Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

RANTAI NILAI PRODUK BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BUKU UTARA KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Bilangua, Wandris G.F.; Rarung, Lexy K.; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24393

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui rantai nilai produk budidaya rumput laut mulai dari penjual pertama atau pembudidaya rumput laut sampai pada pembeli terakhir dan mengidentifikasi rantai nilai produk budidaya rumput laut di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian rantai nilai produk budidaya rumput laut yang ada di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, mulai dari petani rumput yang membudidaya rumput laut tersebut, kemuadian Dinas Perikanan Provinsi membeli rumput laut sebanyak 2 ton per musim (rumput laut basah) dengan harga Rp 7500,-/kg, jadi total 2.000 kg x Rp 7500,- = Rp 15.000.000,-. Sedangkan untuk rumput laut kering dijual ke toko Mahau dengan harga Rp 20.000,-/kg sebanyak 200 kg rumput laut per musim, jadi totalnya untuk rumput laut kering Rp 4.000,-.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN PANCING ULUR DI DESA BAJO KECAMATAN TILAMUTA KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO Yusuf, Andriyanto; Manoppo, Victoria E.N.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28136

Abstract

AbstractThis study aims to determine the profile of the business of fishing rods and analyze and explain the financial factors of fishing rods.The method used in this study is a survey method using structured questions in the form of questionnaires, questionnaires containing questions that will be given to respondents to measure variables, relate between existing variables and can be in the form of experiences and opinions of respondents. Data collected through 2 sources, namely primary data and secondary data. Data analysis of research results can be divided into two types, namely quantitative analysis and qualitative analysis.Based on the results of research into the fishing business of fishing rods in the early Bajomodal village of fishermen as many as 7 people namely Rp.10,000,000, - - Rp. 15,000,000, and for fishermen as many as 23 people, namely Rp. 16,000,000 - Rp. 25,000,000, - the number of fishermen according to distance of 15-18 miles there are 26 people and 19-21 miles there are 4 people, the number of fishermen according to the sale of tuna is Rp. 60,000, - there are 30 people. The number of fishermen according to fishing gear is 30 people fishing line. Financial analysis: Revenue (Operating Profit / OP) Rp.138,140,000 / year, Total Profit (Rp.134,311,700 / year, Benefit Cost Ratio (BCR) = 4.59 / year , Payback Period (PP) = 3.93, Break Event Point (BEP) Sales at Rp.4,988,374, and for BEP units 83.13kg.Keywords: fishing line, financial analysis, Bajo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha pancing ulur danmenganalisis serta menjelaskan factor-faktor finansial alat tangkap pancing ulur.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuisioner, kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada responden untuk mengukur variabel-variabel, berhubungan diantara variabel yang ada serta dapat berupa pengalaman dan pendapat dari responden. Data yang dikumpulkan melalui 2 sumber yaitu data primer dan data sekunder.Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian usaha perikanan pancing ulur di Desa Bajomodal awal nelayan sebanyak 7 orang yaitu Rp.10.000.000,- - Rp.15.000.000,-dan untuk nelayan sebanyak 23 orang yaitu Rp. 16.000.000,- - Rp.25.000.000,-, jumlah nelayan menurut jarak tempuh yaitu 15-18 mil ada 26 0rang dan 19-21 mil ada 4 orang, jumlah nelayan menurut hasil penjualan ikan tuna yaitu Rp.60.000,- ada 30 orang. Jumlah nelayan menurut alat tangkap yaitu pancing ulur 30 orang. Analisisfinansial :Penerimaan (Operating Profit/OP) Rp.138.140.000,-/tahun, Total Keuntungan ( 12Ï€) "> Rp.134.311.700,-/tahun,Rasio Keuntungan terhadap Biaya (Benefit Cost Ratio /BCR) = 4,59/tahun, Jangka Waktu Pengembalian Modal (Payback Period/PP) = 3,93,Titik Impas (Break Event Point /BEP) Penjualan pada Rp.4.988.374,- dan untuk BEP satuan 83,13kg.Kata kunci : pancing ulur, analisis finansial, Bajo
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN NILA(Oreochromis niloticus) PADA KARAMBA JARING TANCAP DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Selaindoong, Gabrielle F.; Jusuf, Nurdin; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24403

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini menganalisis secara finansial dan menentukan usaha budidaya ikan nila di Karamba Jaring TancapDesa Eris Kecamatan Eris Kabupeten Minahasa layak atau tidak. Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa salah satu desa yang terletak disekitar Danau Tondano yang menjadi tempat usaha pembesaran budidaya ikan nila(Oreochromis niloticus) dengan menggunakan media karamba jaring tancap. Usaha ini sudah berkembang dan berjalan cukup lama hingga sekarang. Sehubungan dengan semakin meningkatnya produksi ikan maka para pembudidaya perlu mengembangkan usaha budidaya ikan nila tersebut dengan sebaik mungkin agar pembudidaya tidak mengalami kerugian, untuk itu diperlukan suatu analisis kelayakan usaha tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dimana pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel data dengan pertimbangan pembudidaya adalah pemilik usaha yang bekerja langsung dalam usaha tersebut. Responden yang diambil adalah 25 orang.Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, wawancara dan studi pustaka.Analisis finansial yang digunakan yaitu,Operating profit, Net profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point, dan Payback Period.Berdasarkan hasil analisis secara finansial dari usaha karamba jaring tancap mendapatkan bahwa usaha layak dijalankan karena nilai operating profit yaituRp. 419.900.000. Profit rate dari usaha tersebut mempunyai kemampuan untuk menghasilkan keuntungan mencapai 40% dari seluruh biaya yang dikeluarkan. BCR > 1 yaitu, BCR 1,40 yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan. Rentabilitas termasuk dalam kategori sangat baik  > 100 yaitu 245%. BEP atau titik impas untuk penjualanRP. 103.968.539 dan satuan 4.332 kg.Payback period, yaitu 4,8 bulan. Net profit sebesar Rp. 386.631.010.Saran yang dapat diberikan sebaiknya membuat pakan sendiri untuk menghemat biaya pengeluaran dan untuk mendapatkan harga yang lebih baikperlu melakukan promosi dan bisa mencari pasar untuk diekspor.lexyrarung@unsrat.ac.id
USAHA RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA KEMA III KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Djafar, Helmi S.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22603

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine what business diversification was chosen by the fishing community of Kema III Village, Kema District, North Minahasa District in maintaining their lives and their families and also to determine the differences and implications of business diversification chosen by fishing communities in Kema III Village, Kema District, Minahasa Regency North.The method used in this study, namely survey. Survey research is used to collect data or information about large populations using relatively small samples. The population can be related to people, institutions, institutions, organizations and community units, etc., but the main source is people.To maintain the economic viability of fisherman households, one of the strategies undertaken is to diversify jobs, outside of activities as fishermen. Alternative efforts by fishermen in Kema III Village to increase their household income outside the fisheries sector include construction workers, shop stalls, workshops and shops. By diversifying jobs, the fishermen's family has a meaning that is very meaningful for the sustainability of the household economy. This is related to irregularities and instability of their income from the results of fishing.Keywords: fishermen, household businesses, household economic sustainability, diversification AbstrakTujuan penelitian ini adalah dapat menentukan diversifikasi usaha apa yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dalam mempertahankan hidup mereka dan keluarga dan juga untuk menentukan perbedaan dan implikasi dari diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu survey. Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang.Untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi rumah tangga nelayan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, di luar kegiatan sebagai nelayan. Usaha alternatif yang dilakukan nelayan di Desa Kema III dalam meningkatkan pendapatan rumah tangganya di luar sektor perikanan antara lain buruh bangunan, usaha warung, bengkel dan toko. Dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, bagi keluarga nelayan memiliki makna yang sangat berarti bagi kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Hal ini terkait dengan ketidakteraturan dan ketidakstabilan penghasilan mereka dari hasil melaut.Kata kunci: nelayan, usaha rumah tangga, kelangsungan ekonomi rumah tangga, diversivikasi
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ALAT TANGKAP JALA LEMPAR (CAST NET) DI DANAU TONDANO DESA TALIKURAN KECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA Tehupuring, Agreyna S.; Pangemanan, Jeannette F.; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28968

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to determine the feasibility of cast net fishing equipment in Lake Tondano Talikuran Village, Remboken District, Minahasa Regency. The fishing method on lake Tondano is still often done in a traditional way by using a throwing net fishing gear. The population in this study are fishermen who used throwing nets in Talikuran Village. The number of fishermen who use this fishing gear is 50 people. this amount is not small, then the sampling of 20 people or 40% of fishing fishermen. this is not a small amount, then the sampling of 20 people or 40% of the fishing fishermen. The sampling is done by using a simple random method. The data collected consists of primary and secondary data. Data collection in this study was done through observation or direct observation, and interview techniques by filling out questionnaires. The financial analysis used are Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit Cost Ratio, Break Even Point dan Payback Period. Based on the business analysis results of the throwing net fishing gear in Talikuran Village, Remboken Subdistrict is feasible to run because the value of operating profit (OP) is Rp.10,500,000, net profit value or absolute profit is Rp.7,456,000, Profit rate or profit level is 14%, the value of the benefit cost ratio (BCR) is more than 1, that is 1.14, the profitability of the business is in the excellent category because it is more than 100% that is 117%, the break-even point of sales is Rp.16,906,111 and the BEP unit is 695 kg with the payback period is 10.08 months or 10 months 24 days.Keywords: Talikuran Village, Cast Net, Business Feasibility Analysis AbstrakTujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha alat tangkap jala lempar (cast net) di Danau Tondano Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Penangkapan ikan di Danau Tondano masih sering dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu dengan menggunakan alat tangkap jala lempar. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang menggunakan alat tangkap jala lempar di Desa Talikuran. Jumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap ini berjumlah 50 orang. jumlah ini yang tidak sedikit, maka pengambilan sampel sebesar 20 orang atau 40% nelayan penangkap ikan. Pengambilan sampel menggunakan acak sederhana. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi atau pengamatan langsung, dan teknik wawancara dengan mengisi kuisioner. Analisis finansial yang digunakan yaitu Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit Cost Ratio, Break Even Point dan Payback Period. Berdasarkan hasil analisis usaha nelayan alat tangkap jala lempar di Desa Talikuran Kecamatan Remboken ini layak untuk dijalankan karena nilai operating profit (OP) yaitu Rp.10.500.000, nilai net profit atau keuntungan absolut Rp.7.456.000, Profit rate atau tingkat keuntungan yaitu 14% , nilai benefit cost ratio (BCR) lebih dari 1 yaitu 1,14, rentabilitas usaha berada dalam kategori baik sekali karena lebih dari 100% yaitu 117%, break even point penjualan sebesar Rp.16.906.111 dan BEP satuan 695 kg dengan jangka waktu pengembalian atau payback period 10,08 bulan atau 10 bulan 24 hari .Kata Kunci : Desa Talikuran, Jala Lempar, Analisis Kelayakan Usaha
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN IKAN ASIN DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Oping, Herlina Agnes; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28978

Abstract

AbstractThis study aims to find out about the salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency and analyze the added value of salted fish marketing chain in Nain Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. This research was conducted in August 2019 to December 2019. Based on the results of marketing chain 1 research, from producers to collectors to retailers to end consumers. Marketing chain 2, namely: from traders to retailers to end consumers. Lastly, marketing chain 3 is from direct producers to end consumers. The results of the analysis in each marketing chain are distinguished according to the type of demersal salted fish and pelagic salted fish. Based on the results of the analysis of added value, the added value of demersal salted fish is greater than the value added of pelagic salted fish. Judging from the margin assessment, it can be concluded that the marketing chain 3 is the most efficient because margin = 0, meaning that the price agreed by consumers is the same as that received by producers. However, the assessment of the products offered is the best value chain 2 because the biggest added value is part of the producers.KewWords: Value Added, Marketing Chains, Salted Fish, Nain AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dan menganalisis nilai tambah rantai pemasaran ikan asin di Desa Nain, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 hingga Desember 2019. Berdasarkan hasil penelitian rantai pemasaran 1, dari produsen ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer hingga ke konsumen akhir. Rantai pemasaran 2 yaitu: dari pedagang ke pengecer sampai ke konsumen akhir. Terakhir rantai pemasaran 3 yaitu dari produsen langsung ke konsumen akhir. Hasil analisis pada setiap rantai pemasaran dibedakan sesuai jenis ikan asin demersal dan ikan asin pelagis. Berdasarkan hasil Analisis nilai tambah yang diakui nilai tambah jenis ikan asin demersal lebih besar dibandingkan dengan nilai tambah ikan asin pelagis. Dilihat dari penilaian margin dapat disimpulkan mengenai rantai pemasaran 3 yang paling efisien karena margin = 0, artinya harga yang disetujui konsumen sama dengan yang diterima produsen. Namun demikian, penilaian atas produk yang ditawarkan adalah rantai nilai 2 yang paling baik karena nilai tambah terbesar merupakan bagian dari produsen.Kata Kunci: Nilai Tambah, Rantai pemasaran, Ikan Asin, Nain
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PEMASARAN RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Panigoro, Regina; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28975

Abstract

AbstractThe purpose of this study, namely: 1) to find out the number of seaweed marketing chains and 2) and analyze the value added of the seaweed marketing chains in Nain Villalge. The basic research used is a survey method. The population in this study are seaweed farmers and traders who are in the seaweed marketing chain in Nain Village. Data collection techiques using sampling and methods by accidental sampling for farmers and census for traders. The data collected consists of primary data and secondary data. The results of the study there are two seaweed marketing chains in Nain Village. Chain 1: Cultivators – Collecting Traders – Company, and Chain 2: Cultivators – Company. The analysis results value added in the two marketing chains is same, namely Rp.5.445/kg but the first chain enjoyed by producers or cultivators. In the first marketing chain there is a markerting margin Rp. 1.000/ kg and this is enjoyed by the collectors while in the second marketing chain the marketing margin is zero, so the second marketing chain is better than the first marketing chain.Keywords: Value Added, Marketing Chain, Seaweed, Nain Village AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengetahui berapa macam rantai pemasaran rumput laut dan 2) menganalisis nilai tambah pada rantai pemasaran di Desa Nain. Dasar penelitian yang digunakan adalah survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut dan pedagang yang berada dalam rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Teknik pengambilan data menggunakan sampling dengan cara accidental sampling untuk pembudidaya dan sensus untuk pedagang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian terdapat dua rantai pemasaran rumput laut di Desa Nain. Rantai 1: Pembudidaya – Pedagang Pengumpul – Perusahaan dan rantai 2: Pembudidaya – Perusahaan. Hasil analisis diperoleh nilai tambah pada kedua rantai pemasaran itu sama yaitu Rp. 5.445/kg namun pada rantai pemasaran pertama dinikmati oleh produsen atau pembudidaya. Pada rantai pemasaran pertama terdapat margin pemasaran sebesar Rp. 1.000/kg dan ini dinikmati oleh pedagang pengumpul sedangkan pada rantai pemasaran kedua margin pemasarannya sama dengan nol, jadi rantai pemasaran kedua lebih bagus dari rantai pemasaran yang pertama.Kata Kunci : Nilai Tambah, Rantai Pemasaran, Rumput Laut, Desa Nain
KARAKTERISTIK TENAGA KERJA INDUSTRI PERIKANAN DI PT. DEHO CANNING COMPANY KOTA BITUNG Turalaki, Darly J.V.; Rarung, Lexy K.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 2 (2013): (Oktober 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.2.2013.13325

Abstract

Abstract The purpose of this research which entitled, “The Characteristics of Fishery Industry Workforce in PT. Deho Canning Company of Bitung” is to recognize the general situation and also to describe and analyze the characteristics of the fishing industry workforces in the company. This research is a case study and the sample is taken by simple random sampling from some workforce in their each field and analyzed it in descriptive method. PT. Deho Canning Company is an independent company showed by the character of the workforce in specification from the number of the employee, recruitment system, age and work experiences, wage, place of residence, and also the productivity of the employees. The workforces that have become the object of this research are the employees in tuna and skip-jack canning production. Keyword : Characteristics, Workforce, Industry.   Abstrak Tujuan penelitian dengan judul Karakteristik Tenaga Kerja Industri Perikanan di PT. Deho Canning Company Kota Bitung adalah untuk mengetahui keadaan umum perusahaan dan mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik tenaga kerja industri perikanan di perusahaan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus di perusahaan tersebut, sampel diambil secara acak sederhana dari sejumlah tenaga kerja sesuai dengan bidang masing-masing kemudian dianalisis secara deskriptif. PT Deho Canning Company merupakan perusahaan mandiri dengan karakteristik tenaga kerja secara spesifik dilihat dari jumlah, sistem penerimaan, pendidikan, usia dan pengalaman kerja, asal, upah dan produktivitas tenaga kerja. Objek dalam penelitian ini adalah tenaga kerja produksi bagian pengalengan ikan tuna dan cakalang. Kata Kunci : Karakteristik, Tenaga Kerja, Industri
KONTRIBUSI MODAL DAN LAMA USAHA PADA KEBERHASILAN USAHA PERIKANAN TANGKAP BAGAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Neiss, Michael; Rarung, Lexy K.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30623

Abstract

AbstractBased on the results of the study it can be concluded that: (a) Capital and Duration of business give contribute to success of capture fisheries business in Tateli Weru village. (b) Startup Capital gives 45% contribution and Duration of bussiness contributed 40% to the success of the chartered fisheries business in Tateli Weru Village.Keywords: Contribution , Capital , Duration of Business, Bagan, Success AbstrakBerdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (a) Modal dan lama usaha memberikan kontribusi pada keberhasilan usaha perikanan tangkap di Desa Tateli Weru, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa sebesar 66% (b) Modal Usaha memberikan 45% kontribusi dan lama usaha memberikan 40% kontribusi terhadap keberhasilan usaha perikanan tangkap bagan di Desa Tateli Weru.Kata Kunci : kontribusi, modal, lama usaha, bagan, keberhasilan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN RAKIT RUMAH JAGA RUMPON DI KELURAHAN MANADOTUA SATU KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Maluwu, Andre R.Y.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30622

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the feasibility of a rafting guard house building business in Manadotua Satu village, Bunaken Kepulauan District, Manado City. The benefits of this research are as work training for writers in completing studies at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, this research is expected to be input from local governments, especially the Fisheries and Maritime Affairs Office. The method used in this study is a survey, while data collection uses a census, because there are two respondents. Fishermen set up this business with their own capital, this business is said to be feasible because an analysis has been carried out with the following results: Operating Profit value = Rp. 493,800,000, Total Profit = Rp. 489,704,000, Profitability = 2,339%, Benefit Cost Ratio = 1.5, Return Period = 16 Days Break Even Point: Sales BEP = Rp. 11,702,857, BEP Uni 0,9 or can be said as 1 unit.Keywords: Manadotua Satu, Feasibility Analysis, Foster Homes AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan dari usaha pembuatan rakit rumah jaga rumpon di kelurahan Manadotua Satu, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado. Adapun mafaat dari penelitian ini yaitu sebagai latihan kerja bagi penulis dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dari pemerintah daerah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautam. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu survei, sedangkan pengumpulan data menggunakan sensus, karena responden ada dua orang. Nelayan mendirikan usaha ini dengan modal sendiri, usaha ini dikatakan layak karena telah dilakukan analisis dengan hasil sebagai berikut : nilai Operating Profit = Rp. 493.800.000, Total Keuntungan = Rp. 489.704.000, Rentabilitas = 2.339%, Benefit Cost Ratio = 1,5, Jangka Waktu Pengembalian = 16 Hari Break Even Point: BEP Penjualan = Rp. 11.702.857, BEP Uni 0,9  atau dapat dikatakan 1 unitKata Kunci: Manadotua Satu, Analisis Kelayakan, Rumah Jaga Rumpon