Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN SLIMS UNTUK PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN DIGITALISASI PENGELOLAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN Rejeki, Diah Sri; Aminudin, Aminudin; Abinowi, Egi; Wahyuni, Haria Saputry; Agustine, Merryam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35781

Abstract

Abstrak: Transformasi digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akses informasi di perpustakaan sekolah. Kegiatan layanan masyarakat ini dilaksanakan oleh program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Widyatama, bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7 Bandung. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah pengelolaan koleksi secara manual dan rendahnya tingkat kompetensi pustakawan dalam menggunakan teknologi informasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendampingi proses digitalisasi melalui penerapan Senayan Library Management System (SLiMS). Metode implementasi meliputi koordinasi awal, instalasi sistem, migrasi data, pelatihan, dan evaluasi melalui kuesioner kepuasan mitra. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem SLiMS telah terinstal dan berfungsi dengan baik, dengan 77 koleksi telah dimasukkan, dan semua pustakawan mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar. Evaluasi kepuasan mitra menggunakan skala Likert 1–5 menunjukkan rata-rata skor di atas 4,5 pada seluruh indikator, dengan capaian tertinggi pada aspek peningkatan keterampilan digital (skor 4,9) dan pengurangan pencatatan manual (skor 4,8). Kegiatan ini telah meningkatkan keterampilan digital pustakawan dan menjadi model yang dapat ditiru oleh sekolah lain yang ingin memiliki perpustakaan digital.Abstract: Digital transformation is an important step in improving service efficiency and access to information in school libraries. This community service activity was carried out by the Library and Information Science study programme at Widyatama University, in collaboration with State Vocational School 7 Bandung. The main problems faced by the partner were manual collection management and low librarian competence in using information technology. The aim of this activity was to assist the digitisation process through the implementation of the Senayan Library Management System (SLiMS). The implementation method included initial coordination, system installation, data migration, training, and evaluation through a partner satisfaction questionnaire. The results showed that the SLiMS system had been installed and was functioning properly, with 77 collections entered, and all librarians able to use the basic functions. The partner satisfaction evaluation using a 1-5 Likert scale showed an average score above 4.5 for all indicators, with the highest achievement in the aspect of digital skills improvement (score of 4.9) and reduction of manual recording (score of 4.8). This activity has improved the digital skills of librarians and has become a model that can be emulated by other schools that want to have a digital library.
PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP PROMOSI MELALUI CARA PERSONAL SELLING DI PERPUSTAKAAN SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG Ayu Indah Puspita; Diah Sri Rejeki
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.521 KB) | DOI: 10.14710/jip.v2i2.86-95

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi pemustaka terhadap promosi melalui cara personal selling di Perpustakaan SMA Taruna Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain explanatory research dengan analisis deskriptif. Adapun sampel yang digunakan adalah 90 responden dan 9 informan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kesioner dan wawancara. Penelitian ini memanfaatkan teori AIDDA sebagai dimensi untuk mendapatkan data dari responden. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan dengan distribusi frekuensi dan hasilnya adalah persepsi pemustaka terhadap promosi melalui cara personal selling baik. Persentase sebagai berikut 70% (63 responden) menyatakan bahwa promosi melalui cara personal selling di perpustakaan SMA Taruna Nusantara Baik, kemudian 13% (12 responden) menyatakan Sangat Baik, 17% (15 responden) menyatakan Kurang baik sedangkan tidak ada satupun responden yang menyatakan bahwa promosi melalui cara personal selling Tidak Baik. Kemauan dan kesadaran belajar dan membaca pada siswa sangat tinggi. Dengan adanya promosi, dapat meningkatkan motivasi kepada siswa untuk mengunjungi dan memenfaatkan perpustakaan.
Development model of literacy tourism through architectural design and library service integration Rejeki, Diah Sri; Khair, Sayed Muhammad Aiman Sayed Abul; Wahyuni, Haria Saputry; Agustine, Merryam; Rianti, Sari Nurvita; Nurmayanti, Erika
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 22 No 1 (2026): June
Publisher : Library and Archive, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v22i1.22990

Abstract

Introduction. The Museum of the Asian-African Conference, through its Literacy Festival, presents innovative library services that integrate educational, historical, and architectural elements into a unified visitor experience. This study aims to implement a literacy tourism development model that integrate architectural design and library services offering a new approach to strengthening immersive and contextual literacy learning. Research Methods. A qualitative case study approach was applied, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and visual documentation during the festival. Data Analysis. Thematic analysis was used to analyse the data with several steps such as data reduction, categorization, and narrative interpretation to explore the interaction between space and services. Results. The narrative architectural design, featuring chronological spatial layouts, thematic lighting, and quotations from world figures, evoked emotional and cognitive responses from visitors. Library services including exhibitions, workshops, and book discussions encouraged cross-generational engagement and strengthened historical literacy. Conclusion. The integration of colonial architecture and participatory library services creates an immersive literacy tourism model that combines cognitive, emotional, and cultural learning. This study offers an interdisciplinary perspective that positions architecture as a narrative medium within library services, providing practical insights for libraries and museums in developing experience-based literacy programs.
Penataan Koleksi dalam Mendukung Efisiensi Temu Kembali Informasi di Perpustakaan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Nugraha, Davin; Agustine, Merryam; Rejeki, Diah Sri
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 17 No. 1 2026
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol17.iss1.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penataan koleksi, proses temu kembali informasi, serta peran penataan koleksi dalam mendukung efisiensi temu kembali informasi di Perpustakaan Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan Kepala Bagian Umum sebagai informan kunci, pustakawan sebagai informan utama, serta pemustaka sebagai informan pendukung, yang dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan penataan koleksi dan proses temu kembali informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan koleksi di Perpustakaan PATGTL dilakukan dengan sistem pengorganisasian berbasis tahun masuk koleksi yang disesuaikan dengan karakteristik dokumen teknis institusional. Proses temu kembali informasi berlangsung melalui pemanfaatan katalog perpustakaan yang dilanjutkan dengan pencarian fisik koleksi dengan bantuan pustakawan. Penataan koleksi berkontribusi langsung dalam mendukung efisiensi temu kembali informasi, namun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh konsistensi penataan fisik koleksi, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya evaluasi koleksi secara berkala. Penelitian ini menegaskan bahwa penataan koleksi yang konsisten dan berkelanjutan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi layanan informasi di perpustakaan.
Digital Hybridity and Ecological Advocacy in Wayang Motekar as a Cultural Communication Strategy Atalia Praratya; Diah Sri Rejeki; Ibrahim Adi Surya; Della Dwinanti Sumpena
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i2.6282

Abstract

Traditional Indonesian performing arts have faced the challenge of low youth participation in the digital era, raising questions about cultural continuity. This research investigates the application of strategic communication to contemporary Wayang Motekar, a modernist version of Sundanese puppet theatre through which traditional cultural messages are conveyed to digital-native participants. The data were collected through 14 semi-structured interviews (with creators, production teams, cultural observers, and audiences), 8 live performances, and a systematic analysis of digital material from YouTube and Instagram. Three interlinked strategic dimensions were identified. 1) Message planning or the strategic recontextualization of environmental philosophy, which was framed in Sundanese as part of contemporary sustainability discourse, 2) media selection that included video-mapping, projection systems, and platform-differentiated digital distribution; and 3) participatory delivery methods focusing on aesthetic-emotional co-creation rather than didactic instruction. This successful process of cultural communication is facilitated by symbolic-aesthetic involvement, multimodal translation between media platforms, and the positioning of the audience as super-active sense-makers, strategically moving strategic communication theorizing from organization to the sphere of cultural performance. While Wayang Motekar has succeeded in presenting traditional arts as contemporary and can be accepted by the younger generation, it is a matter of fact that success depends on the capability of digital technology literacy among youths, the availability of digital infrastructures, and socio-economic conditions. The study develops an overarching theoretical framework that conceptualizes aesthetic hybridity as instrumental communication, which allows for the empirical identification of the persistence of traditional modes of knowledge, considering digital change.