Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PROGRAM LAPAK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA DI UPT SPF SMP NEGERI 26 MAKASSAR Asia M; Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Subriyana Subriyana; Ulfatun Rahman; Anggun Dian Anggraeni Hatalea; Fitri Alifi Aprilyta; Fahmayanti Salsadilah S
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi siswa melalui Program Lapak Baca di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya minat baca siswa yang memerlukan strategi literasi yang inovatif dan menarik di lingkungan sekolah. Program ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa asistensi mengajar. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyediaan dan penataan lapak baca, sosialisasi program, kegiatan membaca, pendampingan literasi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat dan antusiasme siswa dalam membaca, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan literasi, terbentuknya kebiasaan membaca di waktu luang, serta munculnya inisiatif literasi siswa melalui dukungan teman sebaya. Dengan demikian, Program Lapak Baca berhasil menciptakan budaya literasi yang lebih aktif, menyenangkan, dan berkelanjutan di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar.
PERAN MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR DALAM PENGEMBANGAN LITERASI SISWA MELALUI KEGIATAN SASTRA DI SMPN 26 MAKASSAR Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Asia M Asia M; Subriyana Subriyana; Ulfatun Rahman; Anggun Dian Anggraeni Hatalea; Fitri Alifia Aprilyta; Fahmayanti Salsadilah S
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program asistensi mengajar merupakan salah satu bentuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar di SMP Negeri 26 Makassar dengan fokus pada proses pembelajaran di kelas dan pengembangan budaya literasi siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, perencanaan pembelajaran, pendampingan proses belajar mengajar, pengelolaan kelas, serta pelaksanaan kegiatan literasi seperti lapak baca, diskusi buku, musikalisasi puisi, dan mendongeng. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program asistensi mengajar memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan mengajar bagi mahasiswa dalam memahami kondisi nyata di lingkungan sekolah. Dengan demikian, program asistensi mengajar mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan budaya literasi di sekolah secara efektif dan berkelanjutan.
Representation of Local Cultural Values in Three Digital Short Stories: a Narrative Study of Contemporary Indonesian Literature Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Muhammad Alfian Tuflih
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 1: Prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v20i1.32505

Abstract

Abstract: This study examines the forms and negotiations of local cultural values in three Indonesian digital short stories: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” and “Tembok Tanian Lanjheng.” Using narrative analysis, this study explores how plot, characterization, conflict, and symbols generate ecological, communal, and familial values. A qualitative-descriptive approach with close-reading techniques identifies narrative elements tied to sociocultural contexts. The stories articulate tensions between communal traditions and contemporary pressures. “Menggugat Dedemit” offers an ecological critique through the Javanese dedemit myth. “Sakka Dituduh Parakang” exposes the fragility of Bugis–Makassar solidarity when the parakang myth fosters fear and manipulation. “Tembok Tanian Lanjheng” depicts the breakdown of Madurese familial values due to materialism and land disputes. The findings show that cultural representations in these digital stories not only revitalize local wisdom but also reveal ongoing identity negotiations within transforming communities. This study underscores digital literature’s role as a critical medium for articulating and interrogating local cultural values in contemporary Indonesia.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan negosiasi nilai budaya lokal dalam tiga cerita pendek digital Indonesia: “Menggugat Dedemit,” “Sakka Dituduh Parakang,” dan “Tembok Tanian Lanjheng.” Dengan menggunakan analisis naratif, studi ini mengeksplorasi bagaimana alur, penokohan, konflik, dan simbol menghasilkan nilai-nilai ekologis, komunal, dan kekeluargaan. Pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pembacaan dekat digunakan untuk mengidentifikasi unsur-unsur naratif yang terkait dengan konteks sosiokultural. Cerita-cerita tersebut mengartikulasikan ketegangan antara tradisi komunal dan tekanan kontemporer. “Menggugat Dedemit” menawarkan kritik ekologis melalui mitos dedemit Jawa. “Sakka Dituduh Parakang” mengungkap rapuhnya solidaritas Bugis–Makassar ketika mitos parakang memunculkan ketakutan dan manipulasi. “Tembok Tanian Lanjheng” menggambarkan keruntuhan nilai-nilai kekeluargaan Madura akibat materialisme dan sengketa tanah. Temuan menunjukkan bahwa representasi budaya dalam cerita digital ini tidak hanya merevitalisasi kearifan lokal, tetapi juga mengungkap negosiasi identitas yang terus berlangsung di tengah masyarakat yang sedang bertransformasi. Studi ini menegaskan peran sastra digital sebagai medium kritis untuk mengartikulasikan dan mengkritisi nilai-nilai budaya lokal di Indonesia kontemporer.
Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Mendukung Administrasi Aset Daerah (Studi Kasus: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Gowa) Ridwan Ridwan; Nensilianti Nensilianti; Mahmudah Mahmudah; Muhammad Alfian Tuflih; Dwi Anggita Yusuf; Miftahuljannah F.Z
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.625

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa sastra dalam mendukung administrasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dalam bidang aset sebagai upaya penerapan kemampuan linguistik dalam praktik kerja pemerintahan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi langsung di tempat magang, keterlibatan aktif dalam penyusunan surat dinas, digitalisasi arsip, penginputan dan verifikasi data aset melalui sistem e-BMD, serta penyuntingan laporan inventaris dan berita acara aset. Selama magang, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan administrasi yang menuntut ketelitian dan pemahaman terhadap bahasa administratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa sastra mampu membantu mempercepat proses dokumentasi, meningkatkan akurasi bahasa dalam dokumen resmi, dan memperkuat efisiensi kerja birokrasi.
Rimpu: Makna Simbolis dan Warisan Budaya Religius Suku Bima Muhammad Alfian Tuflih
Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2025): Ranataya: Kajian Pariwisata & Budaya
Publisher : Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ranataya.v1i2.7862

Abstract

Rimpu merupakan tradisi busana khas masyarakat Bima yang mengandung makna simbolis dan nilai religius yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolis, nilai keagamaan, serta bentuk transformasi Rimpu dalam konteks sosial masyarakat Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rimpu berfungsi sebagai simbol moralitas, kesantunan, dan identitas sosial perempuan Bima. Nilai religius yang melekat pada Rimpu merupakan hasil internalisasi ajaran Islam sejak masa Kesultanan Bima, menjadikannya bentuk harmonisasi antara tradisi lokal dan nilai keagamaan. Pada era modern, Rimpu mengalami pergeseran makna dari busana religius sehari-hari menjadi simbol budaya yang ditampilkan dalam festival dan kegiatan seremonial. Meskipun terjadi transformasi, Rimpu tetap bertahan sebagai warisan budaya melalui pewarisan keluarga, pendidikan budaya lokal, dan penguatan identitas kolektif masyarakat Bima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rimpu merupakan tradisi hidup yang terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai inti yang membentuknya.
Humor sebagai Kritik Sosial dalam Acara Komedi TV Trans 7 Lapor Pak! Juanda Juanda; Zaskia Rahmadhani; Muhammad Alfian Tuflih
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5617

Abstract

This study aims to analyze the deviation of Leech's politeness principles in the comedy dialogue Lapor Pak! and to reveal the strategies of humor and social criticism through these violations. The method used is qualitative pragmatic analysis by examining selected dialogues that contain maxim violations. The results of the study indicate that all six of Leech's politeness maxims (wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy) are systematically violated to create humor. These violations also serve as a means of social criticism. The study's conclusion confirms that humor in Lapor Pak! not only serves as entertainment but also as an effective social control tool to encourage viewers to critique Indonesian social reality. The study's contribution enriches pragmatic research by showing that violations of politeness principles are not always negative but can serve as a creative communication tool for social criticism and inspire society to be more critical of social reality through a humorous approach. Future research should analyze how viewers interpret humor and social criticism in the TV comedy show Lapor Pak! and its impact on critical awareness Keywords: humor; Lapor Pak!; maxims of politeness; pragmatic; social criticism ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penyimpangan prinsip kesopanan Leech dalam dialog komedi Lapor Pak! serta mengungkap strategi pembentukan humor dan kritik sosial melalui pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis pragmatik kualitatif dengan mengkaji dialog-dialog terpilih yang mengandung pelanggaran maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim kesopanan Leech (kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati) secara sistematis dilanggar untuk menciptakan humor. Pelanggaran ini sekaligus berfungsi sebagai sarana kritik sosial. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa humor dalam Lapor Pak! tidak hanya berperan sebagai hiburan tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang efektif untuk mendorong penonton mengkritisi realitas sosial Indonesia. Kontribusi penelitian memperkaya kajian pragmatik dengan menunjukkan pelanggaran prinsip kesopanan tidak selalu negatif, tetapi bisa menjadi sarana komunikasi kreatif untuk kritik sosial dan menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap realitas sosial melalui pendekatan humor. Penelitian mendatang adalah dengan menganalisis bagaimana penonton memaknai humor dan kritik sosial dalam acara komedi TV Lapor Pak! serta dampaknya terhadap kesadaran kritis. Kata kunci: humor; Lapor Pak!; maksim kesopanan; pragmatik; kritik sosial
PROGRAM AMC (AKU MAU CERITA) SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN STORYTELLING MAHASISWA DI RRI PRO 2 MAKASSAR Muhammad Alfian Tuflih; Mayong Mayong; Aslan Abidin; Putri Nadila
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.440

Abstract

Program magang di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Makassar melalui program AMC (Aku Mau Cerita) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menulis naskah cerita, teknik bercerita, serta pemahaman proses produksi audio berbasis pengalaman personal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipasi aktif, observasi langsung, dan praktik produksi konten yang ditayangkan pada segmen Jaga Malam. Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan merangkai pengalaman menjadi naskah naratif yang komunikatif, rasa gugup saat melakukan perekaman suara, serta penyesuaian terhadap standar produksi siaran radio yang menuntut ketelitian dan konsistensi kualitas audio. Selain itu, mahasiswa harus beradaptasi dengan dinamika kerja tim, alur komunikasi kreatif, dan ritme kerja penyiaran yang profesional. Meskipun tantangan tersebut cukup menantang, melalui bimbingan penyiar dan tim produksi, mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan menulis, meningkatkan ekspresi vokal, serta memahami alur produksi siaran mulai dari penulisan hingga penayangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mahasiswa terhadap praktik penyiaran berbasis narasi personal. Secara keseluruhan, program AMC menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mengasah kreativitas, kemampuan bercerita, dan profesionalisme mahasiswa di dunia penyiaran modern.
PROGRAM LOMBA MUSIKALISASI PUISI DAN MENDONGENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI UPT SPF SMP NEGERI 26 MAKASSAR Mayong Mayong; Muhammad Alfian Tuflih; Asia M Asia M; Subriyana Subriyana; Ulfatun Rahman; Anggun Dian Anggraeni Hatalea; Fitri Alifi Aprilyta; Fahmayanti Salsadilah S
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan rasa percaya diri siswa melalui kegiatan lomba musikalisasi puisi dan mendongeng di UPT SPF SMP Negeri 26 Makassar. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan asistensi mengajar yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi lomba, pendampingan peserta, pelaksanaan lomba, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias mengikuti perlombaan, mengalami peningkatan keberanian tampil di depan umum, serta mampu mengekspresikan ide dan kreativitas melalui penampilan musikalisasi puisi dan mendongeng. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kerja sama, apresiasi terhadap karya sastra, serta kemampuan komunikasi siswa. Dengan demikian, lomba musikalisasi puisi dan mendongeng berhasil menciptakan suasana literasi yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan di lingkungan sekolah.
REPRESENTASI BENTUK PRIVILEGE SOSIAL DALAM NOVEL O KARYA EKA KURNIAWAN: PERSPEKTIF GEORG LUKÁCS Jihan Zalsabila; Nensilianti Nensilianti; Muhammad Alfian Tuflih
Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2026): August
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indoensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/neologia.v7i2.82847

Abstract

This study aims to describe the representation of social privilege in Eka Kurniawan’s novel O from the perspective of Georg Lukács’s theory of realism. This study employed a qualitative approach using a descriptive-analytic method. The data consisted of narrative excerpts, dialogues, and events that represented dominant–subordinate relations. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed based on the concepts of social totality, class relations, class consciousness, and reification in Lukács’s thought. The findings reveal four forms of social privilege: social class, power, cultural, and anthropocentric privileges. These forms operate through control over labor and its products, coercive control over the body, symbolic domination, and the instrumentalization of nonhuman life based on its usefulness. The findings indicate that social privilege in O is not merely an individual advantage but is produced through structural relations within social totality. O’s subordinate position bears a structural analogy to the proletarian position in terms of exploitation, without equating O with the proletariat as a historical category in Lukács’s theory