Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyuluhan Pengolahan Jambu Mete Pos Pelayanan Teknologi Tomoahi Sejahtera Azaz Akbar; Kandrio Kandrio; A Muh Ali; Irwan Irwan; Samritin Samritin; Fitriani B; Suardin Suardin
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 1 (2022): February, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i1.533

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi penghasil jambu Mete di Indonesia, namun kendala terkait pendapatan rendah masyarakat yang dihasilkan melalui produktivitas jambu mete masih menjadi pemandangan yang sering terjadi dari musim kemusim. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan produktivitas hasil petani jambu mete dan meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan memberikan keterampilan tambahan untuk mengolah jambu Mete. Pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi melalui beberapa tahapan yakni survei kelompok sasaran, persiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan inti, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui harga jual Jambu Mete di pasaran dan masyarakat mempunyai keterampilan dalam menggunakan alat pembelah dan mampu melakukan sangrai untuk menghasilkan biji Jambu Mete yang berkualitas.
Studi Komparatif Model Problem Solving Dengan Model Teams Games Tournament (Tgt) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Suardin Suardin; Wa Ode Lisa Andriani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.289

Abstract

Rendahnya nilai hasil belajar matematika siswa kelas V (lima) di SDN 1 Katilombu mentut perlunya formulasi dan penerapan model-model pembelajaran yang efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara yang menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), siswa kelas V SD Negeri 1 Katilombu Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian ini yaitu quasi experimental design dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dan menggunakan analisis data deskriptif dan inferensial untuk melihat nilai perbandingan hasil belajar matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan uji t test dua sample independen diperoleh nilai rata – rata kelas VA sebesar 68,13 dengan nilai signifikansi 0,00 dan kelas VB sebesar 79,59 dengan nilai signifikansi 0,00. Karena nilai sig (2-tailed) 0,00 ≤ 0,05, maka dinyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata – rata hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen I (VA) dan kelompok eksperimen II (VB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SD Negeri 1 Katilombu, dengan nilai rata-rata lebih tinggi dibanding model pembelajaran problem solving
The Expansion And Equitable Access To Early Childhood Education In The City Of Baubau Asma Kurniati; Suardin Suardin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7168

Abstract

This study aims to determine the impact of implementing Baubau Mayor Regulation Number:   1 of 2014 regarding equitable access to early childhood education. In this research, the method used is descriptive qualitative evaluation, that is, research in which one of them describes or takes pictures of policy implementation. The results of the study indicate that the Mayor of Baubau Regulation Number 81 of 2014 concerning the Implementation of Early Childhood Education in the city of Baubau is a policy that has been carried out for a long time and has an impact on increasing and equalizing the number of units, teachers, students as a form of community participation in PAUD services. There are also supporting and inhibiting factors that use a reference in improving the rearrangement of the policy.Penelitian ini mendeskripsikan  dampak implementasi Peraturan Walikota Baubau  Nomor:81 Tahun 2014 terkait pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah evaluasi bersifat kualitatif deskriptif,  yaitu penelitian yang salah satunya  menggambarkan atau memotret  tentang implemenetasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Walikota Baubau Nomor 81 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di kota Baubau merupakan kebijakan yang telah lama dilakukan dan berdampak pada peningkatan dan pemerataan pada  jumlah satuan, guru, peserta didik sebagai wujud  partisipasi masyarakat pada pelayanan PAUD. Terdapat pula faktor-faktor  pendukung dan penghambat yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam perbaikan penyusunan kembali  kebijakan tersebut.
Implementasi Menajemen Berbasis Sekolah (MBS) Di Sekolah Dasar suardin suardin; Anwar Kapota
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 6, No 1 (2022): Januari (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v6i1.30051

Abstract

This study aims to determine the implementation of school-based management, with a research focus on aspects of curriculum management and teaching programs at the State Elementary School 1 Baubau. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The technique of collecting research data is through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the implementation of school-based management, curriculum management and teaching programs at SDN 1 Baubau was realized through the development of a local content curriculum of Wolio Language and SBK based on local wisdom carried out with a good and systematic management mechanism through planning of teaching programs, implementing the learning process, and assessment and evaluation of learning outcomes. However, the results of the implementation have only been limited to the achievement of the conceptual aspect, while the achievement of the contextual aspect has not been fulfilled. For this reason, it is necessary to reformulate and continuously improve the implementation of Wolio language learning and SBK based on local wisdom at SDN 1 Baubau.
FORMULASI PERAN ORANG TUA, MASYARAKAT, DAN PEMERINTAH DESA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL 4.0 Suardin Suardin; S. Hafidhawati Andarias; Azaz Akbar; Andi Lely Nurmaya; Suarti Suarti; Muliati Muliati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 6: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.043 KB)

Abstract

Era revolusi industri 4.0 anak didik memanfaatkan teknologi informasi sebagai media/sarana belajar pemanfaatan smartphone yang tidak terkontrol berpotensi terjadinya penyalahgunaan yang menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini, memberikan penguatan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa terhadap pendidikan karakter anak di era teknologi informasi 4.0, khsususnya dalam menggunakan smartphone. Metode pengabdian ini dilaksanakan dengan sistem penyuluhan secara tatap muka, dengan tiga tahap yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi/refleksi. Kesimpulan diperoleh bahwa: (1) pada tahap persiapan diperoleh data bahwa peserta kurang berperan mendampingi, mengawasi, dan membina anak dalam menggunakan smartphone baik dalam proses pembelajaran (daring) terlebih lagi dalam aktivitas di luar pembelajaran, akibatnya terjadi penyalahgunaan smartphone yang berpotensi merusak akhlak/moral anak; (2) pada tahap pelaksanaan diperolah data bahwa peserta antusias menyimak, menggali informasi, bertanya, mengemukakan gagasan selama penyajian materi berlangsung; dan (3) pada tahap evaluasi/refleksi diperoleh data bahwa terbentuknya kesadaran, dan kepedulian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam penguatan pendidikan karakter anak, khususnya dalam penggunaan smartphone, antara lain mencanangkan: (a) pendampingan intens bagi orang tua terhadap anaknya dalam menggunakan teknologi informasi/smartphone; (b) pentingnya penguatan dan menerapan nilai-nilai kearifan-budaya lokal sebagai kontrol sosial atas moral-karakter anak di tengah masyarakat; (c) perlunya perumusan program pembinaan moral-karakter anak, kawula muda, dan orang tua oleh pemerintah desa.
Penguatan Literasi Media yang Berbasis Digital Kamarudin Kamarudin; Fitriani B; Suardin Suardin; Manan Manan; Siti Rahmalia Natsir; Suarti Suarti; Syamsurijal Syamsurijal
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.669

Abstract

Penyuluhan penguatan literasi media yang berbasis digital merupakan hal yang sangat penting untuk di pahami dalam menghadapi tantangan global di abad 21 dalam proses desai pembelajaran di sekolah melalui digital. Era digital ini tentu sangat diharapkan kepada guru-guru untuk mengembangkan potensi di dalam mendesain pembelajaran, karena guru sebagai ujung tombak dalam memberikan pengajaran di kelas. Proses penyuluhan ini merupakan langka awal untuk memberikan informasi dan penguatan kepada guru-guru, terkait dengan literasi media berbasis digital agar bisa membiasakan diri dalam berinovasi. Literasi digital merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam teknologi informasi yang berkembang. Informasi merupakan suatu komunikasi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan. Perkembangan teknologi informasi melalui literasi digital menjadi hal penting dalam pembelajaran di ruang kelas. Olehnya itu guru tentu harus menyesuaikan dan memahami dalam memberikan materi pembelajaran secara virtual ataupun online melalui media digital. Penyuluhan ini sangat direspon baik oleh guru-guru, terutama mengigat lajunya perkembangan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah. Kegiatan penyuluhan dapat memberikan langka-langka penguatan kepada guru-guru, terkait pentingnya literasi di era digital. Melalui penyuluhan ini bisa menambah, pembiasaan, pengamalan, kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan baru untuk memahami cara beraktivitas di ruang digital secara produktif, bijaksana, kreatif, dan inovatif dalam pembelajaran di kelas.
Effects of Emotional Intelligence to Learning Achievement in Elementary School Acoci; Suardin; Muhammad Yusnan; Saada Omar; Suhairee Berngacha
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 1 No. 02 (2022): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.903 KB) | DOI: 10.56741/bei.v1i02.100

Abstract

The influence of emotional intelligence on learning achievement in high-grade students of an elementary school in Wakatobi Regency, Indonesia. Emotional intelligence is one of the essential factors that should be possessed by students who need to achieve better learning achievement in school because, according to existing theories, emotional intelligence dramatically affects student learning achievement. The reality of this sat is quite interesting to study. The individual has a high chance of achieving high learning achievement. On the other hand, if a person has relatively low emotional intelligence, then that person certainly has the opportunity to get pretty low learning achievement. Whereas in reality, individuals lack emotional intelligence. High can achieve learning achievements that are biased to be proud of. This study aims to determine the effect of emotional intelligence on learning achievement in high-grade students. This study is quantitative. Variable covered emotional intelligence and learning achievement. The subjects in this study were students of the 4th, 5th, and 6th grades. The data collection method used is an emotional intelligence scale and documentation in the form of an average student report card score. The data analysis technique in this study uses simple linear regression analysis. R Square (coefficient of determination) was obtained of 0.103. This means that the effective contribution that emotional intelligence makes to learning achievement is 10.3%, while the remaining 89.6% is influenced by other factors. Such factors can be internal factors or external factors. This suggests that emotional intelligence has no effect on student learning achievement. Y=123.13+(16,555X), which means that each addition of one emotional intelligence value will reduce the learning achievement value by 16,555. These results show that emotional intelligence has no influence on learning achievement.
Character Education Management of Elementary School Students Suardin; Wa Ode Mulianti; Dwi Sulisworo
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 2 No. 01 (2023): International Journal of Learning Reformation in Elementary Education
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/ijlree.v2i01.140

Abstract

The implementation of character education in schools is an effort to enhance the positive character of students.  The purposeof this research is to find out the management of  character education in 5th-grade students.  This type of researchis qualitative descriptive research, with fokus research, namely the management of student character education. Data are obtained through wawancara, observasi, and documentation, then analyzed usinginteractive analysis of kulitative, namely reduction data, data collection, drawing conclusions.  The results showed that character education in SD. Laompo State Elementary School was implemented in the scope  of learning activities and the creationof school culture, which was carried out systematically through three stages. First,   formulating plans for learning programs and  programs of school discipline withcharacter. Second, implementing the learning  program plan by promising the valueof character into the material and creating a  character learning climate, as well as enforcing the implementation of school discipline. Third, measuring student learning development on cognitive, affective and psychomotor aspects, as well as assessing the success of character education programs. Dthe nature of its managementis still subjectto a number of challenges, for which it is necessary to make continuous  improvements.
PENGARUH MANAJEMEN WAKTU BELAJAR TERHADAP EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Suardin Suardin; Muhammad Yusnan
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.342 KB)

Abstract

Efikasi diri dan motivasi belajar siswa dicapai kurang optimal. Ditinjau dari manajemen waktu belajar siswa, ternyata masih banyak siswa yang masih rendah manajemen waktu dalam belajar. Hasil obervasi juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa siswa dengan efikasi diri dan motivasi belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu terhadap efikasi diri dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model korelasi dan bentuk rumusan masalah assosiatif. Responden penelitian ini sebanyak 15 siswa kelas V SD Negeri 1 Kaobula. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji simultan, uji parsial, regresi linear berganda, dan uji koefisien determinal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara efikasi diri dan motivasi belajar siswa terhadap manajemen waktu. Hal ini dibuktikan dari nilai uji Fhitung sebesar 45.34 dengan perbandingan bahwa bilai Ftabel sebesar 2.25 artinya Fhitung lebih besar dari Ftabel, sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen waktu terhadap efikasi diri siswa dan motivasi belajar siswa.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Pada Siswa Sekolah Dasar Suardin Suardin; Hamiyani Hamiyani; Nur Fazila
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 2 Baubau. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa Kelas 2D pada Semester II Tahun Pelajaran 2022/2023. Data penelitian diperoleh melalui teknik tes dan observasi serta dianalisis dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada siswa kelas 2D SD Negeri 2 Baubau. Pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata 67 dengan daya serap 67% meningkat menjadi nilai rata-rata 80 dengan daya serap 80% pada siklus 2, dan ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 diperoleh sebesar 70% meningkat menjadi 95% pada siklus 2. Peningkatan hasil belajar ini didukung keterampilan mengajar guru yang baik yaitu pada siklus 1 diperoleh skor 85 atau 85% meningkat dengan memperoleh skor 97 atau 97% pada siklus 2. Demikian pula aktivitas belajar siswa, dimana pada siklus 1 diperoleh skor 80 atau sebesar 80% meningkat dengan memperoleh skor 95 atau 95% pada siklus 2. Meski demikian dalam penelitian ini masih dijumpai kendala, yakni pengendalian suasana belajar siswa belum maksimal karena tingginya antusias siswa dalam kegiatan games, akibatnya suasana kelas kurang tertib. Untuk itulah guru perlu secara cermat mendeteksi suasana dan kebutuhan belajar siswa, serta terampil memulihkan suasana belajar melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta memotivasi siswa dengan menghadirkan berbagai strategi, model, pendekatan, metode, media pembelajaran yang sesuai.