Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

RUMAH ADAT SELASO JATUH KEMBAR RIAU DALAM EXOTIC DRAMATIC STYLE Hasanah, Saniyyah; Nofi Rahmanita
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.335

Abstract

Penciptaan karya ini didasarkan pada karya yang berjudul "Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar Riau Dalam Exotic Dramatic Style. Terinspirasi dari Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar yang dipadukan dengan batik Kuansing sebagai elemen motif visual dalam gaya exotic dramatic. Gaya ini menggabungkan elemen budaya lokal Melayu dengan menggunakan teknik bordir dan sulam payet ke dalam tingkatan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, sehingga menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas. Tujuan dari karya ini untuk memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau melalui pendekatan artistic yang modern dan ekspresif dalam acara fashion show Rantak Rupo yang dilaksankan di Bukittinggi Jam Gadang. Proses penciptaan melibatkan eksplorasi bentuk, warna, dan motif batik khas Kuansing. Elemen khas seperti bentuk atap melengkung, detail ornamen ukiran, dan prinsip ruang fungsional dari rumah adat ini diadaptasi untuk menghasilkan desain yang bernilai estetika tinggi serta berdaya guna. Metode penciptaan mencakup studi literatur, observasi lapangan, dan eksplorasi desain konseptual. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa integrasi elemen arsitektur tradisional ke dalam desain modern mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan inovasi dalam dunia desain. Hasil karya ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui eksplorasi kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
UPCYCLE FASHION IN THE FEMININ ROMANTIC STYLE Sari , Mutia Witri; Rahmanita, Nofi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.370

Abstract

Perkembangan industri fashion yang pesat telah mendorong munculnya fenomena fast fashion, yakni produksi busana massal dengan koleksi yang terus berganti-ganti dalam waktu singkat. Fenomena ini memberikan dampak negatif yang kompleks terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengkarya mengusung konsep upcycle melalui pemanfaatan kembali limbah busana fast fashion menjadi karya baru bernilai tambah dan ramah lingkungan. Inovasi busana upcycle yang dihasilkan dikombinasikan dengan kain wastra nusantara, yaitu motif batik durian khas Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sebagai upaya pelestarian budaya tradisional. Teknik fabric manipulation seperti korsase, ruffel, serta lekapan dihadirkan untuk memperkuat karakter gaya feminine romantic yang modern dan mewah. Siluet busana yang dipilih adalah A-line, dengan pilihan warna-warna cerah dan natural seperti biru muda, krem, dan coklat. Hasil karya ini diharapkan dapat memberi alternatif solusi fashion berkelanjutan, sekaligus memperkaya mode Indonesia dengan sentuhan budaya lokal dan kreativitas ramah lingkungan.
MENARA GENTALA ARASY SEBAGAI INSPIRASI DALAM BUSANA KONTEMPORER Endangsari, Wella; Rahmanita, Nofi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.384

Abstract

Karya yang berjudul “Menara Gentala Arasy sebagai Sumber inspirasi Dalam Busana Kontemporer”, terinspirasi dari arsitektur Menara Gentala Arasy dengan mengambil beberapa bentuk dan ornamen yang terdapat pada menara dan jembatan seperti bentuk jam, ornamen pada menara dan arsitektur jembatan dalam bentuk motif pada busana dengan menggunakan teknik payet yang membentuk motif jembatan gentala arasy sebagai hiasan busana. Busana kontemporer yang memadukan nuansa tradisional dengan elemen futuristik melalui kombinasi bahan batik Jambi yang klasik dan american drill yang modern. Pada bagian tengah terdapat motif jam dan menara yang dibuat dengan teknik lekapan benang, mencerminkan perpaduan waktu dan arsitektur. Warna biru tua dan orange memberi kontras yang dinamis, disempurnakan motif lekapan benang pada bagian lengan baju. Pemilihan warna terinspirasi langsung dari Menara Gentala Arasy yaitu warna kuning keemasan, merah, biru zamrud, dan hitam. Bahan yang digunakan yaitu satin bridall, americann drill, dan batik Jambi.