Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KARET REMAH (Crumb rubber) DI PT. KARYA SEJATI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Ahmad Zuhdi; Muhammad Faisal Mahdie; Zainal Abidin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9222

Abstract

An important position as pillar of the Indonesian economy is the existence of rubber plants, which can provide livelihoods for farmers and serve as a foreign exchange earner for the country. PT. Karya Sejati Kuala faces competition from numerous rubber companies that have grown larger than PT. Karya Sejati Kuala, making it more difficult to obtain raw rubber materials. The purpose of this research is to determine the productivity and yield of crumb rubber at PT. Karya Sejati Kuala in Kapuas, Central Kalimantan. The research was conducted by directly interviewing the management, HRD, and employees of PT. Karya Sejati Kuala Kapuas, as well as reviewing relevant literature on the research topic. The research results indicate that the average productivity of crumb rubber is 0.367 kg/hour, with the highest productivity recorded at 0.545 kg/hour, and the lowest at 0.251 kg/hour. Furthermore, the highest average yield of crumb rubber from the data for four years was obtained for the wet-to-dry process in 2019 at 56.482% and in 2021 at 56.277%, while the lowest yield was recorded in 2022. The highest yield for the dry-to-SIR (Standard Indonesian Rubber) process from the four-year data occurred in 2021 at 86.030%, whereas the lowest yield was observed in 2022 at 71.449%. Finally, the average yield for the wet-to-SIR process reached its peak in 2020 at 55.590% and reached its lowest point in 2021 at 51.401%.Posisi penting sebagai penopang perekonomian negara Indonesia yaitu keberadaan tanaman Karet dimana bisa menjadi mata pencaharian petani, tetapi bisa sebagai penghasil devisa negara. Persaingan yang dialami oleh PT. Karya Sejati Kuala yaitu banyaknya perusahaan karet yang tumbuh yang melebihi PT. Karya Sejati Kuala sehingga menjadi lebih sulit dalam mendapatkan bahan baku karet mentah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui produktivitas dan rendemen karet remah (crumb rubber) di PT. Karya Sejati Kuala Kapuas Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan dengan mewawancarai langsung pimpinan, hrd, dan karyawanPT. Karya Sejati Kuala Kapuasserta literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian yang didapat yaitu rata-rata produktivitas karet remah (crumb rubber) sebesar 0,367 (kg/jam) dan produktivitas tertingginya sebesar 0,545 (kg/jam) lalu yang terendannya sebesar 0,251 (kg/jam), serta rata-rata rendemen karet remah yang tertinggi dari data 4 tahun terdapat untuk basah ke kering di tahun 2019 sebesar 56,482% dan 2021 sebesar 56,277% sedangkan yang terendah terdapat di bulan 2022. Rendemen kering ke SIR (Standar Indonesia Rubber) yang tertinggi dari data 4 tahun terjadi pada tahun 2021 sebesar 86,030% lalu yang terendah terjadi di tahun 2022 sebesar 71,449%, dan data rata-rata rendemen yang basah ke SIR (Standar Indonesia Rubber) yang tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 55,590% dan yang terendah terjadi pada tahun 2021 sebesar 51,401%.
PRODUKTIVITAS DAN RENDEMEN KAYU LAPIS PADA KEMAMPUAN MESIN DOUBLE SIZER DI PT. TANJUNG SELATAN MAKMUR JAYA, KABUPATEN BARITO KUALA, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Tuti Maulida; Muhammad Faisal Mahdie; Gusti Abdul Rahmat Thamrin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.9053

Abstract

Papan yang dibuat dengan ukuran tertentu terbuat dari beberapa lapisan finir berjumlah ganjil dan dipasang secara bersilang saling yang tegak lurus direkatkan menggunakan perekat khusus menjadi satu menggunakan tekanan tinggi merupakan kayu lapis atau plywood. Permintaan yang terus meningkat terhadap kayu lapis menyebabkan industri olahan kayu sesuai dengan permintaan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis produktivitas dan rendemen kayu lapis pada kemampuan mesin Double sizer di PT. Tanjung Selatan Makmur Jaya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu pengamatan langsung di lapangan secara Nol Stop Method. Hasil yang didapatkan dari hasil penelitian produktivitas dan rendemen kayu lapis pada kemampuan mesin Double sizer di PT. Tanjung Selatan Makmur Jaya yaitu rata-rata produktivitas kayu lapis yaitu 0,58 m3/jam, dan dapat dikatakan bahwa produktivitas pada kemampuan mesin double sizer ini rendah, serta rata-rata rendemen kayu lapis yaitu 96,39 %, dan dapat dikatakan bahwa rendemennya tinggi karena diatas 50 %, dengan limbah sebesar 3,60 % hal ini disebabkan karena sisa dari potongan kayu lapis dari mesin double sizer yang tadinya tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan oleh perusahaan.
Aneka Olahan Pepaya Di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Limbong, Melani; Dewi, Emelda Fitrian
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.135

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu penghasil buah pepaya di Kalimantan Selatan. Buah pepaya mengandung enzim papain sehingga mudah dicerna oleh tubuh serta kaya Vitamin C. Pengolahan buah pepaya merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi hasil panen yang melimpah. Kelompok pengolah pepaya di Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, telah membuat beberapa produk aneka olahan pepaya berupa keripik, dan manisan Alua berbentuk bunga, namun olahan kripik pepaya tersebut selama ini hanya dijual di Sekolah Dasar dan warung terdekat, sedangkan manisan alua tergantung dari pesanan konsumen karena harganya lebih mahal. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum mampu mengembangkan usaha, masih kurangnya inovasi dalam mengembangkan aneka olahan pepaya menjadi produk dan kurangnya peralatan. Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kehutanan pada tanggal 27 Juli 2023 memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan aneka olahan pepaya seperti puding papaya, cake papaya, dan bola-bola pepaya serta memberikan bantuan peralatan Mixer, Baking pan dan alat pembuat kripik kepada mitra. Pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk olahan pepaya
Analisis Proksimat Madu Kelulut (Heterotrigona itama) dari Kelurahan Palam Banjarbaru Kalimantan Selatan Fikri, Hendriannur; Satriadi, Trisnu; Mahdie, Muhammad Faisal
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.9504

Abstract

ABSTRACT. Kelulut bees that produce honey are one of the non-timber forest products that are rich in benefits. The content contained in kelulut bee honey has a positive impact on health if used properly. The purpose of this study was to analyze the proximate content of kelulut honey including protein, water, fat, ash, carbohydrate and calorie content. The honey samples used came from the Palam Banjarbaru Urban Village honey farm and proximate testing was carried out at the Lambung Mangkurat University Faculty of Medicine laboratory Biokomia. The research method used a quantitative approach and data analysis using a descriptive-quantitative approach. The results of the proximate analysis of kelulut honey can be seen that the content in kelulut honey samples is 28.92% water content, 0.18% ash content, 0.45% protein content, 0.03% fat content, 70.36% carbohydrate content and 285.26 for calorie test.ABSTRAK. Lebah kelulut yang menghasilkan madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang kaya akan manfaat. Kandungan dalam madu lebah kelulut memberikan dampak positif bagi kesehatan jika dipergunakan dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan proksimat madu kelulut meliputi uji kadar protein, air, lemak, abu, karbohidrat dan kalori. Sampel madu yang digunakan berasal dari peternakan madu Kelurahan Palam Banjarbaru serta pengujian proksimat dilakukan di Labolatorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis data menggunakan pendekatan deskriftif–kuantitatif. Hasil analisis proksimat madu kelulut dapat diketahui bahwa kandungan yang ada pada sampel madu kelulut yaitu 28.92 % Kadar Air ,0,18 % kadar abu, 0,45 % kadar protein, 0,03% kadar lemak, 70,36 % kadar karbohidrat dan 285,26 untuk uji kalori.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.
Pemanfaatan Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: The Utilization of Wood Waste Becomes Products of Economic Value Mahdie, Muhammad Faisal; Sari, Noor Mirad; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Rani, Syahrul; Hidayatullah, Muhammad; Misin, Misin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9565

Abstract

Wood waste is the remains of wood parts no longer considered economically valuable in product processes. However, if wood waste products are made at different times and places, they will produce new economic value products. Waste wood pieces are currently not utilized optimally due to the lack of knowledge and insight into technology and the development of creativity in the community regarding the use of wood waste. Partners in PKM are the SUKAYU (Suka Karya Kayu) group, which has just started a business with limited wood products, namely, placing flower pots. The problem partners face is limited knowledge, skills, equipment, and capital, so they cannot develop product innovations based on the high selling value and artistic value of wood waste. The method used is training on making chairs, shoe racks, and flower pots using applicative methods, mentoring, and evaluating activities. Training program held on August 16, 2022. After the training, there was an increase in the partners' knowledge and skills about wood waste and its use as wood products, and the partners were able to make several wood products from the waste. The outputs of the Community Partnership Program activities are wood products (chairs, shoe racks, and flower pots), publications in The Banjarmasin Post Online, scientific articles, and activity videos on YouTube.
INOVASI PENAMBAHAN BAHAN AROMATERAPI SERBUK GAHARU TERHADAP KUALITAS BIOPELET SERBUK KAYU ULIN DAN MERANTI Mahdie, Muhammad Faisal; Rahmadi, Adi; Sari, Noor Mirad; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Indrayatie, Eko Rini; Dwinta, Aprilya; Syifa, Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18948

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah serbuk kayu ulin dan meranti dengan penambahan aromaterapi serbuk gaharu menjadi produk biopelet sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas biopelet dengan penambahan serbuk kayu gaharu dan mengetahui perlakuan yang terbaik. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 30 sampel. Pembuatan sampel biopellet bertempat di Laboratorium Teknologi hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas lambung Mangkurat dan pengujian dilakukan pada Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. Kadar air terbaik yaitu 8,95%, kadar abu 0,36%, kadar zat terbang 8,90%, kadar karbon terikat 81,71%, nilai kalor 6605,69 kal/gr dan kerapatan 0,66 gr/cm3.
BIOPELET CAMPURAN SERBUK KAYU MERANTI (Shorea spp.) DAN SODA KUE UNTUK PENGHILANG BAU KOTORAN KUCING ARIANSYAH, ARIANSYAH; MAHDIE, MUHAMMAD FAISAL; Lusyiani, Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.11292

Abstract

ABSTRACT. Biopellets Mixture of Meranti Wood Powder (Shorea spp.) and Baking Soda for Deodorizing Cat Litter. This research aims to determine the best composition of biopellet products to be applied as a substitute for lumpy sand in cat litter. This research made 3 types of composition, namely by comparing meranti wood powder and baking soda, 50% meranti wood powder with 50% baking soda, 60% meranti wood powder with 40% baking soda, and 70% meranti wood powder with 30% baking soda. . Data collection was carried out using organoleptic tests to obtain average numerical scale values. The numerical scale has 4 assessment criteria, namely very odorous with a value of 1, quite odorous with a value of 2, slightly odorous with a value of 3 and no odor with a value of 4. The number of panelists in this study was 3 people who were included in the limited type of panel who knew the product manufacturing process from the beginning to the testing process and the final results are taken from the decisions of the panel members themselves. The results obtained from this research were that after an organoleptic test was carried out, it was found that the composition of the ratio of 50% meranti sawdust to 50% baking soda had a value of 3 (slightly odorous), the ratio of 60% to 40% baking soda had a value of 2 (fairly odorous), a ratio of 70% to 30% baking soda, meaning that a composition ratio of 50% meranti wood powder to 50% baking soda is superior to other compositions. ABSTRAK. Biopellet Campuran Serbuk Kayu Meranti (Shorea spp.) dan Soda Kue untuk Penghilang Bau Kotoran Kucing. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui komposisi terbaik produk biopellet yang diaplikasikan sebagai pengganti pasir gumpal pada kotoran kucing. Penelitian ini dibuat sebanyak 3 macam komposisi yaitu dengan perbandingan antara serbuk kayu meranti dan soda kue 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue, 60% serbuk kayu meranti dengan 40% soda kue, dan 70% serbuk kayu meranti dengan 30% soda kue. Pengumpulan data dilakukan dengan cara uji organoleptik untuk memperoleh nilai skala numerik rata rata. Skala numerik memiliki 4 kriteria penilaian yaitu sangat berbau dengan nilai 1, cukup berbau dengan nilai 2, sedikit berbau dengan nilai 3 dan tidak berbau dengan nilai 4. Jumlah panelis pada penelitian ini sebanyak 3 orang yang termasuk kedalam jenis panel terbatas yang mengetahui proses pembuatan produk dari awal sampai dengan proses pengujian dan hasil ahir diambil dari keputusan dari anggota panel itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu setelah dilakukan uji organoleptik memperoleh hasil bahwa kompisisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue memiliki nilai 3 (sedikit berbau), perbandingan 60% dengan 40% soda kue memiliki nilai 2 (cukup berbau), perbandingan 70% dengan 30% soda kue, artinya komposisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue lebih diunggulkan daripada komposisi lain.
KARAKTERISTIK BIOPELET SERBUK KAYU MAHONI (Swietenia mahagoni) DAN SEKAM PADI (Oryza sativa) Chantona, Jory; Mahdie, Muhammad Faisal; Abidin, Zainal
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biopelet dari limbah serbuk kayu mahoni dan sekam padi, dengan tujuan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Biopelet dipilih sebagai sumber energi biomassa alternatif untuk mengatasi masalah kerapatan energi rendah serta tantangan dalam penanganan, penyimpanan, dan transportasi. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik biopelet, termasuk kerapatan, kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian diperoleh yaitu kerapatan tertinggi dicapai oleh intervensi A dengan nilai 0,6336%, dan terendah oleh intervensi E dengan nilai 0,4423%. Kadar air tertinggi terdapat pada intervensi B, yaitu 19,2820%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 10,6140%. Kadar abu tertinggi pada intervensi A adalah 0,634%, adapun terendah pada intervensi E adalah 0,442%. Zat terbang tertinggi pada intervensi B mencapai 9,999%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 5,538%. Karbon terikat tertinggi terdapat pada intervensi A dengan nilai 79,8257%, sedangkan terendah pada intervensi E dengan nilai 46,4626%. Nilai kalor tertinggi tercatat pada intervensi A dengan 4004,43 kal/g, dan terendah pada intervensi E dengan 3844,75 kal/g. Penelitian ini menunjukkan variasi karakteristik biopelet berdasarkan intervensi yang diberikan. Intervensi A memberikan kerapatan dan nilai kalor tertinggi, sementara intervensi E menunjukkan hasil terendah pada parameter yang diukur.