Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WAHANA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER TOLERANSI DI PERGURUAN TINGGI Pipit Widiatmaka; Arief Adi Purwoko
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 5, No 2 (2021): WASKITA: JURNAL PENDIDIKAN NILAI DAN PEMBANGUNAN KARAKTER
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2021.005.02.8

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana untuk Membangun Karakter Toleransi Mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter toleransi mahasiswa di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan ialah analisis data interaktif, yang terdiri dari 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan.  Perguruan Tinggi merupakan jalur pendidikan formal untuk mencetak masa depan bangsa, yang ternyata di dalamnya terdapat mahasiswa yang memiliki paham radikal yang berpotensi pada tindakan terorisme dan juga  melakukan tindakan pelanggaran SARA. Untuk menanggulangi tindakan yang mengancam masa depan keberagaman tersebut, maka perlu dibangun karakter toleransi agar kehidupan di perguruan tinggi menjadi aman dan kondusif. Pembangunan karakter toleransi melalui pendidikan kewarganegaraan ternyata dapat menanggulangi sikap atau tindakan yang berujung pada pelanggaran SARA di pendidikan tinggi. Peran seorang dosen sangat sentral, karena karakter mahasiswa dapat dibangun oleh seorang dosen yang kreatif dan inovatif di dalam menentukan strategi pembelajaran serta memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Melalui peran seorang dosen yang memiliki kompetensi ternyata dapat membangun karakter toleransi mahasiswa di dalam proses pembelajaran.  
MERETAS PENDIDIKAN TERINTEGRATIF PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM NEGERI: Transformasi Ideologi Pancasila dan Deradikalisasi Arief Adi Purwoko
Journal of Research and Thought on Islamic Education Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.081 KB) | DOI: 10.24260/jrtie.v3i1.1696

Abstract

Ideology is an important part of human life, both as ideals and the system of thinking. Nevertheless not many realize, that ideology is a construction, either consciously or naturally formed. This article is a literature study, in an effort to uncover and illustrate contemplatively the development of education of ideology, especially by placing civic education at Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) as a filter of the radicalisation. The strategy offered is the adoption of integrated curriculum to raise students’ conscientization. The article discusses the transformation of Pancasila ideology through: i) urgency of civic education in PTKIN; II) The role of PTKIN to convey Pancasila as national ideology; and (iii) an integrated curriculum model in civic education as an ideological transformation effort. The discussion will begin from the role of PTKIN as a government representative in implementing education, which is to educate citizens as well as assert Pancasila as a nation's ideology. PTKIN must be able to translate the universal values of Islam and Pancasila, without any conflict. At the same time, the citizenship education in it does not have to be interpreted as a doctrinal space, but rather a dialogical space between the universal values of which — manifested in both the theory and the legal evidence — in various events. It will also comparatively describe that “stick and carrot model” would rather keep away from education goals, only create fear, and not differ from the pattern of a radicalism. In conclusion, the integrated curriculum involves the creation of products from various branches of science, multidisciplinary, especially from the scientific work that has been produced by PTKIN, as well as studies adopted from Islamic Studies. By adopting the integrated curriculum, hopefully, will be formed a holistic understanding of students, so that with the conscientization, independently will be able to analyse the threat of radicalism for the existence of the Republic of Indonesia.
The Material of Wawasan Nusantara as Indonesian Geopolitic Note And The Implementation in Islamic State University Arief Adi Purwoko
AT-TURATS Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v14i1.1785

Abstract

Arus globalisasi menggerus arti negara dalam bentuk kewilayahan, atau dalam perspektif geografi dalam hal batas-batasnya (borderless). Kehadiran krisis sebagaimana pandemi Covid-19 hadir untuk mengingatkan kembali keberadaannya. Batas, kedaulatan, dan kekuatan dari sebuah negara, yang secara nyata berhadapan dengan kepentingan politik dunia. Geopolitik telah lama menjadi kajian penting bagi penguatan kemampuan sebuah bangsa untuk bertahan di tengah hegemoni. Sebagaimana Indonesia dengan gigih mempertahankan Deklarasi Djuanda 1957 sebagai nota geopolitik tertulis, yang akhirnya berhasil mempengaruhi hukum laut internasional dan meneguhkan asas negara kepulauan (archipelago state). Sedemikian pentingnya materi geopolitik tersebut seharusnya memiliki andil dalam penguatan ketahanan nasional (national resillience), khususnya strategi pertahanan nasional (national defence). Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) merupakan media strategis untuk menransformasikan geopolitik terhadap kemampuan warga negara, sebagaimana diketahui Islam merupakan agama terbesar yang dianut oleh rakyat Indonesia, sekaligus memiliki pengaruh krusial bagi ideologi bangsa. Artikel ini mencoba untuk menguak peran pendidikan kewarganegaraan, terutama pada materi wawasan nusantara (national outlook) sebagai nota geopolitik warga negara. Penelitian dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan menggunakan model penelitian literatur. Pandangan yang dapat diajukan dalam artikel ini diantaranya antara lain: aspek ideologis geopolitik warga negara seringkali melibatkan nilai-nilai primordial sehingga keutuhan cara pandang terhadapnya menjadi terganggu. Peran lokalisme dan Islam sebagai pembentuk aspek ideologi geopolitik, seharusnya dapat dikemas dengan baik sebagai pengikat identitas bangsa. Dalam hal ini, PTKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bercorak khas keislaman, seharusnya mampu menerjemahkan nilai universalitas moral good dalam Islam kepada rasa persatuan umat yang beridentitas kebangsaan. Adapun untuk menuju hal tersebut, PTKIN harus mampu meramu suatu materi terintegratif antara nilai Islam sebagai aras epistemologis ideologi Pancasila dan doktrin pertahanan nasional nirmiliter. Bagaimanapun juga peserta didik di PTKIN adalah sumber daya strategis pertahanan nasional nirmiliter, terutama dalam pembangunan karakter bangsa di tengah masyarakat
Rumah Radakng dan Penanaman Nilai Toleransi di Masyarakat Adat Dayak Pipit Widiatmaka; Arief Adi Purwoko; Abd. Mu'id Aris Shofa
Jurnal Dialog Vol 45 No 1 (2022): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v45i1.584

Abstract

Dayak merupakan salah satu suku atau etnis dari berbagai macam suku yang berkembang di Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan. Suku Dayak memiliki beragam sub suku yang hidup berdampingan yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan memiliki rumah adat Radakng atau rumah panjang yang berfungsi untuk menjalin keharmonisan antar sesama. Seiring berjalanya waktu suku tersebut terlibat beberapa kali konflik dengan suku tertentu, seperti peristiwa di Sampit. Pada dasarnya suku Dayak menjadi sorotan utama, karena memiliki masa lalu yang buruk terkait konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif dan metode kepustakaan. Teknik pengambilan data yaitu dengan studi kepustakaan dan menggunakan analisis hermeneutika, yang merupakan penafsiran dari dokumen-dokumen yang diperoleh oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai toleransi mulai dilakukan melalui rumah Radakng yang memiliki makna untuk menjalin kehidupan dengan penuh toleransi, kerukunan, gotong royong dan keadilan. Implikasi dari implementasi nilai-nilai toleransi tersebut dapat meningkatkan kerukunan antar umat beragama tanpa memandang perbedaan suku sehingga sangat jarang ditemui konflik antar umat beragama khususnya di suku Dayak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai toleransi melalui rumah adat Radakng dilakukan suku Dayak dengan baik, dan berimplikasi pada keharmonisan kerukunan antar umat beragama dan juga antar suku. Kata Kunci: rumah adat Radakng, nilai-nilai toleransi, masyarakat Dayak Dayak is one of the tribes or ethnic groups of various tribes that developed in Indonesia, especially on the island of Borneo. The Dayak tribe has various sub-tribes that live side by side who uphold the values ​​of tolerance, and have the Radakng traditional house or long house that functions to establish harmony among others. Over time the tribe was involved in several conflicts with certain tribes, such as the incident in Sampit. Basically the Dayak tribe is in the main spotlight, because it has a bad past related to conflict. This study uses a qualitative approach and library methods. The data collection technique is by studying literature and using hermeneutic analysis, which is the interpretation of the documents obtained by the researcher. The results showed that the cultivation of tolerance values ​​began to be carried out through the Radakng house which has the meaning to build a life full of tolerance, harmony, mutual cooperation and justice. The implication of the implementation of the values ​​of tolerance can increase harmony between religious communities regardless of ethnic differences so that conflicts between religious communities are very rare, especially in the Dayak tribe. Based on the results of this study, it can be concluded that the implementation of tolerance values ​​through the Radakng traditional house is carried out by the Dayak tribe well, and has implications for the harmony of inter-religious and inter-ethnic harmony. Keywords: Radakng traditional house, values of tolerance, Dayak community
Pengembangan Sistem Informasi untuk Akreditasi Program Studi Sulaiman Sulaiman; Arief Adi Purwoko; Dewi Ismu Purwaningsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v20i2.4577

Abstract

Abstrak Peralihan instrumen akreditasi program studi menjadi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan pengumpulan dokumen pendukung merupakan tantangan yang besar saat pengisian borang akreditasi. Tujuan penelitian adalah mengembangkan sistem informasi untuk akreditasi program studi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang diadopsi dari Richey dan Klein, terdiri dari perancangan, produksi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase kelayakan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perancangan dilakukan analisis kebutuhan pengguna. Tahap produksi dilakukan perancangan sistem informasi akreditasi IAPS 4.0 dengan fitur template borang; rincian jadwal pengisian; simulasi perhitungan skor; cek plagiasi; proses review; serta pengunggahan dokumen pendukung dan formulir Sistem Penjaminan Mutu Internal. Tahap evaluasi dilakukan uji coba produk oleh dua orang ahli dan pengguna sebanyak 15 orang. Hasil uji coba ahli dan pengguna menunjukkan bahwa rancangan sistem informasi sudah layak untuk digunakan dan disebarluaskan.  AbstractThere was a transition of the study program accreditation instrument to IAPS 4.0. and collecting supporting documents is a big challenge when filling out accreditation forms. The research aimed to develop an information system for study program accreditation. The research method used research and development adopted from Richey and Klein, namely design, production, and evaluation. Data collection was carried out through interviews, literature studies, and questionnaires. Data analysis was performed by calculating the percentage of feasibility and practicality. The design stage was carried out by analyzing user needs. In the production phase, the design of the IAPS 4.0 accreditation information system was carried out with the form template feature; charging schedule details; score calculation simulation; plagiarism check; review process; as well as uploading supporting documents and forms of the Internal Quality Assurance System. In the evaluation phase, product trials were carried out by two experts and 15 users. The results of expert and user trials showed that the information system design is feasible for use and dissemination.
Pembentukan Karakter Toleransi pada Anak Usia Dini Melalui Metode Pembelajaran yang Bervariatif Farninda Aditya; Pipit Widiatmaka; Rahnang Rahnang; Arief Adi Purwoko
Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/japra.v5i2.17351

Abstract

Era digital memiliki dampak positif dan negatif pada anak usia dini, namun yang sering terlihat ialah dampak negatifnya, mengingat sering menonton sikap intolerasni dari video (Youtube), sehingga hal tersebut berimplikasi pada sikap dan karakter yang selalu membeda-bedakan teman berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, kemudian melakukan bullying dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna karakter toleransi dalam bingkai ke-Indonesia-an dan mengetahui strategi pembentukan karakter toleransi pada anak usia dini melalui metode pembelajaran yang bervariatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan memanfaatkan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter toleransi sangat dibutuhkan di Indonesia mengingat masyarakatnya majemuk, sehingga di dalam menjaga dan merawat persatuan dan kesatuan yaitu dengan karakter toleransi.  Karakter toleransi dapat dibentukmelalui berbagai metode pembelajaran dan harus bervariatif, namun kunci utama dalam membentuk karakter tersebut adalah adanya kerja sama atau sinergi antar orang tua dengan guru di pendidikan formal. 
Strategy of civic education teachers in building student social character to maintain local culture in the society 5.0 era Pipit Widiatmaka; Asep Wibowo; Arief Adi Purwoko
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2023): Civic Education dan Citizenship Studies In culture, identity, and art (1 June 20
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v4i1.53961

Abstract

The era of Society 5.0 is synonymous with internet technology that makes it easier for teachers to build social character, but it turns out that this era hurts student character development, namely, students experience a social character crisis, so many are anti-social and leave the local culture. The objectives of the study were to 1) determine the meaning of social character in the life of the nation and state, 2) examine the role of Civic Education in maintaining local culture in the era of society 5.0, and 3) examine teacher strategies in building social character in students in the era of society 5.0. This research uses a qualitative approach with descriptive research methods, so data collection techniques use interviews, observations, and document studies. The informants in this study were two teachers; observations were made of the Civic Education learning process and the behavior of students while at MTs N 4 Klaten through the study of syllabus documents and RPP. The data analysis technique used is interactive data analysis. The results showed that the meaning of social character in the life of the nation and state is to establish harmony between differences and maintain harmony between the state and citizens for the realization of unity and unity. In the era of society 5.0, maintaining local culture is very important, namely by educating and inspiring students to maintain and preserve the local wisdom that develops in their respective regions and wisely use internet technology so that it is not easily influenced by values or cultures from outside, especially those that conflict with the personality of the nation. The teacher's strategy in building social character in the era of Society 5.0 is by example, maintaining discipline and habituation, and creating a comfortable and conducive school culture. In addition, there are also supporting activities, namely social service, protecting the environment, and providing compensation to poor and orphaned children
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Multikultural dalam Menanggulangi Radikalisme Pipit Widiatmaka; Arief Adi Purwoko; Oki Anggara; Putri Handayani Lubis
Civic Edu : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2022): Civic Edu: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the meaning of radicalism, the role of civic education in universities, and the role of civic education as a vehicle for multicultural education to anticipate the development of radicalism in universities. The type of research used is qualitative and uses library research methods. Data collection techniques using document studies and data analysis used content analysis. The results of the study indicate that radicalism is an ideology that is very threatening to the diversity that exists in Indonesia, until now this ideology has begun to develop in the world of education, especially in universities. Radicalism began to develop in universities because most of the students were colleges were gathering places for young people and were easily influenced by something new. The role of civic education in higher education is very important and much needed, considering that this course is personality development and moral education. Citizenship education can function as multicultural education so that these courses can open students' insight that Indonesia is a multicultural country and can depend on all existing differences so that radicalism in higher education can be overcome. Through civic education, it can also build the character of tolerance, through an effective learning process with character education strategies, namely moral knowing, moral loving, and moral doing. Educators at universities must supervise their students' activities in the university environment.
ROADMAP PENELITIAN PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IAIN PONTIANAK TAHUN 2022-2030 Rizki Susanto; Arief Adi Purwoko; Weni Ayu Sundari; Rosanti Rosanti
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v5i2.2558

Abstract

The research roadmap is an important element for the sustainability of higher education in the field of research. Demands for harmony between research conducted in tertiary institutions and national policies are the main key in responding to community needs in the educational aspect of globalization. The purpose of this study is to design a research roadmap for the IAIN Pontianak PAI Study Program in 2022–2030. This study uses a qualitative descriptive approach with supporting data in the form of research policies on the 2017–2045 National Research Master Plan document, the 2018–2028 National Religious Research Agenda, and the Research and Community Service Roadmap of IAIN Pontianak, as well as data records of the thesis titles of PAI IAIN Pontianak students from 2018–2021. According to the search results, 1) research by PAI students has accommodated RIRN through character research and out-of-school education; ARKAN on 4 themes and 8 sub-themes; and IAIN Pontianak's research roadmap through research with a local Kebornean pattern; and 2) the research roadmap for the PAI IAIN Pontianak study program is directed at achieving graduate profiles and the integration of PAI knowledge with other disciplines so that research results can be published.
PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMUNIKASI SOSIAL PRAJURIT KODIM 1417/KENDARI TERHADAP PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN DI DARAT Irawan Agung Wibowo; Budi Mawardi Syam; Arief Adi Purwoko
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 10 No. 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TNI AD sesuai dengan UU RI Nomor 34 tahun 2004 pasal 8 ayat (d), mempunyai tugas pokok melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Sejalan dengan hal tersebut, UU RI Nomor 3 Tahun 2002 pasal 1 ayat 2 yang menyatakan bahwa “Sistem Pertahanan Negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya serta disiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut”. Kodim 1417/Kendari sebagai salah satu Satkowil dengan pembinaan teritorial (Binter) bertujuan untuk mewujudkan potensi geografi, demografi dan kondisi sosial menjadi ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk menangkal ancaman musuh. Penyelenggaraan Binter yang dilakukan dapat melalui metode Komunikasi Sosial, sebagai metoda atau cara memelihara keeratan dan sebagai kemampuan dari prajurit dalam berkomunikasi dalam hal ini kompetensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan komunikasi sosial secara parsial maupun simultan terhadap pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara acak kepada 84 prajurit Kodim 1417/Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi berpengaruh sebesar 82,8% dan komunikasi sosial sebesar 84,9%, sedangkan secara simultan baik kompetensi maupun komunikasi sosial berpengaruh sebesar 87,4% terhadap pemberdayaan wilayah pertahanan di darat.