Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Rusnoto Rusnoto; Muhammad Purnomo; Tri Puji Utomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.737

Abstract

Pendahuluan: kepuasan pasien merupakan indikator keberhasilan pelayanan keperawatan. Beberapa fenomena kepuasan pasien rawat inap bervariasi puasa dan tidak puas. Komunikasi yang efektif dan kualitas pelayanan keperawatan merupakan faktor yang berkontribusi pada kepuasan pasien.  Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi dan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Metode: desain penelitian observasional cross sectional. Sampel sebanyak 90 responden dengan teknik consecutive sampling. Alat penelitian menggunakan kuesioner komunikasi, kuesioner pelayanan keperawatan, dan kuesioner kepuasan pasien yang telah teruji validitas dan reliabiltasnya. Analisis data bivariat menggunakan fisher exact test. Hasil: Karakteristik pasien rawat inap menunjukkan rerata umurnya 45,4 tahun, jenis kelamin 52,2% laki-laki, pendidikan terbanyak SMA (36,7%), dan 34,4% memiliki perkerjaan PNS/TNI/Polri. Hasil variabel penelitian menunjukkan 83,3% komunikasi baik, 96,7% pelayanan keperawatan baik, dan 95,6% pasien puas. Hasil uji statistik fisher exact test menunjukkan hubungan signifikan komunikasi dengan kepuasan pasien (p=0,001). Saran: perawat perlu mempertahankan komunikasi yang baik, cepat, dan tanggap agar menghasilkan kepuasan pasien rawat inap.
WORKLOAD AND EMOTIONAL INTELLIGENCE OF NURSES IN THE PARTITION ROOM OF SUNAN KUDUS ISLAMIC HOSPITAL Edi Wibowo Suwandi; Dina Afifatul Ma'rufah; Muhammad Purnomo; Sri Siska Mardiana; Ifa Nailatul Iza
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2734

Abstract

Health workers dedicate themselves to the health sector, have knowledge, skills and education, and require authority to carry out health efforts (Law No. 36 of 2009). Increasing health costs should be balanced with efforts to improve the quality of health services, especially for health workers in hospitals. Knowing the relationship between nurse workload and nurses' emotional intelligence in the inpatient room at Sunan Kudus Islamic Hospital. This research uses a cross-sectional quantitative research approach; the independent variable is workload, and the dependent variable is emotional intelligence. The location is in the RSI Kudus inpatient room, with a total sample of 66 nurses, with side sampling probability sampling based on the inclusion and exclusion criteria. Time of research in June 2022. The instruments used are the Emotional Intelligence Questionnaire courtesy of NHS London. Data analysis using tests spearman rho. Spearman Rho test obtained P value = 0.027 0.05 and has a correlation coefficient value of -0.272, which means that the strength correlation/relationship between workload and emotional intelligence is reasonably strong and has a negative relationship direction. There is a Relationship between Workload and the Emotional Intelligence of Nurses in the Inpatient Room at Sunan Kudus Islamic Hospital. Increasing the number of nurses per room is necessary to minimize the high workload.
HUBUNGAN POLA MINUM OBAT DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA MEDINI Umi Faridah; Muhammad Purnomo; Noor Hidayah; Aprillianto Kurniawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1466

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah dan jantung yang mengakibatkan suplay oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Hipertensi merupakan penyebab utama gagal jantung, stroke, infak miokard, diabetes dan gagal ginjal. Salah satu kepatuhan yang harus ditaati penderita hipertensi adalah pola minum obat. Faktor pola minum obat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada penderita hipertensi. Ketidakpatuhan dalam minum obat hipertensi secara teratur dapat meningkatkan resiko komplikasi pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi korelasi (correlation study) dengan Desain observasional cross sectional. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling. Dengan jumlah sampel 55 responden. Analisa data dilakukan menggunakan adalah Chi- Square.  Hasil: Hasil ini menunjukkan nilai p-value (0,000) (α = 0,05) yang artinya Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Desa Medini Kesimpulan: Berdasarkan pola minum obat Patuh yaitu sebanyak 40 pasien (75.8%). Kejadian komplikasi yang dialami responden tidak terjadi komplikasi sebanyak 39 responden (70.9%). Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG CEMPAKA 1 RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS Sri Budiani; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1346

Abstract

Abstrak Kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa termasuk halusinasi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan, kekambuhan klien skizofrenia menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga, klien dan rumah sakit. Pengobatan yang efektif pada pasien skizofrenia membutuhkan waktu jangka panjang oleh karena itu peran pelaksanan pengawas minum obat sangan penting. Pengawas minum obat merupakan orang yang mengawasi secara langsung terhadap penderita skizofrenia pada saat minum obat setiap harinya dengan menggunakan panduan obat jangka pendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Adapun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jumlah responden 28 responden. Hasil analisis statistik chi squere diperoleh p value = 0.001 lebih lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05, maka Ho gagal ditolak. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus.  Kata kunci : pelaksanaan pengawas minum obat, kekambuhan pada pasien skizofrenia   Abstract Recurrence of mental disorders, including hallucinations, is mostly caused by a lack of attention from the environment and even the family itself, resulting in a slow healing process. Recurrence of schizophrenic clients has a negative impact on families, clients and hospitals. Effective treatment in schizophrenia patients takes a long time. Therefore, the role of supervisors to take medication is very important. Drug-taking supervisor is a person who directly supervises schizophrenics when taking medication every day using a short-term medication guide. This study is to determine the relationship between supervisors taking medication with recurrence in schizophrenia patients in Cempaka 1 Room at Dr. Loekmonohadi Kudus Hospital in 2020.This study used in this research is the type of this research is correlational analytic. With the number of respondents 28 respondents. The results of the chi square statistical analysis showed that p value = 0.001 was greater than the significance level value nilai 0.05. then Ho failed to be rejected. It can be concluded that there is a correlation between the implementation of supervisors taking medication with recurrence in schizophrenic patients in Cempaka 1 Room RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus.Keywords: implementation of medication taking control, recurrence in schizophrenic patients
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH KOTORAN SAPI DI DESA PUYOH KECAMATAN DAWE KUDUS Muhammad Purnomo; Ahmad Nur Syafiq; Noor Azizah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1496

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan dan kampaye penggunaan energi alternatif dilaksanakan pada tanggal 18 Januari tahun 2022 di Rumah perangkat desa Puyoh (Ka.Urkersa) dihadiri 41 orang. Metode yang digunkan adalah penyuluhan dan kampaye Bio Energi Perdesaan (BEP), yaitu suatu upaya pemenuhan engergi secara swadaya (selfproduction). Hasil dari kegiatan adalah adanya perubahan 1) Sikap adalah peserta menerima (memperhatikan), meliputi kepekaan terhadap kondisi bahwa pengelolaan kotoran sapi masih bisa dikembangkang selain sebagai kompos, terjadi perubahan kesadaran untuk membuat reaktor, memperhatikan secara detail materi, mengarahkan perhatian kepada pemateri, merespon, meliputi menyampaikan pertanyaan. secara diam-diam menghitung kebutuhan untuk praktik, bersedia menjawab pertanyaan dan saling bertanya antar peserta, merasa puas dalam merespon, menghargai, meliputi menerima suatu nilai manfaat dari bioenergi, terbentuk komitmen terhadap untuk memanfaatkan energi alternatif antar anggota yang dimotori ketua Kelompok ternak. 2) Pengetahuan peserta bertambah dibuktikan dengan semua pertanyaan dari pemateri dapat dijawab seluruhnya, bila dibanding sebelum diberikan penyuluhan yang hanya bisa terjawab satu dari 5 pertanyaan.