Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The effect of counseling on menstrual personal hygiene knowledge in grade VII female students Meilaningsi Meilaningsi; Siti Arifah; Triani Rahmadewi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i2.3303

Abstract

Background: Early adolescence is a transitional period that is vulnerable to various reproductive health problems, particularly due to a lack of understanding of personal hygieneduring menstruation. Insufficient knowledge among adolescent girls about maintaining reproductive organ hygiene can increase the risk of infection and lead to physical and psychological impacts. Purpose: to determine the effect of health education on menstrual personal hygieneknowledge among seventh-grade female. Method: This study employed a quantitative approach, employing a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design and no comparison group. This means that all variables were collected simultaneously to assess the effect of counseling on personal hygiene knowledge among seventh-grade female students at SMPN 2 Mlati. The independent variable in this study was counselling. Results: The results of data analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of p = 0.000< 0.05, which means that there is an effect of health education on menstrual personal hygiene knowledge before and after the education among seventh-grade female students. Conclusion: There is an effect of health education on menstrual personal hygiene knowledge among seventh-grade female students. Based on the results of this study, schools and health workers are expected to provide reproductive health education regularly and provide supporting facilities so that female students can practice good personal hygieneduring menstruation. Suggestion: Based on the results of this study, schools and health workers are expected to provide reproductive health education regularly and provide supporting facilities so that female students can practice good personal hygieneduring menstruation.
Hubungan Pola Makan Dengan Tingkat Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta Debi Anggi Sagita; Evi Wahyuntari; Siti Arifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.640

Abstract

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan lansia, termasuk risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan tingkat kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Ngudi Waras Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling, melibatkan 50 lansia sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,0% lansia memiliki pola makan buruk dan 44,0% memiliki pola makan baik, sedangkan 48,0% lansia mengalami hipertensi dan 52,0% tidak. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan hipertensi (p = 0,00; OR = 0,098; CI 95% = 0,026–0,365), yang menandakan bahwa lansia dengan pola makan baik memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pola makan sehat pada lansia serta peran posyandu dalam memberikan edukasi gizi dan pemantauan kesehatan.