Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Psikoedukasi Manajemen Stres Pada Ibu Rumah Tangga Rahmawati Syam; Syamsul Bakhri Gaffar; Novita Maulidya Jalal; Perdana Kusuma; Latang Latang
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu rumah tangga adalah profesi yang sering kali dianggap bukan pekerjaan oleh masyarakat pada umumnya. Tidak jarang profesi ini mendapatkan penilaian negatif dari orang-orang di sekitar mereka, oleh karena itu ibu rumah tangga tergolong profesi yang rentan mengalami stres. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini yaitu untuk membantu peserta dalam hal ini ibu-ibu PIKK PLN UP2B Sistem Makassar dalam mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi manamejemn stress dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini ialah metode ceramah dan diskusi, Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan secara online yang diikuti oleh 36 peserta dari ibu-ibu PIKK PLN UP2B Permasalahan utama yang dihadapi oleh peserta adalah ketidakmampuan dalam melakukan manajemen stres. Psikoedukasi manajemen stress dengan demikian dapat menjadi salah satu metode yang membantu peserta untuk mampu mengelola stress yang dihadapi dan bagaimana mengubah stres negatif yang dihadapi menjadi lebih positif atau menyenangkan. Problem focus coping dan emotional focus coping adalah salah satu materi yang disajikan dalam psikoedukasi ini, dimana terdapat strategi atau coping yang dapat ditempuh oleh peserta untuk menyelesaikan persoalan atau stres yang dihadapi sehari-hari khususnya di kehidupan rumah tangga.
Psikoedukasi Manajemen Stres Pada Ibu Rumah Tangga Rahmawati Syam; Syamsul Bakhri Gaffar; Novita Maulidya Jalal; Perdana Kusuma; Latang
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu rumah tangga adalah profesi yang sering kali dianggap bukan pekerjaan oleh masyarakat pada umumnya. Tidak jarang profesi ini mendapatkan penilaian negatif dari orang-orang di sekitar mereka, oleh karena itu ibu rumah tangga tergolong profesi yang rentan mengalami stres. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini yaitu untuk membantu peserta dalam hal ini ibu-ibu PIKK PLN UP2B Sistem Makassar dalam mengetahui, memahami, dan menerapkan strategi manamejemn stress dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini ialah metode ceramah dan diskusi, Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan secara online yang diikuti oleh 36 peserta dari ibu-ibu PIKK PLN UP2B Permasalahan utama yang dihadapi oleh peserta adalah ketidakmampuan dalam melakukan manajemen stres. Psikoedukasi manajemen stress dengan demikian dapat menjadi salah satu metode yang membantu peserta untuk mampu mengelola stress yang dihadapi dan bagaimana mengubah stres negatif yang dihadapi menjadi lebih positif atau menyenangkan. Problem focus coping dan emotional focus coping adalah salah satu materi yang disajikan dalam psikoedukasi ini, dimana terdapat strategi atau coping yang dapat ditempuh oleh peserta untuk menyelesaikan persoalan atau stres yang dihadapi sehari-hari khususnya di kehidupan rumah tangga.
Psikoedukasi Self-Disclosure and Trust Dalam Industri Perhotelan Rahmawati Syam; Syamsul Bakhri Gaffar; Dhede Tazkiya Octsananda Ramli; Siti Adriyanti; Siti Hajrahwaty; Tiara Angreni; Mustika Kusuma
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpersonal communication is communication that occurs face-to-face with individuals that allows each individual to capture the reactions of other individuals directly verbally and non-verbally in their environment. As social beings, humans always establish relationships with other individuals that cannot be separated from everyday life. In order for the relationship between individuals to work harmoniously, adjustment is needed and requires communication. Employees are individuals who do a lot of work that is very decisive and meaningful for the organization. The method used is psychoeducation in the form of seminar activities that aim to provide information and training that is useful in changing an individual's mental or psychological understanding. Psychoeducation is an activity carried out to increase the understanding of skills as an effort to prevent the emergence or spread of psychological disorders in a group. This activity is carried out offline in the form of seminar activities by presenting experts as the main resource persons. This activity was carried out attractively in the form of seminar activities by presenting experts as the main sources. This psychoeducation seminar was held on May 17 2023 with 22 participants. Through this activity, Gammara Hotel Makassar employees gain knowledge about what is meant by verbal and nonverbal interpersonal communication and what aspects are needed to realize the implementation of good communication in self-disclosure and trust between colleagues.
Psikoedukasi Membangun Komunikasi Interpersonal Untuk Lingkungan Kerja Yang Positif Di SIT Nurul Fikri Makassar Rahmawati Syam; Zahwa; Himmah Auliyah; Dahlan; Syamsul Bakhri Gaffar; Magfira Diah Lestari; Muhammad Arafah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 : Juli (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu elemen kunci dalam membentuk lingkungan kerja yang positif di antara karyawan. Komunikasi yang efektif menjadi penting karena melibatkan interaksi langsung antar individu di dalam organisasi. Komunikasi interpersonal bagi karyawan memainkan peran penting dalam membangun hubungan yang kuat, saling pengertian, dan saling mendukung di tempat kerja. Metode yang diterapkan adalah psikoedukasi melalui kegiatan seminar yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pelatihan yang bermanfaat dalam mengubah pemahaman mental atau psikis individu. Psikoedukasi merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sebagai langkah pencegahan terhadap timbulnya atau meluasnya gangguan psikologis di suatu kelompok. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka dengan mengadakan seminar dan mengundang ahli sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dilakukan secara luring dalam bentuk kegiatan seminar dengan menghadirkan ahli sebagai narasumber utama. Kegiatan seminar psikoedukasi ini dilaksanakan pada 17 Juni 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 58 orang. Melalui kegiatan seminar psikoedukasi ini, karyawan SIT Nurul Fikri Makassar mendapatkan tambahan pengetahuan serta gambaran terkait komunikasi interpersonal yang efektif sehingga dapat terbangun lingkungan kerja yang positif.
The Effect of Work Demands on Work Engagement with Job Crafting as a Moderating Variable in Minimarket Employees Zalsabila Hasianka; Hilwa Anwar; Rahmawati Syam
卷 6 编号 1 (2023): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v6i1.338

Abstract

This study aims to examine the role of job demands on work engagement moderated by convience store employes job crafting. In this quantitative study, there are three measuring tools were used to collect the data, the ultrech work engagement scale (UWES), Job Demands-Resource Questionnare, and Job crafting Scale. The subject were 120 convience store in Makassar by accidental sampling. The analytical method used is Moderated Regression Analysis (MRA). The result of this study indicate that there are positive significant affect of job demand on work engagement (p=0.001 and t=3.260) and job crafting cannot moderated the affect of job demands on work engagement (p=-0.006). The result is, job demands has positive significant affect on work engagement, but job crafting cannot moderated the affect of job demands on work engagement.