Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Think Talk Write Method Implementation to Improve Reasoning Skill Widyanto, Prasetyo; Wahyudi, Wahyudi; Indarini, Endang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 47, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v47i1.14013

Abstract

This research aim is to improve fourth-grade students' reasoning skill by using Think Talk Write method implementation. This research type was using Classroom Action Research (CAR). The research subject is the fourth-grade students at SD Negeri Jetak 01 in 2017/2016 academic year. Data collection technics are used observation, reasoning skill rubric assessment, and reasoning skill test. The research result is, Think Talk Write method is able to improve students' reasoning skill in thematic learning about 18.7 % from Pre Cycle to Cycle I. The reasoning skill test mean at Pre Cycle is 67.4 (in Fair category) and increased to 76.7 at Cycle I (in Average category), then it more increased to 86.1 (Good category) at Cycle II.Keywords: Think Talk Write method, reasoning skill, thematic learning.
Meta Analisis Komparasi Efektivitas Model Pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) Ditinjau dari Hasil Belajar Pembelajaran Tematik Siswa SD Sari, Chintia Wahyuni Puspita; Indarini, Endang
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v4i1.33251

Abstract

Proses pembelajaran yang masih di dominasi oleh guru yang bersifat konvensional menyebabkan rendahnya hasil belajar tematik siswa SD karena siswa kurang memahami materi dan kurang termotivasi pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji komparasi efektivitas model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD dari penelitian eksperimen yang dipublikasikan menggunakan metode meta-analisis. Teknik pengumpulan data dengan mencari jurnal yang relevan dengan judul agar lebih mudah untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Berdasarkan penelusuran diperoleh 16 jurnal yang sesuai dengan judul penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis terbukti bahwa model pembelajaran jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran tematik siswa SD. Dilihat dari hasil analisis menggunakan uji ancova diperoleh hasil rata-rata nilai Posstest menggunakan model pembelajaran jigsaw sebesar 79,5450 dan peningkatan hasil belajar sebesar 23,59, sedangkan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) mendapatkan hasil skor posttest sebesar 79,5588 dan peningkatan hasil belajar sebesar 28,835. Sedangkan pada uji efek size dilihat dari Partial Eta Squared menunjukkan hasil 0,423 dan nilai signifikasinya yaitu sebesar 0,042. Dari hasil uji efek size menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) berpengaruh sedang terhadap hasil belajar pembelajaran tematik siswa SD.
Meta Analisis Komparasi Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan TSTS (Two Stay Two Stray) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Leniati, Bunga; Indarini, Endang
Mimbar Ilmu Vol 26, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.33359

Abstract

Masih banyaknya siswa yang kurang fokus atau bahkan tidak fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan kurang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan komparasi keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah kumpulan artikel pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, berjumlah 12 artikel publikasi ilmiah. Hasil analisis menyebutkan bahwa hipotesis dengan menggunakan uji Ancova menggunakan Univariate yang menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,038 yang artinya lebih kecil dari 0,05 (0,038 ˂ 0,05). Hasil uji Ancova membuktikan fhitung ˂ ftabel yaitu 5,918 ˃ 4,26 dan signifikasinya 0,038 ˂ 0,05 yang membuktikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS). Hasil analisis menggunakan uji Ancova untuk mengetahui effect size sebesar 0,683 dengan nilai Sig. 0,006. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) memberikan pengaruh tergolong besar terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa.
DEVELOPMENT OF WEB GAME LEARNING MATERIALS FOR PRIMARY SCHOOL STUDENTS Wahyudi Wahyudi; Marisa Ambarwati; Endang Indarini
Jurnal Infinity Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2, Infinity
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.038 KB) | DOI: 10.22460/infinity.v8i2.p199-208

Abstract

The purpose of this study is to develop a web-based learning game media to improve problem-solving skills in two-dimensional figure. Research method with R & D use the ASSURE development model consisting of 6 steps, that is 1) analyze learners, 2) state objectives, 3) select method, media, and materials, 4) utilize media and materials, 5) require learner participation, 6) evaluated and revise. The validity of the product is assessed by the experts with the expert validation sheets. The practicality of the product was tested by a limited trial of 10 students followed by interviews to see student responses. The Product effectiveness was seen from one class trial with one group pretest-posttest design and the results were analyzed using the Paired-Samples T-Test. The results of this study are in the form of web-based game learning media to improve problem-solving skills in flat-build material. The Learning media is proved valid based on the expert media, material, and learning tests. Learning media was also proved practical based on the results of interviews by 10 students. Learning media is proved effective based on the Paired Samples T-Test which was taken from the results of the pretest and post test
PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Endang Indarini; Tri Sadono; Maria Evangeli Onate
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p40-46

Abstract

Tulisan ini akan menghadirkan pemaparan singkat mengenai pengetahuan metakognitif yang merupakan dimensi terpenting dari Revisi Taksonomi Bloom. Pengetahuan Metakognitif sekiranya perlu menjadi perhatian penting di dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia yang sebenarnyamampu diterapkan di dalam Kurikulum 2013. Hal itu bisa dilihat dari tujuan kurikulum 2013 yaitu untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahuisetelah menerima materi pembelajaran. Oleh karena itu, menjadi penting apabila para pendidik dan peserta didik mempunyai pengetahuan metakognitif dalam dirinya. Pengetahuan metakognitif merupakan salah satu dimensi pengetahuan dari Taksonomi Revisi. Pengetahuan metakognitif meliputipengetahuan tentang strategi umum yang dapat digunakan untuk tugas yang berbeda, pengetahuan tentang kondisi di mana strategi ini dapat digunakan, pengetahuan tentang sejauh mana strategi yang efektif, dan pengetahuan tentang diri. Pengetahuan Metakognitif terdiri dari pengetahuan akan strategibelajar, Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif dan pengetahuan diri.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD Dewi Nurkhasanah; Wahyudi Wahyudi; Endang Indarini
Satya Widya Vol 35 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.09 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2019.v35.i1.p33-41

Abstract

This study aims to describe the increase of critical thinking skills in learning Mathematics of fifth-grade students in SD N Noborejo 01 Argomulya sub-district, Salatiga. This study is a spiral action class study of the Mc. Taggart model which consists of 2 cycles, where each cycle has 4 stages, namely the stages of planning, acting, observing, and reflecting, however at the acting and observing stages were carried out at the same time. The data collection techniques carried out in this study were observation and tests. The instruments used were the observation sheet of teacher and student activities as well as a test sheet for students’ critical thinking skills. Data analysis was performed using comparative descriptive analysis, this was done by comparing the pre-cycle, cycle I and cycle II. The researcher determined the success indicator of 80% of students completing with the Minimum Criteria of Mastery Learning ≥ 70. The results showed that by applying the Problem Based Learning model students’ critical thinking skills in mathematics subjects can be improved, where it was shown that in the first cycle students’ critical thinking skills was 58.98% and in the second cycle, it increased to 97.44%. The number of students who completed the pre-cycle was 15 (38.5%) students, where it increased to 22 (56.4%) students in cycle I and increased again to 33 (84.6%) students in cycle II. The research can be said successful because it has reached a success indicator of 80% of all fifth-grade students who completed the Minimum Criteria of Mastery Learning ≥ 70. Based on these results, research with Problem Based Learning learning models can improve students’ critical thinking skills thus it influences student learning outcomes on the subject of mathematics.
EFEKTIVITAS MODEL CIRC DAN GGE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SD Nindya Intan Marviana; Wahyudi Wahyudi; Endang Indarini
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 1, No 1 (2018): Mei
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.084 KB) | DOI: 10.31764/justek.v1i1.410

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model CIRC dan GGE terhadap kemampuan pemecahana masalah matematika pada siswa kelas IV SD. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Uji prasyarat menunjukan kedua kelompok homogen dan berdistribusi normal. Uji T menggunakan uji t Independent Sample Test  menunjukan thitung > t tabel yaitu 4,137 > 2,0322 dan signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan adanya  perbedaan efektivitas yang signifikan. Selanjutnya dilakukan uji normalitas gain yang menunjukan bahwa model CIRC lebih efektif disbanding model GGE terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.Abstract:  This study aims to determine the effectiveness of CIRC and GGE models on the ability of math problem solvers in grade 4 elementary school students. This study included quasi-experimental research. The prerequisite test shows both homogeneous groups and normally distributed. T test using t test Independent Sample Test shows t count> t table that is 4.137> 2.0322 and significant 0,000 <0.05 which means H0 rejected and Ha accepted. This shows a significant difference in effectiveness. Furthermore, the gain normality test shows that the CIRC model is more effective than GGE model of mathematical problem solving ability.
Meta Analisis Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Tika Evi; Endang Indarini
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.314

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komparasi model pembelajaran  Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Meta Analisis. Data analisis didapatkan melalui jurnal online di google Cendekia dan Scholar. Kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi beberapa artikel yang didapatkan, dan setelah dilakukan penyeleksian ditetapkan sampel sebanyak 20 artikel yang signifikan untuk dianalisis. Ada 5 langkah untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, yaitu sebagai berikut: (1) mengidentifikasi permasalahan, (2) menentukan permasalahan, (3) strategi, (4) mengumpulkan data, (5) menyimpulkan. Agar dapat diketahui perbedaan pengaruh antara model Problem Based Learning dan Problem Solving maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji Ancova. Hasil uji Effect Size dengan menggunakan model model Problem Based Learning dan Problem Solving terdapat hasil Sig. sebanyak 0,003 dengan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,864. Hasil uji tesebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving tergolong sangat besar dalam memberikan pegaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika. Jika dilihat dari hasil uji Ancova model pembelajaran Problem Based Learning dengan nilai rata-rata yaitu sebesar 64,9173 dan nilai rata-rata model pembelajaran Problem Solving sebesar 68.6220. Sehingga bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving lebih efektif jika dibandingkan dengan model Problem Based Learning yang ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematika siswa Sekolah Dasar.
Perbedaan Efekivitas Model Inquiry learning Dengan Problem based learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Elma Wijayanti; Endang Indarini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 6 No 2 (2020): JURNAL ILMIAH WAHANA PENDIDIKAN
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.215 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3737205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran inquiry learning dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran tematik kelas IV. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di SDN 3 Getas dan SDN 2 Getas dengan populasi siswa kelas IV. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi untuk mengeahui akivitas prosses pembelajaran dan teknik tes untuk mengukur kemampuan tingkat berpikir krittis siswa. uji prasyarat menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Dilanjutkan mengujikan hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan efektivitas yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran inquiry learning dengan model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran kelas IV. Hasil dari pretest dan posttest diketahui presentase untuk pretest eksperimen I sebesar 67% dan pretest eksperimen II sebesar 66% dan untuk presentase posttest eksperimen I sebesar 82% dan posttest eksperimen II sebesar 72%. Hal ini juga ditunjukkan berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan yaitu uji normalitas dan homogenitas menunjukkan signifikan dan homogen, selanjutnya dilakukan uji independent sampel Test menunjukkan bahwa nilai signifikasi sebesar 0,000 yang berarti bahwa lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Dari uji T menunjukkan > yaitu 6,334>2,01808 dengan signifikasinya adalah 0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa ditolak dan diterima.
Meta Analisis Komparasi Model Problem Solving Dengan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika SD Koko Jatamora K. Manao; Endang Indarini
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 7 No 8 (2021): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.558 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.5752024

Abstract

This study aims to determine the differences in the effectiveness of the Problem Solving and Problem Based Learning models on elementary school students' mathematical critical thinking skills using Meta-analysis. The first step in this research is to determine the problem. The second step is searching for research journal data through Google Scholar; after completing the data search, the researchers obtained 20 appropriate journals. The third step is to analyze the research data to get solid results and conclusions, and the fourth or final step is to report the research results by conveying the essential parts of the research results obtained. The comparison of the Problem Solving learning model showed an average increase of 14.64%, while the Problem Based Learning model was 28.73%. The prerequisite test in this study uses the normality test, homogeneity test, and linear test. A normality test using the Shapiro-Wilk technique shows that the significance value is > 0.05. Pretest homogeneity test showed Sig. of 0.314 > 0.05 while the posttest showed Sig. of 0.676> 0.05. The significance value in the linearity test of the two learning models is > 0.05. ANCOVA test using Univariate shows that the value of Sig. 0.002 means less than 0.05 (0.002 <0.05). The results of the ANCOVA test prove that if f count < f table is 0.003 < 3.69 and the significance value is 0.960 > 0.05, which proves that Ho and Ha are accepted. So, the conclusions can be drawn from the results obtained to prove if there are significant differences. Furthermore, the Effect Size test shows that the Problem Solving and Problem Based Learning models have a relatively great influence on thinking critically in mathematics.