Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN PENAMBAHAN BAHAN ADITIF TERHADAP KARAKTERISTIK SILASE KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisica) Saputra, Ian Dewa; Dianingtyas, Brilian Desca; Rahmawati, Nurina; Afiyah, Dyah Nurul
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6103

Abstract

Abstract Due to the large amount of kapok banana peel waste and the lack of utilization of this waste, research was carried out on making animal feed by fermenting silage in the feed. This research aims to determine the effect of adding additives to kepok banana (Musa paradisiaca) silage. The research was carried out for 19-30 October 2024. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) using 3 treatments, namely P0 (silage without addition), P1 (silage plus 10% molasses), P2 (silage added with 10% rice bran) which was analyzed using Kruskal-Wallis. From the three treatments in this research, 21 samples were obtained, each combination of faktors was repeated 7 times. The Variabels that were measured were the physical quality of banana peel silage (texture, color, aroma, pH and presence of mold). The results showed that the interaction between adding additives to Kepok banana peel silage had no significant effect (P>0.05) on the texture, aroma of the silage and the presence of mold. Meanwhile, there was a significant difference (P<0.05) in the color and degree of acidity of Kepok banana peel silage. Keywords: Silage, Kepok Banana Peel (Musa paradisiaca), Molasses, Rice Bran, Physical Quality Abstrak Berdasarkan banyaknya limbah kulit pisang kepok dan belum adanya pemanfaatan dari limbah tersebut, maka dilakukan penelitian pembuatan pakan ternak dengan pembuatan fermentasi silase pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan aditif terhadap silase pisang kapok (Musa paradisiaca). Penelitian dilaksanakan selama tanggal 19- 30 Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan penelitian rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 perlakuan yaitu P0 (silase tanpa bahan aditif), P1 (silase ditambah 10% molases), P2 (silase ditambah 10% bekatul) yang dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Dari ketiga perlakuan penelitian ini maka di dapatkan sebanyak 21 sampel setiap kombinasi antar faktor diulang sebanyak 7 kali ulangan. Variabel nyang dimati yaitu kualitas fisik silase kulit pisang (tekstur, warna, aroma, pH, dan keberadaan jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara penambahan aditif pada silase kulit pisang kepok tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap tekstur, aroma silase, dan keberadaan jamur. Sedangkan menunjukan perbedaan nyata (P<0.05) terhadap warna dan derajat keasaman silase kulit pisang kepok. Kata Kunci: Silase, Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca), Molases, Bekatul, Kualitas Fisik.
PERFORMA PRODUKSI BROILER DENGAN MODEL KANDANG RAK DAN POSTAL PADA SISTEM KANDANG SEMI CLOSE HOUSE Rokhim, Muhammad Abdul; Rohmad, Rohmad; Rahmawati, Nurina
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19579

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perbedaan model kandang rak dan postal pada sistem semi close house terhadap performa produksi broiler. . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Variabel penelitian meliputi : konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas. Analisis data dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Data penlitian menunjukkan bahwa penggunaan kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, feed convertion ratio dan mortalitas. Konsumsi pakan pada akhir penelitian menunjukkan kandang postal 2141,00 g/ekor dan kandang rak 2283 g/ekor. Pertambahan bobot badan selama melakukan penelitian antara kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan sangat nyata (P< 0,01). Pertambahan pada minggu akhir penelitian ialah bobot badan ayam kandang rak 87,00 gram/ekor/hari jauh lebih tinggi dari pada kandang model postal 76,33 gram/ekor/hari. Konversi pakan pada kandang postal ialah 1,45, sedangkan pada kandang rak ialah 1,38. Mortalitas terbanyak berada pada kandang model postal dengan total perolehan selama 4 minggu adalah 283 ekor (7%) dan kandang model rak adalah 122 ekor (3,05%). Kesimpulan dari penelitian ialah peforma produksi kandang semi close house rak lebih baik dibandingkan kandang semi close house postal
PERFORMA PRODUKSI BROILER DENGAN MODEL KANDANG RAK DAN POSTAL PADA SISTEM KANDANG SEMI CLOSE HOUSE Rokhim, Muhammad Abdul; Rohmad, Rohmad; Rahmawati, Nurina
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19579

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perbedaan model kandang rak dan postal pada sistem semi close house terhadap performa produksi broiler. . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Variabel penelitian meliputi : konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas. Analisis data dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan angka dan statistik dalam pengumpulan data serta analisis data yang dapat diukur. Data penlitian menunjukkan bahwa penggunaan kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P0,01) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, feed convertion ratio dan mortalitas. Konsumsi pakan pada akhir penelitian menunjukkan kandang postal 2141,00 g/ekor dan kandang rak 2283 g/ekor. Pertambahan bobot badan selama melakukan penelitian antara kandang postal dan kandang rak menunjukkan perbedaan sangat nyata (P 0,01). Pertambahan pada minggu akhir penelitian ialah bobot badan ayam kandang rak 87,00 gram/ekor/hari jauh lebih tinggi dari pada kandang model postal 76,33 gram/ekor/hari. Konversi pakan pada kandang postal ialah 1,45, sedangkan pada kandang rak ialah 1,38. Mortalitas terbanyak berada pada kandang model postal dengan total perolehan selama 4 minggu adalah 283 ekor (7%) dan kandang model rak adalah 122 ekor (3,05%). Kesimpulan dari penelitian ialah peforma produksi kandang semi close house rak lebih baik dibandingkan kandang semi close house postal
Pengaruh Kombinasi Fitobiotik dan Probiotik dengan Penambahan Zn-EM4 terhadap Produktifitas dan Kualitas Telur Ayam Ras Rahmawati, Nurina; Rokana, Efi; Oktavianto, Mokhamad Arief; Saputra, Moch. Rizal
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 8 No 4 (2023): Volume 8 Nomor 4, November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v8i4.1140

Abstract

Antibiotic Growth Promotor (AGPs) yang dipai untuk ternak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu diperlukan alternatif AGP sebagai penggati seperti antibiotik probiotik, fitobiotik atau kombinasi keduanya untuk meningkatkan produktifitas ternak. Tujuan enelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi fitobiotik dan probiotik dengan penambahan seng oksida (ZnO) terhadap produktifitas dan kualitas telur ayam petelur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan berupa kombinasi pemberian kunyit, sambiloto dan larutan Zn-EM4. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kombinasi fitobiotik dan probiotik dengan penambahan seng oksida (ZnO) tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) pada variabel produksi telur harian, konversi pakan, bobot telur, presentase cangkang telur, albumin dan kuning telur. Hasil rataan konsumsi pakan 119,77 g - 122,89 g/ekor/hr, produksi telur harian 83.66% - 91.61%, konversi pakan 2,25 – 2,38, bobot telur 63 - 63,75 g/butir, persentase bobot cangkang telur 13,47 - 13,74 %, persentase bobot albumin 59,16 - 60,54 % dan persentase kuning telur 24,38 - 25,41 %. Pemberian fitobiotik dan probiotik dengan penambahan seng oksida (ZnO) dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh terhadap produktifitas ayam petelur.
Efektifitas Kepadatan Kandang dan Periode Pemberian Ransum yang Berbeda terhadap Performa Produksi Ayam Jawa Super Fase Finisher: The Effect of Cage Density and Feeding Period on Production Performance of Super Native Chickens Finisher Phase Rahmawati, Nurina; Rohmad, Rohmad; Afrizal, Muhammad Deris
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i2.27847

Abstract

The study aims to determine the production performance of super native chickens reared with cage densities of 8 birds/m2, 10 birds/m2, 12 birds/m2, and 14 birds/m2 with a feeding period of 2 and 3 times a day. The material used in this study was super-native chickens, with a total of 246 birds aged 35 days. The research method is an experimentation method with a RAL (completely randomized design) factorial pattern with 4 treatments and 3 replicates. Parameters observed were feed consumption, body weight gain, FCR, feed efficiency, and final body weight. Data were processed with ANOVA. If there is a significant difference, it will be tested with the DMRT (Duncan Multiple Range Test). The results showed that cage density and period of feeding had no significant effect (P > 0.05) on feed consumption, body weight gain, feed conversion, feed efficiency, or final body weight of super native chickens. Feed consumption has an average value of 1437.7–1511 gr/bird/day. Average body weight gain was 469–511.7 gr/bird/day, feed conversion was 2.8–3.2, feed efficiency was 31.5–44%, and the final body weight of super native chickens was 887.7–916 g/bird. The conclusion of this study is that different cage density and feeding period of super native chickens have no significant effect on their performance.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG BEKICOT PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR Nurina Rahmawati; Brilian Desca Dianingtyas; Dyah Nurul Afiyah
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8648

Abstract

Wilayah sub-urban dan pertanian kerap menghadapi masalah ekologis akibat ledakan populasi hama bekicot (Achatina fulica). Limbah cangkang bekicot yang menumpuk setelah dagingnya dimanfaatkan sering kali diabaikan dan dibuang begitu saja, hingga menimbulkan pencemaran lingkungan serta menjadi vektor penyakit bagi manusia dan ternak. Padahal, cangkang bekicot memiliki kandungan kalsium karbonat CaCO3 yang tinggi, melimpah, dan berpotensi besar untuk diutilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektifitas penambahan tepung cangkang bekicot pada pakan terhadap performa produksi dan kualitas telur ayam ras. Penelitian ini akan selama 42 hari dimulai dari tanggal 15 Januari s/d 28 Februari 2026. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode eksperimen dengan menggunkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang sudah dihitung Koefisien Keragaman BB yang terdiri atas 4 perlakuan 7 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan penelitian ini adalah P0 (Pakan basal), P1(Pakan basal + 1 % Tepung  cangkang bekicot), P2 (Pakan basal + 3%  Tepung  cangkang bekicot dan P3 (Pakan basal + 5%  Tepung  cangkang bekicot. Variabel yang diamati dalam penelitian ini ialah konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur dan haugh unit. Data dianalisi menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung cangkang bekicot memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur. Namun memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap haugh unit telur ayam ras pada perlakuan penambahan 5% tepung cangkang bekicot dengan nilai 94,82. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah penambahan tepung cangkang bekicot memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production, konversi pakan, bobot telur, tebal kerabang telur, indeks putih dan kuning telur. Namun memberikan pengaruh yang nyata terhadap haugh unit. Dosis yang disarankan untuk meningkatkan performa ayam ras ialah perlakuan P3 dengan  dosis 5% tepung cangkang bekicot.
Performa dan kandungan protein maggot dengan pakan limbah rumah tangga terfermentasi Nurina Rahmawati; Brillian Desca Dianingtyas
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v14i1.17698

Abstract

Feed is crucial in livestock farming. Rising feed prices are a new challenge, and solutions are needed to reduce feed costs by replacing pellets with homemade protein. Black Soldier Fly are recommended protein sources.The purpose of this study was to determine the results of a mixture of rice waste and green vegetable waste on the performance and nutritional content of maggots. The research method used was an experiment or trial in the form of a Completely Randomized Design (CRD) where the treatment given was a combination with different percentages of the BSF living media. The treatment of the maggot growing media was 5 treatments and 3 replications with the treatment arrangement in this study as follows: P1 = 100% Rice Waste, P2 = 75% Rice Waste + 25% Green Vegetable Waste, P3 = 50% Rice Waste + 50% Green Vegetable Waste, P4 = 25% Rice Waste + 75% Green Vegetable Waste and P5 = 100% Green Vegetable Waste. Observed variables: maggot and colony weight, maggot length, maggot protein and fat content. The results showed that feeding fermented household waste did not have a significant effect (P>0.05) in individual weight and maggot length. However, it did significant effect (P<0.05) in colony weight, crude protein, and crude fat content. The best performance and nutrient content was found in treatment P5 (feeding 100% green vegetable waste) with an average colony weight of 1355.67±11.50 g, crude protein content of 34.88% and crude fat content of 30,92%. The conclusion of this study is that fermented household waste feed has no significantly effect on the performance and crude protein content of maggots
Analisis silase limbah sayur Pasar Grosir Ngronggo terhadap kapasitas tampung ternak ruminansia di Kota Kediri Brilian Desca Dianingtyas; Nurina Rahmawati
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i2.16076

Abstract

The Ngronggo Wholesale Market in Kediri City generates predominantly organic waste, primarily vegetable waste. The development of ruminant livestock for urban farming in Kediri City is highly dependent on the land's carrying capacity, which has the potential to serve as forage for animal feed. Utilizing processed market vegetable waste as silage for ruminant livestock is one alternative to address this issue. This research aims to determine the capacity of ruminant livestock to utilize the vegetable waste silage. The research design used was a qualitative descriptive design, collecting data on the amount of vegetable waste, the number of livestock, and livestock capacity. The potential availability of vegetable waste silage from the Ngronggo Wholesale Market in Kediri City in 2024 is estimated to be 11,186.56 kg DM/year (Dry Matter/year), 378.11 kg CP/year (Crude Protein/year), and 8,423.48 kg TDN/year (Total Digestible Nutrients/year). Consequently, the potential of the vegetable waste silage from the Ngronggo Wholesale Market in Kediri City can fulfill the needs of 2,983.08 Animal Units (AU) based on DM availability, or 840.24 AU based on CP availability, or 3,743.77 AU based on TDN availability. This research concludes that silage made from vegetable waste from the Ngronggo Wholesale Market is sufficient to supply over 50% of the total animal units in Kediri City.