Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Relationship Between Mothers' Knowledge Level about Posyandu and D/S Coverage Ariyanti Ariyanti; Islami Islami; Rizki Widyan Aisya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.209

Abstract

The low coverage of D/S (Simultaneous Arrival and Weighing) at integrated health posts (Posyandu) indicates underutilization of services by mothers of toddlers. Maternal knowledge, as a predisposing factor, plays a significant role in influencing visiting behavior at Posyandus. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge about Posyandus and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center (Puskesmas) work area. This quantitative study used a cross-sectional design. The study was conducted from July to August 2025 at four Posyandus: Mawar, Kayu Merah Village, Dahlia, Melati, and Krawera, Air Besar Village, Central Fakfak Regency. The study population was all mothers with toddlers registered at these Posyandus. A sample of 70 respondents was determined using the Slovin formula with purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The dependent variable was D/S coverage. The independent variable was maternal knowledge about Posyandus. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, as well as documentation from Posyandu registers for D/S coverage data. Data were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed a moderately significant positive correlation between maternal knowledge and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center Work Area in 2025 (r = 0.36; p = 0.002). The higher the maternal knowledge, the better the coverage of health services received by toddlers, indicating the importance of education and information in improving child health. There is a significant positive correlation between maternal knowledge and D/S coverage in the Central Fakfak Community Health Center Work Area in 2025.
The Relationship between Posyandu Cadre Knowledge Level with Anthropometric Measurements and Filling in Child Development Card (KKA) Wa Fonika; Islami Islami; Septiani Septiani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.213

Abstract

Anthropometric measurements and completing the Child development cardat integrated health posts (Posyandu) are essential components of monitoring toddler growth and development. In the Fakfak Tengah Community Health Center (Puskesmas) work area, measurement coverage only reached 47.13%, and most KKA completions were still carried out by nutrition workers, with errors being found among the cadres. This situation indicates the need to improve cadre capacity. This study aimed to analyze the relationship between Posyandu cadres' knowledge level and their skills in anthropometric measurement and KKA completion. The study used a quantitative, observational design with a cross-sectional approach. A sample of 76 cadres was purposively selected from 19 Posyandus in the Fakfak Tengah Community Health Center work area from July to August 2025. The independent variable was the cadres' knowledge level regarding Posyandu services, while the dependent variables were their skills in anthropometric measurement and KKA completion. The research instruments consisted of a knowledge questionnaire and a skills observation sheet. Data analysis was performed using univariate analysis to describe respondent characteristics, and bivariate analysis using the Chi-square test to test relationships between variables at a 95% significance level (p<0.05). The results showed that Posyandu cadre knowledge was associated with anthropometric measurements (OR = 3.26; 95% CI: 1.11–9.57; p = 0.028), and completion of the Child development card (7.17 (95% CI: 1.41–36.50); p = 0.014). Posyandu cadre knowledge was associated with anthropometric measurements and completion of the child development card.
PENGARUH SEDUHAN JAHE TERHADAP HIPEREMESIS GRAVIDARUM Zulaikhah Zulaikhah; Irawati Irawati; Islami Islami
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2902

Abstract

Kehamilan adalah proses alami yang dialami oleh setiap wanita, dan seringkali disertai dengan berbagai keluhan. Salah satu keluhan awal yang paling umum, yang dikenal sebagai tanda presumtif kehamilan, adalah mual dan muntah. Untuk mengatasi keluhan ini, pendekatan non-farmakologis dapat dilakukan, salah satunya melalui pengobatan tradisional seperti konsumsi wedang jahe. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh seduhan jahe terhadap hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan one group pretest- posttest design. Besar sampel sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PUQE 24. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Dari 35 responden yang diteliti ada 30 (85,7 %) menunjukkan hiperemesis gravidarum dengan frekuensi sedang sebanyak sebelum minum seduhan jahe. Setelah menyeduh jahe, responden paling banyak mengalami hiperemesis gravidarum dengan frekuensi ringan sebanyak 17 (48,6 %) responden. Uji statistic Wilcoxon sebesar p value 0,000 0,05. ada pengaruh seduhan jahe terhadap hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara
PENGGUNAAN HERBAL KOMBINASI JAHE DAN LIDAH BUAYA TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH IBU HAMIL Mahjati Kartikaninggar Sukoco; Islami Islami; Indah Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3387

Abstract

Abstrak Nyeri merupakan keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil dan dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari. Berbagai terapi nonfarmakologis dapat digunakan untuk mengurangi nyeri, salah satunya melalui pemanfaatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cream oles kombinasi jahe dan lidah buaya terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest–posttest dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu hamil yang dipilih menggunakan Accidental sampling, dengan kriteria Ibu hamil yang mengalami nyeri punggung dan ibu tidak mengalami komplikasi kehamilan. Tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan NRS (Numeric Rate Scale). Analisa unvariat karateristik responden akan menggunakan metode statistik deskriptif. Uji bivariat menggunakan uji man-whitney. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian cream oles jahe dan lidah buaya. Pemberian cream oles kombinasi jahe dan lidah buaya berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri pada ibu hamil. Terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah digunakan untuk mengurangi nyeri pada ibu hamil Abstract Pain is a common complaint experienced by pregnant women and may interfere with comfort and daily activities. Various non-pharmacological therapies can be used to reduce pain, one of which is the use of herbal remedies. This study aimed to determine the effect of applying a combination ginger and aloe vera topical cream on lower back pain in pregnant. This study was a quantitative study with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 30 pregnant women, selected using accidental sampling. Pain levels were measured before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). Univariate analysis of respondents’ characteristics was conducted using descriptive statistics, while bivariate analysis was performed using the Mann–Whitney test. The statistical analysis showed a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating a significant difference in pain levels before and after the application of the ginger and aloe vera topical cream.The application of a combination ginger and aloe vera topical cream has a significant effect on reducing pain levels in pregnant women. This therapy can be considered a safe and practical non-pharmacological alternative to reduce pain during pregnancy
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Aliyatur Rofi’ah; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2991

Abstract

Masa anak perlu dilakukan stimulasi agar tumbuh kembang anak berkualitas dan tidak terdapat penyimpangan. Faktor yang pertama yaitu keluarga, yang merupakan unit terpenting dalam pengembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan populasi anak didik yang sekolah di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati sebanyak 44 anak. Teknik sampling yang dipergunakan yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner KPSP dan kuesioner kepatuhan ibu. Analisa data yaitu chi square. Hasil penelitian menerangkan bahwa ibu responden patuh terhadap perkembangan anak sebanyak 30 (68,2%), sedangkan ada 14 (31,8%) ibu responden yang tidak patuh. Hasil kuesioner KPSP menggambarkan bahwa sebagian besar responden berkembang sesuai harapan sebanyak 25 (56,8%), meragukan sebanyak 16 (36,4 %), sedangkan ada 3 (6,8%) responden kurang. Uji chi square sebesar 0,001 artinya ada hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil skrining KPSP di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati.
HUBUNGAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR Tut Indraningrum; Islami Islami; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3034

Abstract

Anemia selama kehamilan trimester III merupakan masalah kesehatan yang berisiko tinggi terhadap ibu dan bayi, termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik korelasional. Sampel sebanyak 52 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memiliki data kadar hemoglobin, data berat badan bayi baru lahir, serta melahirkan di fasilitas kesehatan wilayah kerja Puskesmas, dan diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis, meliputi kadar hemoglobin trimester III dan berat badan bayi saat lahir. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami anemia ringan (69,2%) dan melahirkan bayi dengan berat badan normal (75,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara anemia ibu hamil dan berat badan bayi lahir. Disimpulkan bahwa semakin berat tingkat anemia, semakin besar kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Diperlukan intervensi pencegahan anemia selama kehamilan untuk menekan risiko BBLR.
Pengaruh Konsumsi Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Di PMB Yayuk Kalbariyanto Kudus Nikhlatus Suroyya; Islami Islami; Indah Risnawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2001

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama kehamilan yang tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang adekuat. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah konsumsi buah kurma (Phoenix dactylifera) yang mengandung zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui pendekatan pretest-posttest one group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di PMB Yayuk Kalbariyanto Kudus. Intervensi dilakukan dengan pemberian 7 butir kurma setiap hari selama 7 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat Hb digital, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 10,60 g/dL dan meningkat menjadi 11,77 g/dL setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Peningkatan terjadi pada seluruh trimester kehamilan, dengan kenaikan tertinggi pada trimester II. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi kurma efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dan dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non-farmakologis dalam penanganan anemia kehamilan.