Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Perilaku Kepatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Ditinjau dari Faktor Predisposisi Kejadian Tuberkulosis di Puskesmas Selogiri, Wonogiri Ratnasari, Nita Yunianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan berobat pasien merupakan salah satu faktor yangmenentukan dalam keberhasilan terapi, namun kepatuhan untukmelakukan pengobatan oleh pasien tuberkulosis seringkali rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan berobatpenderita tuberkulosis di Puskesmas Selogiri Kabupaten Wonogiri.Desain penelitian ini menggunakan studi cross-sectional deskriptifanalisis dengan menggunakan alat pengumpul data berupa kuesionersebagai data primer dan kartu pengobatan pasien (Form TB 01) sebagaidata sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Selogiri padabulan Nopember sampai Desember 2017 yaitu pada pasien tuberkulosisyang telah menyelesaikan pengobatan selama 2 bulan atau lebih.Populasi seluruh pasien tuberkulosis yang berobat di PuskesmasSelogiri, yang terdaftar dari bulan Januari 2016 sampai Desember2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dimanadata primer diperoleh peneliti dengan melakukan kunjungan ke rumahresponden, sementara data sekunder diperoleh dari P2 PuskesmasSelogiri. Hasil penelitian dari 23 total responden selama menjalanipengobatan menunjukkan jumlah responden yang patuh terhadappengobatan tuberkulosis lebih kecil dibandingkan responden yang tidakpatuh, yaitu 10 responden (43,47%) patuh sedangkan responden tidakpatuh 13 (56,52%). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubunganantara faktor sosiodemografis, pengetahuan, efek samping obat, riwayatpenyakit lain dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis diPuskesmas Selogiri. Studi ini menunjukkan masih tingginya angkaketidakpatuhan berobat penderita tuberkulosis. Oleh karena itu perankeluarga/PMO dalam mengawasi pengobatan perlu ditingkatkansehingga penyebaran penyakit dan meluasnya resistensi bakteri dapatdicegah.
PERSONAL HYGIENE DAN KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI Sarifah, Siti; Handayani, Sri; Jayanti, Dwi; Ratnasari, Nita Yunianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Popok dan bayi adalah dua hal yang tak bisa dilepaskan. Langkah praktis biasanya ibu lebih memilih popok sekali pakai, jika ibu kurang menjaga personal hygiene bisa mengakibatkan gangguan kulit. Gangguan kulit pada bayi yang paling sering terjadi yaitu, ruam popok. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Hbungan Personal Hygiene dengan Kejadian Ruam Popok. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi peneletian ini adalah Semua ibu dan bayinya yang berusia 0-12 bulan, sejumlah 45 orang. Sampel penelitian sejumlah 45 orang, diambil secara total sampling. Variabel independent adalah personal hygiene. Variabel dependent adalah kejadian ruam popok. Instrument penilaian personal hygiene menggunakan kuisinoner yang terdiri dari 8 pertanyaan dan ruam popok menggunakan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi square. Hasil: sebagian besar responden memiliki personal hygiene yang baik sejumlah 29 responden (64.4%), personal hygiene tidak baik sejumlah 16 responden (35,6%), sedangkan kejadian ruam popok sebagian besar responden tidak terjadi ruam popok sejumlah 29 responden (64.4%), terjadi diaper rash sejumlah 16 responden (35,6%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi square didapatkan p value 0,000 < dibandingkan dengan alpha 0,05, sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Ruam Popok. Simpulan: Ada hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Ruam Popok pada Bayi di Desa Pundungrejo (p value: 0,000<0,05).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI PEMBERIAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS PADA KELOMPOK LANSIA “NGUDI WARAS” SUMBER SARI, PURWOSARI, WONOGIRI Nita Yunianti Ratnasari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.135

Abstract

Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan istilah TBC, adalah penyakit menular yang masih menyebabkan angka kematian yang tinggi di dunia. 75 % kasus TBC di negara berkembang menyerang kelompok usia produktif (15-50 tahun). Penyuluhan kesehatan penting dilakukan pada kelompok lansia. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kaum lansia tentang penyakit TBC. Metode penyuluhan adalah melalui pendidikan kesehatan langsung (tatap muka) antara penyuluh dan peserta. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok Posyandu Lansia Ngudi Waras, desa Purwosari kabupaten Wonogiri sejumlah 40 orang. Selama proses penyuluhan berlangsung semua peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan lansia tentang penyakit TBC serta cara pencegahan penularannya. Sebelum dilakukan pendidikan kesesehatan terdapat 33 (82%) peserta dengan tingkat pengetahuan rendah dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terdapat 32 (80%) peserta dengan tingkat pengetahuan sedang dan peserta dengan level pengetahuan TBC kategori tinggi 6 (15%) peserta. Sehingga dapat disimpulkan penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan peserta yang dalam hal ini adalah lansia. Kata kunci: lansia, pengetahuan, penyuluhan kesehatan, tuberculosis
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Ratnasari, Nita Yunianti; Ambarwati, Retno
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran orang tua sangatlah krusial dalam membimbing anak di era digital saat ini. Salah satu perannya bisa berupa memilih tontonan atau tayangan sesuai dengan umurnya. Pola asuh anak dan remaja di era digital perlu diterapkan dengan baik oleh orang tua. Era digital memang sudah tidak bisa dihindari, sehingga orangtua perlu beradaptasi dan memilih pola asuh yang tepat guna menghadapi terpaan digital. Salah satu bentuk transfer of knowledge yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat adalah penyuluhan kesehatan. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota tim penggerak PKK di Kabupaten Sragen tentang pentingnya pola asuh anak dan remaja di era digital. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu melalui pertemuan klasikal, tatap muka secara langsung untuk mengikuti penyampaian informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemateri. Hasil yang diperoleh yaitu pada kelompok sasaran sudah memahami konsep pola asuh anak dan remaja di era digital meliputi pengertian, peran orang tua, konsep tumbuh kembang anak serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan terhadap kejadian penyalahgunaan gadget.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MEMBANGUN KOMUNIKASI INTERAKTIF DALAM KELUARGA DI ERA DIGITAL Ambarwati, Retno; Ratnasari, Nita Yunianti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital terutama teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan yang semakin pesat dan modern. Perubahan ini membuat pengguna memiliki kemampuan dan kemudahan dalam mengakses berbagai hal tanpa batas. Kemajuan teknologi komunikasi memberikan dampak luar biasa terhadap kehidupan keluarga. Selain dampak positif ternyata juga dapat menyebabkan dampak negatif terhadap keharmonisan keluarga. Salah satu dampak negatinya adalah komunikasi interaktif di dalam keluarga semakin berkurang. Ini terjadi karena semua anggota keluarga memiliki fasilitas komunikasi masing-masing sehingga merasa asyik dengan kecanggihan digital berupa gadget, dan akhirnya lupa dengan kebutuhan berinteraksi dalam keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan contoh yang positif serta memberikan bimbingan kepada anak - anaknya dalam menghadapi era digital saat ini. Orang tua khususnya ibu memiliki tanggung jawab atas pembentukan sikap dan perilaku anak, serta sebagai orang tua harus memiliki kontrol dalam mengawasi informasi yang diterima anak dalam penggunaan smartphone. Salah satu bentuk transfer of knowledge yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat adalah penyuluhan kesehatan. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Sragen tentang pentingnya membangun komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pertemuan klasikal, tatap muka secara langsung untuk mengikuti penyampaian informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemateri. Hasil yang diperoleh yaitu pada kelompok sasaran sudah memahami konsep komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital meliputi pengertian komunikasi interaktif, langkah dalam menjaga komunikasi dalam keluarga, Bagaimana menerapkan komunikasi interaktif dalam keluarga, peran orang tua.