Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The effect of counseling on menstrual personal hygiene knowledge in grade VII female students Meilaningsi Meilaningsi; Siti Arifah; Triani Rahmadewi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i2.3303

Abstract

Background: Early adolescence is a transitional period that is vulnerable to various reproductive health problems, particularly due to a lack of understanding of personal hygieneduring menstruation. Insufficient knowledge among adolescent girls about maintaining reproductive organ hygiene can increase the risk of infection and lead to physical and psychological impacts. Purpose: to determine the effect of health education on menstrual personal hygieneknowledge among seventh-grade female. Method: This study employed a quantitative approach, employing a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design and no comparison group. This means that all variables were collected simultaneously to assess the effect of counseling on personal hygiene knowledge among seventh-grade female students at SMPN 2 Mlati. The independent variable in this study was counselling. Results: The results of data analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of p = 0.000< 0.05, which means that there is an effect of health education on menstrual personal hygiene knowledge before and after the education among seventh-grade female students. Conclusion: There is an effect of health education on menstrual personal hygiene knowledge among seventh-grade female students. Based on the results of this study, schools and health workers are expected to provide reproductive health education regularly and provide supporting facilities so that female students can practice good personal hygieneduring menstruation. Suggestion: Based on the results of this study, schools and health workers are expected to provide reproductive health education regularly and provide supporting facilities so that female students can practice good personal hygieneduring menstruation.
Hubungan Pola Makan Dengan Tingkat Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta Debi Anggi Sagita; Evi Wahyuntari; Siti Arifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.640

Abstract

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan lansia, termasuk risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan tingkat kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Ngudi Waras Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling, melibatkan 50 lansia sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,0% lansia memiliki pola makan buruk dan 44,0% memiliki pola makan baik, sedangkan 48,0% lansia mengalami hipertensi dan 52,0% tidak. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan hipertensi (p = 0,00; OR = 0,098; CI 95% = 0,026–0,365), yang menandakan bahwa lansia dengan pola makan baik memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pola makan sehat pada lansia serta peran posyandu dalam memberikan edukasi gizi dan pemantauan kesehatan.
Terapi Obat Methylprednisolone pada Anak dengan Nyeri Akut Vaskulitis di Bangsal Firdaus RS PKU Muhammadiyah Gamping Isna Nisa Sholihah; Siti Arifah
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.254

Abstract

Vaskulitis adalah inflamasi pada dinding pembuluh darah yang dapat berupa vaskulitis primer maupun sekunder akibat penyakit yang mendasari. Laporan kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada seorang pasien anak yang dirawat di Bangsal Firdaus RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi rekam medis. Intervensi keperawatan yang diberikan berfokus pada manajemen nyeri, khususnya melalui pemberian terapi injeksi obat secara intravena. Berdasarkan hasil pengkajian dan pemeriksaan fisik, pasien merasakan nyeri pada area ruam merah di kulit akibat proses inflamasi vaskular. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis yaitu vaskulitis. Rencana dan implementasi keperawatan dilaksanakan selama 3x24 jam dengan mengacu pada standar asuhan keperawatan berbasis bukti. Evaluasi menunjukkan bahwa nyeri akut teratasi sesuai target yang ditetapkan melalui pemberian obat anti nyeri dan anti inflamasi yaitu methylprednisolone. Laporan kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan komprehensif pada anak dengan vaskulitis, sehingga mampu meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan keperawatan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Terapi Methylprenisolone, Anak, Nyeri Akut, Vaskulitis
Parental feeding practices and stunting status among preschool children Aiyzah Okta Viayani; Triani Rahmadewi; Siti Arifah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 3 (2026): June Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i3.3518

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth failure in children caused by chronic malnutrition, characterized by a height-for-age (HFA) score below -2 SD according to WHO standards. An inappropriate diet is one of the factors that can influence the incidence of stunting in preschool-aged children. Stunting is not just a short-term health problem but also disrupts brain development, intelligence, immunity, and increases the risk of chronic diseases in adulthood. Children who are stunted experience limitations in learning, motor skills, and socio-emotional development, which lowers the quality of human resources. Therefore, stunting is a serious public health problem that requires immediate intervention. Purpose: To examine parental feeding practices and stunting status among preschool children. Method: This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample consisted of 36 respondents selected using total sampling. Dietary data were collected using the Child Feeding Questionnaire (CFQ), while the prevalence of stunting was measured by height using a microtoise and calculated based on the height-for-age (HAZ) indicator according to WHO standards. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods, employing Fisher’s Exact test with a significance level of α = 0.05 Results: The results of the Fisher’s Exact test show a p-value > 0.05. Based on the results of research conducte, it can be concluded that the eating patterns of preschool children are entirely in the appropriate category (100%), the incidence of stunting mostly does not occur, with 96.7% of children not stunted and only 3.3% experiencing stunting, and there is no relationship between eating patterns and the incidence of stunting in preschool children at both kindergartens (p value = 0.942). Conclusion: These findings suggest that adopting a dietary pattern that considers the type, quantity, and frequency of food is a crucial aspect in supporting the growth and development of preschool-aged children. A balanced and regular diet plays a role in meeting children's nutritional needs, although stunting can still be influenced by other long-term, multifactorial factors. Suggestion: It is recommended for parents and the school to continue maintaining the child's good eating habits and to increase periodic monitoring of nutritional status so that the risk of stunting can be prevented as early as possible.
Laporan Kasus Pada Pasien Pneumonia Dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Bangsal Naim RS PKU Muhammadiyah Gamping Ari Hidayatul Azizah; Siti Arifah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i4.1105

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut saluran pernapasan bawah yang sering terjadi pada anak dan dapat menimbulkan gangguan bersihan jalan napas akibat peningkatan produksi sekret. Masalah bersihan jalan nafas tidak efektif perlu ditangani secara tepat melalui intervensi keperawatan kolaboratif, salah satunya terapi nebulizer. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas pemberian terapi nebulizer dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pasien anak perempuan usia 1 tahun dengan diagnosa medis pneumonia. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari di Bangsal Naim RS PKU Muhammadiyah Gamping melalui tahapan proses keperawatan: pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Setelah dilakukan pemberian terapi nebulizer selama tiga hari, terjadi perbaikan kondisi respirasi pasien. Tanda bersihan jalan nafas tidak efektif seperti sesak napas, batuk pilek, retraksi dinding dada, dan suara napas tambahan berkurang hingga menghilang. Saturasi oksigen berada dalam batas normal tanpa bantuan oksigen. Terapi nebulizer efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien anak dengan pneumonia dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan kolaboratif.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI TK ABA WILAYAH PANEMBAHAN KRATON, YOGYAKARTA Ratu Zilan Fitri Nabila; Siti Arifah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 3 (2026): JULY 2026 (INPRESS)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i3.413

Abstract

Children are social individuals in the golden period, a critical stage of growth and development, particularly motor development, which is strongly influenced by parenting styles. Appropriate parenting plays an important role in optimizing children’s development. This study aims to determine the relationship between parenting styles and motor development of children at TK ABA Panembahan Kraton Area, Yogyakarta, as specific studies at the local kindergarten level are still limited. The research used a non-experimental descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The independent variable was parenting style, and the dependent variable was children’s motor development. Data were collected simultaneously using questionnaires and developmental assessment sheets and analyzed using the Spearman Rank test. Respondents were selected based on inclusion criteria, namely children aged 4–6 years who were active students and parents/guardians willing to participate. The results showed that most parents applied democratic parenting (71.58%), and all children in this group had appropriate motor development. Authoritarian parenting was applied by 15.79% of parents and permissive parenting by 12.63%; in these groups, some children showed doubtful development, although the majority remained appropriate. No motor development deviations were found. The Spearman Rank test indicated a significant positive relationship (p = 0.000; r = 0.528) with moderate strength, concluding that there is a relationship between parenting styles and children’s motor development.