Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Dampak Pembangunan Central Business District Terhadap Perubahan Struktur Ruang Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung Fadhilah, Dhiya Muthia; Rahman, Yudha; Asbi, Adnin Musadri
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i4.56168

Abstract

Peran Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera mendorong Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan sektor perekonomiannya melalui penetapan tujuan penataan ruang sebagai pusat perdagangan dan jasa. Dalam mendukung tujuan tersebut, Kecamatan Kedaton menjadi salah satu wilayah penunjang yang berperan sebagai perdagangan dan jasa skala regional. Kecamatan Kedaton yang terus mengalami pertumbuhan pada pusat perdagangan dan jasa mendorong perubahan penggunaan lahan yang cukup signifikan pada tahun 2013 dan 2022. Perubahan fisik wilayah dapat mengindikasikan adanya perubahan struktur ruang yang dapat mengakibatkan ketidakteraturan penataan ruang, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui dampak pembangunan Central Business District (CBD) terhadap perubahan struktur ruang Kecamatan Kedaton tahun 2013 dan 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan metode kuantitatif berupa analisis spasial, maka dapat diketahui perubahan penggunaan lahan dan perubahan elemen pembentuk struktur ruang Kecamatan Kedaton tahun 2013 dan 2022. Hasil analisis tersebut akan dianalisis kembali menggunakan metode kualitatif berupa analisis komparatif untuk mengetahui dampak pembangunan CBD terhadap perubahan struktur ruang Kecamatan Kedaton tahun 2013 dan 2022. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa adanya perubahan bentuk fisik wilayah yang sesuai dengan rencana tata ruang tidak mengakibatkan adanya perubahan struktur ruang di Kecamatan Kedaton pada tahun 2013 dan 2022, yakni tetap membentuk pola sektoral. 
KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERBASIS PRODUKTIVITAS KOPI ROBUSTA DI DESA BATU KEBAYAN LAMPUNG BARAT Aprilia, Annisa; Rahman, Yudha; Aprildahani, Baiq Rindang
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 4 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v4i3.1016

Abstract

One area that has the potential for local economic development is Batu Kebayan Village, West Lampung Regency. Batu Kebayan Village has various potentials, especially in the field of coffee productivity, but this is still not optimal because it still has various limitations including the need for capital support in processing land and infrastructure; policies that are still inconsistent; and the lack of public interest in buying processed coffee products and lack of promotion. The approach used in this research is a deductive research approach with the analytical technique used in the form of a combination of qualitative descriptive analysis and factor analysis. The data collection method in this study used primary data collection techniques (open interviews and observations). The results obtained from this study are based on the results of the analysis on targets regarding the characteristics of local economic development, found various potentials that support local economic development based on robusta coffee productivity. However, to support this, it is necessary to increase the processing of production products that are not yet optimal, as well as improve road infrastructure to the plantation location.
THE IMPACT OF AGRICULTURAL LAND CONVERSION ON THE ECONOMY AND SPACE UTILIZATION IN JATIMULYO AND WAY HUWI VILLAGES, SOUTH LAMPUNG REGENCY, LAMPUNG PROVINCE Rahman, Yudha; Asbi, Adnin Musadri; Maharani, Annisa; Ramadhan, Khalid Ahmad
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments) Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN DALAM MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN EKONOMI LOKAL DESA (STUDI KASUS DESA MAJA, KECAMATAN KALIANDA) Hutama, Surya; Desta Lia; Rahman, Yudha; Saputri, Dessy Reza
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v14i1.46205

Abstract

Fulfilling the lives of Indonesian people in coastal villages requires a direct active role from the community, government, community institutions and the private sector. One of the fishery processing industries which has great potential is in Maja Village with processed fishery products produced in the form of processed salted fish. Rural communities can play a direct role in solving problems according to regional conditions, and the government can provide assistance and management in realizing local economic sustainability. Sustainable development is access to the basic necessities of life to ensure that people can be economically, socially and politically active in their communities, so attention needs to be given to development and the provision of socio-economic facilities to stem the rate of rural-urban migration. Data collected from interviews, observations and documentation were then processed by identifying value chain activities in the salted fish processing industry in Maja Village and village economic sustainability competencies from each value chain in the salted fish processing industry. The identification results show that in marketing there is still collector intervention which reduces processor profits. For this reason, the sales chain through collectors needs to be stopped. In realizing local economic sustainability, several components that need to be improved are the quality of human resources in the fish processing community and the placement of the right people in each salted fish processing chain. Collaboration with partners who provide regular coaching to improve the quality and diversification of salted fish products. The final component is involving the entire fish processing community in every main and supporting actor in salted fish processing, so that they can work together with the same vision.
Dinamika Penduduk dan Penutupan Lahan Pesisir Kecamatan Bumi Waras menggunakan Sistem Dinamik Marfuah, Cantika Al; Rahman, Yudha; Asbi, Adnin Musadri; Putri, Husna Tiara
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.1.75-91

Abstract

Penelitian ini mengkaji proyeksi dinamika penduduk dan perubahan penutupan lahan di Pesisir Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung dengan menggunakan pendekatan Sistem Dinamik. Kawasan ini dipilih karena memiliki populasi tertinggi di antara kecamatan pesisir lainnya di Kota Bandar Lampung. Penelitian berfokus pada dua variabel utama: dinamika penduduk dan penutupan lahan, dengan mempertimbangkan sub-variabel berupa tingkat kematian akibat polusi dan kebutuhan ruang per kapita. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2033, populasi di Kecamatan Bumi Waras diproyeksikan mencapai 48.490 jiwa. Peningkatan populasi ini berdampak pada perluasan lahan terbangun hingga 93,5% (234,03 Ha) dari total wilayah, menyisakan hanya 6,5% (16,77 Ha) lahan non-terbangun. Kondisi ini tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandar Lampung yang mewajibkan minimal 30% (75,24 Ha) lahan non-terbangun di kawasan tersebut. Ketidakseimbangan ini berpotensi meningkatkan konsentrasi karbondioksida (CO2) di udara, yang diperkirakan dapat mengakibatkan kematian sebanyak 8 jiwa per tahun akibat polusi udara. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengendalian pertumbuhan penduduk dan perencanaan tata ruang yang lebih baik untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir.
Arahan Mitigasi Bencana Tsunami Di Objek Wisata Pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat Qatrunada, Anggun Mutia; Rahman, Yudha; Asbi, Adnin Musadri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia secara internasional dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia disebabkan sekitar 71% atau dua pertiga wilayahnya adalah berupa lautan. Kawasan pesisir merupakan kawasan yang kaya akan potensi baik dari sisi ekonomi, wisata, sumber daya, namun juga berpotensi besar terhadap ancaman bencana. Pada kawasan wisata yang berada didaerah pesisir terdapat ancaman bencana tsunami yang memberikan dampak dan kerugian pada wilayah terancam bencana tsunami. Potensi utama Kabupaten Pesisir Barat adalah sektor pariwisata sehingga banyak wisatawan yang berkunjung untuk berlibur dan menikmati keindahan alamnya, seperti di Desa Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki objek wisata unggulan di Kabupaten Pesisir Barat yaitu Pantai Tanjung Setia. Mengingat objek wisata Pantai Tanjung Setia berada di kawasan pesisir Kabupaten Pesisir Barat sehingga sangat rentan terhadap bencana pesisir yaitu bencana tsunami, maka kerugian yang terjadi akibat bencana tsunami akan mempengaruhi keberlangsungan hidup dari masyarakat lokal dan perekonomian daerah apabila masyarakat dan daerah tersebut sangat bergantung pada pariwisata. Oleh sebab itu, upaya mitigasi bencana tsunami sangat diperlukan di kawasan pariwisata khususnya pada objek wisata Pantai Tanjung Setia, maka butuh dilakukan penelitian terkait arahan mitigasi bencana tsunami di objek wisata Pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat sebagai upaya untuk menciptakan kawasan pariwisata pesisir yang tanggap bencana. Berdasarkan analisis, didapatkan arahan mitigasi bencana tsunami di objek wisata Pantai Tanjung Setia Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari mitigasi struktural berupa pembuatan peta dan jalur evakuasi serta pengadaan signage menuju tempat evakuasi dan titik kumpul, penyediaan sistem peringatan dini adanya bahaya tsunami, pengadaan shelter sebagai tempat berkumpul saat terjadinya bencana tsunami, penyediaan pemecah ombak (break water) untuk menahan gelombang tsunami. Sedangkan mitigasi non-struktural yaitu peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dan pengelola kawasan wisata terhadap bencana tsunami, pembuatan kebijakan tentang tata guna lahan kawasan pesisir yang aman bencana, pembentukan forum pengurangan risiko bencana dalam peningkatan kapasitas masyarakat, pembuatan zonasi kawasan mangrove dan hutan pantai yang termasuk kedalam jalur hijau (green belt).
Kajian Tingkat Kesejahteraan Pelaku Ekonomi Kreatif Di Kelurahan Pahoman Kota Bandar Lampung Rahman, Yudha; Kurnianingsih, Nela Agustin; Maharani, Annisa; Falyajaya, Fatthah Ikhwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.14852

Abstract

Pahoman Village in the Enggal District of Bandr Lampung City is designated as a commercial and service area. Economic activities in this village drive local entrepreneurs to innovate and develop their products, often incorporating creative elements like social media marketing. This engagement in creative economic activities reveals the village's significant creative economic potential. The study aims to assess the welfare of creative economy actors in Pahoman Village. Using a mixed-method approach, the research identifies types of creative economic activities and scores to evaluate welfare levels. Findings show that most creative economy actors in Pahoman Village enjoy high welfare levels. However, it is recommended that government-led creative economic training be implemented to further enhance the capacity of these actors in Enggal District, Bandar Lampung City.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebencanaan Melalui Evaluasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Sukaraja, Kabupaten Lampung Selatan Restu Prima Robi; Yudha Rahman
Journal of Community Development Vol. 5 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i1.202

Abstract

Indonesia, as a country with two-thirds of the ocean, is located at the confluence of three major tectonic plates, namely Indo-Australia, Pacific and Eurasia, making it vulnerable to natural disasters such as megathrusts on the west and south coasts and megathrusts in the north and east that can trigger tsunamis. Lampung Province is one of the areas with high disaster risk based on the Indonesian Disaster Prone Index (IRBI). Therefore, the government has adopted the Destana program as a community-based disaster risk reduction effort. Sukaraja Village, located in South Lampung Regency, faces disaster threats such as landslides, tidal floods and tsunamis. The Destana program has been implemented in this village since 2012 by the South Lampung Regional Disaster Management Agency (BPBD). To evaluate this program, this community service uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model which includes evaluating the context, input, process, and product of the program with mixed methods. The results of community service show that the objectives of the Destana program in Sukaraja Village are appropriate in dealing with disaster risk. Although there are still some efforts that have not been implemented and unmet deficiencies in program resources and strategies, the Destana program as a whole has been running well. However, there are shortcomings in terms of issuing a Decree (SK) that supports Destana activities, which has an impact on access to village funds. Monitoring and evaluation of this program has been carried out by BPBD, but not yet by village officials. Sukaraja Village has shown results in implementing the Disaster Resilient Village program since 2012, although there are still aspects that need to be improved.
PENGUKURAN POTENSI KOTA BANDAR LAMPUNG MENJADI GLOBAL CITY MASA DEPAN Yudha Rahman; Baiq Rindang Aprildahani; Mentari Pratami; Asep Nurul Ajid M; Firlyando Sanjiku K; Restu Prima R; Yoga Pangestu
Jurnal Pengembangan Kota Vol 13, No 2: Desember 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.13.2.10-27

Abstract

Dampak dari globalisasi adalah meningkatnya persaingan antar kota di dunia, dan menimbulkan lahirnya istilah global city. Global city adalah kota yang memiliki fungsi strategis dan berkontribusi besar dalam perekonomian dunia. Kota-kota dunia bersaing untuk bertransformasi menjadi global city dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Pengukuran potensi dapat diidentifikasi melalui 4 flow (Financial Flow; Goods, Services, and Raw Material Flow; Labor Flow; Travel and Tourism Flow). Kota Bandar Lampung memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi global city, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi Kota Bandar Lampung menjadi global city masa depan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh berasal dari studi dokumen, focus group discussion, dan wawancara terstruktur dengan beberapa pihak terkait. Dilakukan pengkategorian terhadap pengukuran potensi yang terdiri dari 4 kategori yaitu sangat berpotensi, berpotensi, tidak berpotensi, dan sangat tidak berpotensi. Hasil dari analisis dan skoring yang telah dilakukan menunjukan bahwa 1 flow berada pada kategori sangat berpotensi dan 3 flow berada kategori berpotensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat potensi yang dimiliki oleh Kota Bandar Lampung agar dapat bertransformasi menjadi global city di masa depan adalah pada kategori berpotensi.
Assessing Coastal Vulnerability to Extreme Waves and Abrasion in Bandar Lampung City: Implications for Spatial Pattern and Infrastructure Adaptation Asbi, Adnin Musadri; Rahman, Yudha; Rasyid, Fachri Muhammad; Siregar, Diyanti Isnani
Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments)
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal cities in Southeast Asia face dual challenges of rapid urbanization and increasing climate pressures, demanding robust integration of risk assessment into spatial planning. This study assesses the vulnerability of Bandar Lampung City's coastal area to extreme waves and abrasion, analyzing implications for its spatial plan. Using a standard hazard index and a spatial overlay against the city's Regional Spatial Plan (RTRW), the research identifies a 'Medium' hazard classification across all four studied sub-districts. Crucially, this classification is not driven by significant hydrodynamic forces but is substantially amplified by anthropogenic vulnerabilities. A development-centric spatial policy has led to the dominance of residential and industrial land use on susceptible coastal typologies, coupled with a critical lack of protective vegetation. The analysis exposes a significant misalignment between planning and risk reduction, revealing a state of 'planned vulnerability' where over 400 hectares designated for future industrial and residential development lie directly within the hazard zone. This physical exposure is compounded by high social vulnerability in densely populated communities and the placement of critical public infrastructure in at-risk areas. Situated within the city's multi-hazard context including flooding, tsunamis, and accelerating climate change impacts, these findings highlight a systemic conflict between short-term development objectives and long-term resilience. The study concludes that effective adaptation requires a fundamental shift beyond project-based solutions towards the systemic integration of multi-hazard risk assessment into urban governance and spatial planning.