Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : TEKNOSIAR

Pengaruh Akar Tanaman Terhadap Parameter Geser Tanah Dan Stabilitas Lereng Pada Ruas Jalan Ende – Wolowaru Veronika Miana Radja; Fransiskus Xaverius Ndale; Tarsisius Tibo
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.232 KB)

Abstract

Keberadaan akar tanaman dapat meningkatkan kekuatan tanah khususnya tegangan geser (kohesi) dalam menjaga kestabilan lereng. Akar tanaman mempunyai kemampuan menyimpan air tanah yang baik dan menjaga kestabilan tanah terhadap perubahan kadar air akibat proses pembasahan dan pengeringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa besar kekuatan geser tanah dari masing-masing vegetasi seperti tanah yang mengandung akar; bambu, akar kemiri, akar rumput gajah, akar alang – alang dan akar cengkeh. Pengambilan sampel tanah dilakukan di sepanjang ruas jalan Ende- Wolowaru yaitu pada Km. 12 tanah yang mengandung akar bambu, Km. 19 tanah yang mengandung akar kemiri, Km. 27 tanah yang mengandung akar rumput gajah, Km. 28 tanah yang mengandung akar alang-alang dan Km. 46 tanah yang mengandung akar cengkeh. Hasil uji geser langsung didapatkan hubungan antara kadar air, angka pori, derajat kejenuhan, kohesi dan sudut geser. Hasil penelitian dari masing-masing vegetasi: tanah yang tidak mengandung akar nilai kohesi 0.13 kg/cm2, tanah yang mengandung akar bambu nilai kohesi 0.2 kg/cm2, tanah yang mengandung akar kemiri nilai kohesi 0.5 kg/cm2, tanah yang mengandung akar rumput gajah nilai kohesi 0.5 kg/cm2, tanah yang mengandung akar alang-alang nilai kohesi 0.05 kg/cm2 dan tanah yang mengandung akar cengkeh nilai kohesi 0.4 kg/cm2.
Identifikasi Gerakan Tanah Di Wilayah Kampus Universitas Flores Veronika Miana Radja
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.663 KB)

Abstract

Gerakan tanah adalah bencana alam yang sering terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan seperti di Flores. Untuk mengidentifikasi gerakan tanah di suatu wilayah, salah stunya adalah dengan menggunakan sistem informasi geografis. Dengan menggunakan parameter sebaran gerakan tanah dan beberapa peta parameter seperti data sondir, kemiringan lereng, tekstur tanah, kedalaman tanah, permeabilitas tanah, tingkat pelapukan, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, kedalaman muka air tanah yang dibuat dalam suatu format.Peta tersebut digunakan untuk menghitung kepadatan dari gerakan tanah masing-masing unit. Perhitungan berdasarkan luas gerakan tanah perunit dan nilai bobot masing-masing unit pada peta parameter.Selanjutnya merancang peta zona kerentanan gerakan tanah dari semua jumlah nilai bobotnya. Hasilnya dilakukan perbandingan dengan peta hasil pemetaan langsung di lapangan (data sekunder). Perbandingan dari kedua hasil tersebut dibuat kesimpulan akhir peta gerakan tanah final yang dikelompokan menjadi empat zona yaitu zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah, zona kerentanan gerakan tanah rendah, zona kerentanan gerakan tanah menengah dan zona kerentanan gerakan tanah tinggi.
Tinjauan Keamanan Lereng Di Desa Tomberabu 1 Kecamatan Ende Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; Kota, Ireneus
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 1 (2019): Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.844 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i1.227

Abstract

Secara geografis, Desa Tomberabu 1 berjarak kurang lebih 15 km dari Kota Ende dengan ketinggian wilayah rata-rata 780 meter dari permukaan laut dan keadaan topografi terdiri dari bukit dengan kemiringan berkisar 30° - 60°. Mayoritas masyarakat Desa Tomberabu 1 berprofesi sebagai petani dan bermukim di sepanjang lereng yang juga merupakan lahan perkebunanan dan ladang penduduk. Sehngga perlu dipertimbangkan keamanannya dari bahaya longsor, mengingat daerah ini merupakan wilayah dengan intensitas curah hujan cukup tinggi.Analisis ini dilakukan untuk memperoleh deskripsi sampel tanah dan data berupa angka yang akan digunakan untuk mencari nilai faktor keamanan lereng dengan kemiringan mendekati 90o setinggi 10 m. Nilai yang diperoleh adalah SF = 1,003 < 1,2 , nilai ini menyatakan bahwa lereng tersebut dalam kondisi tidak aman. Sehingga perlu dilakukan penanggulangan kelongsoran antara lain dengan mengubah tinggi lereng dengan membuat teras pada ketiggian 5 m, dan diperoleh angka keamanannya SF = 1,318. Walaupun demikian masih perlu juga untuk melakukan perencanaan saluran yang baik serta pembuatan dinding penahan yang sesuai dengan kondisi tanahnya
Analisis Nilai Kepadatan Tanah Quarry Ia, Samba, Nanganesa Dan Wokonio Rudu, Arnoldus Wilhelmus; Radja, Veronika Miana; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 13 No. 2 (2019): Volume 13 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.43 KB) | DOI: 10.37478/teknosiar.v13i2.234

Abstract

Tanah merupakan bagian yang utama dalam sistim konstruksi.dalam hal ini kaitannya dengan pemadatan, tidak semua jenis tanah dapat digunakan untuk bahan pemadatan. Bahan yang digunakan dalam pengujian ini adalah pasir Ia, Samba, Nanganesa dan Wokonio yang berada dalam kabupaten Ende, yang di uji di Laboratorium Mekanika tanah Fakultas Teknik Universitas Flores. Dalam penelitian ini di lakukan pencampuran secara random yakni sebanyak 25%, 50%, dan 75% untuk mendapatkan nilai kepadatan maksimal. Pengujian sifat meaknis campuran tanha menggunakan metode standar proctor.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa dari penggabungan tanah tersebut dapat memberi perubahan pada nilai kepadatan volume tanah kering (gdmax) dan kadar air (?copt) maksimal. Nilai kepadatan tanah dari masing-masing quary antara lain: quary Ia gd sebesar 1,78 kg/cm3, quary Samba gd sebesar 1,74 kg/cm3, quary Nanganesa gd sebesar 1,67 kg/cm3 dan quary Wokonio gd sebesar 1,355 kg/cm3. Nilai kepadatan tanah untuk komposisi campuran tanah di peroleh gd sebesar 1,85 kg/cm3, dengan komposisi campuran dari quary Ia 75 % dan Nanganesa 25 % serta quary Ia 75 % dan Samba 25 %. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, maka hasil pemadatan yang baik adalah dengan menggunakan campuran pasir Ia dan Samba atau pasir Ia dan Nanganesa.
Analisis Penggunaan Pelat Beton Bondek Pada Struktur Lantai Gedung Puskesmas Kota Ende Weli, Maria Alfiani; Suku, Yohanes Laka; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1200

Abstract

Struktur lantai Gedung Puskesmas Kota Ende yang telah dikerjakan menggunakan pelat konvensional dengan ketebalan pelat 12 cm dan 10 cm. Salah satu metode pekerjaan pelat yang tengah berkembang saat ini adalah menggunakan bondek. Pelat bondek merupakan pelat kombinasi yang menggunakan bondek sebagai pengganti tulangan momen positif, sekaligus sudah berfungsi sebagai bekisting bawah pelat dan lantai kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kekuatan pelat lantai jika menggunakan bondek dengan beban kerja yang sama. Data yang digunakan pada penelitian ini ialah data sekunder berupa gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Hasil penelitian menunjukan kapasitas momen ada pada pelat 12 cm dan 10 cm yang menggunakan bondek tipe W-1000 dengan ketebalan 0,65 mm, 0,70 mm dan 1,00 mm lebih besar dari kapasitas momen pelat beton bertulang konvensional yang terpasang. Sehingga kembali dilakukan analisis menggunakan ukuran pelat yang lebih kecil antara lain 11 cm, 10 cm dan 9 cm untuk pelat 12 cm, sedangkan 9 cm, 8 cm dan 7,5 cm untuk pelat 10 cm. Dari hasil analisis diperoleh dua puluh dua (22) pelat dalam kondisi aman karena kapasitas momen pelat menggunakan bondek lebih besar dari kapasitas momen pelat beton bertulang konvensional yang terpasang, serta memenuhi syarat batas lendutan yang diijinkan. Sedangkan dua (2) pelat dalam keadaan tidak aman karena tidak memenuhi syarat batas lendutan yang diijinkan.
Analisis Kesiapan Kontraktor Kecil Dalam Menghadapi Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Pemerintah Di Kabupaten Ende Yodaker, Yohanes Berkhemans; Meo, Yohanes; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 16 No. 1 (2022): Volume 16 Nomor 1 April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v16i1.2110

Abstract

The government is trying to eliminate complaints from the tender system that has been implemented so far, of course, to bring equality and accelerate budget absorption so that development can run smoothly and the welfare of the community is realized. To implement the principles of Good Governance and Clean Government, the government must be ready to implement the principles of accountability, resources, finance, technology, and innovation, and complete qualifications, efficiently and implement good and impartial actions and regulations, as well as ensure interaction economic and social relations between the government. The research method consists of literature study, determination of research object, data collection by using questionnaires and interviews, and data analysis. The object of this research is a small-scale contractor in Ende Regency, under the auspices of APAKSINDO (Association of Indonesian Construction Entrepreneurs) Ende branch. The method of data collection was done by questionnaire to the contractor. Data from the questionnaire was then analyzed including validity test and linear regression analysis and T-test analysis. The results of this study indicate the level of readiness of contractors in the Ende Regency, some state that they are ready for all the regulations given by the Ende Regency Construction Services and some state that they are not ready. The more dominant readiness factors include the readiness of resources, finance, technology and innovation, and qualifications that affect the level of contractor readiness.
Pengaruh Perubahan Kadar Air Tanah Terhadap Tingkat Keamanan Lereng Sepanjang Ruas Jalan Lokoboko-Lokapere Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes laka
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.2717

Abstract

The conversion of land functions in the slope area which was previously a protected forest and then being cut to make roads will certainly affect the level of stability. High intensity rains will also affect the increase in surface runoff which will erode the surface of the slopes and erosion. To prevent this from happening, it is necessary to study the safety level of the slopes along the Lokoboko-Lokipere road due to changes in soil water content. Soil sampling is carried out by taking disturbed soil and undisturbed soil and testing soil properties, among others; soil consistency, analysis of specific gravity, cohesion, and shear angle with the addition of 25%, 50%, 75%, and 100% of the initial moisture content. The results of this test show that physically the soil samples on the Lokoboko-Lokipere road section of Ende Regency are classified in soil group A-2-5, namely in the form of gravel and sandy soils that are silt or loamy. Meanwhile, according to USCS, the soil can be classified as silty sand (SM). Mechanically. For slopes with a height of 10 m, it is not safe to add water to 100% of the initial condition (wi), SF=0.996. For a 20 m high slope, it is no longer safe from the initial conditions, SF=0.950. The failure plane for slopes with a height of 10 m is deeper than the failure plane for slopes with a height of 20 m.
Pengaruh Penambahan Tinja Sapi Sebagai Campuran Dalam Pembuatan Batu Bata Gobhe, Devikarlinda; Suku, Yohanes Laka; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3374

Abstract

This research aims to use cow feces as a mixture for making bricks. cow feces is added at 0%, 25%, 50% and 75% of the total planned weight of the mixed material, the finished bricks are then tested for compressive strength and absorption capacity based on SII-0021-1978 standards andSNI 15-2094-2000. The research results showed that the compressive strength of bricks without and with the addition of cow feces met the SII-0021-1978 standard but did not meet the standardSNI 15-2094-2000. The absorption capacity of bricks with the addition of 0% and 50% cow feces does not meet SNI 15-2094-2000 standards, while the addition of 25% and 75% cow feces does.
Desain lapisan Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Desa Mbangga – Woloboa Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende Radja, Veronika Miana; sydin, Thomas Aquino A.; Gado, Alfridus
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3390

Abstract

The Mbangga-Woloboa road section, Rindiwawo Village, Wolowaru District is included in the local road type with rigid pavement and a road width of 3 meters. Every year the condition of the Mbangga-Woloboa road section experiences damage, where several parts of the road have many holes and when it rains there are lots of puddles of water, which is very disturbing for road users. Even though the Ministry of Public Works, with the available funds, has repaired the existing damage by overlaying it repeatedly, it has not been able to solve the existing problem completely because the road condition has deteriorated again before it reaches its design life. Therefore, it needs to be redesigned by repairing the subgrade layer and replacing the road surface layer with new rigid pavement according to the load of vehicles passing through the road. So by using the AASHTO method, the traffic growth rate (i) of the planned road is 5.23% per year with collector road class. The effective Resilient Modulus (MR) value on the road section is 2770 psi with a CBR value of 1.87%, and DDT 2.70 kg/cm2. The thickness of the pavement layer is found to be D1 = 13 cm, D2 = 20 cm, and D3 = 41 cm.
Evaluasi Keandalan Struktur Atas Gedung Kantor Bupati Ngada di Nagekeo Laka Suku, Yohanes; Radja, Veronika Miana
TEKNOSIAR Vol. 18 No. 1 (2024): Volume 18 Nomor 1 April 2024
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v18i1.3823

Abstract

Evaluation of the reliability of the upper structure of the Ngada Regent's Office building in Mbay aims to determine the strength of the existing upper structure in accordance with SNI 1726: 2019 concerning Procedures for earthquake resistance planning for building and non-building structures, and SNI 2847: 2019 concerning Requirements for structural concrete for buildings and explanations. From the results of the analysis and evaluation of the cross-sectional strength of structural elements, it was found that there were 16 beams that were unsafe and needed to be strengthened, while the column and plate elements were quite strong and safe.