingkan kontrol serta memiliki kesamaan residu asam amino  sama dibandingkan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) derivat quercetin dan kampferol diprediksi dapat menghambat adhesi E. coli dengan berikatan pada sisi aktif protein FimH dan PapG.Kata Kunci : Anti-adhesi; Hibiscus sabdariffa; in silico.                                         
PENGARUH JENIS PENGALAMAN BELAJAR TERHADAP PERFORMA AKADEMIK PRAKTIKUM ANATOMI DAN RETENSI MAHASISWA KEDOKTERAN SELAMA PEMBELAJARAN DARING Salsa Bella Firdausy Intania; Reza Hakim; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama masa pandemi COVID 19 mahasiswa kedokteran melakukan praktikum anatomi secara daring sehingga mereka menghadapi kesulitan untuk memahami ilmu anatomi manusia. Salah satu ilmu dasar kedokteran yang penting bagi mahasiswa kedokteran adalah anatomi sistem reproduksi perempuan. Pemanfaatan media belajar anatomi seperti modul praktikum, naskah power point, pengantar kuliah, aplikasi anatomi tiga dimensi, atlas anatomi, rekaman kuliah atau penelusuran sumber di internet dapat dijadikan sebagai pilihan media belajar anatomi. Berbagai media tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda-beda antara lain: verbal, visual, terlibat dan berbuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis pengalaman belajar yang tepat agar performa akademik mahasiswa dan kemampuan retensi mahasiswa tetap baik.Metode: Desain penelitian adalah deskriptif anatilik dengan pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa prodi pendidikan dokter FK UNISMA tingkat dua sejumlah 85 responden. Instrumen untuk mengukur retensi berupa soal-soal tentang anatomi sistem reproduksi. Data sekunder yakni performa akademik mahasiswa berupa nilai responsi praktikum. Kuesioner daftar media pembelajaran yang digunakan untuk persiapan tes dan dikategorikan sesuai jenis pengalaman belajar. Analisa statistika digunakan untuk menghubungkan jenis pengalaman belajar dengan nilai retensi belajar mahasiswa dan skor responsi praktikum anatomi menggunakan regresi multivariat dengan SPSS versi 16.0 dan nilai p kurang dari 0,05 dianggap signifikan.Hasil: Mahasiswa dengan jenis pengalaman belajar secara visual (melihat dan membaca) paling banyak terdapat dalam penelitian ini dibandingkan verbal, terlibat dan berbuat. Jenis pengalaman belajar berpengaruh signifikan baik pada performa akademik (p  0,015) maupun retensi belajar mahasiswa (p  0,003).Kesimpulan: Jenis pengalaman belajar kategori melakukan berpengaruh baik terhadap performa akademik dan meningkatkan retensi belajar mahasiswa sarjana kedokteran selama pembelajaran daring.Kata Kunci: pengalaman belajar, praktikum anatomi, pembelajaran daring.
POTENSI SENYAWA AKTIF BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa) SEBAGAI PENGHAMBAT PROTEIN ADHESI PrgB DAN PROTEIN BIOFILM DisA DARI BAKTERI Enterococcus faecalis Difa Rizqi Akmalia; Reza Hakim; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Enterococcus faecalis merupakan bakteri gram positif pada pencernaan manusia. Adhesi dan biofilm merupakan dua proses penting dalam patofisiologi bakteri, diperankan oleh protein adhesi PrgB dan protein biofilm DisA. Bunga Rosela telah terbukti dapat menghambat biofilm dan anti-adhesi pada bakteri Enterobacteriaceae. Namun untuk efek antiadhesi dan antibiofilm pada Enterococcus faecalis masih belum diketahui.  Metode: Penelitian ini dilakukan secara komputasi menggunakan aplikasi berbasis jaringan “Autodock Vina”. Validasi metode dengan redocking dari natural ligan dan perhitungan RMSD. Metode yang digunakan dikatakan valid jika memiliki nilai RMSD ≤ 2Å. 29 senyawa bunga Rosela diambil dari PubChem.  Protein PrgB (kode 6GED) dan protein DisA (kode 4YXM) yang diambil dari Protein Data Bank. Afinitas senyawa aktif bunga rosela terhadap PrgB dan DisA diukur menggunakan nilai energi ikatan bebas dan residu asam amino.Hasil dan Pembahasan: Kontrol pada penelitian ini adalah LTA (lipoteichoic acid) untuk PrgB dan ST056083 untuk DisA. Senyawa aktif pada Rosela yang berpontensi menghambat protein adhesi PrgB adalah Quercetin-3-rutinoside, Kaempferol-3-O-rutinoside ,Tiliroside. Sedangkan senyawa yang berpotensi menghambat DisA adalah Quercetin, Kaempferol-3-O-rutinoside ,Tiliroside.Kesimpulan: Senyawa aktif bunga rosela memiliki nilai afinitas lebih baik dibandingkan kontrol sehingga berpotensi menghambat adhesi dan biofilm pada bakteri Enterococcus faecalis.Kata Kunci : Anti-adhesi; Anti-biofilm; Enterococcus faecalis; Hibiscus sabdariffa; in silico.
INTERAKSI ANTAGONIS KLORAMFENIKOL DENGAN FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Salmonella thypi Yossi ayu purwanto; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Salmonella thypi adalah bakteri penyebab demam thypoid yang masih menjadi masalah utama morbiditas dan mortalitas global. Kloramfenikol masih menjadi drug of choice dari pengobatan demam thypoid. Resistensi S.thypi terhadap kloramfenikol sebesar 66,8% hingga 72%. Resistensi dapat ditanggani  dengan mengkombinasi antibiotik dengan tanaman herbal yang memiliki senyawa antibakteri seperti Allium sativum L. Senyawa antibakteri dapat dipisahkan dengan metode fraksinasi. Namun belum didapatkan data tentang bentuk interaksi kombinasi kloramfenikol dengan fraksi-fraksi umbi Allium sativum L. terhadap S.thypi.Metode: Penelitian in vitro eksperimental laboratorium dengan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan dianalisa dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST) untuk mengetahui efek antibakteri kombinasi kloramfenikol dengan fraksi n-Heksana, etil asetat dan air dari ekstrak etanol umbi Allium Sativum L. terhadap S.thypiHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat serta air dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. dosis tunggal dan ganda tidak dapat menghambat pertumbuhan S.thypi. Zona hambat fraksi n-Heksana kombinasi kloramfenikol 20,03±2,68. Zona hambat fraksi air kombinasi kloramfenikol 17,37±4,52. Zona hambat fraksi etil asetat dosis kombinasi kloramfenikol 19,95±2,89.Kesimpulan: Kombinasi kloramfenikol dengan fraksi n-Heksana dan air dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. memilliki bentuk interaksi antagonis. Kombinasi kloramfenikol dengan fraksi etil asetat dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. memiliki bentuk interaksi not distinguishable.Kata Kunci: Antibakteri, Kloramfenikol, Allium sativum L, Salmonella thypi,Zona hambat