Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PENINGKATAN SELF-AWARENESS PADA SISWA SMKN 3 GOWA Abdillah, Andi Arif; Farhan, Andi Aulia; Budur, Syarifah Ummu; Almur, Verawaty; Pratiwi, Widya; Rifani, Rohmah
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i3.2106

Abstract

Perilaku bullying di lingkungan sekolah masih menjadi masalah signifikan meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan psikoedukasi sebagai metode intervensi untuk mencegah bullying melalui peningkatan self-awareness pada siswa SMK Negeri 3 Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 34 siswa dari kelas 10 dan 11. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang bullying dan self-awareness setelah diberikan materi psikoedukasi, dengan nilai rata-rata pre-test 34,12 meningkat menjadi 62,02 pada post-test. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 menunjukkan bahwa program psikoedukasi yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pencegahan bullying melalui peningkatan self-awareness. Program psikoedukasi yang dilakukan juga mendapat respon positif dari peserta, yang merasa kegiatan ini bermanfaat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
Reframing Hope: The Process of Adapting Mothers to Children with Down Syndrome after Receiving a Diagnosis Nur, Haerani; Rifani, Rohmah; Fakhri, Nurfitriany
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.29800

Abstract

This study aims to explore the experiences of mothers adapting after receiving a Down Syndrome (DS) diagnosis for their child. Utilizing a Heideggerian phenomenological approach, data was collected through in-depth interviews with 10 mothers of children with DS, focusing on their emotional responses, acceptance, and hopes. The analysis identified three main themes: initial reactions to the diagnosis and the resulting loss of hope, the process of acceptance, and managing hopes while adapting to the child's condition. The findings reveal the complex journey mothers undergo in restructuring their emotions and thoughts, underscoring the importance of diagnostic confirmation, social support, and spiritual beliefs in the acceptance process. This study contributes to a deeper understanding of mothers’ experiences following a DS diagnosis and offers insights for health professionals and support systems to better assist families during this critical period. The theme of “reframing hopes” emerged as central, facilitating mothers’ ability to adjust and maintain hope for their children’s futures.
Hubungan antara Kualitas Pertemanan dengan Identitas Vokasional pada Siswa SMAN Ilmi, Nurul; Rifani, Rohmah; Ansar, Wilda
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v11i1.72437

Abstract

Identity confusion is very vulnerable among teenagers. The inability of adolescents to resolve conflicts has an impact on confusion about their goals, talents, and abilities in determining their future careers. This study aims to determine the relationship between the quality of friendship and students' vocational identity. The respondents were 171 students at SMA Negeri 8 Bulukumba class XII which was obtained through purposive sampling techniques. Data was collected through questionnaires using a friendship quality scale and a vocational identity scale. The results of Pearson product moment correlation analysis showed the value of the correlation coefficient between the quality of friendship and the achievement identity status, which was r = 0.256 and p = 0.002 (significant). This means that there is a positive correlation between the quality of friendship and vocational identity in the status of achievement and not correlated with the status of moratorium, foreclosure, and diffusion identity. So, the better the quality of the friendship you have, the more your achievement identity will also increase. The implication of this study is necessary to make efforts to maintain the quality of friendships so that they continue to contribute positively in exploring careers and forming commitments to students in various alternative vocational fields. 
Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh Trijanutami, Andi Anggita; Rifani, Rohmah; Nur, Haerani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13487

Abstract

Anak perempuan yang mengetahui bahkan menjadi saksi perselingkuhan orang tua sering kali merasa terabaikan, tidak dihargai, dan kesulitan dalam memproses perasaan mereka, dan memaafkan keadaan dan kejadian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan Pemaafan untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan Dengan Orang Tua Berselingkuh. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dengan rentan usia 18-24 tahun yang orang tuanya berselingkuh sebanyak 8 orang partisipan dengan kategori penerimaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pemaafan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) . Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pelatihan Pemaafan dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan dengan orang tua berselingkuh. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi individu yang mengalami kesulitan dalam memaafkan dan memiliki tingkat penerimaan diri yang rendah akibat pengalaman emosional tertentu, seperti konflik dalam keluarga.Selain itu temuan dari penelitian ini juga mampu memperkuat teoritis dan memberikan pemahaman terkait dengan pemaafan dan juga penerimaan diri pada anak. Dan bagi orang tua mampu memberikan gambaran tentang pemahaman bagaimana penerimaan diri pada anak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.
Pelatihan Pemaafan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Perempuan dengan Orang Tua Berselingkuh Trijanutami, Andi Anggita; Rifani, Rohmah; Nur, Haerani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13487

Abstract

Anak perempuan yang mengetahui bahkan menjadi saksi perselingkuhan orang tua sering kali merasa terabaikan, tidak dihargai, dan kesulitan dalam memproses perasaan mereka, dan memaafkan keadaan dan kejadian yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan Pemaafan untuk meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan Dengan Orang Tua Berselingkuh. Subjek dalam penelitian ini adalah perempuan dengan rentan usia 18-24 tahun yang orang tuanya berselingkuh sebanyak 8 orang partisipan dengan kategori penerimaan diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan pemaafan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) . Sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pelatihan Pemaafan dalam meningkatkan Penerimaan Diri pada perempuan dengan orang tua berselingkuh. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi individu yang mengalami kesulitan dalam memaafkan dan memiliki tingkat penerimaan diri yang rendah akibat pengalaman emosional tertentu, seperti konflik dalam keluarga.Selain itu temuan dari penelitian ini juga mampu memperkuat teoritis dan memberikan pemahaman terkait dengan pemaafan dan juga penerimaan diri pada anak. Dan bagi orang tua mampu memberikan gambaran tentang pemahaman bagaimana penerimaan diri pada anak akan sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka.
Hubungan Self Awareness dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Akhir di Kota Makassar Fihary, Nurul Rabiatul Adawiah Putri Al; Rifani, Rohmah; Bungawali, Andi Nahliah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37011

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis yang ditandai kebingungan arah hidup, keraguan terhadap kemampuan diri, dan tekanan menghadapi transisi kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self awareness dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Makassar. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 178 mahasiswa yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Situational Self Awareness dan Skala Quarter Life Crisis yang disusun berdasarkan teori Fenigstein, dkk serta Robbins dan Wilner. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara setiap dimensi self awareness dan quarter life crisis (r = -0,234; -0,353; -0,422; p = 0,000). Semakin tinggi tingkat quarter life crisis, semakin rendah self awareness. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self awareness sebagai upaya preventif pada mahasiswa tingkat akhir.