Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INDUSTRI KREATIF BATOK KELAPA SEBAGAI PENUNJANG EKOMONI MASYARAKAT Yandri Yandri
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 4, No 1 (2023): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v4i1.3807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan sumber daya alam sebagai bahan baku penciptaan produk kerajinan ramah lingkungan (ramah lingkungan). Potensi alam di lingkungan Lubuk Malako, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, merupakan sumber daya alam dari pohon kelapa yang tumbuh subur di daerah tersebut. Sumber daya alam ini merupakan modal dasar untuk pembukaan dan pengembangan industri kreatif, khususnya usaha kerajinan rakyat. Masyarakat di kawasan tersebut mengolah batok kelapa dengan teknik kolase dan akar kayu menjadikan produk kerajinan sebagai sumber ekonomi. Ketersediaan alam yang melimpah sumberdaya berpotensi menjadi industri kerajinan kreatif yang berkelanjutan karena pemanfaatannya bahan yang mudah ditemukan dan terbarukan. Produk yang dihasilkan bersifat fungsional dan barang-barang dekoratif dan produk souvenir untuk mendukung pariwisata di kabupaten Solok Selatan, yaitu terkenal dengan kawasan Seribu Rumah Gadang dan Rumah Gadang Panjang. Memanfaatkan alam potensi yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan warga untuk menciptakan ekonomi kreatif yang mampu menyediakan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi. Kata kunci: Ekonomi, Industri Kreatif, Pohon Kelapa This study aims to examine and describe the utilization of natural resources as raw materials for creating environmentally friendly craft products. The research focuses on the natural potential of Lubuk Malako, a district in Solok Selatan, West Sumatra. The area is blessed with abundant coconut trees, which serve as a valuable natural resource for opening and developing creative industries, particularly in the field of craft businesses. The local community in this region employs the collage technique using coconut shells and wood roots to produce handicraft products, which serve as an economic resource. The availability of these natural resources in large quantities has the potential to foster a sustainable creative craft industry due to the ease of sourcing materials and their renewable nature. The resulting products range from functional and decorative items to souvenir products, supporting tourism in Solok Selatan district. This region is renowned for its Seribu Rumah Gadang and Rumah Gadang Panjang, adding to the significance of these craft products. By harnessing the natural potential of the area, the study aims to enhance the citizens' ability to foster a creative economy, thereby bringing direct social and economic benefits to their lives.
Perancangan Media Informasi Tentang Si Ganjua Lalai Sebagai Karakter Ideal Perempuan Minangkabau Zahra Fildza Rafsi; Yandri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1252

Abstract

Si Ganjua Lalai merupakan ungkapan dalam cerita kaba Sabai Nan Aluih yang menggambarkan karakter ideal perempuan Minangkabau yang lemah lembut, bijaksana, kuat, berani dan pantang menyerah, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mulai kurang dikenal oleh generasi muda akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner, diketahui bahwa masih banyak anak-anak yang belum mengenal karakter ideal perempuan Minangkabau yang tergambar dalam ungkapan Si Ganjua Lalai. Oleh karena itu, perancangan media informasi tentang Si Ganjua Lalai dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai karakter ideal perempuan Minangkabau kepada anak-anak usia 9-12 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan pendekatan 5W+1H dan analisis target audiens. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi anak sebagai media utama yang didukung oleh media pendukung berupa e-book, poster, X-Banner, infografis, media sosial, dan merchandise. Perancangan visual menampilkan karakter, lingkungan, serta nilai-nilai budaya Minangkabau dengan gaya ilustrasi yang komunikatif, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak-anak. Perancangan media informasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap karakter ideal perempuan Minangkabau serta menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam ungkapan Si Ganjua Lalai sejak usia dini.
Perancangan UI/UX Website Museum Perang Sintuk sebagai Media Informasi Sherly Rahmi; Yandri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.927

Abstract

Perang Sintuk merupakan peristiwa sejarah perjuangan rakyat Nagari Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Museum Perang Sintuk didirikan sebagai upaya pelestarian sejarah dan media edukasi bagi masyarakat. Namun, penyampaian informasi museum masih terbatas dan belum didukung oleh media digital yang optimal. Oleh karena itu, perancangan UI/UX Website Museum Perang Sintuk sebagai media informasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan penyebaran informasi yang lebih luas, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi digital berupa website yang informatif, edukatif, dan mudah diakses oleh masyarakat. Metode perancangan yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka, dengan pendekatan Design Thinking yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Proses perancangan mencakup tahap perumusan konsep, perancangan visual, pembuatan user flow, wireframe, hingga prototype website. Hasil perancangan berupa prototype website Museum Perang Sintuk yang menerapkan prinsip UI/UX dengan visual yang merepresentasikan nilai sejarah dan identitas lokal. Website ini diharapkan dapat menjadi media informasi dan edukasi sejarah yang efektif serta mendukung pelestarian nilai perjuangan dan budaya lokal melalui media digital.
Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Material Alternatif Dalam Perancangan Produk Set Organizer Di Daerah Bukittinggi Muhammad Rofi Permana; Yandri
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1488

Abstract

Limbah kulit singkong merupakan limbah organik yang melimpah di Bukittinggi, tetapi pemanfaatannya masih terbatas sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Seiring berkembangnya desain produk, material ramah lingkungan semakin dibutuhkan untuk mendukung konsep sustainable design. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai material alternatif dalam perancangan produk set organizer yang fungsional, estetis, dan desain berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, eksperimen material, dianalisis dengan metode 5W+1H menentukan perancangan. Prosesnya yaitu eksplorasi kulit singkong, pembersihan, pengeringan, pencetakan menjadi material komposit, pengembangan konsep, pembuatan sketsa, visualisasi tiga dimensi, hingga prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit singkong berpotensi sebagai material alternatif produk set organizer. Material yang dihasilkan memiliki tekstur alami, warna earth tone, dan nilai estetika. Produk yang dirancang meliputi tempat tisu, tray multifungsi, tempat alat tulis, wadah serbaguna, dan asbak dengan sistem modular untuk meningkatkan kerapian dan efisiensi ruang. Perancangan ini membuktikan limbah kulit singkong diolah menjadi produk fungsional bernilai tambah mendukung desain berkelanjutan serta berpotensi menjadi inovasi produk berbasis potensi lokal Bukittinggi.