Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak Wijaya, Muhammad S. D.; Mantik, Max F. J.; Rampengan, Novie H.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i1.32117

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is still one of the biggest health problems worldwide due to high morbidity and mortality rates. Moreover, Indonesia has the third largest TB cases in the world after India and China. This study was aimed to evaluate the risk factors of TB in children. This was a literature review study using three databases, namely Google Scholar, ClinicalKey, and PubMed. The results showed that after being selected by inclusion and exclusion criteria, there were 10 literatures in this study consisting of 2 case control studies, 4 cross sectional studies, 1 difference test, 1 meta-analysis, 1 case report, and 1 cohort study. The 10 literatures reviewed factors or characteristics of age, sex, history of BCG immunization, malnutrition, history of contact with person suffering from TB, exposure to cigarette smoke, occupant density, and poverty. Risk factors obtained from the review were young age (0-5 years), male sex, malnutrition, history of contact, and poverty. The other risk factors specifically history of BCG immunization, exposure to cigarette smoke, and occupant density were still contradicting among literatures. In conclusion, the most dominant risk factor of TB in children is history of contact with person suffering from TB. Keywords: risk factors, tuberculosis, children.  Abstrak: Penyakit tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia dikarenakan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. selain itu Indonesia merupakan negara dengan kasus TB terbesar ketiga di dunia setelah India dan Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor risiko tuberkulosis pada anak. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan tiga database, yakni Google Scholar, ClinicalKey, dan PubMed. Hasil penelitian mendapatkan bahwa diseleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 10 literatur yang terdiri dari 2 case control study, 4 cross sectional study, 1 uji beda, 1 meta-analysis, 1 case report, dan 1 cohort study. Sepuluh literatur ini mengulas tentang pengaruh faktor atau karakteristik terhadap TB ada anak, yaitu: usia, jenis kelamin, riwayat imunisasi BCG, malnutrisi, riwayat kontak dengan pengidap TB, asap rokok, kepadatan hunian, dan kemiskinan. Faktor-faktor risiko yang diperoleh ialah usia muda (0-5 tahun), jenis kelamin laki-laki, malnutrisi, riwayat kontak, dan kemiskinan dapat memengaruhi kejadian TB pada anak. Faktor-faktor risiko lainnya yakni riwayat imunisasi BCG, paparan asap rokok, dan kepadatan hunian masih kontradiktif antar literatur. Simpulan penelitian ini ialah faktor risiko yang paling dominan menyebabkan penyakit TB pada anak ialah riwayat kontak.Kata kunci: faktor risiko, tuberculosis pada anak
Behavioral and Emotional Changes in Early Childhood during the COVID-19 Pandemic Kairupan, Tiffani S.; Rokot, Natasya T.; Lestari, Hesti; Rampengan, Novie H.; Kairupan, Bernabas H. R.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.34014

Abstract

Abstrak: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan perubahan yang besar terhadap gaya hidup sehari-hari, termasuk pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lockdown (karantina wilayah) akibat pandemi Covid-19 pada perilaku dan emosi anak usia dini (usia 0-8 tahun), serta kegiatan rutin sehari-hari seperti aktivitas fisik, screen time, dan pola tidur. Penelitian ini merupakan suatu literature review dengan menggunakan database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Terdapat 15 literatur yang dipublikasi dalam bahasa Ingggris atau Indonesiaselang April 2020 dan Maret 2021. Literatur dalam penelitian ini melaporkan tentang perubahan perilaku dan emosi pada anak usia dini. Peningkatan perilaku eksternalisasi dan internalisasi serta perubahan waktu aktivitas fisik dan pola tidur juga dilaporkan pada banyak studi tersebut. Selain itu, terdapat peningkatan screen time selama lockdown. Simpulan penelitian ini ialah lockdown dapat memengaruhi baik pola tidur dan aktivitas fisik maupun kemampuan mengontrol emosi pada anak usia dini.Kata kunci: COVID-19, lockdown, keterbatasan, anak usia dini, perubahan perilaku  Abstract: The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic demanded great changes in the everyday lifestyle of people, including children in their early years.This study was aimed toobtain the impact of COVID-19 confinement in young children’s (age 0-8 years) behavior and emotion, along with their daily routines such as physical activity, screen time, and sleep pattern. This was a literature review study using databases of Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed. The results showed that there were 15 studies published in English or Indonesian between April 2020 and March 2021 included in this review. The studies reported behavioral and emotional changes in the early life of children. An increase in externalizing and internalizing behavior along with a shift in physical activity and sleep behavior was reported in many of the studies. There was an increase in screen time during lockdown. In conclusion, lockdown can affect not only children’s normal behavior in their sleep and physical activity but also their capability of controlling their emotion.Keywords: COVID-19, lockdown, confinement, early childhood, behavioral changes 
Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit Umum Daerah Anugerah Tomohon Pandeiroot, Irene; Niode, Nurdjanah J.; Rampengan, Novie H.
e-CliniC Vol. 12 No. 1 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i1.45864

Abstract

Abstract: Infection prevention and control (IPC) is an effort to prevent and minimize the occurrence of infections in patients, staff, visitors, and the community around health care facilities. The IPC unit in a hospital aims to improve the quality of health services, so as to protect the patients. community, and health workers from infectious diseases related to the health services provided. This study aimed to explore in depth the implementation of IPC in improving the quality of services at RSUD Anugerah Tomohon. This was a qualitative study using five informants. The results showed that there was still no commitment of all IPC members and all parties involved in the implementation of the IPC, therefore, the implementation of the IPC program was not in accordance with the SOP. Hospital management had provided facilities and infrastructures supporting the IPC but there were often vacancies/damages. Some alternative solutions included holding meetings with hospital management to provide support for the IPC team, funding follow-up training and seminars, taking an interpersonal approach, and providing education and motivation to health workers. In conclusion, the IPC program has generally been running well at RSUD Anugerah even though there are still obstacles faced by the IPC team. The hospital management has also provided facilities and infrastructure to support the implementation of the IPC program even though they have not met the standards.   Keywords: infection prevention and control; hospital management; quality of health services   Abstrak: Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) merupakan upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan. Unit PPI Rumah Sakit bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga dapat melindungi pasien, masyarakat, dan sumber daya kesehatan dari bahaya penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pelaksanaan PPI dalam meningkatkan mutu pelayanan di RSUD Anugerah Tomohon dengan menggunakan metode kualitatif dan sampel sebanyak lima informan. Hasil penelitian menunjukkan belum adanya komitmen dari seluruh anggota PPI dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPI sehingga pelaksanaan program PPI belum sesuai dengan SOP. Manajemen Rumah Sakit telah menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program PPI namun sering terjadi kekosongan/rusak. Beberapa alternatif pemecahan masalah antara lain mengadakan pertemuan dengan manajemen rumah sakit untuk memberikan dukungan bagi tim PPI, mendanai pelatihan lanjutan dan seminar, melakukan pendekatan interpersonal, serta memberikan edukasi dan motivasi kepada petugas kesehatan. Simpulan penelitian ini ialah proses pelaksanaan PPI umumnya sudah berjalan baik di RSUD Anugerah walaupun masih terdapat kendala yang dihadapi oleh tim PPI. Pihak manajemen Rumah Sakit juga telah menyediakan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan program PPI walaupun belum memenuhi standar. Kata kunci: pencegahan dan pengendalian infeksi; manajemen rumah sakit; mutu pelayanan
Faktor-faktor yang Memengaruhi Angka Kejadian Malaria pada Anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Lahiang, Reinette M.; Rampengan, Novie H.; Tatura, Suryadi N. N.
e-CliniC Vol. 12 No. 3 (2024): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v12i3.53687

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease that contributes to high mortality and morbidity rates. Indonesia is no exception and is still one of the countries with high malaria endemicity. This study aimed to determine factors influencing the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung. This was an analytical and observational study with a retrospective approach and a case-control research design. Data were obtained from medical record data and through interviews by filling out questionnaires, and were analyzed using the chi-square test. The statistical test results of this study showed that the presence of livestock pens around the residence as well as the habit of using mosquito nets and mosquito repellent when sleeping at night were not factors that influenced the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. There was an influence of the presence of mosquito breeding sites around the residence (p-value of <0.001) and the habit of going out at night (p-value of <0.001) with the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan. In conclusion, factors that influence the incidence of malaria in children in Lembeh Selatan, Bitung, are living close to mosquito breeding areas and the habit of going out at night. Keywords: incidence rate of malaria; children; influencing factors   Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit menular dengan penyumbang angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Indonesia tak terkecuali masih menjadi salah satu negara dengan endemisitas malaria yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif dan desain penelitian case-control. Data diperoleh melalui data sekunder yaitu data rekam medis dan melalui wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kandang ternak di sekitar tempat tinggal serta kebiasaan menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk saat tidur di malam dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Terdapat hubungan bermakna antara keberadaan tempat perindukan nyamuk di sekitar tempat tinggal (nilai p<0,001) dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari (nilai p=<0,001) dengan kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan. Simpulan penelitian ini ialah faktor yang memengaruhi angka kejadian malaria pada anak di Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung ialah tempat tinggal dekat dengan tempat perindukan nyamuk dan kebiasaan keluar rumah pada malam hari. Kata kunci: angka kejadian malaria; anak; faktor yang memengaruhi