Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Callus formation response from immature male flower explant of plantain banana (Musa acuminata x Musa balbisiana cv. Kepok) treated by 2,4-D and BAP Dhiya Nabilla Ardhani; Maharijaya, Awang; Megayani Sri Rahayu
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i1.49008

Abstract

Callus induction is an important step in indirect somatic embryogenesis. The aim of this study was to obtain an optimal medium for the callus formation of plantain bananas (cv. Kepok). The research was conducted from May to August 2022 at the Tissue Culture Laboratory of PT. ITCI Kartika Utama, Penajam Paser Utara District, East Kalimantan. The explant used an immature male flower of plantain banana (cv. Kepok). The experiment used a completely randomized design with two factors concentration of 2,4-D (1,2 and 4 ppm) and BAP (5, 10, and 15 ppm). The appearance of callus was monitored daily until it developed explants. On the final observation day, the percentage of explants with callus, as well as the color and texture of the callus, were assessed. The research findings suggest that the optimal medium for inducing callus in male banana flower explants was MS medium supplemented with 2 ppm 2,4-D and 5 ppm BAP. This medium resulted in calluses that exhibited a yellowish-white color and a compact texture. Keywords: callus morphology; genetic improvement; plant growth regulator; tissue culture; triploid banana
Pertumbuhan dan Produksi Pisang Cavendish Dataran Tinggi di Blitar, Jawa Timur Andriani, Ratna; Rahayu, Megayani Sri
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.49366

Abstract

Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana generasi tanaman dapat mempertahankan produksi yang stabil. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Juni 2020 di Blitar, Jawa Timur. Tujuan penelitian untuk mempelajari dan mengevaluasi pertumbuhan dan produksi pisang cavendish dataran tinggi. Komponen pertumbuhan yang dievaluasi adalah tinggi tanaman, lingkar batang, dan jumlah daun. Data diambil dari 5 blok berbeda sebagai ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 10 tanaman contoh. Komponen produksi yang diamati adalah umur buah saat panen, ukuran skim, bobot tangkai tandan, jumlah sisir, jumlah buah per sisir, dan bobot bersih tandan. Pengamatan komponen produksi dilakukan pada saat kegiatan panen sebanyak 3 kali ulangan berdasarkan perbedaan hari panen dan setiap ulangan terdiri atas 10 blok berbeda. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis ragam pada taraf α=5% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis terhadap pertumbuhan dan produksi menunjukkan bahwa tanaman induk memiliki laju pertumbuhan dan keragaan yang cenderung lebih baik sedangkan produksi tanaman setelah tanaman induk cenderung lebih tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa potensi generasi tanaman setelah tanaman induk adalah sama atau lebih baik dari tanaman induk. Kata kunci: anakan, produksi, tanaman induk, tandan
Identifikasi Karakter Jaringan Daun dan Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Normal dan Kopyor Maulaya, Dzakiroh; Rahayu, Megayani Sri; Setiawan, Asep
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 3 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/

Abstract

Deteksi awal tentang kebenaran suatu bahan tanam merupakan hal yang penting.  Salah satu metode yang digunakan dalam mekanisme deteksi awal yaitu dengan pengamatan kuantitatif pada morfologi tanaman. Hasil studi diharapkan dapat memberikan informasi karakter morfologi pertumbuhan awal terkait perbedaan sifat morfologi bibit kelapa normal dan kopyor.  Penelitian bertujuan mempelajari perbedaan karakter vegetatif dan struktur jaringan daun antara bibit kopyor heterozigot (Kk) dan kelapa normal homozigot (KK).  Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo dan Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Bogor. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal yaitu jenis bibit kelapa genjah yang terdiri atas kelapa kopyor (Kk) (kopyor hijau, kuning, coklat) dan kelapa normal (KK) Tlogowungu dengan 5 ulangan. Hasil pengamatan pada bibit kelapa yang dipelihara selama 17 minggu setelah adaptasi menunjukkan adanya perbedaan karakter vegetatif pada pertambahan ukuran lingkar batang antara bibit kelapa normal Tlogowungu dengan kopyor hijau.  Perbedaan antar jenis bibit juga terdapat pada ketebalan epidermis bawah daun muda antara kelapa normal Tlogowungu dengan kelapa kopyor hijau dan kuning. Kata kunci: epidermis, genjah, heterozigot, lingkar batang, Tlogowungu