Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP PROMOSI MELALUI CARA PERSONAL SELLING DI PERPUSTAKAAN SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG Ayu Indah Puspita; Diah Sri Rejeki
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.521 KB) | DOI: 10.14710/jip.v2i2.86-95

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap promosi melalui cara personal selling di Perpustakaan SMA Taruna Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain explanatory research dengan analisis deskriptif. Adapun sampel yang digunakan adalah 90 responden dan 9 informan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kesioner dan wawancara. Penelitian ini memanfaatkan teori AIDDA sebagai dimensi untuk mendapatkan data dari responden. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan dengan distribusi frekuensi dan hasilnya adalah persepsi pemustaka terhadap promosi melalui cara personal selling baik. Persentase sebagai berikut 70% (63 responden) menyatakan bahwa promosi melalui cara personal selling di perpustakaan SMA Taruna Nusantara Baik, kemudian 13% (12 responden) menyatakan Sangat Baik, 17% (15 responden) menyatakan Kurang baik sedangkan tidak ada satupun responden yang menyatakan bahwa promosi melalui cara personal selling Tidak Baik. Kemauan dan kesadaran belajar dan membaca pada siswa sangat tinggi. Dengan adanya promosi, dapat meningkatkan motivasi kepada siswa untuk mengunjungi dan memenfaatkan perpustakaan.
Penataan Koleksi dalam Mendukung Efisiensi Temu Kembali Informasi di Perpustakaan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Nugraha, Davin; Agustine, Merryam; Rejeki, Diah Sri
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 17 No. 1 2026
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol17.iss1.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penataan koleksi, proses temu kembali informasi, serta peran penataan koleksi dalam mendukung efisiensi temu kembali informasi di Perpustakaan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan Kepala Bagian Umum sebagai informan kunci, pustakawan sebagai informan utama, serta pemustaka sebagai informan pendukung, yang dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan penataan koleksi dan proses temu kembali informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan koleksi di Perpustakaan PATGTL dilakukan dengan sistem pengorganisasian berbasis tahun masuk koleksi yang disesuaikan dengan karakteristik dokumen teknis institusional. Proses temu kembali informasi berlangsung melalui pemanfaatan katalog perpustakaan yang dilanjutkan dengan pencarian fisik koleksi dengan bantuan pustakawan. Penataan koleksi berkontribusi langsung dalam mendukung efisiensi temu kembali informasi, namun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh konsistensi penataan fisik koleksi, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya evaluasi koleksi secara berkala. Penelitian ini menegaskan bahwa penataan koleksi yang konsisten dan berkelanjutan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi layanan informasi di perpustakaan.
Digital Hybridity and Ecological Advocacy in Wayang Motekar as a Cultural Communication Strategy Atalia Praratya; Diah Sri Rejeki; Ibrahim Adi Surya; Della Dwinanti Sumpena
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i2.6282

Abstract

Traditional Indonesian performing arts have faced the challenge of low youth participation in the digital era, raising questions about cultural continuity. This research investigates the application of strategic communication to contemporary Wayang Motekar, a modernist version of Sundanese puppet theatre through which traditional cultural messages are conveyed to digital-native participants. The data were collected through 14 semi-structured interviews (with creators, production teams, cultural observers, and audiences), 8 live performances, and a systematic analysis of digital material from YouTube and Instagram. Three interlinked strategic dimensions were identified. 1) Message planning or the strategic recontextualization of environmental philosophy, which was framed in Sundanese as part of contemporary sustainability discourse, 2) media selection that included video-mapping, projection systems, and platform-differentiated digital distribution; and 3) participatory delivery methods focusing on aesthetic-emotional co-creation rather than didactic instruction. This successful process of cultural communication is facilitated by symbolic-aesthetic involvement, multimodal translation between media platforms, and the positioning of the audience as super-active sense-makers, strategically moving strategic communication theorizing from organization to the sphere of cultural performance. While Wayang Motekar has succeeded in presenting traditional arts as contemporary and can be accepted by the younger generation, it is a matter of fact that success depends on the capability of digital technology literacy among youths, the availability of digital infrastructures, and socio-economic conditions. The study develops an overarching theoretical framework that conceptualizes aesthetic hybridity as instrumental communication, which allows for the empirical identification of the persistence of traditional modes of knowledge, considering digital change.