Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PREFERENSI MANAJEMEN TERHADAP STRATEGI PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGINTEGRASIKAN BALANCED SCORECARD DAN GAME THEORY (STUDI KASUS : PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI) Mokh Afifuddin; I Ketut Gunarta
Journal of Industrial Engineering Management Vol 2, No 2 (2017): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 2 No. 2
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.428 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v2i2.169

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia industri menghadapi tantangan yang berat untuk berhasil dalam mengatasi pasar global yang kompetitif. Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, perbaikan manajemen perusahaan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu pengukuran kinerja adalah sebuah alat yang dapat dipakai untuk mengukur perubahan performance perusahaan. Balanced Scorecard (BSC) merupakan alat evaluasi kinerja yang luas dan menyeluruh untuk merencanakan secara memadai dan mengendalikan organisasi sehingga dapat mencapai tujuannya. Hasil pengukuran kinerja dari masing- masing strategi setiap decision maker yang dianalisis dalam matrik payoff game theory, ditemukan nilai Van Neumann Equilibirium dan Nash Equilibirium untuk masing-masing decision maker dengan nilai skor relatif pengukuran kinerja (80,67%) setelah hasil integrasi. Hal tersebut merupakan win-win solution untuk menemukan strategi secara sistematis dalam pengukuran kinerja yang melibatkan lebih dari satu decision maker.
PENERAPAN LINE BALANCING MENGGUNAKAN METODE RANKED POSITION WEIGHT (RPW) UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUKSI PADA HOME INDUSTRI PEMBUATAN SEPATU BOLA Mokh Afifuddin
Journal of Industrial Engineering Management Vol 4, No 1 (2019): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 4 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.828 KB) | DOI: 10.33536/jiem.v4i1.287

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD Terus Maju sebuah industri rumah tangga yang bergerak di bidang manufaktur pembuatan sepatu olahraga. Dalam proses pembuatan sepatu terdapat suatu lintasan produksi yang terdiri dari beberapa area kerja. Terlihat adanya lintasan produksi yang tidak seimbang. Hal ini menyebabkan menganggurnya mesin dan tenaga kerja di satu pihak dan sibuknya mesin dan pekerja dipihak lain. Oleh sebab itu metode penelitian ini menggunakan line balancing untuk menyeimbangkan beban kerja di setiap lintasan. Upaya tersebut diharapkan mampu menyeimbangkan operasi antar stasiun kerja, dengan tujuan untuk mendapatkan waktu operasi yang sesuai dan mencapai output produksi yang maksimal. Penelitian ini dilakukan terhadap suatu permasalahan yang ada, dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam mengatur lintasan produksi yang seimbang pada pengolahan dan analisa kali ini menerapkan metode heuristic Rank Position Weight (RPW) memperoleh hasil dengan waktu siklus 10,88 detik dalam 5 stasiun kerja yang mampu mengurangi waktu delay 56,25% dari kondisi awal. Sehingga efesinsi sistem meningkat dari 39, 8% menjadi 96, 05 % karena adanya penurunan dari waktu menganggu. Dengan efisiensi sistem meningkat, maka output produksi yang didapatkan juga ikut meningkat 100% dari 22 pasang/hari menjadi 44 pasang/hari.
Identifkasi Bahaya dan Analisa Risko Menggunakan Metode HIRARC dalam Upaya Mencegah Kecelakaan Kerja di Mesin Spinning (Studi Kasus: Workshop Spinning AK-Tekstil Solo) Mokh Afifuddin; Hamdan S Bintang; Bambang Yulianto
Majalah Teknik Industri Vol 27 No 1 (2019): Majalah Teknik Industri Juni 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi risiko bahaya, baik itu berbentuk kecelakaan atau penyakit yang disebabkan pekerjaan tersebut. Besarnya potensi risiko tergantung dari jenis tata ruang dan lingkungan bangunan serta kualitas manajemen dan tenaga-tenaga pelaksana. Upaya pencegahan kecelakaan kerja dapat direncanakan, dilakukan dan dipantau dengan melakukan studi karakteristik tentang kecelakaan agar uapaya pencegahan dan penanggulanganya dapat dipilih melalui pendekatan yang paling tepat. Penelitian kali ini akan mengidentifikasi potensi-potensi bahaya dan menganalisa risiko serta upaya pengendaliannya pada workshop spinning di AK-Tekstil Solo dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Studi yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode HIRARC untuk menganalisa dan mengidentifikasi potensi bahaya serta risiko yang dapat terjadi dalam melaksanakan aktifitas kerja di workshop spinning. Hasil identifikasi risiko keselamatan kerja pada bagian mesin spinning digolongkan berdasarkan jenis bahaya keselamatan kerja yaitu bahaya mekanis, bahaya listrik dan bahaya fisik. Potensi bahaya yang terdapat pada aktifitas mesin spinning yaitu terdapat aktiftas dengan tingkat risiko medium. Selain itu juga terdapat 4 ketegori bahaya yang terdapat pada lingkungan workshop yang memiliki risiko rendah namun tingkat kemungkinan terjadinya sangat tinggi shingga akan menimbulkan dampak yang fatal. Pengendalian untuk potensi bahaya ini adalah dengan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) pada saat bekerja.
Analisis Penyebab Tingginya Angka Hairiness pada Benang Cd 40’s di Mesin Ring Spinning Perusahaan Pembuatan Benang PT XYZ Mokh Afifuddin; Sugiyarto Sugiyarto; Isna Rusdiana
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 1 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.1.44832

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu komoditi andalan industi manufaktur sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. PT XYZ merupakan salah satu industri tekstil terbesar yang yang memproduksi benang. Pengendalian mutu harus dilakukan untuk mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan perusahaan. Dari beberapa kualitas yang harus diuji hairiness menjadi perhatian tersendiri,  karena di PT XYZ terdeteksi adanya angka hairiness yang tinggi melebihi standar dan toleransi. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab utama atas tingginya hairiness dalam proses produksi benang CD 40’s di mesin ring spinning, serta dilakukan upaya penyelesaian dari masalah tersebut. Metode menganalisa permasalahan dengan menggunakan pendekatan diagram fishbone untuk mencari akar masalah dari permasalahan yang dihadapi. Ditemukan penyebab tingginya hairiness (bulu benang) pada benang CD 40’s karena snail wire yang cacat. Sehingga perlu dilakukan action plan untuk menangani masalah tersebut. Setelah dilakukan perbaikan, terjadi penurunan angka hairiness (bulu benang) sebesar 22% dan peningkatan strength (kekuatan) sebesar 10%..
Increasing the Competence of Village Youth Communities through the Introduction of Cultural Experience and Knowledge in Local Wisdom Rohtih, Wiwin Ainis; Afifuddin, Mokh.

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v5i2.4022

Abstract

Increasing the competence of village youth communities through the introduction of cultural experience and knowledge in local wisdom is a response to the problem of youth who are currently more interested in foreign cultures than their own, which is one of the formation of national character and identity. In addition, youth apathy in local culture, which is strengthened by the onslaught of global Islamic movements or transnational Islam develops among millennials so that religious values that exist in various traditions become misunderstood. This community assistance is located in Ketanen Village, Panceng District, Gresik Regency with the participatory action research method. The mentoring steps include preparation, process, analysis to evaluation. The result of the service is the increasing competence of the youth community, which can be seen by the awareness of the youth community to preserve the cultural heritage that has existed through various positive activities. Through this service, a village history team was formed as a center of information on various local wisdom.
Pengamatan Perbandingan Diameter Top Roll (Front Roll dan Back Roll) Terhadap Ketidakrataan Benang Ne1 32 pada Mesin Ring Spinning Toyoda RX 240 d PT Pamor Spinning Mills Afifuddin, Mokh
Jurnal Tekstil Vol 4 No 1 (2021): Vol 4 No 1 Juli 2021
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v4i1.14

Abstract

PT Pamor Spinning Mills merupakan salah satu perusahaan tekstil yang bergerak di bidang pemintalan, produk yang dihasilkan berupa benang. Proses utama pembuatan benang pada proses pemintalan salah satunya adalah pada mesin Ring Spinning. Salah satu proses pada mesin ring spinning terdapat bagian-bagian yang mempengaruhi kualitas benang. Pengendalian kualitas harus dilakukan demi mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Salah satu bagian yang sering menjadi penyebab ketidakrataan benang di PT Pamor Spinning Mills diantarnya pada bagian top roll, apron dan spinndle. Bagian top roll memiliki dampak yang paling tinggi pengaruhnya terhadap ketidakrataan benang. Penelitian ini melakukan pengamatan lebih terkait analisa penyebab bagian top roll terhadap ketidakrataan benang yang dihasilkan oleh PT Pamor Spinning Mills. Serta melakukan eksperimen perbandingan penggunaann diameter top roll yang berbeda terhadap kualitas ketidakrataan benang. Eksperimen mengenai pengaruh penggunaan diameter top roll dilakukan dengan menvariasikan 3 jenis top roll, yaitu top roll berdiameter 30 mm, 29 mm dan 27 mm dengan tanpa merubah setingan pada mesin. Dari hasil uji penggunaan diameter yang berbeda terdapat pengaruh terhadap nilai kualitas ketidakrataan (U %) benang dan Imperfection Indicator (Neps, Thin, Thick). Top roll dengan diameter 30 mm memiliki hasil U% sebesar 13,02%. Top roll diameter 29 mm memiliki hasil U% sebesar 13,2%. Kedua diameter ini memiliki hasil U% yang masih memenuhi standar perusahaan. Sedangkan Top roll berdiameter 27 mm memiliki hasil U% sebesar 15, 28% tidak memenuhi standar perusahaan. PT Pamor Spinning Mills is one of the textile companies engaged in spinning, the product produced is in the form of yarn. The main process of making yarn in the spinning process, one of which is the Ring Spinning machine. One of the processes in the ring spinning machine there are parts that affect the quality of the yarn. Quality control must be carried out in order to achieve the targets set by the company. One of the parts that is often the cause of yarn unevenness at PT Pamor Spinning Mills is the top roll, apron and spinndle parts. The top roll has the highest impact on yarn unevenness. This study conducted more observations related to analyzing the causes of the top roll section on the unevenness of the yarn produced by PT Pamor Spinning Mills. As well as experimenting with yarn comparisons using different top roll diameters on the quality of the unevenness. Experiments on the effect of using top roll diameter were carried out by varying 3 types of top roll, namely top roll with a diameter of 30mm, 29mm and 27mm without changing the settings on the machine. From the test results using different diameters, there is an effect on the value of the quality of the unevenness (U %) of the yarn and the Imperfection Indicator (Neps, Thin, Thick). Top roll with a diameter of 30 mm has a U% yield of 13.02%. Top roll diameter 29 mm has a U% yield of 13.2%. Both of these diameters have a U% yield that still meets the company's standards. While the 27 mm diameter Top roll has a U% yield of 15, 28% does not meet company standards.
Analisis Penyebab Ketidakrataan Sliver Carding pada Mesin Carding JWF 1204 di Departemen 5 PT Sri Rejeki Isman Tbk. Afifuddin, Mokh.
Jurnal Tekstil Vol 3 No 1 (2020): Vol 3 No 1 Juli 2020
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v3i1.25

Abstract

PT Sri Rejeki Isman Tbk. merupakan salah satu industri tekstil terbesar yang yang memproduksi benang. Pengendalian mutu harus dilakukan untuk mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk menghasilkan benang yang berkualitas maka dilakukan perencanaan produksi, pengendalian produksi, pengendalian mutu, serta perawatan dan pemeliharaan mesin yang baik. Pengamatan dilakukan di Departemen Spinning 5 PT Sri Rejeki Isman Tbk pada mesin Carding JWF 1204 tahun 2008 menemukan masalah ketidakrataan pada sliver carding. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji uster. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengamatan menunjukkan hasil ketidakrataan yang ditujukkan pada angka 5,73 % dimana standar yang dibuat tidak boleh melebihi angka 4,30 %. Ketidakrataan disebabkan karena hasil penggerindaan yang tidak rata yang menyebabkan sliver carding menjadi tidak rata. Dari faktor tersebut kemudian dilakukan penggerindaan kembali untuk menghasilakan sliver carding yang baik. Setelah dilakukan penggerindaan hasil uster yang diperoleh menjadi 2,52%.
Increasing the Competence of Village Youth Communities through the Introduction of Cultural Experience and Knowledge in Local Wisdom Rohtih, Wiwin Ainis; Afifuddin, Mokh.
Jurnal Soeropati Vol 5 No 2: Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/js.v5i2.4022

Abstract

Increasing the competence of village youth communities through the introduction of cultural experience and knowledge in local wisdom is a response to the problem of youth who are currently more interested in foreign cultures than their own, which is one of the formation of national character and identity. In addition, youth apathy in local culture, which is strengthened by the onslaught of global Islamic movements or transnational Islam develops among millennials so that religious values that exist in various traditions become misunderstood. This community assistance is located in Ketanen Village, Panceng District, Gresik Regency with the participatory action research method. The mentoring steps include preparation, process, analysis to evaluation. The result of the service is the increasing competence of the youth community, which can be seen by the awareness of the youth community to preserve the cultural heritage that has existed through various positive activities. Through this service, a village history team was formed as a center of information on various local wisdom.
Implementasi Kaizen Dalam Menurunkan Cacat Benang Belang pada PT. XYZ Pujianto, Hendri; Dharma, Fajar Pitarsi; Afifuddin, Mokh.; Hindardi, Darmawan; Fadhila, Fadhila
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.014

Abstract

Proses akhir pemintalan dapat dilakukan pada mesin ring spinning. Dalam kasus benang yang dibuat dengan mesin ring spinning terdapat cacat produksi yaitu benang belang. Data produksi pada bulan Mei 2022 PT XYZ unit spinning terdapat 1,25% cacat benang belang akibat tercampurnya LOT produksi yang berbeda karena tidak ada kodefikasi warna bobbin dari proses roving. Sedangkan cacat benang belang merupakan cacat kritikal yang tidak diizinkan sama sekali. Solusi dari permasalahan ini adalah pemangkasan cacat benang belang dengan metode Kaizen dengan melakukan kodefikasi warna bobbin yang berbeda LOT. Setelah dilakukan perbaikan dengan metode kaizen dapat mengurangi jumlah cacat benang belang menjadi 0% sehingga efisiensi produksi pemintalan dapat meningkat dan mengurangi resiko cacat produk pada proses berikutnya yaitu pertenunan.
DESIGNING TEXTILE WASTE SHREDDER MACHINE FOR CONTINOUS PRODUCT Afifuddin, Mokh; Harianto, Dedy; Sugiyarto, Sugiyarto; Eddy, Yulius Sarjono; Yulianto, Bambang; Darmawi, Ahmad
Journal of Industrial Engineering Management Vol 6, No 1 (2021): Journal of Industrial Engineering Management Vol. 6 No. 1
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v6i1.736

Abstract

The textile and textile products industry is one of the mainstay commodities of the manufacturing industry as well as a driving force for national economic development. Like any production process, the textile manufacturing process also produces waste or residual substances called textile waste. Likewise the impact of the activities of garment, tailor, fashion, apparel and convection, one of which is patchwork waste. If the patchwork waste is not handled properly, it will result in waste generation which will have an impact on pollution in the environment. Lack of tools that can treat textile waste, resulting in less optimal handling of textile waste. This research is trying to make a design of a cloth chopping machine that is used to crush the remains of large rags into small pieces of cloth. Thus the packaging of fabric waste is easier and more efficient, besides that it can also be used as raw material for other products so that it can reduce fabric waste that pollutes the environment. In developing the model and design of a textile waste chopping machine, this chopping machine will cut the patchwork which can be sized according to your wishes. It is hoped that the results of this research will contribute to the development, advancement and appropriate technology. The design of this textile fabric waste chopper will provide a practical solution and zero waste process in a textile and garment industry.