Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembuatan Alat Permainan Edukatif Wayang Bagi Pembelajaran Di Raudhatul Athfal Se-Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Sri Hidayati; Muzakki Muzakki; Dwi Puspita; Ismi Hanifah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.216-223

Abstract

The aim of these community service activities is to mentor the teachers and new knowledge about making Eductional Game Tools (APE) for animal and human puppet in RA learning throughout the village of Kereng Bangkirai. The presence of Wayang animals and Wayang Oran's APE is caused by hurdles often encountered at any institution related to media learning in relation to cost issues. With APE, puppet becomes a learning media solution that can be adapted to the topics and learning materials. The method used by this service is Participatory Action Research (PAR). This service was carried out at RA Al-Musafirin in the Kereng Bangkirai district. The result of this activity is the availability of educational gaming tools that are easy to find and use affordable tools and materials for the educational media. In this way, the media is filled to support children's learning in RA.  
Collaboration between Parents and Teachers on Early Childhood Character Development Saudah Saudah; Ali Iskandar; Sri Hidayati; Dwi Puspita
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 19 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v19i1.498

Abstract

Early childhood character education is a challenge amidst the moral decline of the nation's children. This study highlights the importance of collaboration between parents and teachers in shaping children's character. This quantitative research with correlational method analyzes the relationship between parent collaboration, teacher collaboration, and early childhood character development. The study population consisted of early childhood, parents, and teachers in several PAUD and TK institutions, with a sample of 20% of the total population. Data collection was conducted through a structured questionnaire with indicators of communication, involvement, and moral support from parents, as well as planning, implementation, and evaluation by teachers. The analysis showed that collaboration between parents and teachers significantly contributed to children's character development, including cognitive, affective and psychomotor aspects. Teacher collaboration has a greater influence than parents. This study emphasizes the importance of synergy between families and schools in creating a learning environment that supports early childhood character development.
Penerapan Model Quantum Learning Menggunakan Media Miniatur Pada Siswa Kelas V MIS Miftahul Jannah Palangka Raya Nur Hikmah; Sri Hidayati; Setria Utama Rizal
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Quantum Learning berbantuan media miniatur dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V di MIS Darul Ulum Palangka Raya. Secara khusus, penelitian ini mengkaji: 1) bagaimana penerapan model Quantum Learning menggunakan media miniatur dalam proses pembelajaran; dan 2) faktor-faktor yang mendukung serta menghambat keberhasilan penerapan model tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, serta analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Learning berbantuan media miniatur secara signifikan meningkatkan aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Media miniatur terbukti mampu membantu siswa memahami materi siklus air secara lebih konkret dan menyenangkan. Antusiasme siswa meningkat, begitu pula partisipasi mereka dalam diskusi dan praktik pembelajaran. Faktor pendukung keberhasilan penerapan model ini antara lain semangat guru, ketersediaan media pembelajaran yang sesuai, dan lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, hambatan yang ditemukan adalah keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran serta tantangan dalam pengelolaan kelas. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model Quantum Learning dengan media miniatur merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa di tingkat sekolah dasar.
Permainan Dakon dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun Devy Puspita; Sri Hidayati; Saudah Saudah
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 1 No 1 (2021): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v1i1.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permainan dakon dalam mengembangkan kognitif anak usia 5-6 tahun berdasarkan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Pembelajaran dengan menggunakan permainan dakon dipilih karena dapat meningkatkan kemampuan berhitung dengan belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolik pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang anak yang terdiri dari 2 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki. Objek penelitian ini adalah kemampuan berhitung pada anak usia 5-6 tahun terutama menggunakan permainan dakon dan mengetahui cara belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui permainan dakon mampu mengembangkan kognitif anak usia 5-6 tahun dengan sangat baik. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian bahwa anak mampu menunjukkan belajar dengan pemecahan masalah, berpikir logis dan berpikir simbolik.