Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Pelaksanaan Supervisi di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Puji Oktaviane Prasasti; Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i1.1800

Abstract

Supervision should be scheduled and programmed, and if conducted continuously, it can ensure that nursing care is delivered in accordance with nursing practice standards. According to data in Indonesia, the average supervision by ward heads is categorized as less than satisfactory at 49.3%, while only 50.7% is considered good. This indicates that ward heads in various hospital departments are perceived as less effective by nurses in implementing their leadership, particularly regarding supervision. A pre-survey revealed the absence of a scheduled supervision timetable, guidelines/SOPs for supervision, and documentation of supervision results. This study aims to evaluate the implementation of supervision at the surgical ward of Pringsewu Regional Public Hospital. Data collection methods, conducted on November 9, 2024, included interviews, questionnaires, and observations. The findings identified a nursing management issue: the suboptimal implementation of supervision at the surgical ward of Pringsewu Regional Public Hospital. The planned activities included socialization on the application of supervision, supervision flow, and optimal supervision techniques. The implementation of these activities took place on December 20, 2024, through the socialization of supervision practices. The evaluation results after the socialization in the surgical ward showed that supervision was being carried out effectively. The ward head, team leader, and five nurses recognized the critical importance of supervision in improving the quality of care in the surgical ward. It is expected that the ward head (supervisor) will conduct supervision according to the established schedule, guidelines, and job descriptions, thereby enhancing the quality of nursing care in the surgical ward to achieve optimal outcomes.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Dewasa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Yunina Elasari; Bella Anggi Regita; Rizki Yeni Wulandari; Tri Adi Nugroho
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 6 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v1i6.182

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan dan dipengaruhi salah satunya oleh pelayanan keperawatan (Biologis, Psikologis, Sosial, Spiritual). Angka kepuasan pasien di beberapa Negara termasuk Indonesia masih rendah. Di RSUD  Dr. H. Abdoel Moeloek tahun 2015 kepuasan pasien hanya berada pada angka 40%. Tujuan: untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap dewasa  RSUD  Dr. H. Abdoel Moeloek. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang rawat inap dewasa RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek pada bulan April 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara pemenuhan kebutuhan fisik dengan kepuasan pasien nilai p-value = 0,045 (p<0,05), ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan psikologis dengan kepuasan pasien nilai  p-value = 0,013 (p<0,05), ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan sosial dengan kepuasan pasien nilai  p-value = 0,019 (p<0,05), ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kepuasan pasien p-value = 0,043 (p<0,05). Kesimpulan: Diharapkan pihak manajemen RS menyelenggarakan seminar dan pelatihan tentang pelayanan keperawatan, untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan secara holistik  dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien.
Hubungan Komunikasi Terapeutik dan Caring Perawat dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Ria Pratiwi Sinhta Dewi; Yunina Elasari; Surmiasih; Moh. Heri Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 3 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i3.326

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan terutama di rumah sakit. Kepuasan yang dirasakan pasien akan mendorong pasien untuk mematuhi rencana pengobatan dan mendorong pasien menggunakan pelayanan kesehatan yang sama. Perawat memiliki peranan penting dalam proses tercapainya kepuasan yaitu melalui komunikasi terapeutik dan caring terhadap pasien. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan komunikasi terapeutik dan caring perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien di instalasi gawat darurat rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung Tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survey analitik dan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di instalasi gawat darurat rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung sebanyak 400 responden dengan sampel sebanyak 80 responden Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Gamma. Hasil: Analisis univariat diketahui bahwa responden dengan komunikasi terapeutik baik sebanyak 55 responden (68,8%), responden dengan caring perawat baik sebanyak 55 responden (68,8%) dan responden dengan kategori puas sebanyak 60 responden (75,0%). Analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara komunikasi terapeutik (p-value <0,001) dan caring perawat (p-value 0,001) dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung Tahun 2023.Simpulan:  Bagi fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit agar dapat memberikan edukasi dan pelatihan secara berkala kepada perawat secara berkala khususnya tenaga perawat tentang peranan komunikasi terapeutik dan caring tehadap kepuasan pasien.
Hubungan Peran Kader Dengan Capaian Temuan Kasus TB di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bumi Agung Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara M Dimas Bagus Sajiwo; Yunina Elasari; Tri Adi Nugroho; Surmiasih
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 5 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i5.579

Abstract

Pendahuluan: Peran kader sangat penting untuk penemuan kasus TBC sehingga dapat  mencapaian target pemerintah. Fenomena masalah yang ada ditempat penelitian itu tidak mencukupi ketercapaian angka puskesmas. Kemampuan kader berperan aktif untuk melakukan investigasi kontak dalam rangka penemuan suspek TBC dapat ditingkatkan melalui kegiatan pendampingan. Pelaksanaan pada penemuan capaian pasien terbukti masih belum berjalan optimal karenakan peran kader itu sendiri, berdasarkan data temuan capaian temuan tedapat 19 kasus terduga yang positif. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan peran kader dengan capain temuan kasus tb di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bumi Agung Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dengan teknik Total sampling. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bumi Agung pada tanggal 05-22 Desember 2024. Pengumpulan data mengunkan lembar kuisioner secara univariat dan bivariat, Analisa data mengunakan (Uji Chi-Square). Hasil: Hasil Penelitian didapatkan bahwa Diketahui dari 60 responden dengan pelaksanaan penemuan kasus tb sebanyak 41 (68,3%) responden tidak menemukan juga, sebanyak 19 (31,7%) responden ditemukan kasus tb. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,001 yang berarti p<α = 0,05 (Ha diterima dan Ho ditolak), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pelaksanaan peran kader dengan capaian temuan kasus tb di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bumi Agung. Simpulan: Diharapkan menjadi bahan pertimbangan penyusunan program Kegiatan Pelayanan Keperawatan Kesehatan masyarakat dalam mengatasi rendahnya capaian penemuan Kasus tb bagi kader TB untuk dapat membantu masyarakat untuk memeriksa kesehatannya di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.