Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Motivasi Berprestasi Guru Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah SMP Negeri di Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Sadik; Erni Susilawati
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2019): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.093 KB) | DOI: 10.33654/sti.v4i2.991

Abstract

Setiap guru memiliki tingkat motivasi berprestasi yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat meningkatkan motivasi guru sebagai bawahannya. Untuk itu tujuan dlam penelitian ini mencakup motivasi berprestasi guru berdasarkan gaya kepemimpinan kepala sekolahSMP Negeri di Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar.Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian ditentukan secara proporsional random sampling, dan diperoleh sampel sebanyak 135 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebanyak 2 buah, yaitu angket motivasi berprestasi guru, dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Kuesioner diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitasnya menggunakan Alpha Cronbach. Perbedaan motivasi berprestasi guru berdasarkan gaya kepemimpinan kepala. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi berprestasi guru berada pada klasifikasi tinggi yaitu sebanyak 35,56%, sedang sebanyak 29,63%, dan rendah sebanyak 34,81%, (2) gaya kepemimpinan kepala sekolah K4 (initiating structure rendah dan consideration rendah) sebanyak 42,96%, K2 (initiating structure tinggi dan consideration tinggi) sebanyak 31,85%, K1 (initiating structure tinggi dan consideration rendah) sebanyak 17,04%, serta K3 (initiating structure rendah dan consideration tinggi) sebanyak 8,15%, (3) terdapat perbedaan motivasi berprestasi guru berdasarkan gaya kepemimpinan kepala sekolah, dan (6) terdapat perbedaan motivasi berprestasi guru berdasarkan gaya kepemimpinan kepala sekolah SMP Negeri di Kabupaten Banjar.Saran yang dapat disampaikan diantaranya kepada kepala sekolah agar berusaha memilih dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik guru, dan untuk guru SMP Negeri di Kabupaten Banjar agar selalu berusaha meningkatkan motivasi berprestasinya, salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kemampuannya berkomunikasi secara interpersonal
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL INTROVET KARYA HAZIM Lia Safitri; Erni Susilawati; AKhmad HB
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 1 (2021): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.881 KB) | DOI: 10.33654/sti.v6i1.1333

Abstract

Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Introvet Karya Hazim. Konflik yang dihadirkan oleh seorang pengarang tidak luput dari kenyataan bahwa keberadaanya merupakan bagian dari kehidupan manusia.Sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan, seringkali timbul adanya konflik.Timbulnya suatu konflik dapat dipicu oleh beragam motif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel berjudul Introvert karya M. F. Hazim. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tokoh utama M. F. Hazim pada novel sebagai berikut: (1) bentuk masalah kepribadian tokoh dalam novel introvert karya M. F. Hazim adalah (a) marah, (b) tertekan, (c) sedih, dan (d) stres. (2) Faktor penyebab terjadinya masalah kepribadian pada tokoh dalam novel introvert karya M. F. Hazim adalah (a) karakter atau kepribadian, (b) didikan, dan (c) lingkungan. (3) Penyelesaian masalah kepribadian yang dialami tokoh dalam novel introvert karya M. F. Hazim adalah dengan cara (a) konsiliasi dan (b) kompromi.
KARAKTER ANAK MELALUI PENGUATAN AGAMA DIMASA PANDEMI DI LOKTABAT UTARA BANJARBARU Dana Aswadi; Erni Susilawati
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2021): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.798 KB) | DOI: 10.33654/sti.v6i2.1480

Abstract

Karakter Anak Melalui Penguatan Agama Dimasa Pandemi di Loktabat Utara Banjarbaru. Sistem pendidikan di sekolah menjadi pendidikan yang dilaksanakan seluruhnya dari rumah. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada sistem pendidikan konvensional, dimana siswa bisa berinteraksi langsung dengan guru pengajar, teman, dan lingkungan sekolah. Dikelurahan Loktabat Utara Banjarbaru dimana masyarakatnya yang sangat heterogen juga melaksanakan pembelajaran jarak jauh, baik sekolah negri maupun sekolah swasta yang berstatus Islam Terpadu. Kondisi masyarakat yang belum siap dengan pembelajaran ini tentu terdapat dua respon orang tua yang sangat menarik. Orang tua pada masa pandemi membangun sikap anak-anak mereka dengan nilai-nilai agama dalam keluarga. Seperti menegakan sholat berjamaah 5 waktu. Sering membuka dan membaca alquran dalam keluarga dan lain sebagainya. Maka disinilah kesempatan bagi orang tua untuk secara intens menanamkan nilai-nilai ajaran agama untuk membentuk kepribadian anak yang sedang tumbuh kembang. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan field research, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan di lapangan, seperti di lingkungan masyarakat, lembaga-lembaga dan organisasi kemasyarakatan dan lembaga pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yakni suatu penelitian yang bertujuan untuk menerangkan fenomena sosial atau suatu peristiwa. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu peneliti mengamati dan berinteraksi dengan para orang tua di Loktabat Utara Banjarbaru Utara khususnya di RT 19 Banjarbaru dengan cara interview/wawancara. Instrumen dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai membangun karakter anak melalui penguatan agama pada anak dimasa pandemi, maka dihasilkan bahwa membangun karakter melalui penguatan agama pada anak dimasa pandemi adalah dengan penerapan disiplin melalui penerapan sholat berjamaah, tanggung jawab melalui tugas-tugas yang diberikan, peduli sosial melalui penerapan sedekah, mencintai lingkungan melalui kegiatan sehari-hari dengan berkebun, merawat binatang.
PROBLEMATIKA KEHIDUPAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIR KARYA KIRANA KEJORA TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Erni Susilawati; Endah Fitria
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2022): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v7i2.2127

Abstract

Problematika kehidupan adalah hal yang belum dapat dipecahkan yang menimbulkan permasalahan dalam hidup manusia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan masalah percintaan, penderitaan, dan pengorbanan tokoh dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologis. Dari hasil pembahasan dalam penelitian, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Masalah percintaan dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora yaitu: (a) Perbedayaan budaya dan suku bangsa, antara Juna yang berdarah Ningrat dan Keisha yang berkebangsawan Jepang. (b) Pernikahan di usia dini yaitu pernikahan di usia 19 tahun atau masih berusia dini. (c) Perkawinan tanpa restu orang tua, adanyanya penolakan dari ibu Juna dan penolakan dari keluarga besar Keisha. (2) Masalah penderitaan dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora yaitu: (a) Kematian sang istri, kematian yang mengakibatkan adanya masalah pada placenta sang istri lalu hingga berujung pada kematian. (b) Penyakit sang buah hati, penyakit yang diderita sang buah hati ialah penyakit kanker otak stadium akhir. (c) Kematian sang buah hati, kematian yang mengakibatkan penderitaan Juna karena kehilangan satu-satunya putra kesayangannya. (3) masalah pengorbanan dalam novel Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora yaitu: (a) Merawat sang buah hati sendiri, dirasakan Juna ketika sang buah hati sedang sakit, sebisa mungkin ia berusaha menjadi orrang tua yang merawat anaknya dengan kasih sayangnya. (b) Menjadi ibu untuk sang buah hati, dirasakan Juna ketika menghadiri acara perayaan Hari Ibu, di tengah ribuan ibu yang hadir Juna mejadi ibu untuk sang buah hati. (c) Permintaan terakhir sang buah hati, permintaan terakhirnya adalah memohon kepada Juna agar bisa naik ke atas podium untuk ikut balapan disirkuit balapan.
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM NOVEL TUHAN, AKU KEMBALI KARYA HAIDAR MUSYTAFA Erni Susilawati; Novia Winda
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2023): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/sti.v8i1.2193

Abstract

Novel Tuhan, Aku Kembali merupakan salah satu karya yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Novel ini menceritakan tentang hidup seorang Ustadz, beliau adalah Ustadz Jeffrey Al Buchori dari masa kecil hingga beliau menjadi seorang ustadz yang tentu menjadi panutan. Perjalanan beliau dari remaja yang bengal hingga proses taubat dan ustadz sangat menarik untuk dikaji. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan akhlak dalam novel Tuhan, Aku Kembali karya Haidar Musytafa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber datanya adalah novel yang berjudul Tuhan, Aku Kembali. Nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam novel tersebut adalah: a) Jujur, yakni mengakui dan menyadari semua perbuatan, sikap, dan perilakunya yang tidak baik manja, susah diataur, dan tidak mandiri, b) sabar, yakni kesabaran orang tua dalam mendidik dan mengarahkan anaknya ke jalan yang benar dengan penuh ketabahan, ketekunan, dan tanggungjawab, c) sikap baik, yakni membangun komunikasi yang baik untuk mengajak kepada jalan yang benar, d) ikhlas menghadapi segala rintangan dan tantangan dengan hanya mengharap ridha kepada Allah.
MEKANISME PERTAHANAN TOKOH UTAMA DALAM “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” KARYA HATMIATI MASY’UD: DEFENSE MECHANISMS IN THE “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” CREATION HATMIATI MASY'UD Utari, Lisna; Susilawati, Erni; Winda, Novia
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pertahanan tokoh Utama dalam Sapakui Kisdap Bacina Buta karya Hatmiati Masy’ud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mekanisme pertahanan, yaitu: (1) represi berkata tanpa sadar, (2) sublimasi menutupi kesalahan, (3) proyeksi meliputi hal-hal yang tidak diinginkan, (4) pengalihan meliputi mengamuk dan membalaskan dendam kepada orang lain, (5) rasionalisasi yaitu memotivasi dengan hal yang baik, (6) reaksi formasi meliputi kepedulian yang berlebihan dan penebusan rasa bersalah, (7) agresi langsung meliputi rasa marah dan menonjok serta apatis berupa perasaan pasrah, dan (8) fantasi yaitu membayangkan mempunyai anak, serta stereotype meliputi menangis dan berbicara sendiri. This study aims to describe the defense mechanism of the main character in Sapakui Kisdap Bacina Buta by Hatmiati Masy'ud. The method used is qualitative descriptive. The results of this study are defense mechanisms, namely: (1) repression says unconsciously, (2) sublimation covers mistakes, (3) projection includes unwanted things, (4) diversion includes tantrums and revenge on others, (5) rationalization is motivating with good things, (6) formation reactions include excessive concern and guilt redemption, (7) direct aggression includes anger and punching and apathy in the form of feelings of resignation, and (8) fantasies of imagining having children, and stereotypes including crying and talking to themselves.
Peran Health Care Administrator dalam Menyusun Strategi Peningkatan Indeks Kepuasan Pasien pada Layanan Rawat Jalan Digital Erni Susilawati
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i3.2095

Abstract

Digital outpatient services are an important alternative in providing fast, efficient, and affordable health services, especially after the COVID-19 pandemic. However, this system change requires an active role from Health Care Administrators in designing strategies that can maintain and improve patient satisfaction. This article aims to analyze how the role of health administrators in developing technology-based quality management strategies to optimize patient experience in digital services. This study uses a qualitative approach with literature studies and analysis of digital outpatient service policies. The results of the study indicate that the success of increasing the patient satisfaction index depends on the administrator's ability to design effective digital communication strategies, virtual queue management, digital HR training, and strengthening online feedback systems. The involvement of administrators in strategic decision-making also makes a major contribution to improving service quality. The main recommendation of this study is the need to strengthen the capacity of health administrators in aspects of information technology, digital risk management, and patient engagement. With this strategic role, health administrators are at the forefront of the transformation of digital health services in the future.
TIPOLOGI DAN DINAMIKA PONDOK PESANTREN Andry Setiawan; Ani Fatimah Zahra Saifi; Euis Komala; Erni Susilawati; Deden Kurnia Adam
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 2 (2025): Februari: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i1.111

Abstract

The development of the world, particularly in information technology, has brought about changes in all aspects of life, including social structures, culture, and educational systems, including Islamic boarding schools (pesantren). The changes or modernization of Islamic education in Indonesia, related to the idea of Islamic modernization, have influenced the dynamics of knowledge in the pesantren environment, resulting in the emergence of various types of pesantren and their respective dynamics in responding to modernization. This research aims to analyze the typology and dynamics of pesantren using a qualitative approach and descriptive method in the form of library research. There are at least three types of pesantren discussed in this study: traditional pesantren (salaf), modern pesantren (khalaf), and convergence pesantren (a mix of salaf and khalaf), also referred to as semi-modern. These three types of pesantren illustrate the dynamics of Islamic education in Indonesia, striving to balance tradition and modernity. The salaf pesantren preserves classical Islamic values, the khalaf pesantren responds to the needs of the modern world, while the convergence pesantren seeks to integrate both so that students possess balanced religious and general competencies. The greatest challenge for all three is how to remain relevant to the times without sacrificing the essence of religious values
Tradisionalisasi Pendidikan Pesantren Modern dalam Transformasi Pendidikan Islam Euis Komala; Ani Fatimah Zahra Saifi; Andry Setiawan; Erni Susilawati; Deden Kurnia Adam
SiRad: Pelita Wawasan February (Vol. 1 No. 1, 2025)
Publisher : Yayasan Nurul Musthafa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64728/sirad.v1i1.art5

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of traditionalization in modern Islamic boarding schools (pesantren modern) that integrate religious and general education. The research employs a qualitative approach through literature studies, analyzing various scholarly works related to pesantren education and modernization. Findings indicate that traditionalization plays a crucial role in maintaining pesantren identity amidst globalization. Challenges include external cultural influences and evolving learning patterns. However, with the right strategies, modern pesantren remain relevant by adopting curricula that balance religious and general sciences while utilizing technology wisely in education. [Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisionalisasi dalam pondok pesantren modern yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, yang mencakup analisis berbagai literatur terkait pendidikan pesantren dan modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisionalisasi memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas pesantren di tengah arus globalisasi. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses ini adalah pengaruh budaya luar dan perubahan pola pembelajaran. Namun, dengan strategi yang tepat, pesantren modern tetap dapat relevan dengan mengadopsi kurikulum berbasis agama dan ilmu pengetahuan umum serta memanfaatkan teknologi secara bijak dalam pembelajaran.]