Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROGRAM LAPAK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA DI UPT SPF SMP NEGERI 26 MAKASSAR Asia M; Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Subriyana Subriyana; Ulfatun Rahman; Anggun Dian Anggraeni Hatalea; Fitri Alifi Aprilyta; Fahmayanti Salsadilah S
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi siswa melalui Program Lapak Baca di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya minat baca siswa yang memerlukan strategi literasi yang inovatif dan menarik di lingkungan sekolah. Program ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa asistensi mengajar. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyediaan dan penataan lapak baca, sosialisasi program, kegiatan membaca, pendampingan literasi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat dan antusiasme siswa dalam membaca, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan literasi, terbentuknya kebiasaan membaca di waktu luang, serta munculnya inisiatif literasi siswa melalui dukungan teman sebaya. Dengan demikian, Program Lapak Baca berhasil menciptakan budaya literasi yang lebih aktif, menyenangkan, dan berkelanjutan di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar.
PERAN MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR DALAM PENGEMBANGAN LITERASI SISWA MELALUI KEGIATAN SASTRA DI SMPN 26 MAKASSAR Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Asia M Asia M; Subriyana Subriyana; Ulfatun Rahman; Anggun Dian Anggraeni Hatalea; Fitri Alifia Aprilyta; Fahmayanti Salsadilah S
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program asistensi mengajar merupakan salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar di SMP Negeri 26 Makassar dengan fokus pada proses pembelajaran di kelas dan pengembangan budaya literasi siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perencanaan pembelajaran, pendampingan proses belajar mengajar, pengelolaan kelas, serta pelaksanaan kegiatan literasi seperti lapak baca, diskusi buku, musikalisasi puisi, dan mendongeng. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program asistensi mengajar memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan mengajar bagi mahasiswa dalam memahami kondisi nyata di lingkungan sekolah. Dengan demikian, program asistensi mengajar mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan budaya literasi di sekolah secara efektif dan berkelanjutan.
Representation of Local Cultural Values in Three Digital Short Stories: a Narrative Study of Contemporary Indonesian Literature Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Muhammad Alfian Tuflih
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i1.32505

Abstract

Abstract: This study examines the forms and negotiations of local cultural values in three Indonesian digital short stories: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” and “Tembok Tanian Lanjheng.” Using narrative analysis, this study explores how plot, characterization, conflict, and symbols generate ecological, communal, and familial values. A qualitative-descriptive approach with close-reading techniques identifies narrative elements tied to sociocultural contexts. The stories articulate tensions between communal traditions and contemporary pressures. “Menggugat Dedemit” offers an ecological critique through the Javanese dedemit myth. “Sakka Dituduh Parakang” exposes the fragility of Bugis–Makassar solidarity when the parakang myth fosters fear and manipulation. “Tembok Tanian Lanjheng” depicts the breakdown of Madurese familial values due to materialism and land disputes. The findings show that cultural representations in these digital stories not only revitalize local wisdom but also reveal ongoing identity negotiations within transforming communities. This study underscores digital literature’s role as a critical medium for articulating and interrogating local cultural values in contemporary Indonesia.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan negosiasi nilai budaya lokal dalam tiga cerita pendek digital Indonesia: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” dan “Tembok Tanian Lanjheng.” Dengan menggunakan analisis naratif, studi ini mengeksplorasi bagaimana alur, penokohan, konflik, dan simbol menghasilkan nilai-nilai ekologis, komunal, dan kekeluargaan. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pembacaan dekat digunakan untuk mengidentifikasi unsur-unsur naratif yang terkait dengan konteks sosiokultural. Cerita-cerita tersebut mengartikulasikan ketegangan antara tradisi komunal dan tekanan kontemporer. “Menggugat Dedemit” menawarkan kritik ekologis melalui mitos dedemit Jawa. “Sakka Dituduh Parakang” mengungkap rapuhnya solidaritas Bugis–Makassar ketika mitos parakang memunculkan ketakutan dan manipulasi. “Tembok Tanian Lanjheng” menggambarkan keruntuhan nilai-nilai kekeluargaan Madura akibat materialisme dan sengketa tanah. Temuan menunjukkan bahwa representasi budaya dalam cerita digital ini tidak hanya merevitalisasi kearifan lokal, tetapi juga mengungkap negosiasi identitas yang terus berlangsung di tengah masyarakat yang sedang bertransformasi. Studi ini menegaskan peran sastra digital sebagai medium kritis untuk mengartikulasikan dan mengkritisi nilai-nilai budaya lokal di Indonesia kontemporer.