Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengalaman Perawat IGD Dalam Merawat Pasien di Masa Pandemi Covid 19 Indri Wahyuningsih; Nurul Izzab; Risa Herlianita; Indah Dwi Pratwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.477

Abstract

Latar belakang : Kondisi pandemi COVID-19 berdampak pada tingginya kunjungan pasien ke Rumah Sakit. Salah satu tempat yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien selama pandemi adalah ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Meningkatnya jumlah kunjungan pasien ke IGD di masa pandemi ini memiliki dampak yang tinggi bagi perawat. Perawat IGD adalah tenaga kesehatan yang paling sering terlibat secara langsung dan kontak dengan pasien yang memiliki resiko tertular virus COVID-19. Tujuan : Mengidentifikasi pengalaman perawat IGD dalam merawat pasien di masa pandemi COVID-19. Desain : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan strategi penelitian case study research dengan teknik purposive sampling. Metode : Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur kepada empat partisipan perawat IGD. Hasil : Penelitian ini didapatkan tiga tema.
Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Post CVA: Studi Kasus Viky Nur Farida; Indri Wahyuningsih; Risa Herlianita; Indah Dwi Pratiwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.493

Abstract

Background: Patients with post CVA have difficulties in carrying out their daily activities because of the limited mobility they experience. These obstacles make them need special attention from their family members. In responding to situations like the above, there are several things that are done by the family, one of which is to seek physiotherapy assistance to reduce the level of immobility of the patient. The purpose of this study was to describe the experiences of families in caring for family members with post CVA. Method: This research method uses a qualitative research method with a case study approach. The selection of participants used a purposive sampling method with three participants. While data collection used semi-structured interviews and documentation, with data triangulation as a test of validity and analyzed using thematic analysis. The data collection tool used was a list of interview questions and a cell phone as a recorder. Results: The results of the study found 4 themes, namely: (1) Family experience in meeting the needs of the elimination pattern, (2) Family experience in fulfilling the family support, (3) Family experience in fulfilling the pattern of nutrition fulfillment, (4) Family experience in meeting the needs of the sleep pattern. Discussion: the efforts of participants as children and husbands who have family members with Post CVA conditions in parenting are quite good. despite facing various difficulties, family members have their own way of dealing with these difficulties, so that Mrs. J has enthusiasm in dealing with the conditions he is experiencing and progressing in his condition or rehabilitation stage.
Pengalaman Pasien ACS (Acute Coronary Syndrome) yang Menjalani PCI (Percutaneous Coronary Intervention) Indri Wahyuningsih; Nur Azizah Azzahra; Anis Ika Nur Rohmah; Zaqqi Ubaidillah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.653

Abstract

Background: Cardiovascular disease is one of the non-communicable diseases that has a high prevalence in the world. According to WHO (World Health Organization), data the highest cause of death is ischemic heart disease, which is 16%, which caused 8.9 million deaths in 2019. ACS (Acute Coronary syndrome) is one of the main cardiovascular diseases that has a high mortality rate. And is the leading cause of death worldwide. Data reported by the Ministry of Health 2019, stated that the prevalence of ACS (Acute Coronary Syndrome) diagnosed by health workers reached 1,5% of other non-infectious diseases, with a mortality prevalence of 12.9% from other causes of death. One of the alternative procedures for ACS (Acute Coronary Syndrome) patients is the PCI (Percutaneous Coronary Intervention) procedure with the installation of a heart ring or stent. In an explanation by a heart and blood vessel specialist at RSUD dr. Iskak, dr. Arif Wibisono, SP. FIHA said patients who underwent PCI (Percutaneous Coronary Intervention) procedures were heart patients with characteristics of the patient’s condition that did not improve or even worsen. Assume that patients with ACS (Acute Coronary Syndrome) would be better off if a PCI (Percutaneous Coronary Intervention) procedure was performed instead of only being given blood clotting drugs. This study aimed to explore the experiences of ACS (Acute Coronary Syndrome) patients undergoing PCI (Percutaneous Coronary Intervention) procedures. The method used in this research is a qualitative method using a case study research strategy, research by testing the validity of data by triangulating sources and analyzing data using domain analysis. The results of this study obtained 2 themes, 1) anxiety with the sub-theme feeling of anxiety before the PCI procedure, 2) Ease of health facilities with the sub-theme of health facilities obtained.
GAMBARAN PENGETAHUAN & SIKAP PERAWAT TENTANG PENGGUNAAN TRIAGE DI IGD RS TIPE B KOTA MALANG Indri Wahyuningsih; Angelita Putri Wafa Pradita
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.728

Abstract

Introduction: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah tempat stasioner pertama yang dapat digunakan pasien atau keluarganya untuk mendapatkan pertolongan pertama yang cepat, akurat, dan menyeluruh untuk semua hal. Proses pengambilan keputusan dimana pasien berisiko kematian, kecacatan, kemunduran klinis dan pasien aman untuk menunggu disebut dengan triage. Objectives: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap perawat tentang penggunaan triase di IGD. Methods: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan bantuan analisa dari SPSS 25 dengan responden berjumlah 30. Prosedur penelitian menggunakan pembagian kuesioner kepada perawat di IGD untuk menganalisa Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat tentang Penggunaan Triage di IGD. Results: Proporsi perawat berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang (63,3%) lebih banyak dari pada perempuan. Proporsi perawat paling banyak usia 26-35 tahun sebanyak 26 orang (86,7%) dengan pendidikan terakhir paling banyak s1 sebanyak 26 orang (86,7%) dengan lama kerja paling banyak 5-10 tahun sebanyak 13 orang (43,3%). Proporsi pengetahuan tinggi sebanyak 22 orang (73,3%) dan pravelensi sikap perawat positif sebanyak 27 orang (90%). Conclusions: Penelitian ini menunjukkan bahwa perawat di IGD memiliki tingkat pengetahuan dan sikap perawat yang tinggi. Dibuktikan dengan lama kerja dan pendidikan terakhir yang mempengaruhi hasil dari tingkat pengetahuan dan sikap perawat tersebut.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT MELALUI METODE APLIKASI DUMAS PRESISI PADA SUB BAGIAN DUMAS ITWASDA POLDA SULSEL Wahyuningsih, Indri; Remmang, Hasanuddin; Setiawan, Lukman
Indonesian Journal of Business and Management Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Business and Management, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jbm.v6i2.4421

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganaliisis kualitas pelayanan penerapan aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas), menganaliisis model aplikasi Dumas, dan menganaliisis kendala metode aplikasi Dumas. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan informasn 5 responden sebagai informan, penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan yaitu Desember s.d Januari 2024. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi kata dan comparability data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualiats pelayanan dalam penerapan aplikasi Dumas dan metode aplikasi Dumas bekeraha secar efktif dan efisine. This research was conducted with the aim of analyzing the quality of service in implementing the Public Complaints (Dumas) application, analyzing the Dumas application model, and analyzing the constraints of the Dumas application method. This research used an interview method with 5 respondents as informants. The research was conducted for 2 (two) months, namely December to January 2024. The data was analyzed using word reduction and data comparability.  The research results show that the quality of service in implementing the Dumas application and the Dumas application method works effectively and efficiently.
Analisis Korelasi Disaster Resilience dengan Faktor Ansietas Tenaga Kesehatan Tim PSC 119 yang terlibat dalam Manajemen Bencana Risa Herlianita; Indri Wahyuningsih; Muhammad Wildan Al Furqoni; Alami Nurhandarbeni
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i1.338

Abstract

Disaster resilience leads to the capacity that individuals have to adapt positively in the face of disasters. The purpose of this study is the Development of a Disaster Resilience Model in an Effort to Improve the Disaster Resilience of Health Workers The PSC 119 Team involved in Disaster Management with the first stage of analyzing factors related to disaster resilience in the PSC 119 team involved in handling natural disasters. The research design used by researchers is correlational research with a cross-sectional approach. In this study will use the Purposive sampling technique. The sampling technique uses a total sampling and collected as many as 110 PSC 119 officers in Malang Regency. Data collection using Disaster Resilience questionnaires on Health Workers and DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scale). The data analysis used in this study is univariate and bivariate. Spearman correlation is used to find out the relationship between the degree of closeness of two variables. Results from the Spearman Correlation Test show a significant relationship between disaster resilience with anxiety (R= -0,361, p value= 0.000) and weak correlation strength. It is hoped that the results of this study can be the next steps in improving the coping of health workers and providing policy recommendations related to the resources needed, as an informative reference not only for health workers but also for health students in formulating strategies to increase disaster resilience in health workers involved in disaster management.
Pengalaman Perawat IGD Dalam Merawat Pasien di Masa Pandemi Covid 19 Indri Wahyuningsih; Nurul Izza; Risa Herlianita; Indah Dwi Pratwi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.477

Abstract

Latar belakang : Kondisi pandemi COVID-19 berdampak pada tingginya kunjungan pasien ke Rumah Sakit. Salah satu tempat yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien selama pandemi adalah ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Meningkatnya jumlah kunjungan pasien ke IGD di masa pandemi ini memiliki dampak yang tinggi bagi perawat. Perawat IGD adalah tenaga kesehatan yang paling sering terlibat secara langsung dan kontak dengan pasien yang memiliki resiko tertular virus COVID-19. Tujuan : Mengidentifikasi pengalaman perawat IGD dalam merawat pasien di masa pandemi COVID-19. Desain : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan strategi penelitian case study research dengan teknik purposive sampling. Metode : Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur kepada empat partisipan perawat IGD. Hasil : Penelitian ini didapatkan tiga tema.
GAMBARAN PENGETAHUAN & SIKAP PERAWAT TENTANG PENGGUNAAN TRIAGE DI IGD RS TIPE B KOTA MALANG Indri Wahyuningsih; Angelita Putri Wafa Pradita
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.728

Abstract

Introduction: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah tempat stasioner pertama yang dapat digunakan pasien atau keluarganya untuk mendapatkan pertolongan pertama yang cepat, akurat, dan menyeluruh untuk semua hal. Proses pengambilan keputusan dimana pasien berisiko kematian, kecacatan, kemunduran klinis dan pasien aman untuk menunggu disebut dengan triage. Objectives: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap perawat tentang penggunaan triase di IGD. Methods: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. instrument yang digunakan berupa kuesioner dengan bantuan analisa dari SPSS 25 dengan responden berjumlah 30. Prosedur penelitian menggunakan pembagian kuesioner kepada perawat di IGD untuk menganalisa Gambaran Pengetahuan dan Sikap Perawat tentang Penggunaan Triage di IGD. Results: Proporsi perawat berjenis kelamin laki-laki sebanyak 19 orang (63,3%) lebih banyak dari pada perempuan. Proporsi perawat paling banyak usia 26-35 tahun sebanyak 26 orang (86,7%) dengan pendidikan terakhir paling banyak s1 sebanyak 26 orang (86,7%) dengan lama kerja paling banyak 5-10 tahun sebanyak 13 orang (43,3%). Proporsi pengetahuan tinggi sebanyak 22 orang (73,3%) dan pravelensi sikap perawat positif sebanyak 27 orang (90%). Conclusions: Penelitian ini menunjukkan bahwa perawat di IGD memiliki tingkat pengetahuan dan sikap perawat yang tinggi. Dibuktikan dengan lama kerja dan pendidikan terakhir yang mempengaruhi hasil dari tingkat pengetahuan dan sikap perawat tersebut.
Perumusan dokumentasi keperawatan berbasis pedoman SDKI, SLKI dan SIKI di IGD RS tipe B Kota Malang Wahyuningsih, Indri; Anggraini, Ika Rizki
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1401

Abstract

Background: Nursing documentation serves as evidence of responsibility and legal protection for nurses in carrying out their duties. This documentation serves as an authentic record of the implementation of professional nursing care and can therefore be used as a basis for accountability for all actions taken by nurses. Should legal issues arise related to the nursing profession, complete and accurate documentation can serve as valid evidence in court. However, inadequate nursing documentation remains an internationally recognized problem in healthcare. In emergency nursing, which requires a fast-paced, high-pressure work environment that can determine the life or death of a patient in a matter of minutes, nurses are required to possess high competency to carry out the nursing process skillfully, precisely, and accurately. In addition to providing immediate action, emergency nurses are also required to create complete, accurate, and legally compliant nursing records. Purpose: To formulate nursing documentation based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (INDS), the Indonesian Nursing Outcome Standards (INOS), and the Indonesian Nursing Intervention Standards (INIS) in the emergency department (ER). Method: This community service activity began in December 2024, focusing on developing nursing documentation in accordance with the INDS, INOS and INIS standards in the Emergency Room. The process was carried out through collaboration between the community service team, emergency room nurses, and nursing students. This activity included observation and subsequent discussion of the systematics and documentation models applied in the emergency room. The next stage included a lecture presentation to explain the documentation model and create a nursing documentation form template, coordination with emergency room nurses, and designing an initial nursing record format appropriate to the needs of emergency services. Results: The nursing documentation used was a mixture of manual and electronic formats, did not fully adhere to the INDS, INOS and INIS, and contained irregularities in the writing of nursing documentation. The community service team, along with partners, successfully identified the 10 most frequently encountered medical diagnoses in the emergency room at UMM Hospital and used these as the basis for developing a standardized nursing documentation form that integrates elements of the INDS, INOS and INIS. Conclusion: The community service program ran well and had a positive impact on improving nurses' knowledge in applying and documenting the INDS, INOS and INIS guidelines in the emergency department (ER). Suggestion: Future activities can be more applicable and conducted sustainably. Sustainable mentoring activities in preparing nursing documentation based on the INDS, INOS and INIS can be integrated with the Hospital Management Information System (MIS). Keywords: Documentation; Emergency department; INDS; INIS; INOS; Nursing process Pendahuluan: Dokumentasi keperawatan berfungsi sebagai bukti tanggung jawab dan perlindungan hukum bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Dokumentasi ini merupakan catatan autentik dari pelaksanaan asuhan keperawatan profesional, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pertanggungjawaban atas seluruh tindakan yang dilakukan perawat. Apabila terjadi masalah hukum terkait profesi keperawatan, dokumentasi yang lengkap dan akurat dapat menjadi bukti yang sah di pengadilan. Namun, dokumentasi keperawatan yang kurang memadai masih menjadi masalah yang diakui secara internasional pada layanan kesehatan. Pada keperawatan gawat darurat yang memiliki lingkungan kerja cepat, penuh tekanan, dan dapat menentukan hidup-matinya pasien dalam hitungan menit, perawat dituntut memiliki kompetensi tinggi untuk melaksanakan proses keperawatan secara terampil, tepat, dan akurat. Selain memberikan tindakan segera, perawat gawat darurat juga diwajibkan membuat catatan keperawatan yang lengkap, tepat, dan sesuai ketentuan hukum. Tujuan: Merumuskan dokumentasi keperawatan berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) di instalasi gawat darurat (IGD). Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai pada bulan Desember 2024 dengan fokus pengembangan dokumentasi keperawatan sesuai standar SDKI, SLKI, dan SIKI di IGD. Proses dilaksanakan melalui kolaborasi antara tim pengabdian, perawat IGD, dan mahasiswa keperawatan. Dalam kegiatan ini adalah melakukan observasi dan selanjutnya menelaah dengan berdiskusi mengenai terhadap sistematika dan model dokumentasi yang telah di aplikasikan di IGD. Tahap berikutnya adalah melakukan presentasi dengan metode ceramah untuk memaparkan secara sederhana model pendokumentasian dan pembuatan template formulir dokumentasi keperawatan, koordinasi dengan perawat IGD, dan perancangan format awal catatan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan layanan gawat darurat. Hasil: Menunjukkan bahwa dokumentasi keperawatan yang digunakan masih bersifat campuran antara format manual dan elektronik, belum sepenuhnya mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI serta terdapat ketidakteraturan dalam penulisan dokumentasi keperawatan. Tim pengabdian bersama mitra berhasil mengidentifikasi 10 diagnosis medis yang paling sering ditemukan di IGD RS UMM dan menjadikannya dasar penyusunan formulir dokumentasi keperawatan terstandar yang mengintegrasikan elemen SDKI, SLKI, dan SIKI. Simpulan: Program pengabdian masyarakat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan perawat dalam mengaplikasikan dan melakukan dokumentasi menggunakan pedoman SDKI, SLKI dan SIKI di instalasi gawat darurat (IGD). Saran: Pelaksanaan kegiatan selanjutnya bisa lebih aplikatif dan dilakukan secara berkesinambungan. Keberlanjutan kegiatan pendampingan dalam penyusunan dokumentasi keperawatan berbasis SDKI, SLKI dan SIKI dapat diintegrasikan dengan SIM RS.
Optimalisasi Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI dalam Penyusunan Dokumentasi Keperawatan di Ruang IGD RS Tipe B Kota Malang Wahyuningsih, Indri; Herlianita, Risa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i2.7912

Abstract

Nursing documentation carried out by nurses in carrying out the nursing process includes components of assessment, data analysis, nursing diagnosis, intervention, nursing implementation and evaluation. The nursing process is an inseparable part of nursing care services. A nursing process that is carried out well is one of the indicators for determining the assessment of the quality of nursing care services in a hospital. One component to be able to realize quality nursing care is the nursing documentation aspect. Good documentation is beneficial for patients, nurses and hospitals and can be used as a guide to provide quality services. Nursing documentation carried out by partners in using the SDKI, SLKI and SIKI guidelines has not been carried out optimally and well integrated. The output resulting from this service activity is an increase in nurses' understanding of the use of SDKI, SLKI and SIKI so that it can be applied more optimally, as well as the preparation of emergency nursing documentation forms based on SDKI, SLKI and SIKI.