Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Seni Bagi Anak-Anak Paud Dan SD Di Jakarta Barat Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.767 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.316

Abstract

The children in Wijaya Kusuma District had potentials in Art but they had not fully realized and developed because of the middle to lower economic and social situation. Those children also had a great desire to learn, but no one facilitated. On the other hand, their parents could not see the art potentials in children yet, so they did not encourage and appreciate children's talents in art. The purpose of this community service was to provide the arts workshop based on their respective talents and interests. The method applied was grouping the children according to their interests and talents, namely singing, drawing or crafting, and dancing. The workshop was given for two months or eight meetings. The exhibition and children's art performances were attended by parents and the surrounding community at the last meeting. The results of the activity showed the participation of children in singing, drawing or crafting activities, and dancing. The Art exhibitions presented the paintings from used paper, pencil cases from paper pulp, and dolls from eggs. The Art performances were in the form of dances and songs. The enthusiasm of parents and the community was also seen by their visits to the exhibitions and art performances.
Penyuluhan Orang Tua Dan Bimbingan Belajar Anak Di Jakarta Barat Wiyun Philipus Tangkin; Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.318 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.321

Abstract

The lack of parental knowledge about discipline influences the role of parents in educating their children. Thus, it forms those who lack of discipline. It became the background of Community Service carried out in the form of parental counseling and tutoring for children in Wijaya Kusuma Village, West Jakarta. This counseling aimed to make parents reflect more on their role as the main educator in the lives of their children. The learning guidance that was carried out was motivated by the attitude of children who were passive and still afraid to express themselves both in written and orally. In the implementation of this study guide, children were directed to get to know more about who they are, their families, their dreams, and their hopes. Children were trained to be able to express and describe images of themselves, their families, hopes, and ideals in oral and written forms. The methods used in tutoring varied such as games, interactive teachings, group works, and independent assignments. The results of the observations during learning were that children looked better in terms of character, which was more disciplined and showed a cooperative attitude with their friends. From the results of evaluating the implementation of counseling, parents felt that this counseling was important and useful for them in educating their children at home.
Pelatihan Pengelolaan Kelas bagi Guru Sekolah untuk Mencapai Tujuan Pembelajaran Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.136 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.849

Abstract

Keterampilan para guru di dalam mengelola afeksi saat berhadapan dengan para murid, rekan guru lainnya, pimpinan, dan orang tua menentukan pencapaian tujuan pembelajaran di dalam kelas. Para guru di Sekolah Mardi Yuana Cilegon membutuhkan waktu dan kesempatan untuk mengevaluasi dan merefleksikan pengalaman mengajar mereka selama ini di dalam kesempatan formal sekolah. Oleh karena itu, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan dan melatihkan praktik-praktik pengelolaan kelas yang efektif kepada guru. Pelatihan ini diberikan selama delapan kali pertemuan. Metode pelaksanaan adalah dengan pemaparan materi yang diselingi dengan ice breaking, diskusi kelompok yang dipimpin oleh para mahasiswa tutor, presentasi kelompok, gallery walk, tes, dan jurnal refleksi mingguan. Hasil kegiatan menunjukkan ada dua hal yang menjadi evaluasi para peserta pelatihan: internal dan eksternal. Untuk hal internal yang menyangkut diri peserta, 96% peserta pelatihan menyatakan bahwa motivasi mereka sebagai guru untuk bersedia menjadi lebih peka terhadap wawasan dan ilmu yang telah mereka peroleh dan memberikan ruang untuk evaluasi serta refleksi terhadap pengalaman mereka mengajar selama ini meningkat. Untuk hal eksternal yang di luar diri peserta, 96% peserta pelatihan menyatakan bahwa fasilitas yang dipakai untuk pelatihan cukup memadai, materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan, dan para pelatih dapat menyampaikan dengan metode yang tepat.
PELATIHAN GURU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MURID SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Juniriang Zendrato
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.743 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1163

Abstract

Selama penerapan pembelajaran jarak jauh, para guru SMP-SMA Dian Harapan Jakarta memiliki kesenjangan pemikiran dalam hal keterampilan berpikir murid, yaitu: 1) 61% guru berfokus untuk peningkatan ranah kognisi saja; 2) hanya 11% guru yang mengaplikasikan keterampilan berpikir tertinggi di dalam kelas; 3) hampir seluruh guru mengajar hanya sampai pada tingkat menganalisis permasalahan saja. Keterampilan berpikir tertinggi adalah metakognisi yaitu keterampilan yang menjadikan para murid problem solvers bagi masalah sehari-hari dan mampu memberikan perbaikan pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pelatihan guru ini difokuskan pada peningkatan keterampilan berpikir murid. Dengan demikian, tujuan pelatihan ini adalah membahas berbagai praktik dan membangun komitmen guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir murid. Pelatihan ini dilakukan selama minggu terakhir April 2021 yang diikuti oleh enam puluh delapan guru SMP-SMA di Sekolah Dian Harapan Jakarta. Adapun metode pelaksanaannya: 1) brainstorming dengan pemberian angket; 2) membaca teks dan membuat ringkasan; 3) sharing dan kerja kelompok; dan 4) evaluasi dan refleksi individu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru: 1) termotivasi dan berkomitmen untuk merancang pembelajaran yang meningkatkan keterampilan berpikir murid; 2) menentukan accountable partner yang dapat memberikan umpan balik; dan 3) mengapresiasi pembicara dalam hal interaksi dengan peserta, cara penyampaian pesan, pemberian materi baca, dan pemberian variasi kegiatan secara daring.
A Field Experience Program for Teaching Children with Diverse Abilities Course in A Faculty of Education Juniriang Zendrato
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1830

Abstract

This article discussed the gap between the Graduate Profile and the assessment of the Teaching Children With Diverse Abilities course held by the Faculty of Education in Tangerang, Indonesia. Therefore, the purpose of the paper was to explain the importance of a field experience program for the course as a solution to achieve the Graduate Profile. It is a qualitative research method. A case study was employed. The results were the field experience program could be implemented in this course because of (1) preparing the teacher students to teach special needs children; (2) building partnership with schools to be teaching practice places for the teacher students; (3) giving opportunities to teacher students to improve their teaching skills and develop their teaching affection, and (4) increasing the teacher students' feeling of competency. Moreover, the program did not only guide the teacher students to understand inclusive education, but also the holistic education from the Christian perspective. Therefore, the teacher students needed to have transcendental relationships before teaching the students with diverse abilities. The conclusion was the field experience program in the Teaching Children With Diverse Abilities fulfilled the graduate profile in the values of “Calling” and “Competence” through its achievement to Faculty of Education Program Learning Objectives, Competencies Learning Objectives, and assessments.
PELATIHAN UNTUK GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK Juniriang Zendrato; Natanaella Prayudhan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1518

Abstract

Anak-anak akan bertumbuh secara maksimal ketika berada di dalam lingkungan yang penuh cinta, sehat, dan suportif. Salah satu kecerdasan anak yang akan berkembang adalah kecerdasan spiritual. Spiritualitas adalah kesadaran anak, akan hidup suci dan keberadaannya di alam semesta, yang mempengaruhi tindakan, perasaan, dan pikirannya. Bila spiritualitas anak berkembang dengan baik, anak akan terhindar dari berbagai pelecehan, penyakit, dan mampu menghargai diri sendiri serta orang lain. Permasalahan yang muncul adalah para guru dan orang tua yang merupakan lingkungan terdekat anak-anak kurang menyadari spiritualitas anak dan pentingnya untuk dikembangkan serta bagaimana cara mengembangkannya. Oleh karena itu, pelatihan dalam bentuk webinar untuk para guru dan orang tua se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Student Life UPH berkerjasama dengan Yayasan Abar difokuskan untuk membantu para guru dan orang tua mendapatkan tambahan wawasan dalam mengembangkan spiritualitas anak. Webinar ini dilakukan melalui diskusi interaktif, sharing pengalaman, pemaparan teori, dan tanya jawab. Hasil dari webinar ini peserta (sebanyak 75%) sudah memahami arti spiritualitas anak di awal webinar. Setelah mengikuti webinar ini, ada peningkatan 12% peserta yang mengetahui alasan perlunya mengembangkan spiritualitas anak. Yang terakhir, seluruh peserta (100%) dapat berkomitmen dan menyebutkan dengan tepat cara untuk mengembangkan spiritualitas supaya anak-anak mereka tumbuh sehat secara maksimal.
Dampak Pengiring Proyek Video Pembelajaran Pada Matakuliah Studi Kurikulum di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan Zendrato, Juniriang; Sambonwaman, Mega Natalia
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.412

Abstract

Keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi di dalam kelas menjadi tantangan setiap dosen di dalam mewujudkan pendidikan yang holistis. Sehubungan dengan hal tersebut, proyek pembuatan video pembelajaran sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi dosen diadakan untuk kemudian diteliti dan dilihat dampak pengiringnya pada sekelompok mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak pengiring proyek video pembelajaran dan mendeskripsikan langkah pelaksanaan proyek video pembelajaran bagi mahasiswa tingkat ke-2 di mata kuliah. Studi Kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan. Metode penelitian survei digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diberikan kepada 46 mahasiswa, wawancara kepada 10 mahasiswa, observasi kelas sebanyak 12 kali, dan studi dokumen mengajar dosen. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut; dampak pengiring proyek video pembelajaran yang dirasakan oleh para mahasiswa adalah meningkatnya minat (83%), perhatian (87%), dan motivasi belajar mahasiswa (96%); meningkatnya pemahaman konsep materi (74%), ingatan terhadap poin-poin pembelajaran (83%), keterampilan berpikir (76%); dan meningkatnya kreativitas (83%). Adapun tahapan yang dilakukan di dalam mengerjakan proyek video pembelajaran ini adalah tahap persiapan yang terdiri dari 7 langkah, tahap pelaksanaan yang terdiri dari 8 langkah, dan tahap evaluasi yang terdiri dari 2 langkah.
A Field Experience Program for Teaching Children with Diverse Abilities Course in A Faculty of Education Zendrato, Juniriang
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1830

Abstract

This article discussed the gap between the Graduate Profile and the assessment of the Teaching Children With Diverse Abilities course held by the Faculty of Education in Tangerang, Indonesia. Therefore, the purpose of the paper was to explain the importance of a field experience program for the course as a solution to achieve the Graduate Profile. It is a qualitative research method. A case study was employed. The results were the field experience program could be implemented in this course because of (1) preparing the teacher students to teach special needs children; (2) building partnership with schools to be teaching practice places for the teacher students; (3) giving opportunities to teacher students to improve their teaching skills and develop their teaching affection, and (4) increasing the teacher students' feeling of competency. Moreover, the program did not only guide the teacher students to understand inclusive education, but also the holistic education from the Christian perspective. Therefore, the teacher students needed to have transcendental relationships before teaching the students with diverse abilities. The conclusion was the field experience program in the Teaching Children With Diverse Abilities fulfilled the graduate profile in the values of “Calling” and “Competence” through its achievement to Faculty of Education Program Learning Objectives, Competencies Learning Objectives, and assessments.
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS DARING UNTUK SANGGAR ANGKRINGAN BOCAH SINAU YOGYAKARTA Zendrato, Juniriang; Sihombing, Desi Riyanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1866

Abstract

Sanggar Angkringan Bocah Sinau adalah lembaga pendidikan informal di Yogyakarta yang dikelola oleh perseorangan. Sanggar ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang memiliki minat belajar tinggi, tetapi tidak memiliki biaya untuk mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah. Anak-anak ini belum mendapat pelajaran Bahasa Inggris di sekolah, padahal Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa internasional yang harusnya, menurut Kurikulum Merdeka, sudah diajarkan sejak anak berada di kelas 1 SD. Anak-anak kelas 4-7 ini berasal dari keluarga dengan perekonomian menengah ke bawah. Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Daring ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan keterampilan anak dalam percakapan Bahasa Inggris. Adapun metode mengajar yang diterapkan melalui zoom setiap pertemuan adalah dengan 1) pengiriman materi belajar sebelum kelas melalui grup WA; 2) penyampaian aturan kelas di setiap awal pembelajaran; 3) reviu materi pertemuan sebelumnya; 4) penyampaian materi baru; 5) penerapan break out room untuk latihan terbimbing; 6) presentasi individual; dan 7) pemberian Pekerjaan Rumah setiap minggu untuk latihan mandiri. Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan percakapan Bahasa Inggris dalam hal pelafalan, tata bahasa, kelancaran berbicara, dan kosa kata. Namun demikian, intonasi murid masih datar. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya rasa percaya diri murid di dalam mengekpresikan ide dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Dampak Pengiring Proyek Video Pembelajaran Pada Matakuliah Studi Kurikulum di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan Zendrato, Juniriang; Sambonwaman, Mega Natalia
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.412

Abstract

Keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi di dalam kelas menjadi tantangan setiap dosen di dalam mewujudkan pendidikan yang holistis. Sehubungan dengan hal tersebut, proyek pembuatan video pembelajaran sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi dosen diadakan untuk kemudian diteliti dan dilihat dampak pengiringnya pada sekelompok mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak pengiring proyek video pembelajaran dan mendeskripsikan langkah pelaksanaan proyek video pembelajaran bagi mahasiswa tingkat ke-2 di mata kuliah. Studi Kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pelita Harapan. Metode penelitian survei digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang diberikan kepada 46 mahasiswa, wawancara kepada 10 mahasiswa, observasi kelas sebanyak 12 kali, dan studi dokumen mengajar dosen. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut; dampak pengiring proyek video pembelajaran yang dirasakan oleh para mahasiswa adalah meningkatnya minat (83%), perhatian (87%), dan motivasi belajar mahasiswa (96%); meningkatnya pemahaman konsep materi (74%), ingatan terhadap poin-poin pembelajaran (83%), keterampilan berpikir (76%); dan meningkatnya kreativitas (83%). Adapun tahapan yang dilakukan di dalam mengerjakan proyek video pembelajaran ini adalah tahap persiapan yang terdiri dari 7 langkah, tahap pelaksanaan yang terdiri dari 8 langkah, dan tahap evaluasi yang terdiri dari 2 langkah.