Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN WIRAUSAHA KELOMPOK WANITA TANI DESA LOA KULU KOTA MELALUI PENGOLAHAN IKAN NILA Widiastuti, Masayu; Kurnia, Robin; Ramadhan, Rizal
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.36

Abstract

Loa Kulu Kota merupakan salah satu Desa Mandiri yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang diperoleh ternyata Desa Loa Kulu Kota merupakan lumbung penyedia ikan Nila terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga Desa ini memiliki potensi yang tinggi dalam bidang perikanan, namun belum dikembangkan secara maksimal sebagai sumber penghasilan masyarakat. Hal ini dikarenakan rendahnya ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan potensi yang ada di Desa. Selama ini Kelompok Wanita Tani Desa Loa Kulu Kota telah melakukan usaha olahan ikan berupa kerupuk Amplang dari ikan Belida, namun ikan Belida sering mengalami kendala ketersediaannya, sehingga usaha ini menjadi tersendat. Dengan melihat potensi yang dimiliki Desa dan permasalahan tersebut, melalui kegiatan KKN 46 Kondisi Luar Biasa (KLB) Universitas Mulawarman berupaya membantu untuk meningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam inovasi produk olahan ikan dengan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan wirausaha masyarakat khususnya kepada Kelompok Wanita Tani Desa Loa Kulu Kota, mengenai cara memproduksi pengolahan ikan Nila menjadi kerupuk mentah dan Abon ikan Nila. Metode dilakukan dengan memberikan pengetahuan (penyuluhan), demonstrasi serta peragaan melalui video dan pendampingan serta berdiskusi secara virtual dengan aparat Desa dan Kelompok Wanita Tani. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini Aparat Desa dan KWT merasa sangat terbantu karena sudah dapat pengetahuan untuk mengembangkan wirausaha melalui pengolahan ikan Nila. Dan saat ini Kelompok Wanita Tani sudah memproduksi kerupuk ikan Nila untuk penyediaan ke luar Desa dan ke luar Kalimantan Timur.
Humanity and Social Ethics in Building Community Solidarity during Democratic Transitions Fauzan, Ahmad; Santoso, Budi; Ramadhan, Rizal
Journal Social Humanity Perspective Vol. 3 No. 2 (2025): Journal Social Humanity Perspective
Publisher : Journal Social Humanity Perspective

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/639115

Abstract

This paper explores the place of humanity and social ethics in the process of constructing community solidarity during a democratic transition, and how the ethical values become management resources in an institutionally volatile context. The study, in a qualitative mode, investigates the theory of humanity-based values in the basis of morality of trust, how social ethics can transform topical conflicts by creating positive results, and how moral obligations can help maintain the community. Data were obtained based on the in-depth interviews with community leaders, activists, and the members of transitional organizations permitting to get profound insights into the practices of solidarity in real life. The results indicate that humanity and ethics are not fringe and symbolic, but core processes of dealing with uncertainty, building resiliency, and strengthening legitimacy within transitional governance. This adds to management scholarship in that it reformulates ethics as strategic assets to the stability of organizations and society instead of compliance and normative ideals. Practically, the study underlines that managers and policymakers should foster ethical leadership, integrate participatory strategies and make responsibility, honesty and care norms of the organization. These commitments help communities to overcome conflict, build trust and develop collective identity despite political disruption. The study adds to the discussion of the study of management and governance by showing that solidarity in the issue of democratic transitions is not a spontaneous phenomenon, but rather one that is controlled by deliberate ethical practices, thus, highlighting the fact that ethics, humanity, and sustainable development of democracy cannot be divided.