Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : EDUFORTECH

KARAKTERISTIK KEFIR DENGAN PENAMBAHAN PUREE UMBI GEMBILI Kartika, Kartika; Rahayuningsih, Mulyorini; Setyaningsih, Dwi
EDUFORTECH Vol 4, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v4i2.19372

Abstract

Kefir merupakan produk susu yang beraroma asam, alkoholik, karbonat, dan dibuat melalui proses fermentasi menggunakan mikroba bakteria dan yeast. Kefir merupakan probiotik alami yang mengandung bakteri hidup yang dapat memberikan efek menyehatkan bagi tubuh manusia apabila dikonsumsi. Umbi gembili mengandung inulin yang dapat dimanfaatkan sebagai prebiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan puree gembili dan waktu fermentasi pada nilai pH, total asam tertitrasi, total gula dan gula pereduksi, serta pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir pada kefir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan puree gembili sebanyak 4% dapat menurunkan nilai pH, meningkatkan total asam tertitrasi, meningkatkan total gula dan gula pereduksi, serta meningkatkan pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir dibandingkan kefir kontrol. Lama waktu fermentasi kefir puree gembili terbaik adalah selama 24 jam dengan nilai pH 4,17; total asam tertitrasi 0,64%; bakteri asam laktat 8,991 log CFU/ml dan khamir 8,579 log CFU/ml.
STRATEGI DAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN RUMPUT LAUT DI INDONESIA Kartika, Kartika
EDUFORTECH Vol 5, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v5i1.23921

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas strategis dalam bidang kelautan Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan DKP, potensi pengembangan agroindustri rumput laut di Indonesia sangat besar. Namun pengembangan agroindustri rumput laut ini masih banyak memiliki kendala seperti, kualitas rumput laut yang dihasilkan rendah dan tidak seragam, harga rumput laut yang tidak stabil, dan menghasilkan limbah yang besar dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, dibuatlah konsep pengembangan klaster agroindustri rumput laut berkelanjutan yang merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan daya saing rumput laut secara berkelanjutan, sekaligus upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi industri rumput laut Indonesia selama ini.
PRODUKSI DAN DAYA TERIMA SELAI MARKISA UNGU Kartika, Kartika; Herdiana, Herdiana
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.44976

Abstract

Pemanfaatan buah menjadi produk selai mampu mendatangkan keuntungan yang besar. Markisa ungu (purple passion) dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan selai. Hal ini dikarenakan pasokan bahan baku yang melimpah serta belum adanya pengembangan terhadap produk selai markisa ungu. Selain itu, jenis markisa ini memiliki harga yang cukup terjangkau dan mampu berbuah tanpa kenal musim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan komposisi perbandingan sari markisa, gula, pektin terhadap karakteristik selai markisa ungu pada aspek warna, aroma, rasa dan tekstur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental. Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama dilakukan dengan membuat selai markisa ungu, sedangkan penelitian yang kedua adalah penelitian uji kesukaan dengan perbandingan formulasi selai yang di bedakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan sari markisa, gula dan pektin berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur selai markisa ungu. Pembuatan selai markisa ungu dengan formulasi 1 (perbandingan sari markisa: gula: pektin 0,5: 0,75: 1) merupakan formulasi yang paling disukai panelis berdasarkan hasil uji hedonik dari aspek warna, aroma, dan rasa. Untuk aspek tekstur panelis lebih menyukai formulasi perbandingan sari markisa 0,75. Secara keseluruhan formulasi 1 lebih dominan disukai panelis daripada formulasi lainnya. Dengan demikian formulasi 1 lebih berpotensi dijadikan formulasi yang tepat dalam pembuatan selai markisa ungu.