Articles
Perancangan dan Implementasi Media Informasi Kesehatan tentang Mitigasi Bencana Alam di Desa Ban, Karangasem Bali
Putu Ayu Laksmini;
Made Karma Maha Wirajaya;
Putu Ika Farmani;
I Nyoman Mahayasa Adiputra;
Viktorinus Alfred Saptiono Mulana;
Made Sudiari;
I Ketut Tunas
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36049/genitri.v1i2.79
Bencana gempa bumi sering menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi masyarakat yang terdampak. Salah satu bukti gempa bumi yang terjadi di Provinsi Bali yang berpusat di daerah timur Kabupaten Karangasem dengan kekuatan 4,8 SR terjadi 8 km barat laut Karangasem, pada Sabtu dini hari (16/10/2021), pukul 03.18 WIB. Guncangan gempa berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Provinsi Bali. Gempa bumi termasuk permasalahan penting yang dapat diatasi dengan cara memberikan edukasi mitigasi bencana sejak dini. Adapun tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi dan Gunung Meletus dan untuk memberikan media informasi kesehatan berupa X-Banner yang telah dirancang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca Gempa Bumi di Desa Ban, Karangasem, Bali. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Sosialisasi dan Penyuluhan dengan media informasi kesehatan berupa X-Banner tentang Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi dan Gunung Meletus di Desa Ban, Karangasem Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah terlaksana dengan baik selama 2 hari. Kegiatan pengabdian masyarakat pada hari pertama dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Desember 2021 dan pada hari kedua dilaksanakan pada tanggal Jumat, 18 Desember 2022. Adapun output dari pengabdian masyarakat ini adalah X-Banner yang telah didesign sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca gempa bumi dan sudah diimplementasikan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan di Desa Ban, Karangasem, Bali.
Clustering Penyakit DBD pada Rumah Sakit Dharma Kerti Menggunakan Algoritma K-Means
Adiputra, I Nyoman Mahayasa
INSERT : Information System and Emerging Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Sistem Informasi, FTK, Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/insert.v2i2.41673
Clustering merupakan teknik pengelompokkan record pada basis data berdasarkan kriteria tertentu. Hasil clustering diberikan kepada pengguna akhir untuk memberikan gambaran tentang apa yang terjadi pada basis data. Dalam SIMRS Rumah Sakit Dharma Kerti yang diambil dari tahun 2014 sampai 2018, memiliki 6038 record data rekam medis pasien. Jumlah diagnosa tertinggi adalah DBD, untuk mengetahui gambaran yang terjadi dalam data diagnosa DBD tersebut dilakukan clustering dengan menggunakan algoritma k-means. Hasil dari penelitian ini adalah Pasien dengan diagnosa DBD pada RS Dharma Kerti yang paling sedikit jumlahnya adalah pada rentang usia 25 sampai 45 tahun. Setiap kelompok usia memiliki jumlah hari perawatan yang merata, bisa disimpulkan bahwa usia hampir tidak mempengaruhi hari perawatan. Lama perawatan yang paling banyak di lalui oleh pasien adalah dari 3 hari sampai 5 hari perawatan.
Perancangan Desain Formulir Rekam Medis untuk Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit
Wirajaya, Made Karma Maha;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Laksmini, Putu Ayu;
Farmani, Putu Ika;
Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono;
Sudiari, Made;
Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v4i2.396
Rekam medis adalah sebuah media sebagai tempat dalam menyimpan atau menuliskan hasil tindakan pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan sebagai bukti pelayanan kesehatan kepada pasien. Formulir rekam medis memiliki fungsi sebagai alat pengumpulan data yang berhubungan dengan pasien di rumah sakit. Oleh sebab itu diperlukan perancangan yang baik terhadap formulir rekam medis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah merancang desain formulir rekam medis yang sesuai dengan kaidah terbaru dari Kementerian Kesehatan dan mendukung integrasi antara formulir rekam medis cetak dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang sedang dikembangkan di RSU Payangan. Metode yang digunakan melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan petugas RSU Payangan untuk mendiskusikan kebutuhan dan tantangan terkait formulir rekam medis. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa formulir yang dirancang dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data pasien dan memudahkan petugas dalam mendokumentasikan layanan kesehatan. Kegiatan ini berhasil memberikan wawasan baru bagi peserta tentang pentingnya desain formulir yang tepat dan integrasi dengan sistem elektronik, meskipun terdapat tantangan dalam kesiapan teknis dan operasional dari SIMRS yang masih dalam tahap uji coba. Pengabdian ini memberikan kontribusi penting bagi peningkatan kualitas pelayanan di RSU Payangan dan dapat diterapkan di rumah sakit lain yang menghadapi tantangan serupa. Medical records are a medium as a place to store or write down the results of service actions provided by health workers as proof of health services to patients. The medical record form functions as a data collection tool related to patients in the hospital. Therefore, good design of medical record forms is needed. The purpose of this community service activity is to design a medical record form that complies with the latest rules from the Ministry of Health and supports the integration between printed medical record forms and the hospital management information system (SIMRS) being developed at RSU Payangan. The method used involved a Focus Group Discussion (FGD) with RSU Payangan staff to discuss the needs and challenges related to medical record forms. The results of this activity show that the designed form can improve the efficiency of patient data management and facilitate officers in documenting health services. This activity succeeded in providing new insights for participants on the importance of proper form design and integration with electronic systems, despite challenges in the technical and operational readiness of SIMRS which is still in the pilot stage. This service provides an important contribution to the improvement of service quality in Payangan General Hospital and can be applied in other hospitals that face similar challenges.
Peran Penyuluhan eHealth dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Digital Remaja
Wirajaya, Made Karma Maha;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Laksmini , Putu Ayu;
Farmani, Putu Ika;
Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono;
Sudiari, Made;
Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v4i2.397
Penyuluhan literasi eHealth bagi remaja bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses, menilai, dan menerapkan informasi kesehatan digital yang akurat. Remaja saat ini sangat bergantung pada informasi kesehatan dari internet, namun sering kali tidak dapat membedakan informasi yang benar dan salah. Program ini diselenggarakan di SMA Negeri 9 Denpasar menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan remaja terkait literasi kesehatan digital, yang tercermin dalam hasil pre-test dan post-test. Namun, tantangan seperti keterbatasan perhatian peserta dan akses terhadap teknologi tetap menjadi hambatan dalam pelaksanaan. Kegiatan ini memberi wawasan baru kepada siswa mengenai pentingnya literasi kesehatan digital, dan diharapkan dapat berlanjut untuk membentuk kader peduli eHealth literacy di sekolah tersebut. The eHealth literacy counseling for adolescents aims to improve their ability to access, assess and apply accurate digital health information. Adolescents today rely heavily on health information from the internet, but are often unable to distinguish between true and false information. This program was held at SMA Negeri 9 Denpasar using Focus Group Discussion (FGD) and counseling methods. The results of this activity showed a significant increase in adolescents' knowledge related to digital health literacy, which was reflected in the pre-test and post-test results. However, challenges such as limited participant attention and access to technology remained barriers to implementation. This activity gave students new insights into the importance of digital health literacy, and is expected to continue to form eHealth literacy cadres in the school.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESALAHAN PENEMPATAN (MISSFILE) REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN
Junianthi, Ida Ayu Elisa;
Wirajaya, Made Karma Maha;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/link.v18i2.8906
Penyelenggaraan rekam medis di RSU Dharma Yadnya masih ditemukan adanya kendala terutama adanya kejadian misfile. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan penempatan rekam medis rawat jalan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sampel penelitian yang berjumlah 7 orang petugas rekam medis rawat jalan. Hasil penelitian terkait faktor sumber daya manusia bahwa rata-rata umur dari petugas masih tergolong muda dengan latar belakang pendidikan yang bukan lulusan rekam medis serta rata-rata masa kerja 1,5 tahun dan petugas tidak pernah mengikuti pelatihan terkait rekam medis. Dilihat dari faktor sistem pelaksanaan, sistem penyimpanan adalah desentralisasi, sistem penomoran dengan unit numbering system dan sistem penjajarannya yaitu straight numerical filling. Ruang filling rawat jalan tidak terdapat SOP dan tidak menggunakan tracer. Dilihat dari faktor lingkungan yaitu suhu terasa panas, rak penyimpanan yang tinggi serta penerangan yang kurang di ruang rekam medis.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN TENTANG LITERASI KESEHATAN DI ERA DIGITAL DI SMK BALI DEWATA DAN SMK KESEHATAN BALI DEWATA
Farmani, Putu Ika;
Saptiono Mulana, Viktorinus Alfred;
Laksmini, Putu Ayu;
Mahawirajaya, Made Karma;
Kartika Dewi, Ni Made Umi;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Sudiari, Made
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v1i1.150
Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam menggunakan seluruh potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan kegiatan membaca dan menulis yang bertujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks. Gerakan literasi kesehatan merupakan salah satu upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan hingga pencarian pengobatan terkait kondisi kesehatan yang dialami berdasarkan informasi yang diperoleh. Hampir semua kalangan sudah dapat menggunakan smartphone sebagai sumber informasi terpraktis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bergerak di bidang pariwisata dan kesehatan merupakan tempat siswa yang erat kaitannya dengan teknologi dan kesehatan Kegiatan penyuluhan literasi digital pada SMA Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata, berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Hasil evaluasi terhadap nilai pretest dan posttes para peserta menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan antara sebelum pemberian materi dengan sesudah pemberian materi yaitu dari rata-rata nilai 7 menjadi 8
Pembinaan Dan Pelatihan Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan
Laksmini, Putu Ayu;
Ni Made Umi Kartika Dewi;
I Nyoman Mahayasa Adiputra;
Made Karma Maha Wirajaya;
Putu Ika Farmani;
Viktorinus Alfred Saptiono Mulana;
Made Sudiari
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v2i1.199
Rumah sakit sebagai sebuah institusi yang menyimpan banyak data memerlukan pegolahan data yang benar dan akurat dengan menggunakan teknologi informasi yang canggih. Salah satunya adalah penggunaan rekam medis elektronik untuk data pasien. Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan masih melaksanakan rekam medis manual dengan keterbatasan ruang penyimpanan rekam medis. Keterbatasan ruangan ini maka pihak manajemen rumah sakit berkeinginan untuk menerapkan rekam medis elektronik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi, pembinaan dan pelatihan penggunaan dan pengisian rekam medis elektronik di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Adapun metode yang digunakan adalah pembinaan dan pelatihan rekam medis elektronik kepada pihak manajemen, petugas rekam medis, perawat dna teknisi IT di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Pembinaan dan pelatihan rekam medis eletronik berlangsung selama 2 hari yakni pada hari pertama diisi penyampaian materi dan perkenalan rekam medis elektronik yang diikuti dengan pelatihan pengisian rekam medis elektronik dan pada hari kedua dipaparkan hasil mengenai penggunaan rekam medis elektronik termasuk pembinaan terhadap 39 peserta petugas kesehatan di Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan. Pembinaan dan pelatihan rekam medis elektronik ini difokuskan pada pelayanan rawat jalan rumah sakit. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar.
Pembinaan Sistem Informasi Kesehatan Di Puskesmas Banjarangkan II Klungkung
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Mulana, Victorinus Alfred Saptiono;
Laksmini, Putu Ayu;
Wirajaya, Made Karma Maha;
Farmani, Putu Ika Karma;
Sudiari, Made;
Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v2i2.243
Penggunaan sistem informasi di sarana pelayanan kesehatan semakin dibutuhkan peranannya pada era JKN saat ini. Penggunaan sistem berbasis komputerisasi telah menjadi sebuah kebutuhan terkait dengan pengelolaan data dan informasi. Puskesmas adalah gate keeper dalam implementasi JKN di Indonesia. Pendampingan implementasi sistem informasi sangat perlu dilaksanakan di puskesmas agar penggunaan sistem informasi dapat dioptimalkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan peningkatan kinerja petugas dalam memahami sistem informasi kesehatan di puskesmas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam hal alur, pencatatan, pelaporan rekam medis dalam sistem manajemen informasi puskesmas. Adapun metode yang digunakan adalah pembinaan dan penyuluhan mengenai sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan sistem manajemen informasi puskesmas kepada kepala puskesmas, staf rekam medis dan petugas kesehatan lainnya yang berada di puskesmas. Pembinaan dan penyuluhan ini berlangsung selama 2 hari yakni pada hari pertama diisi dengan observasi terhadap sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan alurnya dan pada hari kedua dipaparkan hasil observasi mengenai sistem pencatatan dan pelaporan rekam medis dan alurnya sekaligus pemaparan materi tentang sistem manajemen informasi puskesmas. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini telah berjalan dengan baik dan lancar.
Penyuluhan Tentang Gizi Seimbang Dan Pemeriksaan Status Gizi Anak Sekolah Di SD Negeri 1 Tonja
Laksmini, Putu Ayu;
Wirajaya, Made Karma Maha;
Farmani, Putu Ika;
mulana, Viktorinus Alfred Saptiono;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Sudiari, Made;
Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2022): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v3i1.288
Fenomena saat ini anak-anak tidak hanya dihadapkan dengan masalah gizi kurang namun juga gizi berlebih. Hal ini belum sepenuhnya dipahami dan diketahui oleh semua lapisan masyarakat, salah satunya adalah di lingkungan sekolah. Upaya promosi kesehatan yang dengan Penyuluhan Gizi Seimbang dan Pemeriksaan Status Gizi anak sekolah di SD Negeri 1 Tonja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan mengetahui status gizi para siswa. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa diberikan pretest dan posttest dengan metode ceramah dalam bentuk kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang dan dilanjutkan dengan pemeriksaan status gizi siswa. Hasil evaluasi dari kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang yaitu dengan sasaran 60 orang siswa diperoleh hasil rata-rata pengetahuan baik dengan penilaian pretest sebanyak 43 orang (71,7%) dan posttest sebanyak 58 orang (96,7%). Selain itu berbading lurus dengan hasil penilaian Status Gizi Siswa SDN 1 Tonja paling banyak dengan status gizi baik sebanyak 55 orang (91,8). Kegiatan penyuluhan Gizi Seimbang dan Pemeriksaan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Negeri 1 Tonja sudah berjalan dengan lancar. Selain itu tingkat pengetahuan siswa sudah baik yang ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pretest dan posttest, serta para siswa memiliki status gizi baik.
Desain Formulir Status Kesehatan untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Banjar Piakan
Laksmini, Putu Ayu;
Farmani, Putu Ika;
Wirajaya, Made Karma Maha;
Mulana, Viktorinus Alfred Saptiono;
Adiputra, I Nyoman Mahayasa;
Sudiari, Made;
Tunas, I Ketut
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2024): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34063/um.v5i1.416
Tingginya kejadian PTM (Penyakit Tidak Menular) disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga pemerintah melaksanakan tindakan pengendalian PTM dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang salah satu diantaranya dengan cara memeriksakan kesehatan secara rutin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil merancang dan mendistribusikan formulir status kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan kesehatan di Banjar Piakan. Sebanyak 300 formulir diserahkan dan digunakan dalam pemeriksaan kesehatan gratis. Evaluasi awal menunjukkan bahwa 95% petugas kesehatan merasa bahwa formulir tersebut membantu meningkatkan efisiensi pencatatan kesehatan. Program ini juga berhasil mendukung upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. The high incidence of NCDs (Non-Communicable Diseases) is caused by unhealthy community lifestyles, so the government is implementing NCD control measures by involving all components of the nation in popularizing the healthy paradigm through the Healthy Living Community Movement (GERMAS), one of which is by conducting regular health checks. This community service activity succeeded in designing and distributing health status forms that were tailored to the needs of health checks in Banjar Piakan. A total of 300 forms were submitted and used in free health checks. Initial evaluations showed that 95% of health workers felt that the forms helped improve the efficiency of health recording. This program also succeeded in supporting the efforts of the Healthy Living Community Movement (GERMAS) by increasing public awareness of the importance of regular health checks.