Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DISABILITAS PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) Fira Sekarani; Nuralifah Zakiyyah; Tia Rahmania; Septi Fitri Meilana4
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22080

Abstract

This article discusses problems in children with special needs (ABK), especially in children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). This article aims to identify the factors that cause children to have special needs, with the main focus on children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). The method used in this study is observation and in-depth interviews with parents of children diagnosed with ADHD. The data collection method is qualitative with triangulation data collection techniques, namely interview, observation, and documentation analysis. The results of a case study show that ABK with an Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) can be caused by genetics, environmental toxins, and psychological factors, and parents who have a history of ADHD will most likely pass it on to their children. Advice from researchers that during pregnancy, it is very important to consider the right choice of food and nutrition. Pregnant women should not consume raw seafood, because raw seafood can interfere with the development of foetal nerves.
Effectiveness of Sensory Integration Therapy in Children with ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) Rahmania, Tia; Wulandari, Devi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4223

Abstract

ADHD is one of the most frequently diagnosed disorders in childhood. Ratings by teachers and parents indicated that seven to 10 % of American children meet DSM-IV-TR criteria for the disorder, making ADHD the most common childhood disorder. It showed us that it is very important to look for the best intervention therapy for ADHD. A therapy that parents can choose is sensory integration therapy. The present study investigates the effectiveness of sensory integration therapy for children with ADHD. Data was obtained from children who followed sensory therapy for two months up to seven months. A qualitative method was conducted, specifically using interview and observation. Results reveal that subjects show improvement in three important aspects that are the core to ADHD symptoms (inattention, hyperactivity and impulsivity). It can be concluded that sensory integration therapy was effective in improving children with ADHD. ADHD menjadi salah satu masalah yang kerap didiagnosis pada anak-anak. Peringkat yang dilakukan oleh guru dan orangtua mengindikasikan bahwa tujuh sampai sampai 10% anak di Amerika memenuhi kriteria yang disebutkan dalam DSM-IV-TR. Hal ini menjadikan ADHD kelainan paling umum yang terjadi pada masa anak-anak, sehingga menemukan penanganan dan terapi terbaik bagi anak-anak penyandang sangat mendesak. Salah satu adalah terapi sensori integrasi. Penelitian ini bertujuan menyelidiki keefektifan terapi sensori integrasi untuk penyandang ADHD. Data diperoleh dari anak-anak yang telah mengikuti terapi sensori integrasi selama dua hingga tujuh bulan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif, khususnya cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan dalam tiga aspek penting yang merupakan masalah utama dari simtom-simtom ADHD (kurang mampu memperhatikan, hiperaktivitas dan impulsivitas). Dapat disimpulkan bahwa terapi integrasi sensori efektif untuk menangani simtom-simtom pada anak-anak dengan masalah ADHD.
Hidup di Antara Dua Budaya: Makna Integrasi Identitas Bikultural (IIB) Pada Dewasa Muda Hasil Perkawinan Campur di Indonesia Riawaty, Erni; Kartin, Ria Handayani; Rahmania, Tia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Integrasi Identitas Bikultural (IIB) pada dewasa muda hasil perkawinan campur di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna subjektif pengalaman hidup individu bikultural. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur guna memperoleh gambaran mendalam mengenai proses integrasi identitas, dinamika emosional, serta konteks sosial budaya yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dimensi utama IIB, yaitu persepsi keharmonisan (perceived harmony) dan persepsi perpaduan (perceived blendedness), berkembang secara relatif independen. Individu dapat memaknai dua identitas budaya secara damai tanpa harus meleburkannya menjadi satu identitas yang sepenuhnya menyatu, sementara perpaduan identitas dapat muncul dalam bentuk fleksibilitas peran dan perilaku lintas konteks tanpa selalu disertai konflik emosional. Pembentukan IIB dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi regulasi emosi, fleksibilitas kognitif, dan penerimaan diri yang berfungsi sebagai fondasi dalam mengelola kompleksitas identitas ganda. Faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, penerimaan sosial, pengalaman akulturasi, serta minimnya tekanan untuk memilih salah satu identitas budaya, yang dapat memperkuat atau melemahkan proses integrasi identitas. Integrasi identitas bikultural yang harmonis memungkinkan individu merasa nyaman dengan dirinya serta membangun relasi interpersonal yang sehat. Sebaliknya, konflik identitas berpotensi menimbulkan stres sosial, perasaan terasing, dan kebingungan nilai. Dalam konteks perkembangan dewasa muda, IIB berkaitan erat dengan tugas perkembangan psikososial, seperti pembentukan relasi intim, komitmen jangka panjang, dan stabilitas diri. Temuan penelitian menegaskan bahwa IIB merupakan proses adaptif penting bagi kesejahteraan psikologis dan pembentukan identitas dewasa muda, serta berkontribusi pada pengembangan psikologi lintas budaya dan psikologi perkembangan.