Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SOSIOLOGI

MENEGAKKAN EVOLUSI PERADABAN BANGSA Rahman, Bustami
SOSIOLOGI Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Society Juni 2014
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Although Indonesia suffered from European colonization like most of East Asian countries in the past, its civilizational characteristic is distinct from that of its closest neighbors such as Malaysia, Singapore, and Brunei Darussalam. As a nation, Indonesia is poorer in terms of discipline, law enforcement, and economy. This writing proposes a hypothesis that the cause of such distinction is not the different colonizers. Instead, it is Indonesia‟s attitude towards its colonizer that makes it different. In a sense, Malaysia, Singapore, and Brunei Darussalam were “given” freedom by the British Empire, while Indonesia obtained its freedom by force, followed by the removal of all traces of its colonizer, which include the old European values. It was reborn and began its new life as a baby, experiencing multiple dying dots and faltered several times. To survive, Indonesia began its complicated, vicious cycle of involution while its neighbors began their evolution. There are three things that must be done to stop the cycle and enforce an evolutive Indonesian civilization. First, the leaders of this country should learn the reason behind the current poor condition of Indonesia, so they can restrain themselves from making the wrong moves. Second, the implementation of the system should be more repressive at certain times, to enforce discipline and law. Third, it is important to learn that democracy can come in many colors since all nations have different natures and needs. Keywords :   Evolution and Civilizational of Nation
Perkembangan Sosiologi di Indonesia Rahman, Bustami
SOSIOLOGI Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Society Mei 2009
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.687 KB)

Abstract

Penting dan sekaligus menarik bagi para sosiolog Indonesia untuk mendiskusikan tentang perkembangan sosiologi di Indonesia, bagaimana state of the art keilmuan ini, yakni cerita tentang levels of development-nya dan lain-lain sekitar itu. Sebagaimana perkembangan sosiologi di negara-negara lain, meskipun itu terjadi di negara maju seperti di Eropa dan Amerika, pergerakannya tidak mudah diprediksi dan oleh karenanya juga tidak mudah diatur mau kemana. Demikian pula yang terjadi di Indonesia, terlebih sejarah perkembangan sosiologi sangat berbeda dari negara-negara atau wilayah di mana sosiologi berinduk.Secara sederhana state of the art dari sosiologi sebagaimana keilmuan lainnya mengandung tiga tahap analisis: dasar mula berkembangnya keilmuan, fakta yang berkembang saat ini, dan arah masa depannya. Dari ketiga analisis itu, arah masa depan adalah yang paling sulit dipahami dan karenanya paling sulit dibangun. Ini disebabkan bukan saja karena ilmu sosial pada umumnya lebih bersifat reaktif terhadap kejadian sosial di sekitarnya, juga karena temuan atau hasil kajian penelitian ilmu sosial kurang terangkai dalam satu sistem temuan yang kontinum dan sustainable per bidang kajian. Dua kelemahan ini adalah sekurang-kurangnya faktor yang membawa sosiologi (dan tentu saja kebanyakan ilmu sosial lainnya) sulit memprediksi dirinya, bahkan jauh lebih sulit ketimbang memprediksi fenomena yang akan terjadi di sekitarnya.Oleh karenanya tulisan ini hanya mencoba sekilas melihat ke belakang, bagaimana tumbuh kembangnya sosiologi di Indonesia serta faktanya saat ini. Setelah itu mari kita bersama-sama menelaah dan mengkritisi akan kemana sosiologi Indonesia ke depan. Tanggung jawab perkembangan sosiologi di Indonesia tentu berada di pundak para sosiolog Indonesia, bukan pada pundak sosiolog luar Indonesia, meskipun samar-samar demikian adanya.