Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Journal Of Agritech Science (JASc)

KARAKTERISASI MUTU MINYAK KELAPA HASIL PROSES PEMERAMAN DAN PEMASAKAN SANTAN Rosdiani Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 1 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i1.177

Abstract

Kelapa merupakan komoditas yang tersebar diseluruh Indonesia namun konsumsi kelapa dalam bentuk minyak masih sangat kurang. Minyak kelapa yang di hasilkan pada umumnya berkualitas rendah (cepat tengik), selain itu minyak yang di hasilkan warna yang tidak jernih dan beraroma yang khas (aroma blondo) ini di sebabkan proses pengolahan minyak yang kurang baik dan yang sering di keluhkan masyarakat adalah waktu pengolahan yang relatif lama, oleh karena itu perlu mencari metode pengolahan minyak kelapa tradisional yang lebih efektif dan efisien. Metode yang di gunakan adalah pemeraman dan pemanasan santan, sehingga minyak yang di hasilkan bermutu baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu minyak kelapa, dan mempelajari metode pemeraman santan dan pemasakan santan dengan minyak yang di hasitkan yakni warna bening dengan tekstur bfondo yang telah padat dan berwarna masih putih, dengan membandingkan ke dua metode pengolahan minyak. Parameter penelitian ini adalah bilangan peroksida, bilangan asam lemak bebas, kadar air, sifat organoleptik yang meliputi warna dan aroma. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa minyak hasil pemanasan santan lebih baik dari pada minyak hasil pemeraman jika di lihat dan kandungan kimianya, sedangkan jika dilihat dari segi rendemen yang di hasilkan maka, minyak hasil pemeraman lebih baik.
KARAKTERISTIK TEPUNG AMPAS KELAPA Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo Rizkyani Akolo
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 2 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i2.256

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pengolahan kelapa / pembuatan minyak kelapa. Pada umumnya limbah ini jarang dimanfaatkan masyarakat dan biasanya hanya dijadikan pakan ternak. Padahal jika diteliti lebih jauh ternyata ampas kelapa memiliki kandungan galaktomanan yang mempunyai peran penting dalam bidang pangan dan kesehatan. Tepung Ampas kelapa adalah Tepung adalah bahan baku utama pembuatan berbagai jenis makanan (kue). Disamping sebagai sumber pati(gizi), tepung juga sebagai pembentuk struktur. Sifat fisik tepung yang harus diperhatikan adalah harus berwarna putih , tidak menggumpal dan tidak lengket. Dikaitkan dengan sifat kimia daging buah kelapa hibrida maka yang berperan pada sifat fisik tepung adalah kadar galaktomanan dan fosfolipida.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari tepung ampas kelapa dihasilkan dari proses ekstrak pada ampas kelapa berdasarkan kadar air, kadar abu, kadar protein, kandungan karbohidrat, uji warna. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Gorontalo. Penelitian ini menggunakan software Minitab 16 dengan metode Sedangkan perlakuan yang diguankan adalah lamanya waktu pengeringan yaitu 2 jam, 4 jam dan 6 jam.
Kandungan Antioksidan dan Kadar Air pada Teh Mangga Quini ( Mangifera indica) Rosdiani Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 1 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i1.327

Abstract

Teh adalah merupakan salah satu minuman yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Kandungan teh menjadi salah satu alasan mengapa minuman ini menjadi populer. Saat ini bahan baku teh telah mengalami perkembangan. Banyak tanaman hijau yang dapat diolah menjadi produk minuman teh. Tanaman hijau yang kaya akan antioksidan seperti tanin dan flavonoid. Adapun salah satu tanaman hijau yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi olahan teh adalah daun mangga Quini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kandungan antioksidan dan kadar air teh daun mangga berdasarkan teknik dan lama pengeringan. Teknik pengeringan (A) yang digunakan adalah sinar matahari (A1); dioven (A2); disangrai (A3). Lama pengeringan (B) yang digunakan, yakni: 60 menit (B1); 90 menit (B2); 120 menit (B3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh daun mangga mengalami perubahan intensitas warna. Dari uji yang dilakukan membuktikan bahwa produk teh tersebut mengandung antioksidan fenolik dan flavonoid. Adapun kandungan kadar air pada perlakuan yang terbaik ditemukan pada produk teh dengan metode pengeringan sangrai dengan lama pengeringan 2 jam, yaitu sebesar 4,06% dan kadar antioksidan tertinggi juga terdapat pada metode pengeringan matahari dengan lama pengeringan 1 jam yakni sebesar 27,23 % . Tea is one of drinks often consumed by people in Indonesia. The content of tea become one of the reasons why this drink is popular. Nowadays, the raw materials of tea have developed. Many green plants can be processed into tea products, where have advantages in terms of their chemical content, that are very useful for health. Green plants are full of antioxidants like tannins and flavonoids. As for one of the green plants can be used to be processed for tea is the Quini mango leaf. The purpose of this research is to describe antioxidant and water level content of mango leaf tea based on technique and time of drying. The drying techniques (A) used are sunlight (A1); baked in the oven (A2); roasted(A3). The time of drying (B), used are 60 minutes (B1); 90 minutes (B2); 120 minutes (B3). The result of research shows that mango leaf tea has changed in color intensity. The tests done prov that the tea product contains anti-oxidants of phenolic and flavonoids. As for the level water content of the best experiment, found in a tea product using the roasted drying method with drying for 2 hours, is of 4,06%. The highest antioxidant level also found in the sun drying method with 1 hour drying time, is of 27,23%.
Karakteristik Mutu Kadar air , kadar abu dan Organoleptik pada Penyedap Rasa instan Rosdiani Azis; Ingka Rizkyani Akolo
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 2 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i2.396

Abstract

Flavoring is a product that is absolutely needed in people's lives today. The fact is that there are now many foods that contain unhealthy flavoring, especially MSG, Nike and anchovy have high levels of glutamate acid, so Nike and anchovy can be used as raw materials for natural flavoring. The purpose of this study is to determine the factors that provide optimal results on the quality of instant flavorings produced and determine the effect of drying time, drying temperature and type of fish used on water content, ash content of organoleptic properties of instant flavoring. This study uses the Taguchi method design with 3 factors and mixed levels (2 and 4 levels) to optimize product and process design so that an optimal response is produced. The factors used are Drying Time (A), Drying Temperature (B), and Fish Type (C). The drying time used is 7 hours (A1); 8 hours (A2); 9 hours (A3) and 10 hours (A4). Drying temperatures used are: 500 (B1) and 600 (B2), while the types of fish used are wet anchovies (C1) and nike fish (C2). While the response variables used to determine the quality of instant flavorings are water content, ash content and organoleptic properties. Organoleptic quality response and shelf life will be determined by the optimization objectives in the Minitab program 16. The results of the research produced the best flavoring seen from water content is flavoring from Nike fish with a drying time of 10 hours and drying temperature of 800C, whereas if viewed from ash content, then the best flavoring is the flavoring of nike fish with a drying temperature of 800C and a long drying time of 8 hours
KARAKTERISTIK BUBUR BAYI INSTAN BERBAHAN DASAR TEPUNG BERAS MERAH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM) Nilmawati Husain; rosdiani Azis; Adnan Engelen
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 4 No 1 (2020): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.406 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v4i1.558

Abstract

cooking process is not required. At the age of 6 months, babies need complementary foods for ASI (MP-ASI). Generally, instant baby porridge circulating in Indonesia is made with the main ingredients of white rice and brown rice, which are known as the main staples. In this study the researchers wanted to experiment with adding brown rice and Moringa leaf extract. This study aims to determine the level of preference for instant baby porridge with a combination of red rice flour with the addition of Moringa leaf extract, to determine the content of some chemical properties in instant porridge. The method used in this thesis is a method of testing organoleptic tests, water content tests, ash content tests, viscosity, and absorbency tests. The data needed is then tested using the RAL method and continued with the LSD test if there is a real effect. The stages in this final project include conducting a literature study, data collection, and analysis. The testing technique used is organoleptic test, water content test, ash content test, viscosity test, and absorbency test. The results showed that the organoleptic test results had a preference level resulting from three treatments of instant baby porridge made from red rice flour and moringa leaf extract as a whole were on a scale of 5.61-6.92 or in the usual up to very high level. And instant baby porridge that is favored by panelists or the public is A1 treatment of instant baby porridge made from red rice flour with the addition of Moringa leaf extract. Whereas in the chemical properties test, the best treatment is A3 treatment with 300 gr red rice flour substitution with the addition of 90 ml Moringa leaf extract
Karakter Kimiawi Tempe Jagung Pulut Dengan Waktu Fermentasi Berbeda Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Salma S Husain; Rosdiani Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 5 No 1 (2021): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v5i1.740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakter kimiawi tempe jagung pulut yang dihasilkan dengan proses waktu fermentasi yang berbeda-beda. Uji yang dilakukan adalah kadar air, kadar abu, dan pH. Penelitian ini menggunakan beberapa perlakuan waktu fermentasi yaitu A1= 42 jam, A2 = 45 jam, dan A3 = 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 65,57%, nilai kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 42 jam dengan nilai 0,48%, nilai derajat keasaman (pH) terendah terdapat pada perlakuan fermentasi 48 jam sebesar 5,2
PEMBUATAN PENYEDAP RASA INSTAN BERBAHAN DASAR TOMAT DENGAN PENAMBAHAN JAMUR TIRAM Sidrat Samaun; Rosdiani Azis; Nur Fitrianti Bulotio
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 5 No 02 (2021): Journal of Agritech Science (JASc)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v5i02.777

Abstract

Tomatoes have considerable potential. Tomatoes, both fresh and processed, have a fairly complete and good nutritional composition. Tomato fruit consists of 5-10% dry weight without water and 1 percent skin and seeds. People's habits in consuming foods such as vegetables and side dishes cannot be separated from the use of flavorings. Monosodium glutamate (MSG) is the sodium salt of glutamic acid which is a flavor compound and has been widely consumed by the whole world as a flavor enhancer, because the addition of MSG will make food more delicious. Glutamic acid can be obtained from natural ingredients such as tomatoes and mushrooms. The purpose of this research is to analyze water content, antioxidant activity, vitamin C and organoleptic for instant flavoring made from tomatoes and oyster mushrooms. The results of the organoleptic test using a discriminatory method on 35 panelists were able to distinguish tomato-based flavorings with comparison flavors before being added to instant noodles and after being added to instant noodles, both in terms of taste, color, aroma, texture, while for the results of chemical analysis, levels of water obtained an average value of 4.09% by using a drying time of 11 hours 30 minutes at a temperature of 60ÂșC, 9.7% antioxidant activity test showed the presence of antioxidant activity, and vitamin C test by titration method obtained an average value of 6.58% .
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN PENERIMAAN KONSUMEN TEMPE JAGUNG PULUT Salma S Husain; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Rosdiani Azis
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 6 No 02 (2022): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v6i02.991

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah mengetahui sifat fisik dan penerimaan konsumen tempe jagung dari waktu fermentasi yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan beberapa waktu fermentasi yaitu A1= 42 jam, A2 = 45 jam, dan A3 = 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan kekerasan tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 45 jam dengan nilai 294,33gf, sedangkan nilai organoleptik tertinggi pada perlakuan fermentasi 42 jam.
PENGUJIAN AKTIVITAS BUBUK MINUMAN HERBAL MATOA( POMETIA PINNATA ) DENGAN METODE FISIK DAN METODE SPEKTROFOTOMETER SECARA KUALITATIF azis, rosdiani
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 02 (2023): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i02.1289

Abstract

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah mengonsumsi asupan yang bernutisi yang dapat menjaga ketahanan imun tubuh melalui minuman fungsional sebagai penambah nutrisi untuk imunitas tubuh. Namun saat ini minuman fungsional dibuat dalam bentuk bubuk sehingga sangat praktis untuk di bawa kemana saja. Potensi produksi tanaman matoa di Gorontalo cukup rendah, karena masyarakat Gorontalo tidak banyak yang mengolah tanaman matoa. Tanaman matoa kaya akan komponen pangan fungsional, seperti daunnya yang dapat divariasikan sebagai panganan yang dapat diolah menjadi minuman fungsional dengan penambahan ekstrak jahe merah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif, dengan menggunakan parameter pengujian aktivitas antioksidan dan penghambatan proses pencoklatan buah apel, kentang dan sabut buah kelapa muda. Hasil uji aktivitas antioksidan ketiga perlakuan 37, 39%, 52, 46%, 54, 37% menunjukan adanya aktivitas antioksidan, dan mampu manghambat proses pencoklatan pada buah apel, kentang dan sabut kelapa muda.
Karakteristik sensori, kimia, dan fisik kerupuk dengan subtitusi pisang goroho (Musa acuminafe, sp) Nurhafnita, Nurhafnita; Azis, Rosdiani; Islamiyah, Syahmidarni Al; Usman, Siskawati K.
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1143

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan kecil yang mengalami pengembangan volume membentuk produk yang porus dan mempunyai densitas rendah selama proses penggorengan. Kerupuk umumnya dibuat dari tepung terigu dan tepung tapioka, sehingga kandungan gizi terbesarnya adalah karbohidrat. Upaya untuk meningkatkan kandungan gizi dan sensori kerupuk dengan mengkombinasikan dengan bahan pangan lain yang memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah pisang goroho. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat sensoris, kimia, dan fisik kerupuk dengan subtitusi pisang goroho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Parameter pengamatan pada penelitian ini terdiri dari sifat sensori meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall, sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu, serta sifat fisik meliputi kerenyahan dengan tekstur analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sifat sensorinya kerupuk dengan subtitusi pisang goroho berada pada skala disukai meliputi aroma 6,09; warna 6,06; rasa 6,12; tekstur 6,06; dan overall 6,46. Hasil uji sifat kimia diperoleh kadar air 8,69%, kadar abu 1,56%. Sedangkan hasil sifat fisik yaitu kerenyahan dengan tekstur analyzer sebesar 1524,2gf yang menunjukkan bahwa kerupuk ini memiliki tekstur yang renyah.